Oleh Tresya Agnashila
Lalu perlahan aku menanyainya,
“Kenapa Ta? ada apa? Coba deh cerita ke aku?”
Dia nampak sangat lemas… dan dia masih saja diam.
Aku berfikir, mungkin dia sedang dalam masalah besar….
Sejak pertama aku kenal dia, dia belum pernah seperti ini…segala masalah bisa dia atasi dengan senyuman… dan ini pasti masalah yang sangat berat baginya.
Akhirnya aku memutuskan untuk tidak menekannya dengan pertanyaan lagi… lalu aku tersenyum pada diriku sendiri...ya, aku harus membantu Tirta.
Aku pegang kedua pipinya….dan aku tatap matanya, “Udah…nggak usah bingung..sekarang kamu istirahat aja..masalahmu, apapun itu, kita bicarakan besok pagi. Sekarang kamu tidur di sini ya! Kamu boleh tidur di sofa ini.“
Tirta membalas tatapan mataku ketika aku menawarkannya untuk bermalam dirumahku… kemudian dia memelukku… dengan erat dia memelukku…pelukan yang sama ketika aku sakit dulu.
Aku membalas pelukannya…dan kami tersenyum lega bersama.
Lalu aku ambil bantal sofaku, aku letakkan dipahaku dan aku biarkan tirta tidur dipelukanku. Sambil mengusap lengannya, aku berkata dalam batinku…
“Baru kali ini aku liat kamu seperti ini Ta… kamu benar-benar terlihat seperti anak kecil yang kehilangan orang tua. Takut, resah, gelisah, khawatir dan tak berdaya…semua ada dalam tubuhmu malam ini…. Aku di sini Ta..aku disini menemanimu.”
Kulihat Tirta memejamkan matanya…dia memeluk lututku…seperti takut aku akan melangkahkan kakiku.
Cukup lama kami berdiam diri di sofa ini….Kami benar-benar dekat…dan aku benar-benar bisa melindungi tirta kali ini.
Kulihat dia mulai bisa mengatur nafasnya. Dan kulihat matanya sudah terpejam dengan nyaman.. kucoba melepaskan diri dari pelukannya… kusandarkan dia di tempat yang sangat nyaman.
Baru aku akan menginjakkan kakiku dari tempatnya tertidur, tiba-tiba dia memeluk kakiku. Ya…dia memeluk kedua kakiku dan menyandarkan kepalanya dipinggulku…
Aku terhenti…..
Lalu entah dimana kesadaranku…aku mendengar suara…
“menikahlah denganku….”
Iya…aku mendengar suara tirta mengucapkan kata-kata itu…..
Seperti ada petir yang menggelegar ditelingaku…seperti ada angin beliung yang berputar-putar ditubuhku…entah dimana kesadaranku.
Aku tau ini pasti akan terjadi, tapi aku tak menyangka akan seperti ini.
Hampir 15 menit aku berdiri dan dia memelukku seperti ini.
Saat itu aku ngga bisa berfikir…pikiranku benar-benar kosong…yang aku tau, saat ini hanya ada seseorang tak berdaya yang sedang memeluk kakiku.
Lalu aku membalikkan badan dan terduduk didepannya. Kini wajahku setara dengan wajahnya. Aku lihat, dia lebih sadar dari pada tadi ketika dia datang.
Dengan tubuhnya yang kekar, wajahnya yang terlihat tajam, kulihat ada tatapan mata sayu yang seakan memohon untuk memintaku diam.
Aku tak bisa berkata apa-apa…benar-benar tak bisa berkata apa-apa…
Aku hanya terharu dengan caranya memintaku….aku benar-benar terharu…
Aku peluk dia…aku peluk dia lebih erat sambil meneteskan air mata….
Dia kembali memelukku….dengan erat dan lebih erat….
Dia mengatakan dengan tegas…
“tetaplah disini…temani aku…jangan pergi….”
Dia memintaku layaknya anak umur 5 tahun yang meminta es cream pada mamanya…
Dia sangat membutuhkanku.
Ya…kita terhanyut dalam malam itu…. Aku hanya bisa mengangguk tanpa menenangkannya.
Melihat anggukanku…dia pasti berfikir aku mau menerimanya..aku mau menikah dengannya… tapi jujur, malam ini, andaikan aku harus menjawab tidak, aku tidak sanggup mengatakannya.
Dia yang selama ini selalu tegar, saat ini duduk dan bersimpuh dihadapanku…aku tak mungkin tega mengacuhkannya.
Dini hari menjelang…kita berdua pun tidur diatas sofa sambil berpelukan… bukan dia yang memeluk aku…tapi aku yang memeluk dia.
Dia tidur dengan senyum dibibirnya…kulihat guratan-guratan didahinya berubah menjadi mimpi yang indah.
Dia tidur nyenyak dalam pelukku…sedangkan aku… terus memandanginya sambil terus berfikir apa yang akan terjadi dalam hidupku.
aku terbangun dalam pelukannya…. dia tersenyum memandangiku. Belum penuh mataku terbuka, dia sudah memberikan ciuman dikeningku. dia memelukku dengan penuh rasa bahagia, tapi hatiku… masih belum yakin benar dengan apa yang aku lakukan.
Aku harus bagaimana menjelaskan padanya.. aku harus bilang apa? lalu, jika aku tak sampai hati menjelaskan, aku harus bagaimana menjalaninya? Dia terlalu baik untukku…dia terlalu sempurna untuk mendapatkan cintaku yang mungkin tak lebih besar dari biji kwaci.
Tapi jujur, aku masih sangat membutuhkannya… aku nggak bisa melepasnya.. aku butuh dia menjadi penyemangat hidupku, dia yang selama ini sudah membangkitkanku dari keterpurukan.. aku masih sangat butuh pelukannya, aku masih sangat butuh perhatiaannya… jika kali ini aku menolaknya, dia pasti akan pergi jauh dariku… dan aku, harus dengan siapa aku menjalani hari-hariku.
Ya, EGOIS!
Saat itu, mungkin akulah orang paling egois didunia… yang tega membiarkan dia tersenyum diatas kemunafikanku… dan kelak, dia pasti akan sakit mengetahui kenyataan ini.
Aku mencoba untuk mengikuti jalannya…aku mencoba pasrah, akan kemana aku melangkah…dibelakangnya.
Surat mutasi sudah terlanjur ditanda tangani, akhirnya, aku harus pergi.
M : “Ta….nggak papa kan aku pergi ?”
T : “Engga, kamu nggak akan pergi… kamu tetep dihatiku…”
M : “Maksudnya, nggak papa kan kita berpisah… aku harus mengikuti perintah perusahaanku”
T : “Kita nggak pisah kok, kan masih ada sms,tlfn,3G, skype…. weekend juga pasti kita ketemu”
M: “Aku lega deh ninggalin kamu kalo kamunya kayak gini… makasih ya udah dukung karier ku :)”
T :”Iya tenang aja… apapun yang kamu suka, kamu inginkan, asalkan itu baik, pasti aku dukung. kita juga kan bukan anak SMA lagi yg harus pacaran tiap hari ketemu. Kamu punya cita-cita, dan aku nggak punya hak buat menghalangi kamu”
M : “makasih ya ta…. :)”
T :” sejujurnya aku juga berat… mendengar kamu pamit aja aku udah kangen banget sama kamu, apa lagi nanti kalo km udah benar-benar pergi….”
M : “yaaaah si tirta, tadi tegar banget kayak gitu…knpa sekarang malah kamu yang jadi lembek gini !!!”
T : “aku juga berat tau… tapi biar keren aja tadi ngomong gitu!”
M : “hahahaahaa….dasar si tirta !! pantes aja !! tadi gue sempet heran liat dia kayak gitu, sekarang akhirnya dia kembali menjadi tirta yang super konyol”
T: “kamu jangan nakal ya disana…jangan aneh-aneh..! pulang kantor langsung pulang aja, jangan keluar malem-malem. kalo pergi sama orang lain, jangan tidur di mobil. udah ga ada yang angkat lagi kayak aku. hehehe…”
M : “iya iya….. :( tega banget sih bilang aku tidur di mobil… :(”
T :”emang iya kan !!! kalo tidur aja udah kayak kebo, ada gajah betelor di sebelahnya juga ga bakalan bangun !”
M : “halaaaaaah, mana ada gaja betelor !! lagian, gini-gini juga lu cinta kan…weeeekkk….!”
Akhinya kami kembali lagi bertengkar dan bercanda tawa…..
Tirta membantuku mencari rumah kontrakan..dia memilihkan ku rumah yang tidak jauh dari kantor baruku, dia juga memilihkanku rumah yang hanya ada 1 kamar dan bisa dibilang cukup kecil bahkan lebih kecil dari rumah tirta.
Dia juga mencari kawasan dengan keamanan penuh, tempat yang dekat dengan penjual makanan dan tempat yang disekelilingnya ada tukang tambal ban.
Hehehe… tirta sungguh sangat teliti dan menginginkan segala hal yang sempurna untukku… dia sangat tau kebiasaanku, dia juga sangat jeli memilihkan sesuatu untukku.
Tak hanya mencarikanku rumah, setiap hari tirta juga membantuku untuk packing barang-barang… simple sih, aku ngga harus membawa banyak barang karena dirumah baru sudah lengkap perabotan rumah tangga, meskipun seadanya, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk seseorang yg hidup sendiri.
Aku hanya membawa pakaian, tas, sepatu, arsip-arsip, boneka pororku, mangkok,gelas,piring dan sendok favoritku dan beberapa barang pribadi lainnya.
Sore itu, 2 hari sebelum kepindahanku tirta mengajakku pergi ke studio foto… dia memintaku untuk memakai gaun yang waktu itu aku pakai di acara nikahan mantannya… sebelumnya dia nggak bilang kalo mau ke studio foto, dia cuma bilang kalo mau ada acara nikahan dan dia pengen aku pakai gaun yg dulu.. tp setelah berangkat, di jalan dia membelokanku ke sebuah studio foto…
“Ngapain kesini Ta?”
“Yuuk, foto dulu!”
“Haaaaaaaaaaaah??? (mukaku pasti aneh banget waktu itu). Gila ajaaa, si tirta yang paling males kalo difoto ini malah ngajak ke studio foto. kesurupan apa nih bocah!!!”
“Kamu nggak rencana buat bikin prewedd kan ???
Tirta cuma tersenyum manis dan menggeret tanganku.
Di dalam, tirta ganti pakaian dengan seragam dinas nya yang super lengkap…dengan jas dan semua pangkat serta bendera dan simbol-simbol yang aku ngga hafal namanya. Kemudian datang tukan foto dan dia bilang mau bikin foto keluarga.
“Haaaaaaaaah foto keluarga?? hahahahaaa, aku cuma tertawa aja liat kekonyolan Tirta… mimpi apa juga nih bocah semalem…”
Masih dalam kegelianku…lalu kami foto bersama. dengan berbagai macam pose…hahaha, tirta nampak serius kali ini.
Dari pose dia duduk dan aku berdiri dibelakangnya, kemudian gantian aku yang duduk dan dia yang berdiri, kemudian sama-sama berdiri, lalu sama-sama duduk.
Dan setelah itu aku bisik-bisik ke telinganya tirta…
“Pose nya jadul banget sih! kayak posenya papa mama jaman aku belum lahir aja!!”
Muka tirta memerah dan malu tertegun melihatku…
T : ”Masak kayak gini jadul sih? bukannya keren ya?”
“Hahahahaaa…” aku tertawa sambil mencubit hidungnya.. ”Kkamu tu ada-ada aja…”
Kemudian tirta terlihat berfikir dan diam sejenak, dan tak lama dia terlihat kegirangan.
“Wah..kenapa lagi ni bocah, td abis aku bilang jadul, dia merenung sekarang kenapa nampak girang banget kayak gitu. ni bocah pasti udah mikir yang aneh-aneh lagi !!!”
Bener aja, ngga ada 5 menit dia minta di foto lagi sama photografernya….
“Mas mas, tolong fotoin lagi ya…!”
Tukang photonya sih iya-iya aja…!
Kemudian dia melepaskan jas seragamnya dan tinggal menggunakan celana serta hem nya.. dia buka kancing pertama dan kedua, kemudian aku disuruh melepaskan sandal hells ku… aku yang masih bengong liat tingkahnya langsung aja di tarik ke arah background gambar pemandangan sawah.
Tiba-tiba, tanpa permisi dia menarik lengan bajunya dan menggendongku… sontak wajahku kaget banget dan teriak nggak karuan… si mas tukang photo ni juga pinter aja, spontan dia langsung ceprat cepretin kegilaan kita…!
Hahaha…dan setelah itu kita jadi berpose makin gila… dari aku gendong depan, gendong belakang..lalu pura-pura aku yang gendong dia…trus pose marahan…dah deh, seru banget pokoknya.
Nggak sadar kita foto udah banyak banget, dan setelah hasilnya diliatin kekita, eh hampir semuanya keren lho… bagus-bagus banget. Tadinya aku sortir aja beberapa foto yg paling bagus, tapi tirta minta semuanya dicetak… al hasil foto-foto orang gila ini memakan dana hampir 2 juta rupiah!!!
Dan parahnya lagi, ni tukang foto ngira kalo kita lagi bikin foto prewedd…wkwkwkwk….
Bersambung...
eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar.
Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 27 )
Hana Madness dan Kreasi Bipolar
Oleh Tarjum
Gayanya modis, terkesan energik dan nyentrik dengan tato indah di lengannya.
Bicaranya lugas dengan senyum lebar dan tawa lepasnya yang khas. Penampilan yang pas untuk seorang yang mengaku sebagai pelaku sekaligus penikmat seni. Dialah Hana Madness.
Dia pernah tampil di acara "Kick Andi Show" Metro TV dan "Sunting" ANTV, menceritakan pengalaman psikologisnya sebagai seorang Survivor skizofrenia dan bipolar.
Hari Minggu, 2 Juni 2013, saya bertemu Hana Madness saat dia menjadi narasumber di acara bertajuk “Kreasi Bipolar” yang digagas oleh rekan-rekan Bipolar Care Indonesia dan Kedai Art Brut serta didukung Taman Impian Jaya Ancol.
Selain menjadi pembicara dalam diskusi seputar gangguan Bipolar, Hana juga menampilkan karya-karya seni kreatifnya di stand pameran lukisan dan karya seni Kreasi Bipolar.
Beberapa karya Hana yang ditampilkan antara lain lukisan, sketsa, fotografi, gelang (arm candy) dengan pernak-pernik cantik dan botol/toples bekas yang dihias sedemikian rupa hingga tampak unik dan cantik.
Yang menarik, botol dan toples bekas yang biasanya kita buang di tong sampah, oleh Hana disulap menjadi benda cantik bernilai seni tinggi seperti terlihat di foto ilustrasi.
Selain Hana, beberapa seniman bipolar juga memamerkan hasil karyanya, diantaranya: Vindy, Pak Wi dan beberapa rekan bipolar lainya.
Pak Wi, bukan hanya memerkan lukisannya yang mendominasi ruang pamer Kreasi Bipolar, tapi dia juga nyaris tanpa henti terus melukis di stand pameran.
Pak Wi tampak fokus dan konsentrasi pada media lukisnya tanpa terpangaruh oleh lalu-lalang pengunjung dan keramaian di sekitarnya.
Kreativitas Hana, Pak Wi dan seniman bipolar lainya, bisa jadi inspirasi bagi teman-teman ODB, bahwa dengan naik-turunnya mood yang kadang sangat ekstrem, seorang bipolar masih bisa membuat karya-karya kreatif bernilai tinggi.
Teman-teman Bipolar teruslah berbagi dan berkarya. Karena bukan tak mungkin, otak yang terus-menerus dirangsang, dilatih dan digunakan untuk berpikir dan berimajinasi kreatif, akan mampu menetralisir ketidakseimbangan kimiawinya yang selama ini diduga menjadi penyebab gangguan bipolar.
Teman-teman Bipolar, jangan pernah berhenti berbagi, berkarya dan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, orang lain dan orang-orang yang anda cintai.
Bipolar Care Indonesia
Group facebook : https://www.facebook.com/groups/bipolarcare.indonesia/
Twitter : @kreasibipolar
Email : bipolarcare.indonesia@gmail.com
Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 26 )
Oleh Tresya Agnashila
Diperjalanan dia bilang, kalo pagi ada pembantu yang biasa mengurus rumahnya…dan setelah pekerjaan selesai, pembantunya langsung pulang.
Kalo urusan makanan, dia biasanya jajan, jarang-jarang ada masakan di rumahnya, makanya dia cuma punya peralatan dapur yang sangat minim.
Kalo malem tiba-tiba lapar, dia biasanya menahan sampe besok pagi kalo malem males keluar..hehehe…
Dia menceritakan kesehariananya dirumah dengan sangat terbuka padak. Sebelum sampai rumah, dia mempir dulu ke toko roti.. dia turun dan membelikanku beberapa roti isi coklat dan keju.
“ini buat jaga-jaga kalo ntar malem kelaparan ya!“
Wkwkwkwk…dia aja kalo malem kelaparan bela-belain ditahan sampe pagi, kenapa sekarang malah beliin aku roti… nggak kebalik ni ???
Sampai juga kita didepan rumah.. dia sengaja memasukkan mobilnya hingga kedalam..biar aku nggak kejauhan jalan. (lebay ah si tirta !!)
Dia membawakan rotiku dan membantuku membuka pintu. Begitu masuk rumah, aku nyalakan lampu teras dan ruang tamu. lalu ruang tengah, aku biarkan lampu redup yang menerangi.
Tirta masuk kedalam rumahku dan mengecek semua jendela dan keamanan dirumahku.. setelah semua dirasanya aman, dia meletakkan rotiku dan kemudian pamit untuk pulang.
Tubuhku masih terasa lemas, dan didepan pintu tirta memegang erat pundakku.
“hati-hati ya dirumah..kalo ada apa-apa langsung telfon aku… HP juga jangan dimatikan ya..kalo lagi nggak tidur, kalo aku telfon atau sms tolong di bales ya! Abis ini langusng tidur aja, nggak usah mikir yang macem-macem ya.”
Aku benar-benar melihat tatapan kekhawatiran dimatanya, dia benar-benar memperhatikan dan memperdulikanku. Nggak tau aku harus berkata apa, tiba-tiba aku ingin memeluknya.
Aku memeluknya dengan sangat erat… dia termenung sejenak… baru setelah beberapa menit dia membalas pelukanku dan meletakkan kepalanya dipundakku.
“Makasiih ya ta…makasih udah baik & perhatian ma aku….”
Dia hanya mengaggukkan kepalanya sambil terus memelukku….
Ya….aku merasakan dia sangat mengkhawatirkanku….
Dia melepaskan pelukannya, kemudian dia memegang kedua pipiku…
“ aku pulang ya… ingat, nanti telfon aku”
Aku hanya bisa menganggukan kepalaku….
Kemudian dia keluar rumah…dan menyuruhku untuk menutup pintu.
Aku melambaikan tanganku dari balik jendela, yang menjadi sangat terang disinari lampu mobilnya.
Aku masuk ke kamarku….dan malam ini…aku merasa aku tak sendiri lagi…
Sepertinya aku memiliki tirta dalam hidupku…aku tak khawatir akan kesepian lagi…
Inilah malam pertama, dimana sebelum tidur, aku memikirkan Tirta.
Pagi datang, ada beberapa panggilan darinya. Kemudian aku bals menelfonnya… dia nampak masih khawatir dengan keadaanku.
“aku udah nggak papa ta… udah sehat kok…abis ini juga aku mau keluar”
“kemana?”
Ada beberapa urusan yang mesti aku selesein di kampus…
Aku berencana untuk melamar disebuah perusaan BUMN…dan aku harus melengkapi kelengkapan surat-suratnya.
Tirta menawarkan diri untuk membatuku…tapi aku jawab
“ngga usah..kamu pasti juga lagi sibuk sama kerjaanmu.”
Akhirnya Tirta memperbolehkanku untuk pergi dan mengurus semua ini sendiri. Dan dia juga bilang, sewaktu-waktu ada apa-apa dijalan atau ada suatu urusan yang sulit diselesaikan, aku harus menelfon dia. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.
Aku berangkat untuk mengurus kelengkapan-kelengkapan surat lamaranku. Nggak sampe setengah hari, semua sudah bisa kuurusi. Waktu makan siang aku bingung mau makan dimana. Akhirnya aku putuskan untuk pergi ke kantor tirta dan makan di kantinnya.
Tirta nampak senang saat melihat aku ada dikantornya..lalu kita makan bersama di kantin, tempat pertama kali aku melihat dia.
Hari-hari kami lalui…aku menjadi sangat dekat dengannyA. Kami sering makan malam bersama..siang hari aku juga sering memasak dan mengiriminya makan siang untuk kita makan bersama dikantornya…pagi hari dia juga sering membawakanku soto/bubur ayam… tak jarang ketika liburan, kami habiskan waktu bersama..aku dirumahnya atau dia dirumahku..kadang aku menyempatkan diri kerumahnya untuk membersihkan kamarnya atau sekedar merapikan rak bukunya… dia sangat percaya padaku, dia memberiku kunci serep rumahnya… dan aku bebas kapanpun datang kerumahnya.
Kami menikmati kedekatan kami… meskipun hubungan ini tanpa sebuah status yang jelas… tapi aku rasa kami sudah lebih dekat dari pada orang yang sedang pacaran.
Ya, kami sangat dekat. Aku berharap ini aka berlangsung lama. Aku nyaman berada disisi Tirta dan Tirtapun merasakan hal yang sama.
Beberapa bulan yang lalu aku menerima surat panggilan kerja dari perusahaan BUMN dimana tempat aku memasukkan lamaran dulu.
Setelah melewati beberapa test tertulis dan wawancara, aku mengikuti suatu pendidikan khusus… ya, untuk menjadi seorang karyawan disini, aku harus mengikuti pendidikan selama 4 bulan…. Semua ini tak lepas dari peran tirta…tirta yang terus menyemangati dan membantuku…hingga akhirnya aku bisa diterima diperusahaan ini.
Saat aku tinggal mengikuti pendidikan, kasian tirta…dia selalu sms “kangen” padaku…dia merasa sangat kesepian saat nggak ada aku…dan begitu aku pulang…dialah orang yang paling terlihat girang menyambutku.
“Wooooow….. kini aku sudah menjadi seorang karyawati..diperusahaan yang cukup bergengsi!”
Hari pertama masuk kerja, tirta juga lah yang mengantarkanku. Ya, dialah orang pertama yang melihatku memakai setelan jas dan sepatu fantofel serta tas jinjing dan notes kecil ditanganku.
Dengan seragam dinasnya, tirta menjemputku…. Ya..kami berdua terlihat sangat cocok…seorang pria yang gagah, tampan, berwibawa dengan seragamnya yang membuat makin berkharisma, bersama seorang wanita karier dengan setelan jas hitam yang membuatnya terlihat lebih anggun.
Satpam dikantorku mengira bahwa tirta adalah suami/tunanganku…kami terlihat sangat cocok, terlebih ketika akan masuk pintu gerbang perusahaan, tirta mengantarku dan mencium keningku.
Hampir setiap hari tirta selalu mengantar jemput aku… pagi hari kita sama-sama mencari sarapan..dan pulang kantor, kadang aku kerumah tirta atau tirta kerumahku dan malam hari kami mencari makan malam… tak jarang siang hari tirta juga menjemputku dikantor untuk makan siang bersama.
Sungguh indah hari-hariku bersama Tirta, hingga aku sempat lupa akan mas Doni.
Ya..bagaimana kabarnya kini… sudahkah dia bersama wanita lain seperti aku bersama pria lain? Mungkinkah dia akan memaafkanku ketika nanti dia bertemu aku ada dalam pelukan tirta?? Tapi bagaimana lagi… hidupku terlalu sepi, hingga tirta datang membawa sejuta senyuman.
Tahun pertama bekerja, semua berjalan dengan baik-baik saja… aku menemukan suasana baru…keseharian baru…dan dengan profesiku sebagai teller, aku banyak bertemu dengan orang-orang baru.
Ditengah-tengah tahun kedua, aku mendapatkan promosi jabatan dari atasanku… ya, tentu saja ini kabar baik untukku. Aku mengikuti pendidikan kembali… selama kurang lebih 2 bulan… dan beberapa bulan selanjutnya, aku mendapatkan surat keputusan dan aku diangkat menjadi sekretaris perusahaan.
Tapi….aku harus pindah dari kota yang telah melahirkanku… dengan jabatan baruku, aku dimutasi ke suatu kota yang sebenarnya tidak begitu jauh dari kotaku sekarang… mungkin hanya sekitar 2 - 3 jam perjalanan darat.
Mendengar kabar gembira ini, aku langsung menelfon tirta…aku ingin berbagi kebahagiaan dengannya….dia menyambut teriakanku dengan senyuman…dia mengucapkan selamat atas maju pesatnya karierku.
Waktunya pulang, tirta menelfon mengabarkan kalo sore ini tidak bisa menjemputku. Sore itu aku pulang sendiri.
Sampai rumah, aku mandi lalu mengabarkan kabar gembira ini pada papa,mama dan kakakku…mereka menyambutnya dengan sangat gembira.
Malam hari…aku sms tirta mengajaknya mencari makan malam… 5, 10, 15 dan 30 menit kemudian…dia ngga bales smsku… lalu aku coba telfon dia, dia juga nggak angkat.
Apa mungkin dia lembur ya? atau piket? tapi biasanya sesibuk apapun dia, dia pasti menyempatkan buat sms aku atau angkat telfonku… atau dia lagi dijalan? Atau mandi?? Atau ada tamu??
Aku memikirkan seribu alasan..sedang apa dia sekarang?
Lalu aku sms dia, aku katakana kalau nanti sudah nggak sibuk, tolong sms aku.
Melewatkan makan malamku, aku termenung dalam kamarku. Ini sudah sangat larut…. Hampir lebih dari jam 12 malam…tapi tirta belum juga menghubungiku.
Baru aku akan memejamkan mata, aku dengar suara mobil tirta… aku bergegas keluar rumah…
Ya…aku melihat wajah tirta…aku tersenyum lega…
Tapi kenapa dia? Kenapa wajahnya lemas sekali? Murung dan tampak seperti orang bingung…aku bukakan gerbang rumahku. Aku membukakan pintu mobilnya.
“Kamu kenapa? Dari mana ?”
Dia tak menjawabku dan langsung turun dari mobilnya…
“Ayoo masuk dulu” dengan nada lemas dia mengeluarkan suara.
Aku jalan dibelakangnya…sambil sedikit memegang kaosnya. Dia masuk dan langsung duduk bersandar di sofa. Aku kebelakang membuatkannya secangkir the panas. Dengan lampu redup di ruang keluargaku…aku duduk disebelahnya… aku menyuruhnya untuk meminum teh hangat ini.
Bersambung…
Apa yang terjadi dengan Tirta? Mengapa dia seperti sedang menghadapi masalah teramat berat membebani pikirannya?
Kisah Tresya dan Tirta berikutnya akan semakin seru dan mengharu biru, mengaduk-aduk emosi siapapun yang membacanya. Para pembaca seakan berdiri di hadapan kedua tokoh cerita ini dan meresakan gejolak emosinya…
Detik demi detik menanti dengan penuh kecemasan dan tanda tanya, apa gerangan yang akan terjadi?
Jangan terlewat, simak terus lanjutan ceritanya.
Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 25 )
Oleh Tresya Agnashila
Teman-teman pembaca setia Curhatkita, mohon maaf sebesar-besarnya lanjutan cerita ini lumayan lama tidak tayang. Maklum, kesibukan di dunia nyata sangat menyita waktu saya hingga aktivitas di dunia maya termasuk update blog ini jadi sedikit terabaikan.
Sebagai penebus rasa bersalah saya kepada anda sekalian, sudah saya siapkan 3 episode lanjutan dari Cerbung Cinta ini. Selamat membaca, semoga cerita ini bisa menghibur dan menginspirasi anda sekalian. (Tarjum)
Mobil didepan sudah berjalan dan tiba-tiba tirta menghentikan laju si Jean.
Dia memandangku, memperhatikan tubuhku, dari kepala, punggung , perut hingga kaki.
Dia mendekati sambil lebih meneliti lagi, aku deg-degan melihat kelakuan bocah satu ini. Kemudian dia memegang tanganku dan bilang, “Trust me…”
Buseeeet, aku hampir pingsan dibuatnya !! aku nggak bisa berkata apa-apa, mukaku memerah, tubuhku memanas dan aku cuma bisa mengangguk meng iya kan dia.
Kemudian dia menginjak gas jean 2 kali sambil menginjak koplingnya..kemudian di injakan ke tiga dia melepaskan koplingnya… spontan aku tersentak…dan dia berteriak…
“goooooooo………!”
Hwaaa, tubuhku terombang-ambing didalam mobil..kami melewati medan wang berliku..kanan kiri pepohonan, tanahnya masih agak basah sehingga terasa seperti ban mobil tergelincir…belum lagi batu-batuan besar…. Waaaah, seru banget, bener-bener menguras adrenaline…apalagi buat aku yang baru pertama kali melakukan ini.
Aku Cuma bisa teriak-triak panic sambil menegluarkan wajah serius penuh kapanikan..tapi saat medan nya landai, kami sama-sama menghela nafas lega dan tertawa bahagia… aku melihat tirta sangat mahir memegang kendali si jean.. Ya dia hebat banget dalam hal ini… banyak mobil yang tersangkut atau terjebak dalam Lumpur, tapi kita dan si jean…bisa mulus melaju kedepan…
hingga inilah tiba saat yang paling mendebarkan… dari kejauhan aku nggak meilhat pohon-pohon atau jalan yang terjal lagi… aku kira ini sudah berakhir..tapi tiba-tiba tirta menambah laju mobilnya dan…..
“whaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………….. byuuuur !!!!”
kita nyebur ke sungai….. sontak airnya nyiprat kemana-mana… memang benar ini hanya anak sungai..airnya pun paling hanya sedalam 60 cm, tapi kan tetep sama aja..kita terjun dengan mobil segedhe gini.. waah, bener-bener deh jantung terasa mau copot !!!!
tirta melepas tawanya dengan teriakan bahagiaaaa….!
Yaaaaaa….akhirnya kita bisaaaaa …
Kita berdua turun dari mobil…aku kasian liat si jean…bentuknya udah nggak karuan lagi… bodynya penuh dengan Lumpur dan…wah…acakadut banget lah !!!
Setelah selesai memperhatikan Jean, ternyata diriku sendiri nggak jauh lebih parah dari jean.. ya, ternyata aku juga belepotan Lumpur… kaca mata hamipr tertutup dengan Lumpur dan rambut…ya rambutku juga ngga kalah acakadutnya dengan si jean…owh, ternyata ini kenapa tadi tirta makein topi ke aku..dia masih mau melindungi rambutku…anggota tubuhku yang paling tirta sukai.
Tirta datang padaku yang sedang sedikit membersihkan belepotan Lumpur diwajahku… dengan membawa 2 buah kelapa muda..dia tersenyum bahagia melihat penampilanku.
“hehehehe…ini baru namanya sempurna…”
Dia meledekku dengan penuh suka cita…
Lalu kita minum kelapa muda dipinggir sungai sambil melihat mobil-mobil lain yang terjun ke sungai…
Sungguh ramai hari itu… aku dikenalkan pada teman-teman club nya…
Kami berbincang dan bercanda sambil membahas perjalanan yang kami lakukan tadi… sorepun tiba… tirta bilang akan memberiku hadiah.. kukira perjalanan ini adalah hadiahnya..ternyata tidak..masih ada lagi hadiah darinya.
Dia mengajakku berjalan menyusuri sungai…dan tak berapa lama dia menarik tanganku dan berlari kecil dipinggir sungai.. kemudian dia menunjukkanku keistimewaan yang sangat jarang ditemui..terlebih aku..aku baru melihat peristiwa ini…
Ya, sunset… itu sudah biasa kita lihat..apalagi sunset di pantai bali… tapi kali ini, matahari yang tenggelam di tengah-tengah bukit hingga membuat pancaran sinarnya sepeti gambar setengah hati…. My gooood, sungguh indah cahaya sore ini… dengan nafas terengah-engah kami berdua masih berpegangan tanagn sambil menikmati tenggelamnya matahari dari bukit sebrang….
Makasih ya ta, hari ini kamu memberi hadiah yang belum pernah aku terima…
Tirta terlihat senang melihatku bahagia.
Kemudian kami beserta rombongan bergegas untuk pulang….
Diperjalanan aku tak henti-hentinya membicarakan pengalaman kami tadi… sampai mungkin aku kelelahan, dan lagi-lagi penyakitku kambuh…
Ya, pengalamanku dengan mas doni dulu terulang bersama tirta… lagi-lagi aku tertidur dalam mobil…
Mungkin karena seharian ini aku sangat kelelahan..dan dengan perasaan bahagia, aku tidur di pangkuan jane dengan baju yang masih belepotan…
Pagi hari aku terbangun…. Aku kaget… aku tidak bagun di atas bantal pororoku… selimut ini… kasur ini…ini juga bukan selimutku… dan atap ini… ini bukan atap kamarku…
Haaaaah? Aku dimana???????
Ini bukan rumahku ?? baju ini ?? ini kaos siapa ???
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!!
Aku melihat foto jane terpampang besar dihadapnku, dan ini pasti kamar tirta !!!
Nggak mungkin, nggak mungkin tirta melakukan semua ini !!!!!
Aku berteriak histeris menyadari pakaianku sudah dilucuti dan aku memakai pakaian tirta…
Tirta masuk ke kamar mendengar jeritanku, dan aku melemprinya dengan apapun yang ada didekatku waktu itu..tirta segera datang ke arahku dan mencoba meraih kedua tanganku,.,,aku semakin berteriak kencang dan menangis meronta-ronta…
“tega kamu ta…tega kamu !!!!!!”
Tirta memelukku dengan erat…eraaaat sekali hingga seluruh tulangku terasa sakit…. Aku lemas…. Aku lemas dipelukan tirta… tirta masih memelukku erat.. tapi perlahan dia mulai melepaskan pelukanku..
Aku masih menangisi keadaanku… kemudian perlahan tirta menjelaskan padaku, “maaf cha..semalem terpaksa aku bawa kamu kesini… aku udah anter kamu kerumah, tapi kamu tidur..aku bangunin, sampe aku cubit pipi kamu, aku teriak-teriak ditelinga kamu tapi kamu nggak bangun juga… awalnya aku mau gendong kamu, tapi aku cari-cari kunci rumahmu nggak ketemu juga.
Aku cari di tas, di saku celana, di dompet, nggak ada… semalem kita sampe rumah hampir lebih dari jam 11 aku ada didepan rumah kamu sambil mikir gimana caranya masukin kamu dirumah sampe jam setengah 1…aku juga manusia cha, aku capek… kamu tidurnya kayak orang mati..bener-bener ngga bisa diganggu gugat. Makanya aku putusin buat bawa kamu pulang ke rumah.
Waktu aku gendong kamu, badanmu udah menggigil.. kemarin kita kan ngga bawa baju ganti, badanmu penuh Lumpur bajumu juga basah. Aku nekat aja gantiin kamu pakaian dan bersihin sedikit Lumpur dibadanmu. Tapi bagian-bagian pentingmu aku nggak pegang kok cha. Suer, aku berani sumpah !!! aku nekat gantiin kamu baju karena aku takut nanti kamu malah sakit. Semalem badanmu dah pucet banget. Aku cuma mikir itu…beneran deh cha.”
Aku maasih menangis sesenggukan sambil menutupi tubuhku… bahkan kekasihku pun belum pernah melihat dalamnya tubuhku, tapi tirta…kenapa dia bisa melihat semuanya…
Tapi benar juga, kunci rumah aku taruh dibawah pot bunga, takut suatu saat mama pulang dan aku nggak dirumah, malah mama ngga bisa masuk rumah.. dan lagi, benar memang sampe sekarangpun badanku masih demam..dan aku harusnya berterima kasih sama tirta, karna kalo nggak, mungkin pagi ini demamku akan lebih parah lagi…
Aku sedikit mengurangi volume tangisanku..dan tirta mulai melepaskan tangannya dari tubuhku…
“Maafin aku ya cha..plis maaf banget…”
“iya ngga papa ta… aku yang harusnya minta maaf sama kamu.. makasih ya udah nolongin aku…”
“iyaa…dah kamu tidur aja, badanmu masih lemes gitu. Sory ya kemarin ngajak mainnya terlalu lama, kamu jadi sakit”
“ngga papa ta..aku seneng kok…”
Lalu tirta membaringkanku lagi di tempat tidurnya… dan dia keluar untuk membuatkanku minuman hangat.
Dalam kamar sambil dibalut selimut hangat yang bau khas parfumnya tirta, aku memandangi sudut kamarnya.
Untuk ukuran cowok, kamar tirta tergolong rapi… banyak miniature-miniatur mobil jeep, dan ada juga foto-foto jean… lalu kulihat di samping laptopnya ada foto kecil yang dia pasang dengan bingkai warna hitam… setelah kuperhatikan dari jauh, ternyata itu foto aku,tirta dan adam waktu dulu kami berlibur di rumah kakaknya tirta…hehehe..tirta memasang foto itu di kamarnya…
Tak lama kemudian tirta datang membawakanku segelas susu putih hangat…
“minum dulu cha…”
Aku bangun dan meminum susu itu…
“makasih ya ta…”
“sekali lagi aku minta maaf ya cha… gara-gara aku kamu jadi sakit dan kaget..aku nyesel banget udah ngga nyuruh kamu bawa baju ganti,kalo bawa baju kan kamu nggak mungkin sakit gini…”
“iya..nggak papa tirta…”
“dah, kamu sekarang istirahat dulu…. Aku cariin sarapan buat kamu ya. Kamu pengen makan apa?”
“engga, ngga usah..aku nggak papa kok..anterin pulang aja ya..”
“ENGGA! (tirta menjawab dengan tegas). Kamu ngga boleh pulang sebelum aku yakin kamu sehat..di rumah juga kan kamu sendirian, aku nggak bisa jagain kamu!”
Sambil mengambil gelas susuku dan merebahkanku kembali, “Dah, sekarang kamu tidur lagi, aku pergi cari bubur ayam dulu.”
Badanku masih sangat lemas…. Aku akhirnya terbaring lagi di balik selimut tirta sambil merasakan kepalaku yang kian berbintang-bintang…
Aku pun memeluk gulingnya, dan memejamkan mataku kembali.
Tirta menutup gorden kamarnya, dan dia keluar mencarikanku sarapan…
Aku kembali tertidur di ranjang tirta….
Ya aku baru sadar benar kalo badanku memang sangat deman, kepalaku pusing dan tubuhku serasa memar-memar….
Entah sekarang jam berapa, tirta membangunkanku dari tidur…
“ichaa….ichaaa…. makan dulu cha…”
Aku bangun dan badanku terasa makin lemas dari sebelumnya…
Tirta membantuku bangun dan kemudian dia menyuapiku…
Sesuap demi sesuap…dia menyuapiku dengan bubur ayam yang terasa hangat di tenggorokan…
Habis setengah mangkuk, perutku rasanya sudah tak bisa menerima lagi…pundakku juga lelah ingin berbaring kembali…
Akhirnya tirta mengambilkanku minum, lalu memberiku obat dan vitamin….
Setelah itu aku tidur kembali… dan tirta meninggalkanku sendiri dikamar…
Entah sudah berapa jam aku tertidur…
Aku bangun dengan keringat ditubuhku… iyaa, badanku sudah nggak demam lagi… aku juga sudah merasa lebih baik dari pada tadi…
Tapi kamar ini masih gelap…semua gorden dan jendela ditutup oleh tirta..
Lalu aku coba untuk keluar dari kamar….
Kulihat tirta sedang membaca diruang TV nya… melihatku keluar kamar, dia langsung menghampiriku… sambil memeluk pundakku dia mengarahkanku berjalan ke sofa nya…
“udah enakan cha ?”
“he ehm..lumayan ta…”
Tirta terlihat sangat mengkhawatirkanku…. Dia terus memegang keningku..mencari tau apakah demam masih menempel ditubuhku…
“aku dah nggak papa kok…aku udah sehat ta”
Kemudian tirta mengambilkanku minuman…ya dia sudah membuatkanku lemon tea hangat…dia tau aku paling suka minuman ini. Kemudian dia menyalakanku TV dan membiarkanku memilih sendiri tayangan apa yang ingin aku lihat…
Aku menikmati lemon tea buatan tirta…segar…manisnya gula, asam dari jeruk lemon dan sepet nya daun teh berbaur menjadi satu memberi kesegaran untuk tubuhku… tirta tersenyum dan kemudian duduk disebelahku…
Aku berikan remote padanya…
“terserah kamu aja deh pengen nonton apa..”
Lalu dia mengubah saluran TV yang tadinya berita menjadi tayangan film kartun…
“ini aja ya, biar kamu nggak stress…” hehehe
Aku masih dengan tubuh lemasku, tersenyum aja kea rah tirta…
Tirta tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku Tom N Jerry di televisi… dan aku malah tertawa melihat kelakuan tirta yang terlihat lucu banget saat tertawa…
Lalu aku sandarkan kepalaku di atas sofa…sambil terus memandangi tirta…
Sejenak aku berfikir… kok bisa ya…aku duduk disini, dirumah tirta, memakai bajunya, sambil memandanginya tertawa…
Aku jadi teringat masa-masaku dengan mas doni dulu… dulu kami juga pernah seperti ini….
Nggak terasa air mataku mengalir..ya aku merindukannya lagi…
Tiba-tiba tirta berhenti tertawa dan melihat serius ke arahku… dia seakan paham dengan hatiku… dia tak bicara apa-apa..dia hanya menarik kepalaku dan meletakkan di pundaknya…
“menangislah… habiskan disini”
Aku menangis sambil memeluk perut tirta… dia hanya terdiam, melihat dan merasakan tumpahan air mataku…
Lelah menangis…tirta sama sekali tak bertanya…kenapa? Apa yang kupikirkan dan mengapa aku menangis…? Seakan dia tau apa yang ada dalam hatiku..tapi dia tak mau membuka kembali lukaku…
Dia malah mengajakku bermain PS… ya, tirta menyodorkanku stick PS dan dia mengajariku cara bermain PS….
Lagi-lagi dia membuatku tertawa… aku lupa akan kenanganku dengan mas doni..dan aku hanyut dalam permainan PS ini…
Lama bermain PS, perutku terasa lapar..ternyata tirta juga merasakan hal yang sama..tirta mengajakku keluar untuk mencari makan..tapi..masak aku keluar pake bajunya tirta, sementara bajuku masih penuh dengan Lumpur dan belum dicuci oleh tirta.. ya, ternyata tirta nggak bisa cuci baju…hehehe..akhirnya kami memutuskan untuk membuat mie instant… tirta beli 4 mie instant dan beberapa butir telur di warung.
Kemudian kami memasaknya bersamaan… karena ngga ada nasi, aku masak ke empat mie itu secara bersamaan, dan 3 butir telur aku dadar dan goreng secara bersamaan juga…
Walhaaaaaa, akhirnya sepanci mie instant dan telur dadar ukuran besar siap untuk dihidangkan…
Karena hidup Cuma sendiri, tirta Cuma punya 2 mangkuk kecil dan 2 piring kecil… itupun masih kotor bekas bubur ayamku tadi pagi… duh, dasar si tirta !!!!
Akhirnya kami putuskan untuk memakan mie rebus tersebut bersamaan didalam panci..dan 1 piring untuk tempat telur dadar.. hahaha…
Kami berebut mie dalam panci..sungguh, bakalan lucu kalo kelakuan kita berdua direkam waktu itu… kayak orang nggak makan sebulan aja..berebut mie nya rakus banget..wkwkwkwkwk….
Nggak sampe setengah jam 4 mie dan sepiring telor dadar habis kita lahap berdua… dan lemon tea hangat menjadi penutup yang istimewa.
Selesai makan, tirta meneruskan main PS lawan komputernya…dan aku berjalan-jalan mengililingi rumah kontrakan tirta…
Ya, rumahnya kecil, dari pintu masuk ngga ada ruang tamu..hanya ada teras kecil dengan 2 kursi tamu, dan ketika masuk ada lorong kecil kemudian langsung keruang nonton tv. Dengan 1 tv, 1 lemari kecil, I meja pendek dan 1 set sofa…
Lalu kamar mandi, 2 kamar dan dapur kecil…benar-benar minimalis..tapi semua tertata dengan sangat rapi.
Aku lihat banyak buku-buku tebal di meja dan lemari tirta…ternyata dia hoby membaca… dan dia senang dengan cerita-cerita sejarah, filosofi, phsycology dan tak lupa, semua yang berbau jeep…
Tak satupun kulihat album foto di rumah tirta…iya..nampaknya dia tak terlalu suka dengan foto..tapi kenapa dikamar dia mau pasang fotoku dan adam ? hehehe….
Aku mencoba untuk merapikan sedikit rumah tirta..aku merapikan ranjangnya yang dari tadi malam sudah menghangatkanku…aku rapikan buku-buku yang berserakan dimejanya, dan kemudian aku rapikan dapurnya…
Dia melarangku untuk mencuci piring, tapi aku tetap melakukannya…
Ngga kerasa waktu sudah menunjukkan pukul 19.00…
Aku meminta tirta untuk mengantarkanku pulang…
Tirta kemudian menyuruhku untuk mandi dulu setelah itu baru mengantarku pulang… setelah mandi aku diberi celana pendek nya yang paling kecil dan kaos oblongnya yang masih saja terlalu besar untukku.
Bajuku dia masukkan ke mesin cuci..dan dia bilang, besok kalo udah bersih baru mau diantarkan kerumahku.
Akhirnya dia mengantarku pulang….
Bersambung…
eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. Selengkapnya...
eBook "Berdamai Dengan Bipolar"
Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. Selengkapnya...
Buku "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"
Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. Selengkapnya...
Situs Favorit
- Bipolar.com
- Bipolarfocus.com
- Blog Narsad
- BuzzCity.com
- cosaaranda.com
- Curhatkita Mobile
- e-Psikologi.com
- kolom-tutorial.blogspot.com
- Narsad.org
- ndorokakung.com
- Nova Riyanti Yusup
- o-om.com
- Perhimpunan Jiwa Sehat
- Psikologi.net
- Psikosomatik-Omni
- www.andriewongso.com
- www.dahsyat.com
- www.harunyahya.com
- www.sarlito.net.ms
- www.sivalintar.com









