Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Inilah Cinta yang Sederhana dan Apa Adanya

Foto Ilustrasi : bebibluu.blogspot.com

Sore itu di akhir bulan Oktober, saya membuka-buka halaman facebook, membaca status beberapa orang teman.

Saya tertegun ketika membaca puisi singkat seorang teman, berisi curhat pribadi yang ditujukan kepada pasangannya (suaminya). Puisi singkat itu begitu mengena di hati. Berikukt kutifan puisinya :


Apa Adanya Dirimu Sempurna Buatku
Oleh Bernadette Irene

Sayangku, dengarkan aku, tak perlu lagi ragu, ini aku,
aku bukannya mereka yang hanya bisa dipuaskan dengan sesuatu yang palsu lagi semu,
tak perlu lagi mencoba jadikan dirimu sempurna,
karena apa adanya dirimu jauh lebih berharga.

Ada indah yang menyapa disetiap kerlingan mata,
ada cinta yang tergambar disudut senyum bersahaja,
ada makna yang tersaji disetiap tutur kata,
dan ada sejuta rasa bangga yang menyelip dikala kau dan aku, bersama.


Sayangku, segala tentangmu buatku mengerti,
bahwa hidup adalah tentang mencintai segala yang terjadi,
dan menerimanya dengan kelapangan hati.

Kesederhanaanmu buatku tak lagi menggilai segala yang bias dan tak murni dari hati,
denganmu aku pahami, bahwa cinta adalah untuk dinikmati,
dan biarkan mengalir bersama mimpi agar indah kesudahannya nanti.
Sayangku, apa adanya dirimu, adalah sempurna bagiku.



Saya tak kuasa menahan diri untuk menulis komentar di status tersebut dan langsung dibalas oleh sang teman.

Tarjum : Menawan sekali tulisannya Bernadette. Kalau kebanyakan perempuan (karena tak mungkin semua) mencintai laki-laki seperti itu dan sang lelaki pun mencintai perempuan seperti itu, rasanya sebuah hubungan akan terasa manis dan membahagiakan. Tak akan ada rasa pahit dan sakit hati. Begitu barangkali.

Bernadette : Waaa... saya jadi malu, masih amatiran kok mas, hanya berusaha memuntahkan apa yang ada di kepala. Memang sejatinya hubungan yang sehat seperti itu. Ya, seimbang antara take and give-nya. Saya juga masih dan akan terus berproses untuk jadi pribadi yang bisa memaknai sebuah hubungan dengan lebih baik lagi. Insya Allah.

Tarjum : Memang seperti itulah yang diharapkan seorang pria/suami dari kekasih/istrinya, begitu juga mungkin sebaliknya. Mau menerima pasangan apa adanya, tak membandingkan dengan orang lain, tak menuntut melebihi kemampuannya, tak membesar-besarkan kelemahannya tapi sebaliknya mau menerima pasangan apa adanya, menutupi kelemahannya dan menghargai setiap usahanya untuk memperbaiki diri.

Demikianlah kutifan status dan obrolan tentang cinta dengan seorang teman facebook.
Kalau makna cinta diibaratkan jenis minuman dengan bahan dan kemasan yang beragam seperti: minuman rasa buah dalam kaleng, minuman soda dalam botol, minuman segar dalam kemasan plastik, minuman rasa teh dalam kemasan kotak dan banyak lagi yang lainnya, makna cinta yang terkandung dalam bait-bait puisi Berbadette di atas seperti air pegunungan yang murni dan segar tanpa bahan pewarna dan pengawet.

Tapi bukankah air murni dan segar yang sebenarnya dibutuhkan tubuh? Sementara air dengan beragam rasa, aroma dan kemasan hanya nikmat di lidah tapi belum tentu sehat di tubuh.

Cinta yang dibutuhkan seseorang dari pasangannya adalah cinta murni dan jernih yang keluar dari kedalaman nurani. Cinta yang sederhana dan apa adanya tanpa banyak pamrih dan tuntutan. Cinta yang membuat nyaman dan damai tanpa membuat banyak kekhawatiran.

Terima kasih Berbadette, bait-bait puisi cintanya sudah mengingatkan dan menginspirasi, bagaimana seharusnya menerima seseorang yang dicintai apa adanya.

Bagaimana menurut anda? silakan sampaikan pendapat anda di kolom komentar.

Mau baca status-status Bernadette yang lainnya, silakan berteman dengannya di facebook.


Lanjutkan...

Menjalani Proses Pengobatan dan Pemulihan Gangguan Jiwa, Butuh Keyakinan dan Kesabaran

Oleh Tarjum


Bahan tulisan ini saya kutif dari diskusi yang saya ikuti di situs jejaring sosial. Berawal dari komentar di status facebook seorang aktivis kesehatan jiwa, berlanjut menjadi diskusi yang menarik.

Diskusi mengenai pengobatan bipolar khususnya dan gangguan jiwa umumnya di situs jejaring sosial selalu hangat dan menarik. Tak jarang terjadi perdebatan sengit diantara peserta diskusi.

Sampai saat ini, banyak hal yang sudah diketehui dan difahami dari masalah-masalah seputar gangguan jiwa, tapi jauh lebih banyak yang belum diketahui dan difahami. Seiring semakin banyaknya pengguna internet, media social seperti blog, facebook dan twitter cukup efektif membantu menyebarkan informasi tentang gangguan jiwa kepada publik melewati batas-batas negara.

Mendeteksi gangguan jiwa tak semudah seperti mendeteksi gangguan fisik. Bahkan dengan alat medis paling canggih sekalipun belum bisa dideteksi secara akurat. Mungkin karena letak gangguan jiwa yang berada di dimensi yang abstrak (pikiran dan perasaan), walaupun sebagian bisa dideteksi di salah satu organ tubuh manusia yang paling rumit dan komplek yaitu otak.

Jika ada teman ODB/ODMK yang curhat soal gangguan jiwa yang dialaminya, saran pertama saya adalah, konsultasi ke psikiater untuk memastikan gejalanya, agar tak hanya menduga-duga, karena banyak kesamaan gejala gangguan jiwa yang satu dengan yang lainnya. Jika sudah konsultasi ke psikiater, ikuti anjurannya. Kalau dianjurkan dan perlu minum obat ya minum obat sesuai jenis dan dosis yang dianjurkan.

Mereka biasanya balik tanya, “Mas Tarjum sendiri kan gak pernah konsul ke psikiater dan gak pernah minum obat?”

Saya jawab begini, “Jaman saya waktu itu jangankan istilah bipolar, skizofrenia atau jenis gangguan jiwa lainnya, istilah psikiater saja saya belum tahu, lha saya kan anak desa yang sehari-harinya cuma menggembala domba. Waktu itu istilah yang saya tahu hanya seputar stress, depresi, gangguan kecemasan dan psikolog.

Orang tua saya juga petani yang hanya lulusan sekolah rakyat (SR), yang tak tahu-menahu soal gangguan jiwa. Untuk konsul ke psikiater dan dan beli obat yang harganya tak murah, mana mampu keluarga saya waktu itu.”

Jadi saya nggak konsul ke psikiater dan nggak minum obat karena waktu itu belum tahu dan belum memungkinkan.

Tapi, walaupun saya tak pernah konsultasi ke psikiater, sebisa mungkin saya mencari informasi dari buku, majalah dan surat kabar untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan diri saya dan gangguan jiwa jenis apa yang saya alami, kok ada fase-fasenya.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk memahami gangguan jiwa yang saya alami sendiri. Uniknya saya baru tahu istilah “ Gangguan Bipolar”, 12 tahun (2002) setelah saya merasakan gejalanya (1990). Jadi selama 12 tahun itu saya tidak tahu gangguan jiwa jenis apa yang saya alami.


Menanggung derita psikis sperti bipolar atau skizofrenia memang berat. Seorang psikiater bahkan menggambarkan seperti ini, “Sakit psikis 10 kali lebih berat dari sakit fisik yang paling berat sekalipun.” Kita seakan tak kuat lagi menanggung beban tekanan psikis itu dan sampai titik tertentu kita merasa akan menyerah. Saya dan teman-teman ODB/ODS/ODMK yang lain juga pasti pernah merasakan suasana hati seperti itu.

Mungkin sebagian orang menganggap, gangguan bipolar yang saya alami tergolong ringan, jadi tanpa dibantu obat pun saya bisa pulih. Ini pandangan yang keliru. Seringan apa pun gangguan jiwa, terasa sangat berat bagi orang yang merasakannya. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam dan hari demi hari harus dijalani dengan suasana hati yang sangat tidak nyaman; tertekan, cemas, sedih, takut dan beragam perasan negatif lainnya yang sering tak bisa dikendalikan dan tak bisa diredakan.

Suasana hati dan pikiran yang sangat tak nyaman itu dirasakan dan dijalani selama bertahun-tahun lamanya, tanpa si penyandangnya tahu kapan derita jiwanya akan berakhir. Dengan gambaran suasana hati penyandang gangguan jiwa seperti yang saya jelaskan sekilas di atas, masihkah anda menganggap gangguan jiwa sebagai hal yang ringan, mudah dikendalikan dan mudah diatasi?

Bukan hanya itu, ketidaknyamanan psikis hanya satu dari sekian banyak ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ODMK. Gangguan fisik juga sering mengiringi gangguan mental. Ketidakfahaman orang-orang terdekat tentang gangguan jiwa menambah berat beban psikis ODMK. Belum lagi stigma negatif yang sampai saat ini masih melekat kuat kepada ODMK.

Bukan hal yang mudah untuk bisa mengendalikan sikap, suasana hati dan tindakan bagi seorang penyandang gangguan jiwa.

Mungkin teman-teman bertanya-tanya, “Tapi kok mas Tarjum bisa pulih tanpa obat? Apakah itu sebuah keajaiban?”

Sebenarnya tak ada yang ajaib bagi Tuhan kalau Dia menghendaki. Tapi keajaiban Tuhan juga tidak turun dari langit begitu saja. Perlu ikhtiar terus menerus yang melelahkan dan sering membuat kita merasa ingin menyerah. Namun, waktu itu saya memutuskan untuk terus berusaha dan tak mau menyerah, karena saya punya harapan dan keyakinan saya bisa pulih dan bisa hidup normal.

Satu hal yang harus selalu kita ingat dan yakini adalah, ketika Tuhan memberi kita sebuah ujian, salah satunya dengan gangguan jiwa, Tuhan tahu betul sampai di mana batas kekuatan mental kita.

Buktinya sampai saat ini, saya anda dan teman-teman penyandang gangguan jiwa yang lain masih bisa bertahan, masih diberi kesadaran, kekuatan dan masih bisa mengendalikan diri. Itu artinya kita masih kuat dan memang harus kuat, sampai kita bisa benar-benar bisa mengelola suasana hati dan pikiran kita, lalu berdamai dengan diri-sendiri.

Sesuai pengetahuan yang saya dapat dari bahan bacaan, saya mencoba mengatasi derita jiwa saya sebisa mungkin. Saya berusaha mengubah pola pikir, sikap dan tindakan, walau itu tak mudah. Yang tadinya kurang gaul, mulai memberanikan diri bergaul, diantaranya; nonton acara hiburan, aktif berolahraga, aktif di organisasi kepemudaan, dll). Saya juga merubah penampilan saya yang culun jadi lebih trendi.

Selain itu, saya juga melatih dan mengasah bakat yang saya miliki yaitu melukis dan membuat patung. Jadi, sebisa mungkin saya menyibukan diri dengan sikap, pola pikir dan aktivitas-aktivitas yang positif.

Tak lupa, setiap saat terutama sehabis sholat saya membaca do’a khusus yang maknanya untuk menjernihkan pikiran dan perasaan. Saat berdoa, sambil bersimpuh dan bersujud hadapan-Nya, saya sering menangis memohon kesembuhan, menumpahkan segala beban psikis di hadapan-Nya.

Kadang muncul keraguan dalam hati, benarkah Tuhan mendengar do’a saya? Benarkah Tuhan akan mengabulkan do’a saya dan akan memberi saya kesembuhan? Namun saya berusaha menepis semua keraguan itu. Selalu terngiang di kepala saya, pesan seorang ustadz, “Jangan pernah berburuk sangka kepada Tuhan, berbaik sangkalah kepada-Nya. Karena Tuhan sebagaimana prasangka dan keyakinan kita kepada-Nya.”


Setelah ikhtiar panjang selama bertahun-tahun, diiringi do’a, berbekal harapan dan keyakinan, akhirnya Tuhan memberi saya kesembuhan. Proses pemulihan tidak seketika dan serta-merta begitu saja, namun perlahan dan bertahap. Butuh kesabaran dan keyakinan dalam proses pemulihan gangguan jiwa, baik dari penyandangnya maupun dari caregiver dan orang-orang terdekatnya.
Di sinilah letak masalahnya. Banyak teman-teman ODB/ODMK dan keluarganya yang tidak sabar menjalani proses panjang pengobatan dan pemulihan gangguan jiwa. Ini hal yang wajar sebenarnya, karena dalam banyak hal kita selalu ingin mendapatkan hasil dengan cepat dengan cara yang mudah, bahkan kalau bisa dengan cara instan. Itulah mungkin salah satu penyebab mengapa banyak penyandang gangguan jiwa yang mencari pengobatan alternatif.
Padahal untuk meraih sebuah tujuan dalam hal apa pun, ada proses yang harus dilalui dan tak bisa diraih dengan cara-cara instan. Sebagai contoh, berapa teman ODB mengeluh karena setelah beberapa waktu lamanya menjalani terapi dan pengobatan, belum juga merasakan hasilnya, lalu menghentikan proses pengobatannya dan mencari alternatif pengobatan lain. Dia ingin cepat merasakan hasilnya dan segera pulih setelah menjalani pengobatan. Dia tidak sabar menjalani proses panjang yang harus dilalui untuk meraih kesembuhan.


Proses yang anda jalani untuk mengendalikan gejolak perasaan dan pikiran itulah yang tanpa anda sadari akan menempa jiwa anda menjadi lebih kuat. Seperti seorang atlet angkat besi yang terus melatih otot-otot tubuhnya setiap hari dengan mengangkat beban. Dengan kesabaran dan disiplin diri yang tinggi dia menjalani latihan beban setiap hari, menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat setiap hari. Sampai akhirnya, setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berlatih, dia mampu mengangkat beban yang jauh melebihi berat tubuhnya sendiri dan menjadi pemenang dalam kejuaraan.

Gangguan jiwa membuat saya bisa lebih memahami diri sendiri dan orang lain. gangguan jiwa mendorong saya untuk mencari dan menggali informasi sebanyak mungkin tentang bagaimana memahami gejalanya dan bagaimana mangatasinya.

Dengan pengalaman, pemahaman dan pengetahuan itu pada akhirnya saya bisa mengendalikan gejolak jiwa, berdamai dengannya dan perlahan-lahan bisa melepaskan diri dari belenggunya. Bukan hanya itu, saya juga bisa berbagi pengalaman dan pemahaman kepada teman-teman ODB/ODMK yang lain.

Itulah sekilas yang saya maksud hikmah dari gangguan jiwa yang saya alami. Soal ini sudah saya jelaskan dengan gamblang di buku psikomemoar “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”.

Kesimpulannya, Tak ada yang mustahil atau tak mungkin dalam proses pemulihan gangguan jiwa jika Tuhan menghendaki. Tapi kehendak Tuhan juga mengikuti hukum alam, hukum sebab akibat. Kita tetap harus ikhtiar dan berdo’a untuk meraih kesembuhan. Dalam menjalani proses pengobatan dan pemulihan itu, diri kita dan orang-orang terdekat kita dituntut untuk bersabar dan tak mudah menyerah.


Lanjutkan...

Apa kata Krisna jika Melihat Kisah Cinta Rais dan Risna?

Oleh Tarjum


Foto : http://www.tribunnews.com

Terharu juga melihat video pernikahan Rais yang menunjukan kesedihan Risna yang tak kesampaian menikah dengan Rais.

Saya sebenarnya ketinggalan informasi, karena video/foto Rais dan Risna sudah menyebar di media social sejak pertengahan bulan Oktober dan jadi bahan perbincangan para netizen. Beberapa media online mainstream juga menulis berita tentang “kisah cinta yang tak sampai” kedua sejoli ini.

Dari berita yang saya baca, katanya Rais sempat 2 kali melamar Risna, namun ditolak oleh keluarga Risna karena keluarga Rais tak bisa memenuhi uang panai (mahar) yang ditetapkan keluarga Risna. Jadilah rencana pernikahan dua sejoli yang sudah menjalin tali kasih semenjak SMP ini kandas.

Melihat dan membaca kisah cinta yang mengharukan ini saya teringat serial “Mahabarata” yang sekarang sedang tayang di layar kaca. Waktu itu sedang menayangkan episode ketika Subadra, adik Sri Krisna mau dilamar dan dijodohkan dengan Duryudana, putera mahkota dinasti Kuru dari kerajaan Hastina.





Foto : www.vemale.com

Sri Krisna tidak setuju dengan perjodohan tersebut. Walau Krisna sendiri merupakan produk dari budaya dinasti yang sudah berumur ribuan tahun, tapi Krisna tergolong bangsawan yang berpikiran terbuka dan bisa memandang jauh ke depan menembus batas-batas budaya di zamannya. Ini wajar saja, karena Krisna digambarkan sebagai sosok manusia titisan dewa Wisnu yang sakti mandraguna dan bisa melihat masa depan.

Krisna mengritik sikap para bangsawan Hastina yang memegang teguh tradisi leluluhurnya dengan cara yang kaku. Menurut Krisna, tradisi yang sudah kolot harus dirubah sesuai perkembangan zaman. Krisna menilai para bangsawan Hastina malah terbelenggu oleh adat istiadat yang sudah kolot itu dan mengabaikan sisi lain kemanusiaan yang justru lebih penting diperhatikan.

Dalam hal perjodohan antara Subadra dengan Duryudana, Krisna menilai, demi tradisi, bangsawan Hastina dan Dua Raka itu mengabaikan perasaan dan hak Subadra yang tak menyukai Duryudana. Karena Subadra sebenarnya mencintai putra Pandu yang tampan rupawan yaitu Arjuna.

Mahabarata, karya sastra epik pujangga India berabad-abad silam yang legendaris ini mampu menembus batas-batas negara dan menyeberangi samudera, hingga sampai ke kepulauan nusantara. Sampai sekarang kisah ini sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia dalam berbagai bentuknya (wayang purwa, wayang golek, wayang orang, beragam tarian dan nyanyian).

Yang lebih mengagumkan lagi adalah pemikiran penulisnya yang jauh memandang ke depan melampuai pemikiran di zamannya. Apa yang diceritakan dalam kisah perjodohan Subadra di atas, terjadi dalam kehidupan nyata di zaman modern saat ini, seperti yang dialami Risna dan Rais. Risna dan Rais dipisahkan oleh adat leluhur yang masih dipegang teguh oleh keluarga mereka sampai saat ini.

Kalau saja Krisna hidup saat ini dan melihat apa yang dialami Risna dan Rais, kira-kira apa yang akan dikatakan dan dilakukan Krisna? Jawabannya silakan sampaikan di komentar.

Ini hanya sekedar pemikiran dari seorang penggemar serial kisah “Mahabarata” di layar kaca, jangan terlalu dianggap serius…hehehe…

Lanjutkan...

“Pengorbanan Cinta”, Bukan Novel Biasa!


Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya.

Saya berani menyebut novel ini sebagai “buku pelajaran cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, buku pelajaran yang satu ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita.

Mengajari tanpa terkesan menggurui, memmahami tanpa harus mengernyitkan dahi.

Anda hanya perlu membaca dan menikmati jalan ceritanya dari awal sampai akhir. Hingga saking asyiknya membaca novel ini, tanpa sadar anda mendapatkan pelajaran berharga tentang makna cinta. Bukan cinta sesaat, cinta monyet, cinta buta atau cinta karena nafsu, tapi cinta yang tulus dan bertanggung jawab.

Lalu anda akan bergumam, “Oh begitu ya, seharusnya memperlakukan orang yang kita cintai. Seperti itu ya, orang yang kita cintai ingin diperlakukan!” Anda baru sadar setelah selesai membaca novel ini, bahwa anda mendapatkan pelajaran cinta yang sangat berharga.


Siapa yang Harus Baca Novel Ini?

Jika anda seorang pria yang sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita
Bacalah novel ini, maka anda akan tahu bagaimana cara menunjukan rasa cinta anda padanya, sehingga dia akan semakin mencintai anda. Anda akan belajar kepada dua tokoh utama pria dalam novel ini.

Jika anda seorang gadis yang sedang jatuh cinta kepada seorang pria
Bacalah novel ini, maka anda akan tahu bagaimana cara memperlakukan orang yang mencintai dan anda cintai, dengan tulus.

Jika anda seorang pria yang sedang bersaing untuk merebut hati seorang gadis
Jangan biarkan pria saingan anda membaca novel ini lebih dulu dan memahami pelajaran cinta di dalamnya, karena bukan tak mungkin gadis pujaan anda akan memilih pria saingan anda ketimbang anda. Di zaman yang serba cepat ini, tak cukup hanya mengetahui, yang terpenting adalah siapa yang lebih dulu mengetahui. Jadi, jangan terlambat!

Jika hubungan anda dengan kekasih masih dibayang-bayangi sang mantan 
Dan kekasih anda masih mencintai mantannya, apa yang harus anda lakukan agar si dia bisa menghapus kenangan masa lalu dengan mantannya dan mencintai anda dengan sepenuh hati? Bacalah novel ini dan anda akan tahu caranya yang elegan.

Jika anda sedang patah hati karena putus cinta
Dari novel ini Anda bisa belajar bagaimana bangkit dari keterfurukan setelah putus cinta dan membebaskan diri dari trauma masa lalu. Kemudian meraih sukses dalam study, karier dan sukses merajut hubungan baru.

Jika anda sedang menjalin persahabatan di dunia maya
Dari novel ini anda bisa belajar, bagaimana menjadi sahabat yang tulus tanpa pamrih. Menjalin persahabatan tanpa melihat penampilan fisik, usia, status sosial, latar belakang keluarga, pendidikan dan hal-hal lain yang sifatnya hanya atribut dari diri seseorang. Bagaimana menjadi sahabat yang selalu hadir ketika sang teman membutuhkan; menemani ketika kesepian, menghibur ketika sedih dan memberi dukungan ketika sedang terfuruk.

Jika anda mencintai sahabat anda, tapi si dia hanya menganggap anda sekedar sahabat dan lebih memilih pria lain sebagai kekasihnya
Dari novel ini anda bisa belajar, bagaimana kepedulian, perhatian dan ketulusan anda sebagai sahabat, bisa membuat si dia jatuh cinta kepada anda dan memilih anda menjadi kekasihnya, karena anda tahu saat yang tepat dan bagaimana cara menyampaikan perasaan anda padanya.

Sekali lagi saya katakan, ini bukan sekedar novel, ini “buku pelajaran cinta” yang akan mengajari anda tentang makna cinta, persahabatan, ketulusan dan kesediaan berkorban, tanpa anda merasa diajari atau digurui.

Jangan biarkan orang lain membaca novel ini lebih dulu! Anda yang harus lebih dulu membaca, memahami dan mempraktikan pelajaran cintanya! Dan merebut hati sang kekasih, lalu memberinya limpahan cinta yang tulus.



Anda Masih Ragu?

Anda mungkin masih bertanya-tanya,
Benarkah novel ini lebih dari sekedar novel romantis?
Benarkah saya akan mendapatkan pelajaran cinta dari novel ini?
Benarkah saya akan menemukan solusi dari masalah cinta yang saya hadapi?


Saya sudah menjelaskan apa yang saya tahu dari novel ini, karena saya sudah membacanya berkali-kali. Ketika membaca narasi dan dialog yang romantis, saya sendiri yang sudah menikah dan punya dua orang anak, kadang terbawa alur cerita, ingin rasanya saya menghampiri istri tercinta dan memeluknya, menunjukan rasa cinta saya padanya.

“Benarkah sampai segitunya?”

“Klo gak percaya, baca aja sendiri novelnya!”

Untuk membuktikan kebenaran penjelasan saya tentang novel ini, tak ada cara lain, anda harus membacanya! Ya, anda harus membacanya sekarang juga!


Testimoni


Anda masih belum percaya dengan penjelasan saya? Berikut komentar meraka yang pernah membaca beberapa bagian dari Novel ini dalam format cerbung di blog Curhatkita :

Heppy Riana, “Ahh, gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya, di tunggu ya sambungan ceritanya :) kenapa gak dibikin novel aja, bagus banget ceritanya, kalau ini novel pasti udah aku beli :). ”Klo menurut aku pribadi klo cerbung ini di jadikan novel, pasti bakal best saller, soalnya ceritanya menarik, bahasanya pun gak rumit. Pasti banyak remaja yang tertarik membacanya, semoga cerbung ini bisa diterima oleh salah satu penerbit, dan cepat di terbitkan menjadi novel... :)”

Herlilis, “Duuuh, sungguh romantis. Rasa cinta diantara mereka membuat saya iri krn kisah cinta kami tidak seindah mereka, namun saya bersyukur masih merasakan cinta sampai sekarang dgn suami yg cuek dan lebih sayang moge daripada istri...hehehe.
Jika saya baca cerbung ini tidak ada yang boleh mengganggu. Saya baca sampai habis baru lanjutkan pekerjaan. Bagus, tidak vulgar namun indah. Masih menjaga adat dan norma agama. Karena anak sekarang jika diberi kepercayaan malah disalahgunakan. Walau tidak semuanya seperti itu namun melihat berita di media bahwa anak usia SMP saja sudah melakukan hubungan sex. Dikisah ini adalah cinta yang penuh tanggung jawab.”

Anonim, “Setiap membaca tulisan ini, jujur saya terbawa seolah saya adalah Tresya. Terbawa oleh suasana hati. Pemaparan yang mudah dicerna dan sederhana namun memiliki makna yang luar biasa. Saluuut bangets. Saya setuju banget kalau dibuat dalam format ebook. Semangat!!!”

Anonim, “Bagus ceritanya, jangan lama-lama ya sambungannya, penasaran banget neh hehe...”

Anonim, “Mengharukan... ayo lanjutin ceritanya. .”

Viiselfii Widii, “Mana lanjutan ceritanya… jadi penasaran”

Embun Syurga, “Baru baca aja dah bikin penasaran. Lanjut lagi ahh. :D”

Citra Ghaniyya Maharani, “Saya mau baca lanjutannya dong kak..”

Anonim, “Lanjutannya kapan kak? Gak sabar pingin baca…”

Anonim, “Lanjutannya mana nih? Bikin penasaran...”

Sukhoi Falcon, “Sambungannya kapan?”

Battery Diagnosis, “Aaaaa, ceritanya baguss bangetttt...”

Liya Nimatulmaulla, “Semakin tambah seru dan mendebarkan, ditunggu part 37-nya.”


Karena sambutan yang luar biasa dari pembaca, akhirnya saya memutuskan untuk menerbitkan “Cerbung Cinta” blog Curhatkita ini menjadi sebuah ebook novel, agar bisa dibaca banyak orang, siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Jadi tunggu apa lagi?
Jangan sampai anda keduluan yang lain!
Segera pesan novelnya sekarang juga!



Inilah Tresya, Sang Penulis Novel "Pengorbanan Cinta"



Tresya sekarang jadi pebisnis sukses dengan beberapa bidang usaha antara lain: Owner, CEO & Founder D Owl’s Shop. Owner, CEO & Founder Healty Skin. CEO & Founder MIE & Seafood Kalimas.

Anda bisa berkenalan dengan Tresya lewat akun facebooknya “Icha Maricha Hei Hei”
[ https://www.facebook.com/tresya.agnes ].

“Aku nggak mau hanya menjadi hiasan yang membanggakan sang pembawanya. Aku ingin hadirku dinantikan, kasihku dirindukan, hangatku dibutuhkan. Aku ingin, apa yang bisa kulakukan membawa kedamaian dan senyuman. Aku ingin diterima karena kemampuanku membuat mereka bahagia.”



Harga dan Cara Pembayaran eBook

Untuk mendapatkan ebook novel ini,
anda hanya perlu membayar:

Rp. 69.000, saja!

Meski ebook ini dijual dengan harga relatif murah, bukan berarti ebook ini murahan! Saya hanya ingin ebook ini bisa dibaca banyak orang, terutama remaja dan kaum muda. Saya berani jamin kualitas ebook ini jauh diatas harganya.

Untuk pembayaran ebook, silakan transfer ke rekening berikut:


BANK MANDIRI
Cabang Kalijati-Subang
a/n TARJUM
No. Rek. 132-00-1097739-6

BANK BRI
Unit Purwadadi Barat, Subang
a/n Linda
No. Rek. 4393-01-000284-50-4

Untuk memudahkan identifikasi transfer, tambahkan tiga angka terakhir nomor handphone Anda pada jumlah yang ditransfer. Contohnya, bila nomor handphone Anda 085288841500, maka jumlah yang Anda transfer adalah Rp.69.500.

Setelah transfer, segera konfirmasi pembayaran via email tarjumsahmad@yahoo.com dengan subjek: “Pembayaran Ebook Pengorbanan Cinta”, atau sms ke 085221074133, atau BBM ke Pin BB: 27F97886. Sertakan nama lengkap dan alamat email.

Ebook akan dikirim via email paling lambat dalam waktu 2 x 24 jam setelah konfirmasi pembayaran.


Subang, 17 September 2014


Tarjum
Owner Blog Curhatkita




Lanjutkan...
Buku & eBook: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook 4: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

Terpopuler Bulan Ini

 
 © Copyright 2008-2014 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial