Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 37 - Selesai )

    

Aku Memilih untuk Dicintai

Oleh Tresya Agnashila


Tirta tak sabar, menungguku datang ke rumahnya. Pukul 07.00, dia datang kemudian memelukku, ”Maaf ya, kemarin aku nggak bisa jemput.”

Semalaman aku terjaga. Terus memikirkan apa yang harus aku lakukan. Apa yang akan terjadi ketika Tirta tau mas Doni telah kembali. Dan benarkah kata-kata mas Doni tak akan membiarkan aku menikah dengan orang lain sebelum dia tau apa alasan aku meninggalkannya?

Lepas dari pelukan Tirta, aku memandangi wajahnya. Wajah manisnya, wajah lugunya, wajah polosnya saat ada di depanku. Semua yang dia alami, dia rasakan, hampir tak satupun aku tak tau, baik, buruk, tampan dan jeleknya dia, sudah dia buka semua terhadapku. Pun begitu, dengan keadaanku, masa laluku, keadaan hatiku, baiknya aku, buruknya kebiasaanku, dan semua hal-hal konyol yang sering aku lakukan, hampir semua telah aku ungkapkan pada Tirta.

Berat rasanya, duduk menemani Tirta sarapan sambil menyimpan hal besar yang baru saja aku alami. Tapi aku belum bisa, memulai kata-kata untuk mengungkapkannya. Tirta masih terlihat sangat lelah, subuh baru saja dia pulang dari rumah sakit. Lebih baik, aku menemaninya melepas lelah, sambil aku menenangkan hatiku, bersiap untuk menceritakan hal besar yang baru saja aku alami.

Selesai membersihkan diri, Tirta menawarkanku untuk berkeliling mencari undangan atau keperluan lain pernikahan kami. Tapi aku memilih untuk beristirahat, aku memintanya untuk tidur di pangkuanku.
”Ta…. Tidurlah disini. Rebahkan bahumu dipangkuanku…”
Tatapan mata Tirta terlihat bertanya-tanya ke arahku.
“Ada apa ni? Kok tumben kayak gini?”

Kemudian perlahan dia berjalan mendekat ke arahku dan memposisikan diri membaringkan kepalanya di pangkuanku.
Aku terus memandanginya… aku terus mengusap dahinya.
”Ta….. Tirta sayangku….”
Kata itu lirih keluar dari mulutku…
Tirta masih diam, dan makin terlihat raut curiga di wajahnya.
”Kenapa sayang ? ada apa? “

Aku masih diam. Tapi aku terlalu bodoh untuk menutup-nutupi sesuatu. Aku bodoh untuk berbohong. Dan aku juga bodoh untuk menutupi perasaanku. Terlebih didepan Tirta.
”Ta….boleh aku cium kamu? “
Tirta terbangun dari pelukanku.
”Kamu kenapa? “

Aku memeluknya…. Memeluknya dengan sangat erat sambil menangis menggantikan kata-kata yang belum bisa terucap dari bibirku.
“Ta….aku sayang kamu Ta…. Yang aku mau cuma kamu… kamu aja Ta….”

Tirta masih memelukku, dia membelai punggungku, membelai rambut panjangku yang terurai, sesekali mencium telingaku, menenangkanku.
”Iya…aku disini, buat kamu “
Setelah aku cukup tenang, tirta melepaskan pelukanku… tirta menyandarkanku kemudian membersihkan kembali peluh mas doni yang lagi-lagi mengotori wajahku.
Tirta merapikan rambutku, dan kemudian mencium keningku….
”Udah? sekarang cerita…. Ada apa? “

Dadaku masih sangat sesak, aku masih belum berani mengucapkan kata mas doni di depan tirta… berat rasanya mengucap nama itu didepan orang yang telah menyelamatkan hatiku.
”Dia pulang….”
”Dia? ” kata Tirta…
”Iya Ta…. Dia kembali… dia datang lagi….”
”Ehm, kamu mimpiin dia lagi? “
”Engga Ta…ini bukan mimpi. Ini kenyataan. Dia datang lagi, kami bertemu lagi. “
”Owh……” Tirta tersenyum sambil merebahkan dirinya disampingku.
”Heeehm… gimana ceritanya?” Tanya tirta

”Semalem, di terminal, aku ketemu sama dia. Waktu aku mau cari taksi, dijalan aku ketemu sama dia. Dia marah, karena selama ini aku nggak kasih kabar ke dia. Aku juga marah, kenapa selama ini dia nggak mencari aku. Awalnya aku mau menghindar dari dia, tapi nggak bisa. Dia nyeret aku masuk taksi, trus dia anter aku pulang kerumah. Di rumah kita membicarakan semuanya. Aku bilang ke dia, kalo aku udah punya kamu. Dan sebentar lagi kita bakalan nikah. Dia marah, ternyata selama ini dia masih nungguin aku. Dia masih berharap aku hubungi dia dan menyesali keputusanku.”
”Hehm…… trus sayang jawab apa ? “

Medengar tirta memanggilku sayang dan nada bicaranya yang terlihat cukup santai, hatiku jadi lega…..ternyata dia bisa menerima ini semua.
Aku jadi lebih lancar bercerita….

”Semalem dia bilang, kalo ternyata selama ini dia nggak pernah bisa berhubungan dengan wanita lain. Entah iya atau tidak..kenyataan aku jg nggak tau. Tapi itulah yg dia katakan. Nggak munafik, dia juga pernah deket sama beberapa cewek yang dia kenal disana. Tapi jalan 1 minggu, paling lama 2 bulan, pasti berakhir lagi. Karena dia belum bisa menemukan sosok aku diwanita lain. Dan saat dia tau aku udah mau nikah, dia nggak rela. Karena sekarang dia pulang, memang berniat untuk mencariku lagi. Entah iya atau engga, aku juga nggak tau…. Tapi aku ngotot, kalo aku udah serius sama kamu ta, dan aku udah bahagia sama kamu. Kamulah sosok yang terbaik untuk mendampingiku. Kamu juga lah yang membawaku keluar dari keterpurukanku. dan dia bilang, dia mau melepaskan aku kalo aku mau jujur ngasih tau alasanku ninggalin dia dulu…”

”Trus sayang bilang apa ? “
”Aku diem aja…aku masih nggak rela kalo akhirnya aku yang harus ungkapkan kebusukan mamanya…”
”Kenapa nggak rela ? “
”Kalo aku ngomong, trus apa gunanya selama ini aku menderita ? bahkan aku harus kehilangan dia ? “

Tuhaaaaaaaaaaaaaaan, sepertinya aku salah ngomong. Wajah tirta berubah jadi pucat dan pasif mendengar aku mengeluarkan kata-kata itu.
”Ehm…. Gitu ya “

Mati aku, tirta pasti kecewa dengan penyesalanku kehilangan dia. Dia pasti menganggap aku masih mengharapkan dia.
”Ya udah….. aku tau, sangat tau seperti apa wanita yang aku sayangi. Aku juga paham, dan kini lebih paham, seperti apa bentuk hati wanita yang aku cintai. Masih banyak waktu kok…. Sayang juga masih punya banyak kesempatan untuk memilih, dan menentukan….”
Dengan tersenyum tirta mengatakan semua itu…

Tirta tidur terlentang disampingku…dia menatap langit-langit dikamarku, dan aku masih terduduk termenung disampingnya, lagi-lagi meratapi kebodohanku.

Sekitar pukul 7 malam, tirta pamit untuk pulang… aku menahannya. Nggak biasanya dia pulang. Biasanya dia selalu tidur disini apalagi setelah lama kita nggak ketemu… tapi, sambil tersenyum dan menyentuh pipiku, dia menjawab
”Kamu nggak akan bisa berfikir kalo aku ada disampingmu “

Akhirnya dia pulang, dia masih terlihat tersenyum sampai dia benar-benar keluar dari halaman rumahku. Tapi aku tau, aku sangat memahami setiap sudut senyumnya….

Kamarku, kamar galau ku…dan saksi kehancuranku…lagi-lagi kamar ini yang menemani keterpurukanku. dan lagi-lagi semua karna mas doni.

Cinta memang hebat. Rasa sakitnyapun juga tak kalah hebat….
Semakin besar cinta, semakin dahsyat pula hantamannya….

Hidup adalah pilihan… pilihan menjadi baik atau menjadi buruk. Pilihan hitam atau putih. Manis atau asam. Tapi ada juga yang tak dapat kita pilih… siang dan malam, gelap dan terang, hujan dan gersang, hidup dan mati…

Tapi bahagia, masih mungkin untuk kita pilih…. Biar cinta sejati, cinta pertama dan cinta yang penuh impian, menjadi cerita dalam perjalanan hidup ku. Tapi cinta yang bahagia, cinta yang selalu bisa menghadirkan senyuman, cinta yang untuk menjalaninya tidak mengharuskanku untuk membuang jutaan tetes air mata, dan cinta yang selalu mampu menghangatkanku, akan kupilih sebagai masa depanku.

Aku ingin hidup….dan aku ingin bahagia…..

Hp ku bergetar, nomor tanpa nama yang tak asing bagiku muncul di layer utama.
”Di rumah dek, mas kerumah ya?” Mas doni mengirimiku sebuah pesan singkat….
”Ehm, mau ngapain mas ? “
”Boleh enggak ? “

Aku mencoba sebisa mungkin untuk menghindari pertemuan dengan mas doni. Bukan apa-apa, tapi aku sadar diri bahwa hatiku masih mudah untuk digoyahkan. Rasa rinduku yang bertahun-tahun mengendap masih sangat kuat mampu dengan mudah meracuni pikiranku. Dan dengan melihat atau mendengar suaranya saja, sudah mampu menggugurkan benteng pertahanan cintaku.

Tak kupungkiri, masih banyak hal yang ingin aku perbincangkan dengan mas Doni. Tapi, aku harus bisa menahan diri, untuk menjaga hati dan perasaan ini. Aku harus berperang melawan semua ini.

”Maaf mas, aku masih pengen istirahat… kalo ada sesuatu yang ingin mas sampaikan, mungkin bisa mas sampaikan lewat Hp ini….”

”Dek, banyak yang ingin mas ceritakan…. Banyak kejadian yang ingin mas bagi denganmu. “

”Mas, setiap langkah kehidupan kita pasti memiliki suatu cerita. Sudah, Biar ini menjadi pengalaman untuk kita. Bukan aku nggak mau mendengar semua pengalamanmu, tapi aku rasa, akan lebih baik jika aku tak tau."

”Dek, dulu setahun setelah mas lulus, mas ditugaskan di suatu daerah yang cukup terpencil di makasar. Dari kampung menuju kota, 7 jam perjalanan darat harus dilewati. Bisa dibilang, setelah lulus dari akademi, mas sangat jarang pulang ke kota ini. Pertama kali mas pulang, ketika hari kelulusan kamu. Tapi emosi mas masih meledak-ledak kala itu. Mas masih belum mampu menerima keputusanmu. Dan mas ingin, kamu menyesali keputusanmu.

Papah juga sakit keras waktu itu. Papa terus menanyakan keberadaanmu. Kenapa sekarang kamu nggak pernah ke rumah. Kenapa kamu nggak pernah menghubungi papa. Papa kecewa saat aku bilang untuk tak usah menanyakan lagi hal tentangmu. Hubungan mas dengan papa dan mama jadi agak renggang. Mas terlalu frustasi memikirkan kamu. Mas benci dengan kota ini. Dengan rumah yang pernah mempertemukan kita. Dengan jalan yang pernah kita lewati. Mas sangat membenci kamu.

Mas berusaha untuk menjadi orang baru di tempat dan keadaan yang baru. Sebisa mungkin mas tak melirik apa lagi membayangkan semua hal yang berhubungan dengan kamu. Bertahun-tahun mas nggak pulang. sempet mama berniat mengenalkan mas pada beberapa wanita, tapi selalu saja, hubungan itu tak ada yang berjalan lebih dari hitungan bulan.

Disini, mas sempat bertemu dengan seorang gadis. Namanya Anggun. Dia adik dari senior mas yang rumahnya nggak jauh dari asrama tempat mas tinggal. Dia baik, dia sering mengirimi mas dan teman-teman makan siang atau cemilan di sore hari. Mas sempat dekat dengannya. Waktu itu dia juga lagi patah hati. Dia putus sama pacarnya gara-gara beda keyakinan. Dia sering curhat sama mas, dan mas juga sering curhat ke dia masalah kamu. Mas sangat merindukan kamu, dan Cuma dialah yang mau mendengarkan kerinduan mas.

Waktu berlalu, tiba-tiba dia bilang kalo dia sayang sama mas. Dia ingin mas menjadi kekasihnya, dan menggantikan kamu di hati mas. Tapi mas nggak bisa. Mas sudah terlanjur menganggapnya sebagai seorang adik. Sempat dia agak memaksa, dan mas juga sempat mencoba untuk membuka peluang untuknya. Siapa tau, dialah jodoh mas, dan siapa tau juga dia bisa menggantikan kamu di hati mas. Tapi pengaruhmu masih terlalu kuat di hati mas.

Terlebih dengan keputusan sepihakmu yang tanpa alasan meninggalkan mas. Ribuan pertanyaan selalu membuntuti mas. Hubungan mas dengan anggun berjalan kurang lebih 3 bulan. Selama 3 bulan mas coba membuka hati dan diri buat dia. Tapi mas tetep nggak bisa. Dari pada terlalu lama membuat dia berharap, mas memilih untuk jujur dan melepaskan dia. Mas nggak mau, mas memeluk dia, tapi hati mas mencium kamu.

Jangan pernah bilang, mas tidak mencarimu dek. Waktu itu papa sakit keras. Papa memang tak bilang ingin bertemu kamu. tapi mas tau, papa sangat merindukan kamu. mas pulang ke jawa, dan langsung mencarimu di rumah ini. Tapi semua kosong, mas mencoba menelfon ke nomor rumah, Hp dan nomor mama mu, tapi tak pernah ada balasan juga. 3 hari mas mencari kamu, tapi papa tidak sanggup lagi menunggu.

Papa pergi, tanpa sedikitpun pesan kepada mas. Papa pergi, dan kamu tak hadir bahkan di pemakamannya. Mas kecewa, lagi-lagi mas kecewa… mas kembali lagi merantau, memfokuskan diri, mengabdi untuk Negara. Hingga beberapa bulan lalu, kakak menghubungi mas. Dia bilang kalo dia bertemu kamu, dengan seorang laki-laki. Jujur, mas tidak bisa menerima kenyataan ini. Lalu mas putuskan untuk pulang. pulang ke tanah jawa. Mencoba menanyakan dan merebut kembali hati kamu. dan sekarang, ketika kamu akan benar-benar melepaskan mas, tolong lepaskan mas tanpa sebuah ikatan. “

”Iya mas…. Maaf, aku terlalu picik dan pikiranku terlalu sempit. Aku meninggalkan kamu seperti aku meninggalkan kulit kacang di atas asbak. Tapi andai kamu tau, sungguh, sangat berat melewati ini semua. Hatiku tak semudah mulutku, langkahku meninggalkanmu juga tak selancar kata-kataku. Aku melewati bertahun-tahun dengan jutaan tetes air mata. Aku hidup dengan kata “merindukanmu”. Semangat untuk berharap suatu hari kamu akan mencariku. Menanyaiku seperti yang kamu lakukan saat ini.

Tapi ini terlalu lama… tuhan telah mengirimkan Tirta untuk menarik ku dari lubang keterpurukan. Awalnya aku juga sama sepertimu mas, tak bisa menerima laki-laki lain untuk menggantikan sosok mu di hatiku. Awalnya aku menjalani semua ini dengan tirta juga karena rasa iba. Iba akan semua kebaikan dan ketulusannya. Tapi tirta adalah sosok yang sangat baik. Kesabarannya, penantiannya, ketulusan dan keikhlasannya membuatku menjadi merasa tenang.

Mencintai adalah hal yang indah,,, tapi dicintai, adalah hal luar biasa yang bisa membuat kita bahagia. Aku mencintaimu mas, tapi aku dicintai oleh tirta. Dan maaf, aku lelah untuk hidup dalam rasa was-was… aku lelah untuk menunggu dan kembali berjuang.


Perjalanan kita masih akan sangat-sangat panjang… banyak rintangan didepan mata, yang secara naluri aku tak mampu untuk melawan. Bagaimanapun juga, besarnya cintaku tak bisa mengalahkan tetesan darah dan pertaruhan nyawa yang seseorang pernah lakukan untuk kamu. mungkin saat ini ribuan pertanyaan masih menghantui kamu. tapi percayalah, aku berjanji, akan melepasmu tanpa suatu ikatan. Aku sudah memilih untuk dicintai.

Mas, percayalah... Buka hatimu, buka dirimu, dan bukalah matamu…. Beri lebih banyak waktu, untuk seseorang menemani hari-harimu. Dan percayalah, bahwa tuhan punya yang terbaik untuk hidupmu. Jangan terus memaksakan dengan apa yang telah kamu pilih, tapi serahkan dan biarlah tuhan yang tentukan, pilihan terbaiknya untuk masa depan.

Kelak, pahami setiap kata dan barisan-barisan kalimat yang aku kirimkan untukmu. Disanalah, aku akan benar-benar melepasmu. Disanalah, kamu akan temukan semua jawaban dari ribuan pertanyaanmu. Dan aku juga berharap, disanalah, kamu bisa benar-benar melepasku.

Tapi tolong ingat satu pesanku mas,
“Aku hanyalah seorang gadis yang pernah singgah beberapa hari di hatimu. Jangan membenci darah dan keringatnya, tapi tuntunlah dia, karena itulah kewajibanmu. “
                                                            *** Selesai ***


Testimoni Cerbung

Pembaca setia Cerbung Curhatkita, itulah bagian akhir kisah cinta Tresya. Bagaimana? Apakah anda cukup puas dengan akhir kisah ini?

Setelah membaca keseluruhan kisahnya, bagaimana pendapat anda tentang Cerbung ini. Silakan sampaikan tetimoni (kesan, pesan, saran dan kritik) anda di komentar atau kirim ke email: tarjumsahmad@yahoo.com. Klo anda mau sertakan alamat facebook atau twitter anda di testimoni. Testimoni yang menarik nanti akan ditampilkan di posting rillis ebooknya.

 

Ebook Cerbung “Pengorbanan Cinta”

Dalam beberapa hari ke depan (paling lambat pertengahan November) cerbung ini akan dirilis versi ebooknya dengan judul “Pengorbanan Cinta”. Beda judul tapi isi cerita tetap sama. Sekarang masih dalam proses editing, agar anda lebih nyaman membaca kisah ini tanpa terganggu kesalahan ejaan dan tanda baca..

Yang minat membeli ebooknya, bisa pesan dulu sebelum rillis, dengan cara kirim email ke tarjumsahmad@yahoo.com dengan subjek “Pesan eBook Cerbung Curhatkita”. Yang pesan sebelum rillis akan saya kasih harga sepesial. Saat ebooknya rillis nanti, anda tinggal transfer dengan harga sepesial yang sudah ditentukan dan ebooknya akan segera dikirim via email.

Sekian pemberitahuannya, terima kasih.


Subang, 28 Oktober 2013

Tarjum
Founder & Editor Blog Curhatkita


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 1
vhavhivhuvhevho on Senin, 01 Februari 2016 14.17.00 WIB mengatakan...

Akhirnya kurang menarik..ksian doni ga taw apA2

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial