Curhat Seorang Kombes Polri di gedung DPRSeperti diberitakan Kompas.com, Kamis (5/11), Forum Rapat Kerja Komisi III DPRRI dengan Kepala Polri di gedung DPR, Kamis (5/11) malam, digunakan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Susno Duaji untuk curhat. Di depan anggota Komisi III, Susno bersumpah bahwa dirinya tidak pernah menerima Rp 10 miliar dari siapa pun. Dia juga membantah semua tudingan negatif terhadap dirinya.
Selain itu, dia menyebutkan bahwa berbagai tudingan itu telah membuat istri, anak, dan cucunya sangat prihatin. Dia juga menyatakan kesanggupannya untuk diperiksa untuk membersihkan namanya.
"Istri saya tidak sanggup keluar rumah karena katanya saya dapat duit 10 miliar. Apalagi ditambah kata-kata saya harus dipecat. Sebagai sorang muslim, Lillahi Taala saya tidak pernah dapat 10 M dari siapapun terkait Bank Century," ujar Susno.
"Ke mana lagi saya harus mengadu. Saya sudah mengadukan pada Tuhan. Cabut nyawa saya kalau saya melakukan. Mudah-mudahan forum ini bisa melepaskan penderitaan anak istri saya. Yang satu belum tentu salah, yang banyak belum tentu benar," kata dia.
Diberitakan pula, bahwa Kabareskrim Polri yang mengundurkan diri untuk sementara waktu itu sempat menitikkan air mata saat memberikan klarifikasi kepada Komisi III DPR.
Sumber : Kompas.com
Kita tidak tahu apakah curhat Susno Duaji itu benar atau tidak, jujur atau palsu, hanya dia sendiri dan Tuhan yang tahu kebenarannya. Oke lah, kita berpikir positif saja, bahwa curhat sang Kombes Polri itu merupakan ungkapan keprihatinan seorang manusia biasa, keprihatinan seorang suami dan seorang ayah terhadap keluarganya yang terimbas hujatan publik. Itulah mungkin sisi manusiawi seorang Susno. ‘Hukuman’ dari masyarakat kadang lebih berat ketimbang hukuman yang dijatuhkan hakim di ruang sidang pengadilan.
Seorang petinggi Polri juga bisa merasa tertekan, khawatir dan sedih karena berbagai hujatan yang datang bertubi-tubi menimpa dirinya, yang berimbas juga kepada keluarganya. Terlepas dari apakah Susno memang bersalah atau tidak, seyogyanya kita bisa bersikap adil kepada siapa pun. Jangan sampai kebencian kita kepada seseorang membuat kita berbuat tak adil kepada orang yang bersangkutan.
Sebagai seorang manusia biasa, Susno pun berhak mencurahkan isi hati dan perasaannya, mengungkapkan keprihatinan dan kesedihannya. Waktu jualah akhirnya yang nanti akan menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah.
13 November 2009
Curhat Susno Duaji
06 November 2009
Kisah Bipolarku dalam Rangkaian Foto
Oleh : Tarjum
Kita sering tidak sadar, bahwa sebenarnya kita sedang menjalani skenario Tuhan yang luar biasa. Kita juga sering berburuk sangka kepada-Nya karena ketidaktahuan kita tentang rencana-Nya untuk kita.
Berikut aku tampilkan rangkaian fotoku berikut cerita dibalilknya. Cerita ceria, bahagia, sedih, cemas, tertekan, harapan, semangat dan impian. Ada sejuta kata dan makna dibalik foto-foto anak kampung yang lugu dan pendiam ini. Sambil anda membaca cerita dalam rangkaian foto-foto wajahku ini, perhatikan baik-baik foto-foto wajahku, mungkin anda bisa melihat dan merasakan suasana hati dan pikiranku dari foto itu.
Ini fotoku saat lulus SD. Wajah anak-anak yang polos tanpa beban. Wajah anak desa yang lugu namun ceria dan bahagia. Foto ini dibuat saat aku kelas 6 SD menjelang kelulusan Mei 1986.Masa kanak-kanak aku jalani dengan penuh kegembiraan dan keceriaan. Karena aku anak tunggal (waktu itu adikku belum lahir), aku mendapat kasih sayang penuh dari kedua orang tua, paman, bibi kakek dan nenek. Hampir segala keinginanku dipenuhi.
Waktu kecil aku tergolong anak yang sensitif dan tidak suka konflik.
Ini fotoku menjelang lulus SMP. Foto ini dibuat Mei 1989, saat usaiaku 16 tahun. Masih tampak segar, namun terkesan dingin dan kaku. Foto ini dibuat saat gejala-gejala gangguan bipolar sudah mulai merasuki pikiran dan perasaanku. Bipolar sudah menggerogoti dan mengganggu jiwaku cukup dalam.Meski demikian, bipolar belum terlalu mempengaruhi aktivitas sehari-hariku, baik di rumah maupun di sekolah. Di SMP aku masih bisa menunjukan prestasi terbaikku di bidang akademis, bahkan prestasi terbaik yang pernah aku raih.
Fotoku saat berada dalam kondisi depresi. Foto ini bisa menggambarkan cukup jelas pengaruh gangguan bipolar terhadap penampilan fisikku. Perhatikan baik-baik foto ini! Raut wajahku menggambarkan kesedihan yang mendalam, murung, dan kusut dengan tatapan mata kosong. Foto ini dibuat Juli 1989, saat aku duduk di kelas 1 (satu) SMA, tepat saat pikiran dan perasaanku berada dalam tekanan mental berat.Aku sedang berada dalam kondisi depresi (dari siklus manik-depresif). Beban mental yang berat nampak jelas dalam ekspresi wajahku yang muram. Aku masih ingat, foto ini dibuat sepulang berobat dari seorang mantri kesehatan langganan keluargaku. Waktu itu aku diantar oleh Bu Le, karena Ayah dan Ibuku sedang sibuk di sawah.
Aku menderita sakit fisik yang disebabkan oleh beban pikiran yang berat. Saat depresi (salah satu kutub bipolar) menguasai diri, aku seperti ditindih dengan beban teramat berat yang membuatku tak berdaya, tak bisa berbuat apa-apa. Segalanya tampak buruk, kacau dan menakutkan. Pikiranku tak mampu lagi mengendalikan gerak tubuhku. Jika sudah demikian, yang bisa aku lakukan hanya termenung dan berdiam diri dengan pikiran bergejolak tak menentu. Bulir-bulir air mata yang sering tak tertahan--kadang tak kusadari--mengalir membasahi wajah murungku, kadang bisa sedikit meringankan derita jiwaku.
Foto menjelang kelulusan SMA. Foto ini dibuat Juni 1992, saat aku kelas 3 (tiga) SMA, menjelang kelulusan. Bandingkan dengan fotoku di atas, walaupun tanpa senyum wajahku tampak lebih segar dan ceria. Foto ini dibuat saat kondisi kejiwaanku mulai pulih, intensitas tekanan mental mulai berkurang dan siklus manic-depressive semakin melambat/jarang.Aku lulus SMA dengan nilai yang cukup baik. Dan aku mengakhiri 'indahnya' masa remaja di SMA dengan cukup manis. Namun, sebenarnya aku tak bisa sepenuhnya merasakan keindahan itu, karena gangguan bipolar telah merenggut sebagian besar keindahan dan keceriaan masa remajaku.
Alhamdulillah, sekarang aku sudah bebas dari gangguan bipolar dan gangguan mental lainnya. Ke depan aku yakin, dengan ijin Tuhan, tekanan mental seberat apa pun bisa aku hadapi dengan keteguhan hati, kepercayaan diri dan pikiran positif.
Foto ini hasil jepretan istriku, disaksikan oleh puteriku, dalam suasana ceria dan bahagia saat kami rekreasi ke Gelangang Samudera Taman Impian Jaya Ancol. Oh ya, saat ini aku sudah dikaruniai dua orang putri cantik, buah perkawinanku dengan Linda Mulyanah (27 th), wanita yang telah mendampingiku dengan penuh perhatian, kesetiaan dan kesabaran menghadapi masa-masa sulit dalam perjalanan hidupku selama sembilan tahun lebih. Putriku yang pertama Siti Vania Nur’aida (7 th) saat ini duduk di bangku kelas 2 SD dan putriku yang kedua Siti Khumairah Nurrahmah (16 bulan) yang menggemaskan dan sedang lucu-lucunya. Saat ini kami sudah tinggal di rumah sederhana milik sendiri.
Terima kasih ya Allah, atas semua anugerah tak ternilai yang telah engkau berikan kepadaku dan keluargaku.
Semoga keceriaan dan kebahagiaan selalu menaungi dan menjadi bagian dari kehidupan kita semua. Amin.
Anda bisa membaca kisah perjalanan hidup sebelum, saat dan sesudah aku menderita gangguan bipolar lebih lengkap di website pribadiku www.sivalintar.com.
Selengkapnya...
05 November 2009
Pementasan Lakon Cicak vs Buaya di Gedung MK
Oleh : Tarjum
Pementasan salah satu episode lakon ‘Cicak vs Buaya’ di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) memang seru. Media masa cetak, elektronik dan media online berlomba-lomba meliput momen bersejarah penegakan hukum itu. Di media online berita seputar lakon itu diupdate hanya dalam hitungan jam bahkan menit. Lakon Cicak vs Buaya ini memang lebih seru ketimbang acara-acara reality show di televisi dan film-film drama karya para sineas muda negeri ini.
Aktor-aktor utama lakon Cicak vs Buaya ini memang bukan orang sembarangan, para ‘oknum’ pejabat tinggi penegak hukum dan para konglomerat hitam negeri ini. Lakon yang mereka perankan memang luar biasa, istilahnya menurut para ahli hukum, “Rekayasa Kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)”. Akting para tokoh utamanya sangat meyakinkan. Lakon dengan skenario tingkat tinggi ini melibatkan tiga lembaga tinggi penegak hukum: Kejaksaan Agung, Polri dan KPK, bahkan sempat mencatut nama orang nomor satu negeri ini, SBY. Rakyat yang menyaksikan pementasan lakon ini terbengong-bengong dengan beragam reaksi: geram, marah, kecewa, bingung dll. Reaksi keras di dunia maya tak kalah seru, pendukung ‘Cicak’ mencapai lebih dari setengah juta di facebook dan terus membesar tanpa bisa direm.
Rakyat biasa seperti kami, tak habis pikir dengan tingkah polah aktor-aktor lakon Cicak vs Buaya ini. Kami hanya bisa geleng-geleng kepala, ternyata mafia peradilan yang selama ini dibicarakan para aktivis keadilam, ahli hukum dan elite politik, benar adanya. Pemutaran rekaman percakapan tokoh-tokoh sentral lakon ini benar-benar membuka borok penegakan hukum yang selama ini ditutup-tutupi dengan berbagai dalih hukum dan undang-undang.
“Kok bisa sampe segitunya ya? Hukum bisa direkayasa, diutak-atik dan diperjual-belikan. Orang yang bersalah bisa menjadi benar, sebaliknya orang yang tak bersalah bisa dibuat bersalah dengan alasan hukum yang sangat meyakinkan. Dan yang melakukan semua itu adalah para penegak hukum yang notabene memahami betul persoalan hukum,…benar-benar keblingerrr!”
Mereka (para oknum penegak hukum) mungkin berpikir, rakyat yang nggak ngerti hukum bisa dibodohi dan tak akan ngerti permainan “tingkat tinggi” mereka. Mereka mungkin lupa, rakyat juga punya hati nurani yang bisa merasakan ketidak adilan. Rakyat tak sebodoh yang mereka kira. Tindakan ‘pinter keblinger’ mereka benar-benar melukai nurani rakyat.
Rakyat biasa seperti kami, sangat berharap lakon Cicak vs Buaya ini bisa berakhir dengan happy ending. Lakon ini bisa diselesaikan dengan seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya. Kami juga berharap lakon ini bisa diseselaikan dengan kepala dingin dan hati jernih. Jangan sampai kebencian kita kepada seseorang atau sekelompok orang membuat kita bertindak tak adil kepada mereka. Kami percaya masih ada pejabat-pejabat pemerintah dan penegak hukum di Kejaksaan Agung, Polri, KPK dan di lembaga-lembaga hukum lainnya yang bersih, jujur dan punya hati nurani. Semoga lakon Cicak vs Buaya ini bisa berakhir dengan memenuhi rasa keadilan. Para cicak atau buaya yang bersalah di hukum dengan adil, sebaliknya para cicak atau buaya yang baik didukung untuk menegakan hukum dan keadilan di negeri ini.Kami, rakyat negeri tercinta ini akan terus menyaksikan dan mengawasi lakon Cicak vs Buaya ini dengan seksama sampai tuntas. Jangan coba-coba membohongi dan membodohi kami. Kami sudah muak dengan kebohongan, rekayasa, konspirasi dan ketidak adilan.
04 November 2009
Perhatian bagi FACEBOOKER!!
Mohon baca sejenak informasi penting ini!
Informasi ini dikirim seorang teman via email dan di forward ke beberapa teman yang lain. Mohon sampaikan informasi ini kepada teman-teman facebooker anda yang lain.
Bagi yang suka dengan facebook, ini adalah antisipasi sejak dini yang harus anda lakukan.
About Facebook :
Facebook sudah mendunia dan mewabah! Blackberry bisa dijual laku keras juga gara-gara facebook. Facebook menyalip popularitas aplikasi sejenis di dunia maya. Namun berikut ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dipertimbangkan:
- Facebook adalah aplikasi web yang tujuannya untuk komunikasi sosial.
- Facebook adalah PEMILIK dari semua isi termasuk yang di posting oleh anda! Baca term and conditions di (http://www.facebook.com/terms.php?ref=pf)
Nah berikut adalah kekeliruan yang sering dipikir benar: Ada anggapan bahwa semua postingan di facebook account saya adalah milik saya! Ini adalah salah besar! Memang anda bisa mengontrol siapa yang bisa akses terhadap postingan anda. Anda bisa mengatur siapa yang bisa baca blog anda, siapa yang bisa lihat photo anda dan sebagainya. Tetapi apapun yang sudah upload ke facebook sudah menjadi hak milik (property) dari tim facebook. Facebook berhak melakukan apa saja terhadap isi yang sudah kita upload. Jika kita upload photo anak-anak kita, maka suatu ketika ada iklan produk bayi yang photonya anak kita ya jangan kaget. Kalau ada yang upload photo bugil dan kinky dan meski hanya diset yang bisa akses diri sendiri, jangan kaget kalau photo itu suatu saat muncul dalam bentuk iklan kondom. Kok bisa? Ya bisa! Karena Tim facebook punya hak menjual semua isi yang berada di semua account facebook!!
- Makanya, jangan posting sesuatu yang isinya benar-benar private.
- Jangan posting photo keluarga, photo anak-anak, dsb yang punya nilai kenangan.
- Jangan post sesuatu yang punya nilai hak cipta milik anda.
Misalnya ada yang mengarang buku lalu post di facebook. Facebook berhak menjual buku anda! Karena dengan post di facebook anda menyatakan itu milik facebook!
Satu hal lagi yang krusial, kalau anda post sesuatu di facebook lalu menghapusnya, jangan berpikir bahwa anda sudah benar-benar menghapusnya. Apa pun yang sudah di post di facebook itu sudah menjadi milik facebook dan mereka simpan. Kalau anda menghapus, itu hanya menghapus access di account anda saja. Physically, postingan anda still there!
Semoga Bermanfaat!
Jika anda nggak yakin dengan informasi ini, silakan baca term and conditions facebook di : http://www.facebook .com/terms. php?ref=pf. Saya yakin tak banyak facebooker yang membaca dengan teliti term and conditions-nya telebih dahulu sebelum membuat akun di facebook, termasuk saya sendiri. Untunglah ada facebooker yang menyempatkan diri membaca dan mempelajari term and conditions facebook dengan teliti, lalu membagikannya kepada facebooker lain.
Jika anda menemukan hal-hal lain yang menarik atau janggal di layanan facebook, silakan sharing di sini atau sharing ke teman-teman facebooker lain. Semua ini demi kebaikan teman-teman facebooker sendiri, nggak ada maksud lain.
Admin Curhakita
Selengkapnya...
03 November 2009
Bayi Penderita Hidrosefalus hanya Menanti Keajaiban
Hari Minggu kemarin, saya mengantar istri berkunjung ke rumah salah seorang sahabatnya. Sebut saja namanya Rani (bukan nama sebenarnya). Istri saya kenal Rani dua tahun lalu saat sama-sama nganter anak ke Taman Kanak-kanak (TK). Kami beberapa kali main ke rumahnya di sebuah desa yang jaraknya sekitar 10 KM dari rumah kami. Sudah setahun lebih kami tak pernah main ke rumahnya dan tak tahu kabarnya sekarang.
Karena sudah lama tak berkunjung saya hampir lupa gang masuk ke rumahnya. Untungnya istri masih hapal jalan masuknya. Sekitar tengah hari kami sampai di rumah Rani. Rumah sederhana itu di bagian belakangnya dijadikan warung berisi jajanan anak-anak dan kebutuhan sehari-hari. Warungnya lagi sepi tak ada pembeli. Di teras warung seorang anak lak-laki sedang duduk sambil makan, dia tak lain adalah anak pertama Rani, teman sekelas anak saya Vania, waktu di TK. Dia tersenyum malu melihat kami datang.
“Pah, kok ada ayunan bayi ya, Rani punyak anak lagi apa? Tanya istri saya.
“Mungkin! Tapi mungkin juga itu ayunan anak pertamanya tadi.” Jawab saya sekenanya.
Dari dalam rumah terdengar suara tangisan bayi.
“Bener Pah, Reni punya anak lagi!” Bisik istri saya.
Tak berapa lama, keluar seorang wanita muda seumuran istri saya, dialah Rani sang pemilik rumah. Dia tampak kaget namun sumringah melihat kedatangan kami yang setahun lebih tak pernah berkunjung. Rani dan istri saya saling meluapkan kerinduan dan saling menanyakan kabar masing-masing. Tangisan bayi terdengar lagi dari dalam rumah. Tak lama berselang, ibunya Rani (berumur sekitar 60-an tahun) keluar sambil mengendong seorang bayi. Bayi itu masih menangis dalam gendongan ibu Rani. Bayi perempuan yang baru berumur 5 bulan itu tampak montok dan putih. Namun ada kelainan dari tubuh si bayi, kepalanya lebih besar dari ukuran normal kepala bayi, seukuran kepala orang dewasa.
Bayi itu diberikan kepada Rani, sementara ibu Rani menyalami kami. Rani memberikan susu formula pada si bayi yang masih menangis. Sebelum kami sempat bertanya, Rani cerita soal kelainan kepala bayinya. Menurut keterangan dokter, anaknya menderita penyakit Hidrosefalus. Menurut Rani, saat lahir anak keduanya itu normal seperti bayi lainnya dengan berat badan 3.2 Kg. kelainan baru tampak saat bayi berumur 40 hari, bayi sering nangis dan rewel malam hari. Saat di bawa ke bidan, disarankan untuk diperiksa ke dokter anak. Saat diperiksa dokter anak itulah baru ketahuan bahwa bayi itu menderita Hidrosefalus. Rani melanjutkan ceritanya, bahwa anak tetangganya ada juga yang menderita penyakit itu dan cuma bertahan 40 hari, anak itu meninggal. Ada lagi seorang tetangga kampungnya yang bayinya juga menderita penyakit yang sama dan meninggal pada usia 7 bulan. Rani juga pernah berkunjung kepada sebuah keluarga yang bayinya menjalani pengobatan Hidrosefalus sampai habis biaya 80 jutaan labih, namun kondisinya malah lebih buruk dari kondisi bayinya sekarang.
Memang dari pengamatan saya, bayi Rani tampak sehat secara fisik, putih, bersih, montok dan cantik. Rani bilang, akan sabar dan pasrah dengan kondisi anaknya, sampai kapan si bayi bisa bertahan. Ya Tuhan, nasib si bayi mungil hanya digantungkan pada sang nasib. Dia mengakui jangankan untuk biaya berobat yang sangat mahal, beli susu formula untuk si bayi saja dia keteteran. Rani tinggal serumah dengan ibunya, sedangkan suaminya bekerja di luar kota dan hanya pulang sebulan sekali. Untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari Rani dan ibunya membuka warung kebutuhan sehari-hari dan jajanan anak-anak di bagian belakang rumahnya.
Si bayi yang sudah kenyang menyusu, tampak tertidur lelap dalam gendongan ibunya. Saya tak tega berlama-lama memandang bayi mungil itu. Waktu menunjukan pukul 12.30, kami pamit pulang kepada Rani dan ibunya, karena anak pertama kami akan sekolah siang di Madrasah Ibtidaiyah. Kami hanya bisa memberi dukungan semangat dan do’a untuk kesembuhan si bayi. Di perjalanan pulang saya dan istri kembali membicarakan nasib si bayi yang sepertinya hanya menanti keajaiban.
Teman-teman blogger dan netter yang budiman, hanya melalui tulisan di blog inilah saya mencoba membantu “sahabat kecil” yang sedang menunggu keajaiban seraya menahan sakit yang tak bisa kita bayangkan di usianya yang masih sangat belia. Keajaiban dan kuasa Tuhan itu mungkin datang melalui anda sekalian.
Apakah kita akan membiarkan sahabat kecil ini berjuang sendirian?
Saya mengetuk lubuk hati anda yang terdalam, mengharap kepedulian anda pada si bayi mungil yang sedang berjuang menantang maut. Jika anda dikaruniai kelimpahan materi mungkin anda berkenan membantu biaya pengobatannya. Jika anda punya banyak teman dan sahabat mohon kesediannya meneruskan informasi ini kepada teman, kerabat dan sahabat anda. Paling tidak, saya sangat mengharapkan ketulusan do’a anda untuk si kecil. Semoga do’a anda kita bisa meringankan derita fisiknya bahkan mungkin memberinya kesembuhan. Bukankah tak ada yang tak mungkin di hadapan Tuhan. Semoga Tuhan memberikan kesembuhan untuk sahabat kecil ini dan memberi ketabahan kepada kedua orang tuanya. Amin.
Berikut saya sajikan beberapa artikel tentang Hidrosefalus yang saya kutif dari beberapa blog.
Alat Terapi Hidrosefalus Aman dan Murah Ditemukan
DETIKPOS.net, Sabtu, 19 September 2009
Ahli bedah saraf Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Yogyakarta, P Sudiharto, berhasil menciptakan alat terapi hidrosefalus dengan harga terjangkau dan aman. Alat tersebut mampu mengurangi tingkat risiko pada perawatan pasien hidrosefalus.
Artikel selengkapnya silakan lihat di sini “Alat Terapi Hidrosefalus Aman dan Murah”.
Pengobatan dan Penyembuhan Hidrosefalus
idmgarut.wordpress.com, 2 Februari 2009
Hidrosefalus yang tidak diterapi akan menimbulkan gejala sisa, gangguan neurologis serta kecerdasan. Dari kelompok yang tidak diterapi, 50-70% akan meninggal karena penyakitnya sendiri atau akibat infeksi berulang, atau oleh karena aspirasi pneumonia. Namun bila prosesnya berhenti (arrested hidrosefalus) sekitar 40% anak akan mencapai kecerdasan yang normal (Allan H. Ropper, 2005). Pada kelompok yang dioperasi, angka kematian adalah 7%. Setelah operasi sekitar 51% kasus mencapai fungsi normal dan sekitar 16% mengalami retardasi mental ringan. Adalah penting sekali anak hidrosefalus mendapat tindak lanjut jangka panjang dengan kelompok multidisipliner. (Darsono, 2005)
Artikel selengkapnya silakan lihat di sini “Pengobatan dan Penyembuhan Hidrosefalus”.
Bupati Karimun Tanggung Pengobatan Balita Hidrosefalus
Kompas.com, Kamis, 12 Februari 2009
Bupati Kabupaten Karimun, Nurdin Basirun mengatakan pihaknya akan menjamin sepenuhnya biaya pengobatan Septria (5 bulan) anak pasangan Nazar dan Siti Hajariah, yang menderita hidrosefalus.
"Orang tua bayi tidak perlu memikirkan biaya karena sepenuhnya akan kami tangani termasuk biaya pihak keluarganya yang menjaganya," katanya di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Nurdin mengatakan pemerintah daerah ingin Septria mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) hingga sembuh.
Artikel selengkapnya silakan lihat di sini “Bupati Karimun Tanggung Pengobatan Balita Hidrosefalus”Jika anda berkenan membantu sahabat kecil ini, silakan hubungi saya via email : sivalintar@yahoo.com atau via HP : 085221074133.
01 November 2009
Konsep Blog Curhatkita
Oleh : TarjumKonsep blog ini adalah “Media Curhat Online untuk Siapa saja”. Blog ini merupakan media sharing pengalaman dan pengetahuan untuk saling belajar dan memberi solusi. Siapa saja, termasuk saya sendiri bisa curhat dan berbagi pengalaman di sini. Anda boleh menggunakan identitas asli atau samaran saat curhat atau memberi komentar. Yang penting curhat atau komentar anda tidak mengandung sara, menyinggung atau merugikan pihak lain. Posisi saya, anda dan pengunjung lain setara di sini. Anda bisa curhat dan saya memberi masukan atau sebaliknya saya curhat dan anda serta pengunjung lain memberi masukan. Jadi saya, anda dan para pengunjung bisa saling curhat dan saling memberi masukan. Saya, anda dan pengunjung lain adalah teman curhat untuk siapa saja.
Soal konsep blog ini sebenarnya sudah saya bahas pada posting sebelumnya berjudul “Nama Blog ini ‘Curhatkita’, bukan ‘Curhatku’ atau ‘Curhatanda’.
Lalu, tema curhatnya apa saja yang bisa di posting di blog ini? Tema curhatnya meliputi : pengalaman pribadi, pikologi, problem sehari-hari, masalah keluarga, pertemanan, cinta, karir, motivasi dan pengembangan diri.
Anda sekalian bisa curhat melalui beberapa cara berikut ini :
- Curhat via email sivalintar@yahoo.com : Curhat ini sifatnya pribadi. Tapi jika anda menghendaki/mengizinkan, curhat anda bisa dipublikasikan di blog atau di forward ke email teman curhat yang lain.
- Curhat via blog : Jika anda ingin curhat secara terbuka, ditampilkan di halaman blog ini dan nantinya bisa dibaca oleh setiap pengunjung blog curhatkita. Silakan kirim curhatnya ke sini.
- Curhat via Forum Curhat : Anda bisa curhat terbuka di Forum Curhat dan anggota forum yang lain bisa mengomentari curhat anda. sebaliknya anda juga bisa mengomentari curhat anggota forum yang lain.
- Curhat via facebook : Anda bisa gabung di Grup Teman Curhat di facebook. Di sana anda bisa curhat, diskusi atau sekedar ngobrol dengan para facebooker anggota grup ini.
- Curhat via telepon : Jika mendesak atau anda ingin ngobrol langsung dengan saya, anda bisa kontak nomor ponsel saya : 085221074133. Yang saya maksud bukan via sms tapi telepon. Namun sebelumnya harus buat janji dulu kapan anda bisa menghubungi saya. Bukan saya sok sibuk, maksudnya agar tidak berbenturan dengan aktivitas masing-masing.
- Curhat/konsultasi dengan pakar : Anda juga bisa konsultasi online langsung dengan psikolog senior, Prof. DR. Sarlito Wirawan Sarwono melalui websitenya :
- Selain curhat, anda sekalian juga sekaligus bisa memberi komentar, saran dan masukan untuk teman-teman yang curhat di blog ini melalui kolom komentar di postingan blog, di forum curhat atau via email langsung kepada yang bersangkutan.
Namun, apa yang saya paparkan di atas adalah konsep awal blog ini. Anda para pengunjung blog ini bisa memberi kritik, saran dan masukan untuk pengembangan blog ini ke depan. Jika anda punya konsep, ide dan gagasan yang orisinil dan bagus untuk pengembangan blog ini, jangan sungkan atau ragu, silakan sampaikan via email : sivalintar@yahoo.com. Kritik, saran dan masukan dari anda sekalian akan saya pelajari, saya olah dan saya terapkan untuk pengembangan dan kemajuan blog ini.Anda punya ide, gagasan, saran atau masukan untuk pengembangan blog ini?
Selengkapnya...
Teman-teman pengunjung Curhatkita, melalui blog ini saya ingin membangun jaringan pertemanan "Teman Curhat" untuk saling membantu, saling menasihati dan saling menolong. Kalau orang lain bisa membangun jaringan bisnis yang menggurita, mengapa kita tak bisa membangun jaringan pertemanan untuk saling menolong dan saling membantu? Bukankah Tuhan menghendaki kita untuk saling manasihati dalam kebaikan dan kesabaran?
Selengkapnya tentang "Teman Curhat"
Kisahku
Selengkapnya...
Kiat
Selengkapnya...
Gangguan Afektif
Selengkapnya...
Psikologi Remaja
( Dr. Kathleen McCoy,Understanding Your Teenager's Depression )
Selengkapnya...
Cetak halaman ini






