06 Februari 2010

Kesedihan

Oleh : Alice

Seorang ibu mengirim curhatnya via blog ini. Tulisannya singkat, namun cukup menggambarkan kesedihannya yang mendalam atas apa yang terjadi dengan putra tercintanya yang didiagnosa mengidap gangguan bipolar.


"Apa yang paling sedih di hidupku yaitu saat anakku melakukan sesuatu hal yang tak wajar dan menurut psiikiater mengidap bipolar. Hidup rasanya gelap dan air mata serasa tak ada habisnya. Anakku yang dulu hiperaktif dan pintar tak terbayang jadi begini. Ya Allah jangan menghukum saya dengan cara ini. Anakku remaja yang ganteng berilah kesempatan hidup yang normal, Amiin."

Jangan bersedih Bu! Jangan menganggap apa yang terjadi dengan putra ibu sebagai hukuman Allah, itu semua adalah ujian bagi anda dan putra anda. Mungkin Allah punya rencana yang belum anda fahami. Percayalah, atas izin Allah putra ibu bisa sembuh dan hidup normal kembali. Sebagai bahan perbandingan dan pembelajaran anda bisa mendownload e-book kisah bipolar saya. Silakan baca dan pelajari e-booknya, semoga bisa membantu proses penyembuhan putra anda.

Salam sejahtera,

Tarjum



Selengkapnya...

05 Februari 2010

E-Book Gratis Curhatkita untuk Anda!

Oleh : Tarjum

Setelah saya renungkan dan saya pertimbangkan dari berbagai sisi, saya memutuskan bahwa e-book “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah” sepanjang 174 halaman, yang saya rilis tanggal 4 Desember 2009, dengan harga Rp. 100.000,- (dikurangi diskon jadi Rp. 73.000,-) saya berikan “GRATIS” untuk para pengunjung blog Curhatkita. Ini sebagai tanda terima kasih saya atas segala dukungan anda sekalian selama ini. Berkat dukungan dan partisipasi anda sekalian, blog Curhatkita bisa eksis sampai saat ini.

Namun ada syaratnya jika anda ingin mendownload e-book ini. Syaratnya mudah saja, anda tinggal mendaftar menjadi member Forum Curhat (gratis) atau gabung di Grup Teman Curhat di Facebook. Anda boleh mendaftar di salah-satu atau keduanya. Setelah mendaftar, silakan kirim pemberitahuan keanggotaan anda ke email : sivalintar@yahoo.com. Link download e-booknya akan saya kirim via email. Setelah itu anda bisa langsung mendownload e-booknya.

Saya berharap e-book ini bermanfaat untuk anda sekalian dan siapa saja yang membacanya, terutama untuk mereka yang sedang mengalami problem psikologis (gangguan bipolar) atau untuk mereka yang anggota keluarganya mengalami gangguan bipolar.

Selain e-book “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah” ini, anda juga bisa mendownload e-book “Kumpulan Kisah Pengalaman Pribadi”, juga gratis!

Jika anda berminat, silakan download e-booknya. Testmoni, kritik, saran dan masukan anda untuk e-book ini sangat saya harapkan.



Selengkapnya...

03 Februari 2010

Seseorang Menuduh Saya “Penipu dan Menyesatkan” ?!

Oleh : Tarjum

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu malam tanggal 31 Januari 2010, saya membuka email. Saya lihat ada email pemberitahuan dari blogger.com, ada seorang pengunjung blog yang memberi komentar pada postingan blog berjudul “E-Book Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah (Membumi)”. Saya buka isi emailnya, lalu saya baca komentarnya. Komentarnya cukup santun, pertanda dia seorang yang terpelajar. Namun, saya kaget pada kalimat berikutnya ternyata dia menuduh saya “penipu”! untuk lebih jelasnya berikut saya kutif komentar lengkapnya :

Mas Tarjum, saya seorang penderita Bipolar Disorder (BP). Saya kaget menemukan orang seperti anda. Dan saya harus mengatakan bahwa anda ini adalah seorang penipu dan memberikan keterangan yang salah tentang BP kepada orang dari cerita/blog anda ini. Juga menjual buku anda yang menurut saya sangat mahal, tidak berkualitas dan isinya mungkin tidak ada bobotnya dan misleading/menyesatkan. BP adalah penyakit kelainan otak YANG TIDAK BISA DISEMBUHKAN, TETAPI BISA DIKONTROL. Kita teman2 yang punya BP ketika membaca site anda mempunyai kesimpulan yang sama, anda merasa seperti orang sakti dan penipu. Jadi teman2 yang membaca blog/site ini sebaiknya jangan percaya tentang tulisan mas Tarjum ini mengenai BP. Untuk informasi yang lebih reliable dan dipercaya, saya bisa dihubungi di email: minnie_ek@yahoo.com

Komentar aslinya bisa dibaca di kolom komentar postingan ini, sengaja tidak saya hapus kerena memang saya tak berniat menghapusnya. Saya menghargai komentar para pengunjung blog saya, seperti apa pun komentarnya, karena itu hak mereka untuk menilai dan menyampaikan komentar.

Bukan kali ini saja saya mendapat tuduhan negatif. Saya pernah dituduh “cari sensasi” di sebuah millis dan dituduh “narsis” di sebuah situs jurnalisme warga. Saya anggap semua itu hal yang wajar dan biasa di dunia maya.

Saya memang berharap ada komentar-komentar yang kritis dan membangun dari para pengunjung blog ini, sebagai bahan koreksi dan introspeksi diri. Namun tentu saja saya tak mengharapkan komentar yang bernada tuduhan tanpa alasan yang jelas. Tapi sekali lagi, itu hak setiap orang untuk berkomentar dan mengemukakan pendapat dan saya tak bisa memaksa siapa pun untuk melakukan seperti yang saya inginkan.

Inti dari tuduhan sang “anonym” ini sebenarnya ada tiga poin.
Pertama, dia menuduh saya memberikan keterangan yang salah dan menyesatkan tentang gangguan bipolar. Menurutnya apa yang saya alami bukan bipolar, dengan alasan karena bipolar tidak bisa disembuhkan, sedangkan saya menyatakan sudah sembuh bahkan tanpa menjalani terapi medis dan mengkonsumsi obat-obatan.
Kedua, dia menuduh saya menjual e-book “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah” yang menurutnya “mungkin” tidak berbobot, tidak berkualitas dan menyesatkan dengan harga yang sangat mahal.
Ketiga, dia menuduh saya mengaku orang sakti dan penipu.

Berikut tanggapan saya atas tiga poin tuduhan sang “anonym”.
Pertama, apa yang saya ceritakan di blog dan e-book adalah pengalaman pribadi saya sendiri selama menderita bipolar. Saya tahu bahwa saya menderita depresi dari artikel di buku, surat kabar dan majalah yang saya baca. Saya juga pernah berbicara dengan Prof. Sarlito Wirawan Sarwono dalam suatu kesempatan dan beliau juga membaca cerita dan tulisan saya di website. Beliau mengamini bahwa apa yang saya alami memang gangguan bipolar atau manik depresif.

Kedua, standar harga e-book ukuran 100 – 200 halaman berkisar antara Rp. 200.000,- s/d 400.000,-, bahkan ada e-book setebal 260 halaman yang dijual dengan harga Rp.750.000,-. Dengan standar harga tersebut, e-book saya yang setebal 174 halaman dengan harga Rp.100.000,- (dipotong diskon jadi Rp.73.000,-) tergolong murah. Mengapa harga e-book lebih mahal dari harga buku cetak? Menurut seorang penulis e-book terkemuka, Mas Cosa Aranda, karena e-book lebih rawan pembajakan dibanding buku cetak.

Lucunya, dia belum membaca e-book saya, tapi menuduh e-book tersebut dengan kata “mungkin” tidak berkualitas dan isinya tidak ada bobotnya dan misleading/menyesatkan. Bagaiamana mungkin seseorang bisa menilai jelek sebuah e-book yang belum dibacanya?

Ketiga, saya tak merasa diri hebat, mengaku ahli apalagi “orang sakti”, sama sekali tidak! Sudah saya jelaskan di blog ini, bahwa saya hanya ingin berbagi pengalaman pribadi, informasi dan sedikit pengetahuan tentang masalah-masalah kejiwaan dengan siapa saja di dunia maya maupun dunia nyata. Saya hanya ingin jadi “Teman Curhat” bagi siapa saja dan di mana saja.

Perlu saya tegaskan di sini, bahwa saya tidak pernah dan tidak bermaksud menipu atau menyesatkan siapa pun! Apa yang saya tulis di sini berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami dan saya rasakan, serta dari pengetahuan yang saya peroleh dari berbagai sumber yang bisa dipercaya.

Apa pun pendapat sang “Anonym” atau siapa pun, saya hargai dan saya ucapkan terima kasih. Anda sekalian telah mengingatkan saya, bahwa setiap tulisan yang lahir dari pengalaman, pemikiran, informasi dan pengetahuan harus bisa dipertanggung-jawabkan kepada publik di dunia maya maupun di dunia nyata. Saya sadar sepenuhnya bahwa saya sebagai manusia biasa akan banyak berbuat salah dan khilaf. Saya sangat membutuhkan saran, masukan, kritik dan koreksi dari anda sekalian.

Akhir kata, saya mohon maaf jika anda diantara anda sekalian yang mungkin merasa kurang berkenan, tersinggung, kecewa atau bahkan merasa “tertipu” oleh tulisan-tulisan saya di blog ini. Silakan ungkapkan kekesalan dan kekecewaan anda di blog ini.

Salam sejahtera untuk anda sekalian.

Selengkapnya...

27 Januari 2010

Menjual Tanpa Menawarkan

Oleh : Tarjum

Beberapa tahun lalu saya masih bekerja di bagian marketing sebuah perusahaan peternakan ayam broiler. Sales-sales dari perusahaan produsen pakan ternak, obat, vitamin dan perlengkapan kandang ayam broiler adalah tamu rutin di kantor kami. Mereka biasanya bergelar dokter hewan atau insinyur peternakan. Saya kenal seorang sales eksekutif dari sebuah perusahaan produsen obat dan vitamin untuk broiler, seorang insinyur berinisial NS.

NS, orangnya supel, periang, humoris dan rendah hati. Suara tawanya khas dan lepas. Itu mungkin salah satu kelebihannya sebagai seorang sales eksekutif. Namun bukan itu sebenarnya kelebihan utamanya menurut pandangan saya. Kelebihan yang tak banyak dimiliki sales-sales lain yang saya kenal. Apa kelebihannya? Kemampuannya “menjual tanpa menawarkan”!

Menjual tanpa menawarkan? Mana mungkin? Bukankah untuk menjual biasanya setiap orang, setiap perusahaan dengan segala cara, dalam setiap kesempatan berusaha menawarkan dan mempromosikan produk dan jasa yang dijualnya? Bahkan perusahaan-perusahaan besar kadang jor-joran mengeluarkan dana untuk mengiklankan produknya di berbagai media masa, cetak maupun elektronik. Lha, ini kok “menjual tanpa menawarkan” mana mungkin? Sangat mungkin! Silakan simak lanjutan ceritanya.

NS, sudah kenal lama dengan boss saya. Mereka sudah tampak sangat akrab ketika bertamu ke kantor kami dan bertemu boss kami, sebut saja AS. Kemampuan komunikasi NS sangat baik, dia pandai mengambil hati AS. Ketika menemui dan ngobrol dengan AS, dia tidak membicarakan tentang ayam, obat-obatan dan sejenisnya, tapi dia membicarakan hal lain. Topik yang dibicarakan NS dengan AS bisa soal keluarga, politik, ekonomi atau apa saja. Tapi inti dari obrolan itu adalah topik yang disukai boss saya AS.

Saat ngobrol, NS tak ragu melontarkan pujian dan sanjungan untuk AS dan istrinya. Bukan pujian basa-basi atau rayuan gombal agar AS membeli produknya, tapi pujian yang tulus dan apa adanya. Disela-sela obrolan kadang NS melontarkan humor-humor segar yang mengundang tawa. Saya perhatikan, AS dan istrinya sangat antusias ketika berbicara dengan NS tentang topik yang mereka sukai.

NS, tak sekalipun menyebut soal produk yang akan dijualnya dalam obrolan yang terlihat sangat akrab tersebut. Namun tentu saja AS cukup tahu diri dan sangat faham bahwa maksud kedatangan NS ke kantornya adalah menawarkan produk-produk baru maupun lama untuk peternakan broilernya. Menjelang akhir pembicaraan biasanya AS menanyakan produk apa yang NS bawa. Barulah NS menjelaskan produk-produk apa saja yang akan ditawarkan kepada AS. Dia menjelaskan dengan cukup detail kelebiha-kelebihan produknya dibanding produk sejenis dari perusahaan lain. Setelah itu biasanya transaksi terjadi, AS memberi order sejumlah produk kepada NS.

NS berhasil menjual produknya tanpa menawarkan, AS lah yang menanyakan produk yang tak ditawarkan NS. Artinya NS menjual pruduk tanpa menawarkannya secara langsung. Inilah yang saya maksud “menjual tanpa mewarkan”.

Satu lagi kelebihan NS, dia menganggap semua orang penting. Bukan hanya boss kami yang dia anggap penting, tapi di matanya kami para karyawan perusahaan juga penting. Dia tak terkesan angkuh dan menjaga jarak ketika menyapa atau berbicara dengan saya dan karyawan lain. Dia juga tak segan untuk mengajak kami ngobrol, bercanda dan tertawa lepas bersama penuh keakraban. Kami pun dengan senang hati membantunya untuk mendapatkan lebih banyak order dari perusahaan kami.

Dia berhasil “menjual tanpa menawarkan” karena dia pandai menyenangkan orang lain, pandai membuat orang lain merasa penting dan dihargai. Itu semua dia lakukan dengan tulus, bukan sekedar basa-basi.

Selengkapnya...

25 Januari 2010

Ciri-ciri Fisik Anak Indigo, Adakah pada Anak Anda?

Oleh : Anwariansyah

Beberapa tulisan dan buku yang membahas mengenai anak Indigo hanya mengemukakan ciri-ciri perilaku dan kejiwaannya saja, dan tidak ada yang secara spesifik menjelaskan ciri-ciri fisiknya. Apakah ciri-ciri fisik anak Indigo itu, yang membedakannya dengan anak-anak pada umumnya, memang ada?

Berbicara mengenai jiwa dan gambaran perubahannya yang muncul pada fisik, pasti sudah banyak orang yang tahu. Bagaimana emosi, seperti marah, sedih, dan gembira akan tergambar pada perubahan raut wajah, atau gerakan bahasa tubuh lainnya.

Emosi yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama bisa membuat suatu perubahan yang menetap pada roman muka dan tampilan fisik lainnya. Orang yang berkarakter jahat, sebagai contoh, seperti narapidana kambuhan, preman atau orang yang dalam kehidupannya sehari-hari selalu bergelut dengan dunia kejahatan, akan tergambarkan pada wajahnya dengan jelas. Begitu juga dengan orang yang berkarakter baik, seperti orang yang penolong, dermawan, baik hati, wajahnya akan tampak menyenangkan, teduh dan memberikan ketenangan apabila dipandang.

Pemahaman itulah yang digunakan dalam pembuatan karakter tokoh film atau animasi kartun, di mana seorang penjahat divisualisasikan dengan muka yang bengis, sorot mata kejam, jarang tersenyum, sedangkan seorang pemuka agama bermuka bersih bercahaya, seorang penegak hukum dengan wajah tegas, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri fisik sejak lahir, anak-anak hingga dewasa

Anak Indigo terlahir dengan jiwa yang tua, atau tingkat kedewasaan dini pada usia sangat muda atau anak-anak. Sebagian anak Indigo bahkan memperlihatkan pertumbuhan jiwa yang luar biasa sejak usia bayi, seperti kemampuan berpikir analitik dalam memahami fungsi benda-benda, menilai karakter orang dewasa, mengungkapkan maksud hatinya kepada orang di sekitarnya, dan lain sebagainya. Pengaruh perkembangan jiwa yang terlalu cepat itu juga tampak pada pertumbuhan fisik seperti gigi yang muncul lebih cepat, dan kemampuan motorik seperti berjalan dan berbicara yang lebih dulu dari bayi pada umumnya.

Karena kemampuan anak Indigo terletak pada kekuatan jiwanya, maka bentuk fisik secara spesifik banyak terdapat di bagian kepalanya. Ciri yang khas adalah bentuk kepala yang sedikit agak lebih besar dari bayi atau anak-anak pada umumnya, terutama pada bagian lingkar kepala, dan dahi serta pelipis yang lebih lebar.

Kuantitas otak anak Indigo biasanya lebih besar disebabkan penggunaannya relatif lebih sering sejak usia dini tadi. Mereka berpikir dan menganalisa setiap apa yang dilihat, didengar atau dirasakannya.

Pelebaran pada lingkar kepala menunjukkan penggunaan kemampuan telepati, pada kening adalah analitik, sedangkan dahi adalah visualisasi dan imajinasi citra-citra supranatural.

Bentuk daun telinga pun mempunyai bentuk yang sedikit lebih keluar dari kepala, memanjang pada bagian ujung atas, dan agak menekuk ke atas pada bagian cuping bawah. Lebih kuatnya “insting reptil” merupakan sebab kemunculan ciri binatang yang tergambar pada bentuk daun telinga ini.

Begitu juga dengan mata, terutama tatapan mata yang sangat tajam dan dalam, dengan bagian pupil atau orang-orangan mata yang lebih besar, sehingga tampak hanya tersisa sedikit ruang untuk warna putih mata. Pandangan mata anak Indigo bertolak belakang dengan pandangan mata anak autis. Kalau anak autis tidak bisa menatap mata orang lain, atau tidak bisa berkonsentrasi pada satu titik dalam waktu yang lama, sedangkan anak Indigo sebaliknya, mereka dengan berani menatap – sambil menganalisa karakter – orang dewasa di depan mereka, dan tingkat konsentrasinya terhadap sesuatu sangat tinggi untuk ukuran mereka. Sedangkan orang-orangan mata yang lebih besar menunjukkan kemampuan melihat makhluk gaib dan hal-hal yang tersembunyi lainnya dari dimensi-dimensi lain. Selain itu ada sebagian anak Indigo yang terlahir dengan mata agak sedikit jereng, baik ke tengah – ke arah hidung – atau ke luar.

Susunan gigi-geligi mereka biasanya terlihat rapi dan bagus, dan terasa sangat tajam apabila anda merasakan gigitannya. Pada usia bayi ketika mulai tumbuh satu dua gigi, mereka cenderung melakukan kegiatan gigit-menggigit yang lebih sering dan intensif.

Ada semacam tanda aneh yang mungkin ditemukan pada saat kelahirannya – dan mungkin terbawa sampai usia beberapa tahun. Tanda itu terdapat di dahi, di antara kedua mata, sedikit agak di atasnya. Tanda yang pada sebagian anak Indigo terlihat cukup jelas seperti bekas pukulan yang membekas dalam dengan warna agak gelap samar. Tanda ini seperti “mata ketiga” yang menampakkan dirinya secara fisik.

Demikianlah sedikit pengetahuan saya tentang ciri-ciri fisik anak Indigo, yang mungkin bisa membantu para orang tua dalam mengenali keindigoan pada anak-anak mereka, terutama untuk anak-anak sejak usia bayi (balita) hingga usia anak-anak. Ciri-ciri tersebut di atas bisa saja akan bertahan hingga usia dewasa, namun biasanya akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai perubahan perilaku dan emosi jiwa. Secara umum, ukuran kepala yang lebih besar, bentuk daun telinga, dahi dan kening yang lebar, dan tatapan mata akan bertahan hingga usia dewasa.

Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang anak indigo, anda bisa membaca tulisan-tulisan lain tentang anak indigo di blog penulisnya : http://carritawisatatourtravel.blogspot.com/. Anda juga bisa konsultasi tentang anak indigo langsung kepada Anwariansyah melalui emailnya : anwar_carrita@yahoo.co.id


Selengkapnya...

21 Januari 2010

Anjing “Piring Terbang” di America’s Got Talent

Oleh : Tarjum

Anda pernah melihat anjing yang bisa menangkap bola atau piring yang dilemparkan majikannya? Sang anjing berlari mengejar piring yang dilemparkan ke suatu arah, lalu meloncat menangkapnya menggunakan mulutnya. Atraksi yang menarik bukan? Tapi ada seekor anjing yang mampu melakukannya lebih dari itu!

Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan tayangan acara reality show “America’s Got Talent”. Malam itu menayangkan episode audisi di kota New York, Seatle dan Cichago. Diantara puluhan peserta audisi dengan beragam bakat uniknya, tampil salah satu peserta yang sebenarnya kurang meyakinkan, Rory, seekor anjing dengan pemiliknya Tony Hoard, seorang pria tua berusia sekitar 50-an tahun.

Sebelum tampil ke atas panggung yang gemerlap dan dipadati ribuan penonton, Tony bercerita bahwa Rory merupakan anjing yang ditelantarkan pemiliknya. Dia mengambilnya karena merasa iba. Anjing itu ia pelihara dan ia latih dengan penuh kasih sayang. Baginya anjing itu seperti mukjijat dalam kehidupannya yang biasa-biasa saja. Dia menjuluki Rory anjing kesayangannya “Anjing Piring Terbang”.

Tibalah sang anjing dan pemiliknya menunjukan kemampuannya di depan tiga orang juri audisi yang sangat kritis. Acara reality show itu disaksikan ribuan penonton yang tak segan meneriakan cemoohan dan penolakan kepada para peserta audisi. Tony mulai beraksi melemparkan piring-piring plastik berwarna merah ke segala arah dengan beragam gaya. Rory, sang anjing dengan gesit dan cekatan menangkap setiap piring yang dilempar dengan mulutnya. Kecepatan dan ketepatan sang anjing menangkap piring luar biasa, tak ada satu pun piring yang luput dari gigitan mulutnya, kemana pun piring itu dilempar.

Hampir semua penonton berdiri bertepuk tangan, terhibur dan kagum dengan aksi Rory, sang “anjing piring terbang” yang mengagumkan. Ketiga juri pun tampak terkagum-kagum melihat aksi Tony dan Rory. Dengan suara bulat ketiga juri mengatakan “ya!” bahwa Tony dan Rory berhak mengikuti babak selanjutnya di kota Vegas.

Setelah menyaksikan acara tersebut saya merenung, ternyata bakat dan kemampuan yang biasa sekalipun, jika dilatih dengan tekun, penuh semangat dan antusias, bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Seekor anjing telantar yang hanya memiliki insting, bisa melakukan sesuatu yang luar biasa setelah dilatih dengan tekun dan penuh cinta. Setelah selesai pentas di panggung audisi America’s Got Talent, Tony mengatakan kepada pembawa acara, bahwa apa yang dia dengan Rory lakukan bukan suatu kerja keras, tapi suatu permainan yang menyenangkan.

Kadang kita (termasuk saya sendiri) berpikir, merasa tidak memiliki bakat dan kemampuan yang menonjol dalam bidang tertentu yang bisa dibanggakan. Merasa tidak beruntung dengan kehidupan yang dijalani saat ini. Benarkah demikian? Sepertinya kita harus mengkaji ulang pemikiran seperti itu. Mungkin kita harus menggali bakat-bakat terpendam yang kita miliki, yang selama ini terabaikan dan tak kita sadari, lalu melatih dan mengembangkannya agar menjadi sesuatu yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Amerika punya bakat! Kita semua juga punya bakat!


Selengkapnya...

20 Januari 2010

G a l a u

Curhat ini dikirim oleh salah seorang teman curhat dengan nama samaran "Dot". Menceritakan kegalauan hatinya dengan kondisi kehidupan yang dijalaninya saat ini. Silakan simak curhatnya.

Malam ini,..ya malam ini pukul 10:04 WIB, ketika semua telah selesai.,.kini telah aku menatap dan meratap pada diriku sendiri.

Aku tidak tau apakah ada orang yang stuju atau tidak denganku, namun aku mengukuhkan untuk berpijak pada diriku, pada keinginanku yang sebenarnya. Aku bingung..aku tidak tau lagi harus kemana, dan berbuat apa

Uang tidak ada lagi di atmku dua-duanya, mau minta sudah terlalu sering aku meminta uang kepada orang tuaku, mau pinjem kemana..harga diriku saja sudah tidak ada ditempat ini karena aku menumpang dengan tidak minta izin. Aku mempunyai laptop dan hp, mungkin akan kuserahkan saja laptop ku ini sebagai rasa terima kasih yang tidak terhingga kepada pemilik tempat ini karena sudah membiarkan ku bertempat di tempat yang nyaman ini.

Tetapi batas waktu pindah tempat sudah tidak ada waktu lagi, mereka semua sudah mempunyai rencana untuk bertahan untuk rencana mereka berikutnya, dan aku mau kemana..rumah tidak punya, mau menumpang kemana.

Aku tertawa malu terhadap diriku sendiri. Tertawa geli, menghina diriku sendiri. Sepertinya aku bukan diriku, aku saja tidak tau apa yang kuketik ini, entah apa yang ada dalam benak pikiranku. Hanya malu, malu, malu dan malu. Aku sungguh begitu malu kepada semua, sangat malu.

Mungkin yang tidak mengerti membaca tulisan ini kenapa aku malu, aku tidak tau apa harus kujelaskan, tetapi memang sungguh memalukan. Aku dengan gagah orang yang tampil berani dimuka umum, orang yang mempunyai semangat dan kemauan yang tinggi. Aku dengan kemampuanku walau hanya sebagai orang bodoh mungkin dibilang orang, tapi aku tidak malu, aku adalah orang yang mempunyai semangat yang tinggi dalam berjuang.

dalam bentuk apapun akan kujalani dan kuperjuangkan, sehingga dengan semangat tinggiku ini aku tidak mempunyai malu jika memang apa yang kulakukan ini memang benar dan apa adanya. Namun sesuatu merusak kemampuanku ini. Sesuatu dengan kemampuan yang mampu merusak daya pikirku, daya akalku, daya kemampuan sejatiku. Mungkin itulah yang disebut orang....CINTA ....

Ya... itulah yang merusakku, itulah yang merusak daya pikirku.. sehingga semua buyar..namun kembali sekarang ke kondisiku kini. Akan kemana lagi aku melangkah. Aku berani bilang kepada sesuatu yang dibilang cintaku itu, uang bisa dicari, uang bisa di cari. Tetapi memang bukan begitu adanya yang terjadi.

Ya, kini semua telah terjadi, tidak ada yang bisa kita lakukan, yang hanya bisa lakukan adalah merubah semua yang terjadi menjadi lebih baik kedepannya. Entah apa yang kubicarakan ini, mungkin memang aku telah gila.

Jika memang ini adalah langkah terakhirku, aku mungkin akan melakukan...................
Jika ada yang bisa menjawab, semoga bisa membantu kondisiku………………


Selengkapnya...

14 Januari 2010

Menulis Komentar dapat Hadiah! Mau?

Oleh : Tarjum

Menulis Komentar dapat Hadiah! Mau?
Jika ya, silakan daftar menjadi anggota Forum Curhat, jangan khawatir tak dipungut biaya alias gratis! Jika sudah menjadi anggota, silakan tuliskan komentar terbaik anda di Forum Curhat pada topik “Cinta Sejenis”.

Selanjutnya akan dipilih 3 komentator dengan komentar terbaik yang akan mendapatkan hadiah berupa e-book “Membumi” seharga Rp. 100.000,- dari blog Curhatkita. Tiga komentar terbaik juga akan ditampilkan di blog Curhatkita.

Ide ini mucul setelah saya menerima beberapa curhat via email, sms dan forum curhat dengan topik yang cukup sensitif yaitu “Cinta Sejenis”. Beberapa yang curhat ingin merubah diri sedangkan yang lainnya ingin tetap menjalaninya.

Saya sendiri merasa belum bisa memberi solusi yang memadai untuk masalah yang cukup pelik dan sensitif ini. Karena itu saya mengundang anda sekalian untuk memberi masukan dan saran bagaimana solusi terbaik menangani dilema cinta sejenis ini. Mungkin diantara anda ada yang pernah mengalami masalah seperti ini atau pernah membantu seseorang mengatasi masalah ini dan tahu solusinya.

Langsung saja ya, segera daftar di Forum Curhat dan tulis komentar anda!


Selengkapnya...

11 Januari 2010

Berbagi Pengalaman di Dunia Maya

Oleh : Tarjum

Tulisan ini masih berkaitan dengan dua tulisan sebelumnya, “Saya Sudah Tak Kuat Lagi!” Benarkah? Bagian 1 dan Bagian 2. Berikut akan aku ceritakan contoh nyata cerita penglamanku sendiri, tentang bagaimana melewati suatu titik saat kita merasa akan menyerah. Namun, ketika kita bertahan dan terus berusaha kita bisa melewati titik kritis tersebut dan meraih kemenangan. Silakan simak ceritanya. Jangan bosan ya, baca ceritaku!

Sejak bisa mengakses internet, aku mulai belajar membuat email dan menjelajahi situs-situs di internet. Aku membeli buku-buku tentang cara membuat dan menggunakan email juga buku tentang internet secara umum. Setelah menjelajahi situs-situs di internet aku mulai tertarik dan muncul keinginan untuk membuat website. Waktu itu aku berpikir, “Mengapa tidak aku menuliskan pengalamanku dan menampilkannya dalam sebuah website pribadi agar nantinya bisa dibaca orang?” Bagiku ini mungkin akan menjadi ‘jalan memutar’ yang akan mengantarkan aku mewujudkan impianku, menerbitkan kisah pengalamanku ke dalam sebuah buku. Tapi, bagaimana caranya membuat website, aku belum tahu. Waktu itu aku menganggap, membuat website itu rumit dan harus menguasai bahasa pemrograman. “Bisa nggak ya aku?” Sejak itu, Aku punya impian lain, ingin bisa membuat situs pribadi, agar kisah pengalamanku bisa dibaca orang di dunia maya.

Meski waktu itu aku baru kenal internet dan sama sekali tak tahu apa-apa soal pemrograman web, namun aku sangat ingin bisa membuat website psikologi. Aku bertekad, sesulit apa pun akan aku pelajari caranya. Ketika itu aku belum mengenal yang namanya blog karena istilah blogging sendiri belum sepopuler seperti sekarang. Aku mencari informasi di internet tentang cara membuat situs. Selain itu aku juga mencari buku-buku tentang internet dan pembuatan web. Akhirnya di sebuah toko buku di kota Subang, aku menemukan buku tentang cara membuat website dengan kode-kode HTML. Dari buku itu pula aku mendapat informasi tentang software gratisan untuk membuat script-script HTML. Nama software-nya CuteHTML. Software berikut contoh-contoh script, gambar, tombol dan icon sudah dikemas dalam dua buah CD. CD itu aku beli dari pengarang buku tersebut seharga 20.000 rupiah dan dikirim via pos.

Singkat cerita mulailah aku belajar membuat kode-kode html dan langsung praktik. Sekitar tiga bulan aku belajar membuat halaman-halaman situs dengan puluhan bahkan mungkin ratusan kali kesalahan membuat kode. Anehnya aku tak pernah merasa capek atau bosan melakukanya, sebaliknya aku sangat senang melakukannya. Semua itu aku lakukan saat istirahat kerja atau sepulang kerja, sore atau malam hari. Usaha kerasku membuahkan hasil, beberapa halaman situs yang masih “3S” (Sangat Sederhana Sekali) sudah jadi berikut link antar halamanya.

Langkah selanjutnya, untuk mengupload file-file situs yang sudah kubuat tersebut, tentunya aku butuh hosting dan domain, agar situsku bisa diakses di jaringan internet. Sesuai petunjuk dan langkah-langkah upload file dari buku itu juga, aku menggunakan hosting dan domain di Tripod (http://tripod.lycos.com). Nama domain situsku waktu itu adalah http://sivalintar.tripod.com. Nama sivalintar merupakan gabungan dari nama anakku, istriku dan namaku sendiri. Sivalintar adalah singkatan dari Siti Vania (nama anakku), Linda Mulyanah (nama istriku) dan Tarjum (namaku). Selanjutnya nama situsnya menjadi www.sivalintar.com (saat ini tak bisa diakses karena ada masalah di hostingnya).

Makna dari nama sivalintar adalah: aku menggabungkan nama anakku, istriku dan namaku karena dalam menjalankan misiku ini aku butuh dukungan penuh dari keluargaku. Aku menempatkan nama anakku di depan, artinya di masa depan anakkulah yang akan mewujudkan visi dan misiku, meneruskan usaha-usahaku membantu orang-orang yang mangalami masalah kejiwaan.

Bahagia sekali rasanya ketika aku berhasil mengupload beberapa file situs yang kubuat ke hosting tripod dan situsku untuk pertama kalinya muncul di internet. Kebahagiaan dan kebanggaan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Hari bersejarah itu aku catat di buku harian. Upload file tanggal 22 Agustus 2003, dari jam 15.35 – 16.38. loading perdana situs pada jam 16.40 hari itu juga.

Sambil belajar lebih lanjut, sedikit demi sedikit aku perbaiki kode-kode HTML-nya. Kadang untuk memperbaiki satu file saja, bisa puluhan kali bongkar pasang script sampai tampilan halamanya sesuai keinginan.

“Musibah” yang Hampir Membuatku Menyerah

Pada suatu hari datanglah ‘musibah’ yang sangat tidak diinginkan, bahkan oleh semua pengguna internet, serangan virus. File-file web yang sudah aku buat dengan susah payah terinfeksi virus yang cukup bandel, nama virusnya “VB Terosist”. Ada script-skript aneh dan tak beraturan yang nempel di file HTML. Virus ganas itu tak bisa dihapus denngan anti virus yang ada di komputer. Bisa dihapus secara manual, tapi ketika filenya dibuka script aneh itu muncul lagi. Jadilah aku pusing tujuh keliling! Yang paling membuatku bingung, ada file yang tiba-tiba hilang dari folder. Mau tak mau aku harus menyusun ulang file-file yang sudah kubuat dengan susah payah tersebut.

File-file yang masih terinveksi virus tersebut aku coba upload ke server hosting. Tapi saat di klik di browser, ternyata halaman file tersebut tak muncul, ahirnyanya file-file tersebut aku hapus lagi dari server.

Aku coba cara lain, mengupdate anti virus di computer. Saat scan file, anti virus merekomendasikan untuk menghapus file, karena file tak bisa di perbaiki, aku coba klik “Yes” ternyata file tersebut dihapus, hilang dari folder dan tak bisa dikemabalikan lagi, mati aku! Untungnya aku baru menghapus satu file untuk percobaan. Kalau anti virus meminta untuk menghapus file yang terinveksi, berarti hampir sebagian besar file harus di hapus.
Keadaan ini benar-benar hampir membuatku putus asa. Saat itu aku berpikir, “Mungkin proyek website impianku hanya sampai di sini…….dan aku harus melupakan impianku.”

Tapi, aku belum mau manyerah karena aku terlalu menyukai apa yang aku lakukan ini. Aku coba satu cara lagi, antivirusnya aku non-aktifkan, lalu file-file yang terinveksi virus aku bersihkan secara manual (script-script aneh dan tak beraturan yang nempel di file aku hapus satu persatu). Setelah semua file dibersihkan, antivirusnya diaktifkan lagi. Hasilnya? Alhamdulillah…., virus-virus yang menjengkelkan dan membuatku pusing itu tak muncul lagi dan sang antivirus yang baik hati tak meminta untuk menghapus file-file situsku lagi.
Huh! Plong rasanya, masalah sudah teratasi dan masa kritis yang melelahkan dan hampir membuatku menyerah sudah terlewati.

Kisah ini merupakan bagian dari kisahku selama bergumul dengan gangguan bipoalar yang aku susun menjadi sebuah e-book (buku elektronik) sepanjang 174 halaman, berjudul “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah (Membumi)”.

Selengkapnya...
 
 © Copyright 2009 Developer by CurhatKita  template by Blogspottutorial