BUKU: 2 KUTUB

Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal gangguan bipolar, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah buku “2 KUTUB: Perjalanan Menantang Di Antara Dua Kutub”.

Info Buku >> KLIK DISINI
Tampilkan postingan dengan label forum curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label forum curhat. Tampilkan semua postingan

5 Saran Simpel Untuk Cowok yang Sedang Mencari Cewek Idaman

Oleh Tarjum

Tulisan ini merupakan jawaban atas curhat (di Forum Curhat) seorang cowok jomblo yang mengaku tak kunjung berhasil mendekati cewek idamannya. Silakan simak dulu curhatnya :

Friend, aku mau cerita nih. Aku mahasiswa yang udah jalani smester 6 di universitas negeri. Selama menjalani pendidikan aku selalu dikatain temen-temenku jomblo yg kadaluarsa. Aku sih pertamanya asik-asik aja. Tapi kok lama-kelamaan aku jadi iri sama temen yang jalan sama pacarnya, atau lihat orang gandengan sama pasangannya, kok kayaknya bahagia amat ya!

Sebetulnya aku udah berusaha nyari pacar, tapi tiap aku deketin cewek yang aku taksir, pasti mereka kayak menjauh selangkah demi selangkah sama aku. Entah aku yang kejelekan atau apalah alasannya?

Ada yang punya saran ga langkah apa yang harus aku ambil?


Tulisan berikut merupakan jawaban spontan saya untuk sang cowok jomblo. Namun jawaban ini sudah saya edit dan saya lengkapi. Jadilah “5 Saran Simpel Untuk Cowok yang Sedang Mencari Cewek Idaman”.

Berikut saran saya :

Emang Cowok seumur anda harusnya udah punya pasangan, apalagi di lingkungan kampus. Pantes aja klo anda ngiri sama teman-teman yang udah punya pacar..he..he…

Jangan terlalu khawatir sobat, nyantai aja. Yang penting anda harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapetin pasangan.

Berikut langkah-langkah yang harus anda ambil untuk mendekati dan menggaet cewek idaman anda.

1. Kenali Diri

Harus cari tahu dulu, kenapa si cewek suka menjauh kalau anda deketin. Bisa karena penampilan fisik atau sikap anda yang kurang simpatik. Anda yang lebih tahu. Instropeksi diri, apa kekurangan anda, lalu coba perbaiki. Kenali juga kelebihan anda, lalu kembangkan agar menjadi keunggulan diri anda.

Misalnya jika selama ini anda tampil urakan dengan celana jeans dan T-Sirt dekil, cobalah tampil lebih bersih dan rapi. Ada juga sih, cewek yang suka sama cowok urakan. Tapi kebanyakan cewek suka sama cowok yang tampil bersih dan rapi. Ya, nggak harus rapi-rapi amat kayak pegawai kantoran. Natural aja.

2. Jadilah Diri Sendiri

Gak usah jadi orang lain atau niru gaya orang lain untuk menarik hati cewek. Jadilah diri sendiri! Penampilan fisik bukan segalanya. Gali potensi dan kelebihan yang anda miliki.

Umpamanya, anda hobi basket, tekuni hoby itu sampai anda menjadi jago basket di lingkungan kampus. Penampilan fisik pebasket yang berotot dan kepiawaian memainkan bola akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para cewek. Akan banyak cewek yang menyukai anda.

3. Cari Tahu Apa yang Disukai Cewek dari Cowok

Penting untuk mencari tahu apa sebenarnya yang disukai dan diinginkan cewek dari cowok. Ini bukan melulu soal penampilan fisik atau materi, tapi lebih pada sikap dan kepribadian yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para cewek.

Mencari pasangan ibarat “menjual diri”. Anda harus tahu apa yang dinginkan “calon pembeli”, jangan sampai salah sasaran. Lebih bagus kalau anda bisa menyentuh emosi “calon pembeli”, yang akan membuat dia mengejar anda.

Informasi tentang apa sih yang disukai cewek dari cowok, bisa anda dapatkan dari buku-buku, majalah, surat kabar atau dari informasi yang melimpah di dunia maya. Salah satu contohnya bisa anda baca di sini dan di sini.

4. Perluas Wawasan

Cewek juga suka sama cowok yang cerdas dan punya wawasan yang luas. Jadi klo ngobrol sama cewek, nyambung dan gak kehabisan bahan obrolan.

Anda juga bisa bantu klo si cewek butuh informasi tertentu. Masak sih klo si cewek nanya, jawabnya, “Gak tahu ya! Gak tahu tuh!” Gak nyambungkan ngobrolnya. Mungkin si cewek akan mikir begini, “Nih cowok bloon amat sih!”

5. Jadilah Cowok Pantang Menyerah

Jangan menyerah klo blom ada cewek yang bisa anda deketin. Satu, dua, tiga, sepuluh atau dua puluh cewek menolak, masih ada cewek lain yang bisa anda deketin.

Cewek juga suka cowok yang gigih dan pantang menyerah. Cewek itu menunggu anda mengejar dia. Jadi jangan dulu menyerah klo dia seperti menghindar. Kejar dia kalau emang itu cewek idaman anda.

Jangan sampai si cewek bilang, “Baru dapet tantangan segitu aja udah nyerah! Dasar cowok cemen!”

Bagi para cowok yang sedang mencari pasangan, teruslah berusaha dan jangan menyerah! Jangan lupa berdo’a. Semoga anda berhasil mendapatkan cewek idaman.

Jika menurut anda posting ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.

Tentang Tarjum
Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.


Lanjutkan...

" The Greatest Pain in Life "

Rasa Sakit Paling Hebat Dalam Hidup

Amy (nama samaran), curhat terbuka di Forum Curhat beberapa hari yang lalu (Kamis, 21/10/2010). Dia curhat tentang derita psikologis yang dialaminya sejak kecil sampai sekarang. Dia merasa kondisi psikologisnya semakin hari semakin memburuk dan itu membuatnya sangat menderita. Berikut curhatnya.




Rasa Sakit Paling Hebat Dalam Hidup

Oleh Amy

Ini adalah kata yang sangat "dalam", bagi orang yang pernah mengalaminya. Rasa sakit yang tidak terlihat adalah rasa sakit yang paling menyakitkan. Disaat orang lain tidak mengerti dan merasakan apa yang kurasakan, aku merasa sendiri, kesepian, "terjebak" dalam penderitaan ini.

Aku menantikan sebuah "kebebasan", bebas dari penderitaan ini, bebas dari rasa sakit ini. Aku hanya menginginkan "kebahagiaan" dalam hidup ini. Aku ingin hidup ini menjadi lebih bermakna. Aku tidak ingin merasakan penderitaan ini lagi. I want to be free from this pain.

Sejak kecil, aku telah menderita karena suatu penyakit psikologis. Aku sering berimajinasi negative, membuat diriku menjadi paranoid. Aku sering diejek, dan aku cuma bisa menangis. Aku selalu merasa diriku ini lemah, tidak berguna, penyendiri.

Semakin dewasa, penyakit ini tidak hilang malah semakin parah. Segala sesuatu yang kulakukan selalu tidak pernah benar. Orang lain dapat melakukan sesuatu, sedangkan aku tidak. Orang lain bisa, sedangkan aku tidak, walapun telah kucoba berkali-kali.

Aku merasa tidak dapat berpikir dengan baik, yang ada hanya keyakinan negatif. Logika yang seharusnya ada dalam setiap manusia, seakan tidak berfungsi. Alam bawah sadar negatif menguasai penuh diriku. Aku selalu melakukan sesuatu yang tidak sesuai keinginanku dan hanya rasa menyesal yang ada. Aku sendiri tidak ingin itu terjadi.

Aku selalu dihantui bayangan negatif, rasa paranoid yang sangat. Ini membuatku sangat menderita. Padahal hal itu belum tentu terjadi. Tetapi dipikiranku hal itu seakan nyata benar-benar terjadi. Aku berhalusinasi. aku orang yang sensitive, tidak percaya diri, dan suka berlebihan. Aku selalu menyimpulkan sesuatu dengan mengabaikan fakta dan ketetapan yang berlaku. Membuatku sering berbeda paham dengan orang lain. Aku yang salah.

Hatiku ini menginginkan hal yang sama seperti teman-teman yang lain. punya teman banyak, bergaul, canda tawa, kegembiraan, kebersamaan. Tapi aku tidak dapat merasakannya, itu hal yang sangat sulit untukku.

Cinta telah meninggalkanku, satu-satunya kekuatan yang membuatku bertahan. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku membutuhkan semangat, keyakinan, nasihat, teman, rasa kebersamaan.

Tolong aku...
Bukan kehidupan seperti ini yang aku inginkan.
Will be... this my fate...?

Anda mau memberi dukungan atau masukan untuk Amy? Silakan tuliskan saran anda di kolom komentar di bawah posting ini atau tuliskan langsung di Forum Curhat. Dukungan dan masukan anda akan sangat berarti baginya.


Lanjutkan...

Stres Karena Pacar Ditentang Orang Tua

Dikutif dari Forum Curhat

cintaku-ditentang-ortuSeorang gadis curhat terbuka di Forum Curhat bebeberapa waktu yang lalu tentang hubungannya dengan seorang pria yang ditentang keluarga besarnya. Saya kutif dan posting kembali curhat ini di blog Curhatkita, karena menurut saya banyak remaja yang mengalami masalah seperti ini. Dan diantara mereka ada yang memilih jalan keluar dengan cara mereka sendiri yang pada akhirnya berdampak negatif secara fisik, psikis dan sosial terhadap diri mereka sendiri, keluarga dan lingkungannya.

Semoga posting ini bisa menjadi cermin dan bahan renungan bagi para orang tua, agar lebih bijak dalam memahami masalah yang dihadapi anak-anak remajanya. Berusaha memahami masalah mereka dari sudut pandang mereka dan tidak menilai segala hal hanya dari segi materi semata. Silakan simak curhatnya.

Saya seorang mahasiswi,19 tahun. Saya mempunyai masalah dengan pacar yang tidak disetujui orang tua! Sampai sekarang, kami sudah menjalani hubungan selama 1,5 tahun dan sempat menjalani hubungan backstreet selama hampir 1 tahun.

Pacar saya (19 tahun) dilahirkan di keluarga yang sederhana, ayahnya sudah cukup berumur, dan sejak SMP dia hidup mandiri dan sangat malu apabila harus banyak minta kepada ayahnya. Ibunya sudah meninggal sejak dia SMP dan sampai sekarang ayahnya tidak menikah lagi. Rumahnya di komplek yang tidak jauh dari rumah saya.

Sebagian keluarga besar saya sangat menentang pacar saya karena mereka menganggap pacar saya sangat tidak sebanding. mungkin karena pacar saya tidak kuliah. Tetapi sekarang dia masuk ke salah satu perguruan tinggi dengan biaya sendiri. Banyak yang menjelek-jelekan pacar saya kepada keluarga besar saya, mungkin karena pacar saya orang yang sangat cuek masalah penampilan dan keluarganya sangat sederhana. Tetapi sebisa mungkin pacar saya berpakaian rapi dan sopan apabila datang ke rumah saya.

Keluarga besar saya, terutama Uwa (Paman/Pak Le) saya yang notabene "mantan org kaya" yang lumayan cukup terpandang, merasa pacar saya adalah sampah yang merusak nama baik mereka. Pikiran mereka terbatas hanya pada pacar anak-anaknya yang mempunyai masa depan tanpa mau tahu perjuangannya. Padahal tidak sedikit yang membicrakan keluarga saya di belakang yang memang "agak sedikit memilih-milih".

Seringkali pacar saya sangat sakit hati karena perkataan keluarga saya yang disebarkan ke tetangga-tetangga tapi, pacar saya sabar karena menghargai saya dan keluarga. Saya sempat mengalamai gejala stress dan berat badan turun 10 kg. Selain stress gara-gara masalah ini, saya juga sedang mengikuti ospek pada waktu itu.

Papa saya juga berasal dari keluarga sederhana. Pada awalnya papa saya juga ditentang habis-habisan, tetapi sekarang termasuk mantu yg cukup sukses. Bukannya berkaca pada masa lalunya, papa saya yang pada awalnya diam saja, tetapi sekarang menyuruh saya cepat putus dan mama saya mengiyakan dan menyuruh saya mencari pacar di tempat kuliah.

pernah pada bulan puasa kemarin, saya pulang jam 8 malam, saya dimarahin sama mama, tetapi kakak laki-laki saya "ngapel" ke rumah pacarnya dari rumah jam 9 malam dan pulang jam 12 malam, nggak pernah dimarahin.
Apa-apa yang kita lakuin selalu salah dan dihina-hina. Sekarang saya mulai stress lagi, padahal sekarang pacar saya sudah berkuliah dan mempunyai pekerjaan sampingan. Jujur aja, kita udah saling sayang banget! Pacar saya sangat menghargai saya dan dia orang yang bertanggung jawab dan berkemauan keras.

Apa yang harus saya lakukan agar keluarga saya gak banyak bicara dan menyetujui hubungan kami?
Agar saya tidak stress lagi?
Saya orang yang sangat sensitif, apalagi kalau dikritik!!
Tolong saya yah!?

Saran saya (Admin):

Saya setuju dengan pilihan kamu. Kamu memilih pria yang mandiri dan punya keinginan kuat untuk maju. Saya yakin suatau saat nanti ia akan menjadi orang yang sukses. Saya juga yakin dia akan menjadi suami yang baik dan setia, alasannya? Darah ayah yang mengalir di tubuhnya adalah ayah yang setia pada istrinya, sampai-sampai ia tak menikah lagi sejak istrinya meninggal. Dua hal ini sebenarnya bisa menjadi alasan yang cukup bagi orang tuamu untuk menerima pacar kamu di keluarganya. Belum menjadi jaminan anak orang kaya, anak pejabat atau anak orang terhormat akan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab.

Masalahnya sekarang, bisa gak kamu meyakinkan orang tua kamu tentang apa yang kamu yakini dari pacar kamu saat ini. Kamu harus mencari cara untuk meyakinkan orang tua kamu, tentu saja dengan cara-cara yang santun dan elegan, bukan dengan cara-cara yang negatif dan emosional. Kamu harus tetap berpikir jernih menghadapi situasi ini.

Buktikan bahwa pacar kamu memang pria yang bertanggung jawab, mandiri dan punya keinginan kuat untuk maju. Pacar kamu harus bisa menunjukan kepribadian dan kemampuanya kepada keluarga besar kamu. Lebih bagus kalau pacar kamu punya pekerjaan dengan potensi karier dan masa depan yang bagus.

Jangan abaikan,penampilan juga penting. Penampilan pacar kamu harus benar-benar meyakinan di hadapan keluarga besar kamu. Dengan sikap dan penampilan yang meyakinkan ditambah pekerjaan dengan karier yang bagus, mungkin semua itu bisa meyakinkan dan meluluhkan orang tua kamu untuk bisa menerima pacar kamu sebagai bagian dari keluarga besar kamu.

Ada dua kemungkinan akhir dari kasus ini, kamu yang menyerah atau oarng tua kamu yang menyerah. Saya berharap orang tua kamu yang menyerah dan kamu yang menang dengan elagan. Jangan lupa berdo’a, memohon kepada-Nya agar membukakan pintu hati dan meluluhkan kekerasan hati orang tua kamu. Semoga berhasil!


Lanjutkan...

Menulis Komentar dapat Hadiah! Mau?

Oleh : Tarjum

Menulis Komentar dapat Hadiah! Mau?
Jika ya, silakan daftar menjadi anggota Forum Curhat, jangan khawatir tak dipungut biaya alias gratis! Jika sudah menjadi anggota, silakan tuliskan komentar terbaik anda di Forum Curhat pada topik “Cinta Sejenis”.

Selanjutnya akan dipilih 3 komentator dengan komentar terbaik yang akan mendapatkan hadiah berupa e-book “Membumi” seharga Rp. 100.000,- dari blog Curhatkita. Tiga komentar terbaik juga akan ditampilkan di blog Curhatkita.

Ide ini mucul setelah saya menerima beberapa curhat via email, sms dan forum curhat dengan topik yang cukup sensitif yaitu “Cinta Sejenis”. Beberapa yang curhat ingin merubah diri sedangkan yang lainnya ingin tetap menjalaninya.

Saya sendiri merasa belum bisa memberi solusi yang memadai untuk masalah yang cukup pelik dan sensitif ini. Karena itu saya mengundang anda sekalian untuk memberi masukan dan saran bagaimana solusi terbaik menangani dilema cinta sejenis ini. Mungkin diantara anda ada yang pernah mengalami masalah seperti ini atau pernah membantu seseorang mengatasi masalah ini dan tahu solusinya.

Langsung saja ya, segera daftar di Forum Curhat dan tulis komentar anda!


Lanjutkan...

Forum Curhat : “Hancur Sudah Harapanku”

Seorang gadis curhat di Forum CurhatForum untuk sharing problem-problem pribadi keluarga dan relasi pertemanan. Dia merasa sangat sedih dan ‘sakit’ dengan kondisi keluarganya saat ini. Kedua orang tuanya berpisah dan sering bertengkar. Orang tua kekasihnya juga meminta dia memutuskan hubungan karena kondisi keluarganya tersebut. Berikut curhatnya :


Saya sangat letih dengan semua keadaan hidup ini, letih untuk menerima kenyatan hidup yg menyakitkan ini. Saya mermiliki keluarga yg tidak harmonis sejak sekitar 7 tahun sebelum saya dilahirkan. Kedua orangtua saya selalu bertengkar dan saling menjelek-jelekan.Sampai usia saya 21 tahun (saat ini). Jika bertengkar mereka berteriak-terriak dengan kata-kata yg kasar sekali. Saya sangat malu dan merasa sangat sakit. Saya anak bungsu dari 4 bersaudara, tapi kami begitu jauh, semua sibuk dengan diri masing-masing. Empat bulan yang lalu kedua org tua saya berpisah, saya ikhlas jika itu yg terbaik. Tapi yg menyakitkan kedua orang tua saya tetap bertengkar. Mama sekarang dirumah kakak saya yg ketiga (perempuan). Kakak saya yg kedua (lak-laki) telah diusir papa dari rumah saat berpisah dengan mama dan papa tinggal sendiri sekarang. Saya sendiri di luar kota merantau.

kadang papa ke tempat mama hanya untuk bertengkar. Pernah sampai mereka kejar-kejaran di jalan raya di depan rumah kakak saya sambil berteriak-teriak, bertengkar dan menjelek-jelekan, alangkah malu dan sedihnya saya. Sekarang papa tiap hari datang ke rumah orang-orang untuk menjelekkan mama dan kami anak-anaknya. Saya sangat malu dengan kelakuan papa. Tapi saya masih berusaha kuat dan menerima kenyataan, sampai saya dihubungi keluarga pasangan saya, mereka meminta kami berpisah karena tidak dapat menerima keadaan keluarga saya. Hidup saya seakan hancur dan musnah semua harapan saya. Saya sangat menyayagi pasangan saya begitu juga sebaliknya. Keluarganya bilang saya harus terima kenyataan bahwa tiap orang pasti akan bertanya saya anak siapa, sebaiknya saya melupakan pasangan saya. Semudah itukah? Kadang saya merasa dimana perasaan mereka?.

Sakit sekali rasanya saat saya tahu saya org yg tidak dapat diterima karena kesalahan yg tidak saya lakukan, mengapa semua menyalahkan saya? saya tidak bisa memilih harus dilahirkan dimana dan saya tidak pernah meminta kepada kedua orang tua saya untuk melakukan semua ini. Saya juga sakit atas apa yg mereka lakukan. Seakan hidup ini begitu tidak adil, tapi saya sendiri sulit untuk menerima keadaan hidup saya apa lagi org lain. Apa guna saya hidup? Apa orang seperti saya tidak bisa hidup normal seperti orang lain dan tidak bisa diterima? Sekarang kami tetap bersama (sembunyi-sembunyi). Saya sangat menyayanginya tapi begitu sedih dan sakit rasanya harus berjalan seperti ini, dengan keadaan dan masa depan yg menggantung.

Pasangan saya sangat dekat dengan keluarga, serta mereka adalah keluarga yg harmonis. Dia bilang tidak akan meninggalkan saya tapi juga tidak akan meninggalkan keluarga, maka ia ingin sampai hubungan kami bisa diterima. Tapi kapan dan apa mungkin? saya mengerti kedua org tuanya yg telah membesarkannya dan saya tidak meminta untuk meninggalkannya, tapi saya ingin hidup normal, punya hak yg sama seperti manusia lainnya, punya pasangan dan keluarga yg saya bangun.

Hidup saya begitu hampa. Apa artinya jika apapun yg saya lakukan semua orang tetap menilai saya dari keluarga......
Teman-teman semua saat ini saya sangat sakit dan sedih. Aapa yg harus saya lakukan?

Jika anda berkenan memberi saran, masukan atau sekedar dukungan moril, silakan masuk ke Forum Curhat atau tuliskan komentar anda di bawah posting ini.


Lanjutkan...

Masalah Ortuku, Masalahku juga…

Lily (nama samaran), seorang anak dari sebuah keluarga, pada tanggal 3 September 2009, curhat di Forum Curhat tentang kesedihannya yang mendalam menyaksikan perselisihan kedua orang tuanya.
Berikut kutipan curhatnya.


Aku nggak tau harus mulai cerita dari mana..yang aku tau sekarang ini aku nggak mungkin pulang kerumah lagi, sedih banget ngelihat keadaan ortuku sekarang udah 4 tahun ini keluargaku berantakan, sama sekali nggak ada keharmonisan yang ada cuma rasa saling menyakiti. saling menunjukkan kejelekan dan kesalahan masing2 khususnya mama papaku.

mereka saling menuduh, mempertontonkan aib masing2 kepada anak dan saudara mereka. mungkin udah nggak ada lagi kecocokan di antara mama papa. tapi..apa begini cara mereka menunjukan itu?mereka bukan anak kecil lagi yang hidupnya harus di kasih arahan yang benar.

kadang aku bepikir,kenapa mereka nggak urus aja perceraian, saling memaafkan kesalahan masing2 dan semua kembali seperti awal mereka bertemu, tidak ada dendam apalagi saling menyakiti...

kalo di tanya siapa yang salah..jujur..aku sebagai anak, aku harus bisa melihat hal itu dari segala sudut pandang. aku nggak boleh memposisikan perasaan atau pilih kasih. jelas dalam masalah ini aku sangat di tuntut untuk sangat adil dan berjiwa besar, tentunya sulit sekali untuk bisa memahami perasan salah satu di antara mereka. satu yang pasti.."mereka sama2 nggak mau di salahkan dan merasa benar"

papa adalah seorang yang penyayang dan rendah hati, dia sangat perasa dan mudah iba sampai2 nggak bisa bedain mana yang berniat jelek atau tulus. mama adalah seorang wanita yang bijaksana, kuat, bisa di andalkan dan aku selalu merindukan kasih sayangnya yang dulu, sekarang aku kehilangan mereka berdua mereka berubah jadi orang asing, sama sekali bukan ortu yang aku kenal lagi..

papa nikah lagi tanpa menceraikan mama, dan mama selalu berusaha membuat papa merasa menyesal dengan tindakannya. mereka berdua asyik sekali beradu kesalahan, saling menjatuhkan seperti musuh bebuyutan..padahal dulu mereka pernah begitu saling mencintai

aku udah capek ama sikap dan pemikiran mereka..udah 4 tahun ini semua berlanjut dan aku nggak tau sampai kapan lagi akan terus begini…kenapa mereka nggak ada capek2nya saling menyakiti...coba lihat aku, anaknya yang sudah sangat sangat tersakiti oleh sikap dan pemikiran mereka selama ini. jika aku jadi mereka, aku akan berebut meminta maaf dan memulai kehidupan baru, iika memang tidak ada lagi kecocokan lebih baik saling memaafkan dan saling menyadari kesalahannya

aku...bisa apa aku?

hanya bisa menangis melihat orang yang aku sayangi saling menyakiti...entah sampai kapan ini berakhir...

Jika anda mau membaca beberapa komentar atau mau memberinya dukungan semangat, saran atau masukan, silakan masuk ke Forum Curhat atau tulis komentar di posting ini.

Kutipan Forum Curhat yang lain, silakan baca di sini.



Lanjutkan...

Rasa Bersalah dan Rasa Takut yang tidak Jelas

Seorang Ayah (29 th) Curhat di Forum Curhat tentang rasa bersalah dan rasa takutnya yang tak jelas, pada tanggal 1 September 2009.
Berikut kutipan curhatnya.


Saya seorang Ayah yang berusia 29 Tahun, saya mengalami penyakit kejiwaan yang cukup serius, saya senang dengan adanya forum ini karena saya bisa berbagi.

Penyakit saya itu adalah saya seorang yang bekerja di Bidang IT, namun beberapa bulan ini saya takut untuk bekerja IT lagi terutama untuk membajak Software (windows) karena saya takut jika saya membajak maka anak saya yang saya sayangi sakit. Hal ini sudah terjadi beberapa kali tiap kali saya mau membajak software di kantor maka anak saya selalu sakit, padahal saya bekerja di bidang yang mengharuskan saya untuk menginstall software bajakan di komputer.

Saya juga selalu ketakutan akan hal - hal yang tidak jelas, malas bekerja maunya hanya duduk dan memastikan semua keluarga saya baik-baik saja ? saya sangat trauma dengan kehilangan anggota keluarga tapi akibatnya saya justru tidak bisa bekerja lagi dan maunya mengundurkan diri dari pekerjaan. Tolong saya dibantu ya, saya saat ini minum obat dokter tapi akibatnya saya jadi malas bekerja dan maunya tidur melulu.

Semuanya mungkin bermula waktu saya kerja di lokasi di salah satu perusahaan swasta asing di Indonesia, waktu itu semua hal berjalan mulus dan lancar di hidup saya, karir bagus, meningkat, tapi waktu itu saya mencoba untuk mendua dari pacar saya dan tidak beberapa lama kemudian nenek saya sakit keras, semenjak itu saya selalu ketakutan bahwa apapun juga yang saya lakukan akan berakibat buruk terhadap keluarga saya.

Tolong saya karena keluarga saya sudah letih mendengar keluhan dan ketakutan saya, saya juga letih karena harus mengalami ketakutan akan terjadinya apa-apa dengan keluarga saya, saya sering dinasehatin untuk pasrah kepada Allah, zikir, tapi belum berhasil, saya mau olahraga tapi rasa malas pengaruh obat sangat kuat mungkin ada saudara-saudari yang bisa merubah jalan pikirian saya kembali.

Jika anda mau membaca beberapa komentar atau mau memberinya dukungan semangat, saran atau masukan, silakan masuk ke Forum Curhat atau tulis komentar di posting ini.

Kutipan Forum Curhat yang lain, silakan baca di sini.

Lanjutkan...

Saya Lelah dengan Diri saya dan hidup ini

Seorang Pemuda (26 th) Curhat di Forum Curhat pada tanggal 18 Agustus 2009.
Berikut kutipan curhatnya.


Saya lelah dengan hidup ini, saya merasa jenuh, bosan dan tidak mempunyai kendali dalam hidup saya. saya pria berumur 26 tahun dan masih menganggur, sayapun tidak lulus kuliah karena saya mengundurkan diri.
saya merasa malu dengan diri saya, karena masih berada dalam keadaan seperti ini.
saya merasa saya mengidap inferiority complex dan major depression tapi sepertinya tidak banyak yang bisa kulakukan.

hari hari saya lalui hanya didalam kamar kos, bermain game dan menonton film. saya pun enggan bersosialisasi sebab saya merasa sangat minder.
saya sulit berkonsentrasi. dan saya merasa seperti masih seorang remaja.
seandainya saya tahu cara untuk bunuh diri yang tidak menyakitkan seperti obat tidur, dan seandainya saja saya tidak takut akan kehidupan yang akan datang (saya percaya reinkarnasi), mungkin sudah seharusnya saya mengakhiri hidup saya ini.
saya merasa makhluk gagal, sampah masyarakat.

saya terus menerus berpikir kenapa saya bisa sampai keadaan terpuruk seperti ini. apa karena masa lalu saya, ataukah karena sisi diri saya.
orang tua saya bercerai ketika saya berumur 7 tahun dan saya ikut dengan ibu saya. ibu saya saat itu sangatlah temperamental dan sering memukul dan mengusir saya dari rumah. ada satu peristiwa yang saya ingat ialah saya diancam diusir lalu saya ngumpet dikolong meja, saya merasakan ketakutan yang amat sangat. dan kadang tiap kali saya mendengar jeritan tangis anak kecil yang sedang dipukul, saya teringat akan peristiwa itu.

saat -saat remaja saya pun penuh dengan cek cok dengan kedua orang tua saya, saya sering kali diusir dari rumah sehingga saya sering berpindah pindah rumah dari rumah ayah lalu ibu.
memang saat remaja, bisa dibilang saya termasuk nakal dan sering melawan guru. tapi saya rasa itu adalah bentuk pencarian diri saya sebab selama kecil saya merasa tertindas terus.

barulah saat kuliah, akhirnya saya diberikan kebebasan untuk kos. tapi itupun tidak mudah, sebab tiap awal bulan diawal kuliah saya, saya terus seperti diberi ancaman untuk bisa mencari uang membiayai kuliah dan kos, bagaimana saya bisa berkonsentrasi belajar dalam keadaan seperti ini.
mungkin salah satu kunci masalah saya ialah masalah insecurity. dan sepertinya sepanjang saya hidup, rasa ini terus menerus menekan dan memakan saya dari dalam.

mungkin tidak semua orang bisa kuat dan berdiri sendiri, dan saya kadang menyesal karena memang saya tidak mempunyai kekuatan seperti itu. saya sulit berkonsentrasi, padahal saya termasuk pintar. dan yang terlebih ialah rasa inferior/minder disertai kecemasan membuat saya sulit untuk keluar.

entahlah, saya hanya ingin sharing situasi saya saja. mungkin suatu saat saya bisa menemukan kekuatan dalam diri saya.
btw, forum ini sgt baik sekali. alangkah baiknya jika bisa muncul di google ketika kt mengetik kata kunci seperti depresi, dsb.

Jika anda mau memberinya dukungan semangat, saran atau masukan, silakan masuk ke Forum Curhat atau tulis komentar di posting ini.


Artikel terkait :

Blogging sebagai Alternatif Terapi Psikis

JURUS JITU JINAKAN STRES

Beban Mental seperti Segelas Air

36 Cara Mengurangi Stres

Menggali dan Mengembangkan Potensi Diri



Lanjutkan...

Apa itu Hidup?

Seorang gadis remaja (14 tahun) curhat di Forum Curhat. Lain dari curhat biasanya, gadis belia ini menanyakan hal-hal yang mendalam soal “hidup” dan “takdir Tuhan”. Dia merasa pemikirannya berbeda dengan remaja seusianya. Silakan simak curhat lengkapnya.

Lost Myself

once again...
i'm keen of psychology
but now hard to me to find myself
a lot of things run out in my mind

when i talk to other people, they just say : u're maturer than u look. but we can answer ur question now. bcoz it's not ur time now. there's a time 4 everything, u'll finally find what u're looking for maybe in ur adult age.

But what if i wanna it now?
What if GOD doesn't give me longer time to get my adulthood?
I try to figure it out, find the answer of some question jump in my mind frequently.
Hmm, i'm a moslem, i trully believe in GOD


but life isn't as well as i thought
And i like filsafat
but i stuck on my mind
those are some of question :


Apa itu kebenaran?
Einstein mngatakan bahwa tdk ada atupun hal yg mutlak kecuali kcptn cahaya, dan semua hal itu relatif. Relatif adlh tdk sama pda setiap individu, karena styp org mmpnyai sdt pndng sndri.
Lalu bgmn qta thu qta bnr, sdngkan mngkn bgi org lain qta slh?
Bgmn qta dpt mnyesuaikan dri dgn pmkrn org lain, tnpa trpngrh?
Jka smua pola pkr org brbda, lalu ap kbrnrn mutlak yg dpt d jadikan acuan?
bgmn qta thu siapa yg bnr, qta atw org itu?

Smpt aq brpkr mngkn ad kbnrn umum.
tpi lingkungan styp org brbda bkn? nilai2 yg d anut, pengalaman, dll.
Lalu?

Apa itu hidup?
Knp Tuhan mmbri qta hdp, mnuliskan smw hal yg akan trjadi pda qta, d sisi lain mnyiapkan neraka? mngpa tak smw org d takdirkan msk surga? benarkah qta hny'a boneka tangan Tuhan, yg skenarionya d atur sedemikian rupa? ap qta brada d panggung sandiwara kehidupan, yg sbnr'a khdpn qta tlh d tentukan olehNya? bgmn jka sjk awal qta d tkdrkan jd org jahat?
Mngpa Tuhan lakukan itu? beri kebebasan tapi menuliskan keharusan?

Dan satu lagi :
Apa aku waras?
Aq tak mnemuakn remaja seumurku yg mmpu brpkr sjwh ini.
Aq cinta bdng psikologi, ilmu esak dan filsafat. Bbrpa dri mreka mhtku aneh. Aq d pndng tdk mnynangkan, trlalu angkuh dan ngawur klo d ajak bcra.

Hdp yg kulihat mmng hnya trbts pda konteks filsafat, bgmn lg? aq tak tahu kenyataan mcm ap yg hrz'a aq kondisikan dlm my statue of mind.

Apa aq aneh? tdk wajar?
Rsa'a sprti aq khlngn jati diri, duniaku, smw'a...
Hnya karena pkrnku tdk mw brhenti bkrja, trz mnruz menelurkan brbgai mcm prtnyaan yg bgi sbagian bsr org, trlalu konyol, tdk realistik dan menakutkan.

Mngkn ckp sekian dlu. Terimakasih.


Berikut jawaban saya di Forum :

Pertanyaan anda cukup berat, saya akan coba jawab semampu saya.

Soal kebenaran. Kebenaran mutlak hanya milik tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha mendekati kebenaran tuhan. Kita seperti berada dalam lingkaran titik-titik yang berusaha mencapai titik pusat kebenaran tuhan. Patokan kebenaran kita sebagai seorang muslim tentunya Al-Qur’an dan Hadits. Kita tak bisa memponis kita benar, orang lain salah karena kebenaran yang kita miliki relatif. Kita hanya bisa berusaha melakukan sesuatu yang benar menurut patokan yang kita pegang. Juga menurut akal dan nurani kita. Karena kalau kita melakukan sesuatu hal yang salah biasanya hati nurani kita menolak. Menurut saya kita bukan menyesuaikan diri dengan pemikiran orang lain tapi berusaha memehami pemikiran orang lain dan membandingkannya dengan pemikiran kita. Dari sana kita tidak menganggap pemikiran kita yang paling benar dan bisa menghargai pemikiran orang lain.

Soal takdir tuhan, hidup, mati, surga, neraka, itu semua merupakan hasil penafsiran kandungan Al-Qur’an dan Hadits dari para ulama terdahulu dan saat ini dengan dasar pemikiran dan argumentasi masing-masing. Kebenaran mutlak hanya milik Tuhan, penafsiran manusia mungkin hanya mendekati kebenaran. Mungkin penafsiran itu ada yang keliru bahkan salah. Soal sekenario dan takdir tuhan untuk manusia itu juga hasil penafsiran. Sebagian ulama memang ada yang menafsirkan bahwa segalanya sudah ditentukan tuhan dan manusia tak punya kuasa apa-apa. Tapi sebagian yang lain menafsirkan sebaliknya, bahwa manusia punya kebebasan untuk memilih jalan hidupnya. Para ahli filsafat punya penafsiran yang lain lagi. Terserah kita mau mengikuti penafsiran yang mana yang menurut kita benar.

Anda Waras! Pemikiran-pemikiran anda luar biasa, kritis dan mendalam. Menurut saya anda memiliki kecerdasan spiritual. Anda harus mengembangkan dan mengolah kemampuan yang anda miliki. Untuk itu tentunya anda membutuhkan seorang pembimbing atau guru yang bisa mengarahkan anda mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyaan kritis anda, menemukan kebenaran. Selanjutnya anda berbagi jawaban dengan orang-orang yang mungkin mempertanyakan hal yang sama.

Tapi, untuk memastikan apakah pemikiran-pemikiran anda memang wajar dan normal, sebaiknya anda konsultasi dengan ahlinya, psikolog/psikiater. Saya bukan menganggap anda tak normal, hanya untuk memastikan saja. Soalnya saya pernah mengalami, pikiran saya dipenuhi keyakinan-keyakinan yang mirip dengan yang anda pikirkan saat ini. Itu terjadi saat saya berusia 15 tahun, waktu itu saya duduk di bangku kelas 2 SMP. Saya memikirkan tentang takdir, dosa, surga, neraka, hari kiamat bahkan saya permah mempertanyakan tentang keberadaan tuhan. Pikiran-pikiran itu sangat mengganggu aktivitas saya waktu itu. Awalnya saya menganggap semua itu normal dan wajar saja. Belakangan saya tahu, bahwa saya ternyata mengalami gangguan psikologis, gangguan bipolar namanya, disebut juga manik depresif. Pemikiran-pemikiran aneh dan tak rasional itu merupakan efek dari kondisi psikologis saya yang terganggu. Setelah kondisi psikologis saya mulai pulih, pikiran-pikiran aneh itu pun perlahan hilang dengan sendirinya.

Silakan anda baca dua artikel berikut ini :
Gangguan Bipolar dan Depresi Terselubung.

Anda juga bisa baca kisah langkap saya disini

Coba anda baca 3 buah buku berikut ini. Dari buku-buku bermutu ini mungkin anda bisa menemukan jawaban-jawaban yang lebih memuaskan dari pertanyaan-pertanyaan anda saat ini. Paling tidak anda bisa menemukan titik terang yang bisa mengantarkan anda menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan anda.

Awareness (Antony De Melo, SJ)
Sejarah Tuhan / The History of God (Karen Amstrong)
Muhammad Sang Nabi (Karen Amstrong)

Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Sekian, terima kasih.

Anda punya jawaban lain untuk pertanyaan di atas yang mungkin akan lebih memuaskan si penanya? Silakan tuliskan jawaban anda di kolom komentar atau di Forum Curhat.



Image by : majalahsekolah.wordpress.com

Lanjutkan...

Cinta yang Tak Lekang pada Sang Mantan

Curhat ini dikirim Ibu dua anak melalui Forum Curhat pada tanggal 28 Mei 2009.
Berikut kutipan curhatnya :

”.....Aku gak bisa kuasa untoek menolak pertemuan itu...
Setiap sesudah pertemuan itu.... aku pasti menangis dan
mengalami sedih berkepanjangan.. kenapa...kenapa...kenapa.....?”



Hal ini membuat aku menjadi seorang pesakitan... kenapa aku tidak bisa melupakan mantan pacarku ??? Kenapa rasa sayang & cinta itu masih sangat besar di hatiku..??? (Kejadian itu dah terjadi 11 thn yg lalu, kami putus karena berbeda keyakinan) Pengen rasanya waktu bisa berputar kembali... tapi... *gak mungkin*

Pikiran yang masih terus menggangguku sampai saat ini, "apakah aku berdosa kalau dulu pernikahan kami terjadi karena keyakinan kami berbeda ?????" Apakah ini juga suatu bentuk penyesalan saya yang paling dalam ya ? aaaccchhh.. *pertanyaan yang bodoh ya*

Aku ibu dari 2 anak yang lucu-lucu dan pintar, istri dari suami yang bertanggung jawab & sayang keluarga... Tapi koq ya bisa dikatakan aku tidak bersyukur dengan harta yang paling berharga yang dah Tuhan kasih ke aku....????

Aku masih bertemu dengan mantan ku.. walaupun itu jarang sekali (karena kami tinggal berlainan kota)... ya... ya...aku tau itu dosa besar.. Tapi aku gak bisa kuasa untoek menolak pertemuan itu...
Setiap sesudah pertemuan itu.. aku pasti menangis dan mengalami sedih berkepanjangan.. kenapa...kenapa...kenapa.....? & kata-kata itu yang terus muncul dalam benakku.. *Lord please forgive me*

Aku ingin sekali bisa berubah untuk bisa melupakan mantanku itu.. & benar-benar tulus mencintai & menyayangi suamiku yang amat sangat mencintai & menyayangi ku....

Anda ingin menyimak beberapa komentar dan tanggapan balik dari sang Ibu? Atau anda sendiri mau memberi saran, silakan gabung di Forum Curhat.



Image by : trilogy.wordpress.com/


Lanjutkan...

Minder kerena Kelebihan Berat Badan.

Curhat ini dikirim seorang gadis melalui Forum Curhat pada tanggal 25 Mei 2009.
Berikut kutipan curhatnya :


”Saya tidak tahan oleh lingkungan sekitar yang selalu merendahkan dan mengucilkan orang gendut seperti saya. Apa salahnya menerima diri saya seperti yang sekarang ini? Tapi mereka di luar sana tidak pernah mengerti....”

Saya sebenarnya tidak mau menceritakan masalah ini kepada siapapun . Tapi, tiap kali saya memilih untuk diam saja, Rasa Minder dan depresi sering mengganggu saya. Kadang untuk melampiaskan betapa stress nya saya, saya sering menangis sendirian sampai dada saya rasanya sesak dan kepala sudah mau pecah. Saya pun sudah mencoba banyak cara agar bisa mengajak seseorang atau siapapun untuk bertukar pikiran, tapi selalu saja ada sesuatu dalam diri saya yang menghalangi saya untuk mencurahkan apa yang sedang mengganggu pikiran saya. dan setelah googling, akhirnya saya menemukan situs ini, semoga saja dapat membantu saya menyelesaikan masalah saya.

Saya seorang Mahasiswa dari Kalimantan, saya anak tunggal dan bukan berasal dari keluarga yang kaya raya, namun apapun keinginan saya atau keperluan saya, selalu dipenuhi oleh kedua orang tua saya, sehingga bisa dikatakan, saya tidak merasa kekurangan apapun. Permasalahan saya sebenarnya bukan pada harta atau orangtua, tetapi pada lingkungan sekitar saya.

Saya bisa dikatakan anti sosial, bukan karena saya tidak pandai bergaul. tetapi saya benci terhadap segala macam bentuk keramaian atau interaksi sosial. Misalnya saja, ada acara atau perayaan, meskipun diundang, saya selalu tidak hadir, karena menurut saya, orang-orang pasti akan menertawakan saya. Entahlah, saya juga bingung mau menjelaskannya seperti apa, hanya saja saya benci dan sangat tidak percaya diri jika berada di dalam suatu kelompok dan kerumunan . Perasaan itu timbul sejak saya duduk di bangku SD, awalnya saya adalah seorang gadis yang riang, penuh percaya diri, supel dan selalu optimis. Tapi semenjak saya diejek oleh beberapa teman laki-laki di SD saat itu, saya cenderung malu dan tidak percaya diri.

Kebetulan saat duduk di bangku SD, saya memang sedikit lebih cepat pertumbuhan nya daripada yang lain, badan saya lebih subur dan bongsor. Hal itu awalnya bukan masalah, tapi seiring pertumbuhan saya yang semakin cepat, maka beberapa teman laki-laki saya selalu mengejek dan mengucilkan saya, bahkan mereka selalu beramai-ramai melontarkan hinaan dan ejekkannya di depan orang banyak. Semua teman saya pun semenjak saat itu selalu memandang saya dengan tatapan jijik, mengejek dan meremehkan.

Selulus nya saya dari SD, perasaan minder terus menghantui saya sampai SMP dan puncaknya SMA. Nah, saat duduk di bangku SMA, rasa percaya diri saya sedikit terobati, karena saya bersahabat dengan seorang DIVA dari SMP. dia selalu menjadi pujaan setiap teman pria di sekolah ku dari SMP bahkan SMA, aku pun tidak pernah menyangka dia mau bersahabat dengan ku. Persahabatanku dengan Si DIVA ini tadi berkembang menjadi sebuah GENG, saat itu ada 5 orang termasuk saya, dan kami menjadi GENG paling populer semasa SMA, meskipun badan saya cenderung gendut dan besar daripada yang lain, tapi kata teman-teman, wajah saya tidak jelek bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa saya cantik. Bayangkan betapa tertolongnya saya saat itu dalam menumbuhkan kepercayaan diri. Bahkan saya mulai berani sedikit menunjukkan keahlian dan bakat terpendam saya yang ternyata jika di gali tidak sedikit.

Saat hampir kelulusan SMA, berat badan dan penampilan saya kembali berubah, sementara anggota GENG saya yang lain tetap saja cantik dan langsing-langsing. Rasa depresi muncul kembali, apalagi pacar saya mulai mengeluh bahwa saya semakin Gendut, tapi dia tetap mau menerima saya apa adanya, tapi keluhannya tetap saja menjadi pemikiran bagi saya dan semenjak itu saya mulai menarik diri dari segala kegiatan di sekolah Saya terkadang suka iri melihat gadis-gadis yang meskipun tampangnya pas-pasan tapi badannya kurus dan langsing.

singkat cerita, saya sudah mencoba banyak cara untuk diet, tapi selalu saja gagal, dan setiap ada acara kumpul keluarga, seluruh keluarga ku pasti menjadikanku bahan lelucon dengan mengatakan aku BABON lah, GAJAH lah, bahkan RAKSASA. Aku heran....., di keluargaku tidak hanya aku yang gendut, ada saudara dan tanteku yang juga gendut, tapi kenapa aku yang selalu dijadikan bahan tertawaan?

Sampai di bangku kuliah berat badan saya sudah menjadi 75kg, dan bagi seusia saya itu sudah kelebihan berat badan, bahkan saya jarang shopping di mall, bukan karena tidak ada uang, tetapi Mbak penjaga toko terkadang suka menertawakan saya ketika saya hanya sekedar melihat-lihat baju yang memang sepertinya tidak pas untuk badan saya. Pernah ada Penjaga etalase yang menegur saya, "Maaf bu, baju Hamil ada di etalase lantai bawah, bukan dsini." Bayangkan betapa sakit hatinya saya.

Sampai di bangku kuliah pun, hanya saya yang berbobot paling besar di kelas dan hal itu membuat kepercayaan diri saya lenyap entah kemana. Saya selalu malas jika diajak Hang out ke mall, atau sekedar foto2 oleh teman2 saya, karena saya minder. Sebenarnya saya menerima diri saya apa adanya. Hanya saja saya tidak tahan oleh lingkungan sekitar yang selalu merendahkan dan mengucilkan orang gendut seperti saya. Apa salahnya menerima diri saya seperti yang sekarang ini? Tapi mereka di luar sana tidak pernah mengerti dan selalu menganggap keberadaan orang-orang gendut seperti saya bagaikan Alien yang tidak seharusnya hidup di dunia ini.

hal ini mungkin sepele bagi sebagian orang, tapi saya selalu saja mengalami depresi yang hampir membuat saya ingin mengakhiri hidup saya. Saya juga manusia, saya juga ingin di sambut hangat dan di setarakan dengan orang-orang yang lain. Saya bukan monster yang bisa tahan dengan serangan sosial yang menjatuhkan optimisme. Kepercayaan diri saya saat ini entah kemana, selalu saja terlintas di pikiran saya untuk pergi jauh dari kehidupan saya yang sekarang.

mohon maaf apabila curhat saya ini terlalu basa-basi dan tidak begitu penting, tapi besar harapan saya untuk tertolong dari rasa depresi ini .

Terima kasih

Jika anda sekalian mau memberi komentar, saran atau masukan silakan di kolom komentar di bawah posting ini atau di Forum Curhat.


Image by : http://myfilmblogs.com


Lanjutkan...

”29 Tahun Menghadapi Sikap Kasar (verbal) Suami”

Curhat ini dikirim Ibu Janedoe (nama samaran) melalui Forum Curhat pada tanggal 15 Mei 2009. Berikut kutipan curhatnya :


Saya harap temen-teman disini bisa bantu dalam permasalahan saya.
Pernikahan saya telah memasuki 29 tahun. Anak saya 3 orang, sudah bekerja semua dan ada yg sudah menikah. Diusia saya yang ke-51 saya masih bekerja sedangkan suami saya sudah pensiun (Tahun 1998). Selisih umur diantara kami lumayan jauh, sekitar 10 tahun. Di awal pernikahan, saya merasakan sifat-sifat suami yang terasa kasar dalam bentuk verbal. Banyak kata-kata yang sering menyakiti perasaan saya.

Selama ini saya mengharapkan semakin bertambah usia perkawinan kami akan ada perubahan dari suami. Ternyata tidak! Kata-kata cerai sering keluar dari mulutnya, dari awal pernikahan. Bahkan saking kagetnya saya dengan sifatnya, saya pernah berkeinginan pisah saat hamil anak pertama, yang jelas ditentang keluarga saya.

Kami baru saja menunaikan ibadah haji. Dari awal berangkat hingga pulang sifat kasarnya sama skali tidak berubah. Kata-kata "tolol!, goblok!,...dsb, masih sering keluar.
Suami saya punya penyakit darah tinggi...apakah itu ada kaitannya? Selama pernikahan kami, saya slalu menahan emosi dan berpura-pura di depan anak-anak, hingga kejadian terakhir kira-kira sebulan yg lalu. Kata-kata cerai keluar hingga 3 kali. Saya berniat untuk keluar dari rumah, tetapi anak-anak kami melarang dan saat rapat keluarga suami minta maaf dan melarang saya keluar dari rumah. Hubungan kami semenjak itu tetap satu rumah tapi tidak sewajarnya suami isteri. Yang membuat saya bertahan dulu adalah karena anak-anak masih kecil.

Apa yang harus saya lakukan dipernikahan seperti ini?
Haruskah saya terus tolerir sifat suami yang sepertinya tidak akan pernah berubah?
Atas tanggapannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Jika anda sekalian mau memberi komentar, saran atau masukan silakan di kolom komentar di bawah posting ini atau di Forum Curhat.

Image : www.reformata.com

Lanjutkan...

“Ingin Rasanya Aku Menjual Sebelah Ginjalku”

Hari ini aku terkejut saat membuka Forum Curhat, aku membaca curhat seorang pria yang berniat menjual sebelah ginjalnya. Curhat ini dikirim tanggal 22 April 2009, berikut curhatnya :


Kehidupan kita ke depan memang rahasia yang maha kuasa...tapi saat ini ujianku sangatlah berat..! apalagi dengan adanya dampak krisis global sekarang ini secara otomatis sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomianku.

Aku dulunya seorang Manager di salah satu perusahaan dalam negeri, namun karena aku tidak suka yang selalu diberikan janji manis oleh perusahaan tetapi tidak pernah ada realisasinya akhirnya aku memilih untuk resign dari perusahaan itu. Tapi sekarang juga perusahaan itu sama sekali tidak ada order akhirnya.
Sekarang aku kerja di salah satu perusahaan yang gajinya di bawah dari sebelumnya. Aku bingung...karena aku mempunyai tanggungan mesti membayar cicilan rumah dan menghidupi anak istriku.

Aku sedih...jika melihat anak istriku yang sekarang kurus kering karena kekurangan vitamin. Sampai sampai aku sangat sedih karena aku hanya kuat beli beras raskin...!!!


Menangis batinku ini melihat kenyataan ini. Aku sudah berusaha kerja siang malam tetapi masih NOL hasilnya.

Sampai kadang aku berfikir untuk bunuh diri daripada aku menyusahkan dan membuat sengsara anak istriku. Juga, hari ini tadi ...aku pusing cicilan rumahku udah nunggak 2 bulan. Dulu aku mencari uang 2,5 juta bisa aku bilang gampang, tapi sekarang....Masya Alloh susahnya...!! Aku pusing kesana kemari berusaha sudah, berdo'a juga sudah, tetapi kenapa aku seperti ini....???

Hari ini, tadi hampir saja aku kalap, motorku hampir aku tabrakkan ke trailer...tapi aku selalu inget dengan anak istriku.

Akhirnya sambil jalan aku berfikir...aku masih mempunyai 2 ginjal yang bagus... aku berniat untuk menjual sebelah dari ginjalku. Aku bukan mencari ketenaran ... tetapi inilah wujud kasih sayangku terhadap anak istriku. Karena aku sudah tidak tau apa yang harus aku perbuat..dan aku tidak bisa membayangkan jika rumahku disita oleh bank dan aku tidak punya rumah lagi.

Akhir kata...barangkali diantara anda ada informasi yang membutuhkan sebelah ginjal saya, saya berniat akan menjualnya. Dengan Syarat :

1. Tolong lunasi hutang rumah saya
2. Biayain anak saya sampai menadapatkan pekerjaan tetap.
3. Biayain saya dan keluarga saya selama saya masih belum sehat dan belum bisa mencari nafkah.
4. Tuntun saya untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan kondisi saya setelah saya hanya mempunyai sebelah ginjal.

Jika ada yang berminat, silahkan email ke : bambangmurtiono@yahoo.com

Terimakasih,

Jika anda mau memberi saran atau masukan untuk pria ini, silakan masuk ke Forum Curhat.



Image by : fujiro.com/?page_id=92


Lanjutkan...

Aku Harus Bagaimana?

Ms. A (nama samaran), seorang gadis yang terjebak cinta segitiga, mengaku bingung antara memilih mempertahankan atau memutuskan hubungan dengan pacar yang sangat dicintainya. Ada pihak ketiga, seorang wanita yang juga sangat mencintai pacarnya. Sementara sang pacar sendiri tidak bisa tegas menentukan pilihan antara dua orang wanita yang sama-sama mencintainya.
Berikut kutipan obrolan saya dan Ms. A di Forum Curhat.


Ms. A :

Aku adalah seorang cewek berumur 21 th. Aku pernah pacaran 1x waktu kelas 1 SMA dan udah jomblo 4 th. Aku lebih suka sendiri bukan karena apa2. Karena aku selalu merasa kurang dari pasangan. Padahal aku menyadari aku juga tidak sempurna. aku punya banyak teman cowok n banyak yang suka sama aku tapi aku tidak mau, walupun aku juga suka aku lebih memilih menjauh n menangis karena aku merasa bisa sendiri n pengen lebih baik lagi maka aku juga akan dapetin yang lebih baik.

Sekarang entah kenapa aku tdk bisa sprt itu lagi. aku dekat dgn seorang pria aku sayangg n cinta sama dia padahal dia tdk bisa jd pasaganku saat ini. aku merasa begitu sakit mencintai n dia juga bilang mencintaiku tapi jg tdk bisa berpasangan hanya krn alasan yg aku pikir kadang tdk logis. Kadang aku pikir dia krg baik tp entah kenapa aku benar2 tdk bisa untuk jauh n pts hubungan denganya. aku tdk sekuat dulu. keadaan ini membuat hatiku begitu sakit. Aku sudah berusaha u menjauhinya,tp tdk bisa. Kami kembali dekat. aku sampai saakit 3mggu. lalu karena masalah ini berat bdnku turun 4 kg.

Beberapa hari ini aku tdk sanggup lagi dgn keadaan ini n meminta kejelasan kejadian sebenarnya semalam. dia bilang dia memang mencintai saya tp dia tdk mau menyakiti saya krn dia tauh itu aakn terjdi, krn sblm mengenal saya dia punya teman dekat sebut saja si B, si B mencintainya juga. tp dia tdk cinta n sudah menyuruh B u memilih org lain. Tapi B terus dkt dengannya, sampai dia tegas agar B menjauhinya. Tapi B minta waktu n memohon u terus berhubungan walaupun B dikota yg berbeda, mereka terus saling kontek sampai skrg. krn sangat akrab dia sayang dgn B. B memohon padanya agar dia tetap sendiri saat ini krn B tdk sanggup kehilangan dia. krn alasan ini dia memilih utk memendam cintanya pd saya, krn dia tdk bisa melihat B sakit krn dia sudah menganggap B sbg adiknya n ingin menunggu B bisa melepasnya.

Dia bilang dia menyayangi kami berdua dan tdk ingin menyakiti kami berdua. dia jg mencintai sy n ingin saya jadi pasangannya tapi dia jg tidak bisa melihat B sakit. dia jg bilang jika kami jadian n dia tetap dkt dgn B maka itu selingkuh namanya n dia akan lebih menyakiti saya. dia bilang dia tidak bisa untuk jalani pelan2 walau saya terima, dia tdk ingin menyakiti saya krn dlm hdpnya yg umurnya 25 th dia baru pacaran satu kali selama 4 th. dia mau sesuatu yg pasti n yakin bukan mencoba2. dia jg bilang akan berusaha untuk bisa tegas sambil menunggu B menemukan org lain, namun jika B tdk menemukan org lain dia akan berhenti memahami B sampai akhir tahun ini. itulah kejelasan yg saya terima.

saya sangat sakit dengan kenyataan seperti ini. apa menurut anda alasan yg dia berikan bs diterima? menurut anda baikkah dia n pantaskah dia u saya tunggu?

saya harus bagaimana, satu sisi saya bahagia bersamanya n mencintainya tp saya begitu sakit u menunggu yg tdk pasti, saya tahu ini bodoh tp saya tdk sekuat yg dulu. saya benar-benar tidak bisa untuk tidak mencintai n menjauhinya. alangkah bodohnya saya. saya th mana benar mana salah mana baik mana buruk n begitu banyak orang lain tp saya tdk bisa mencintai org lain, selama 4 th jomblo sy bs menjauhi org yg saya suka hanya krn alasan dia kurang baik, banyak orang yang lebih baik. Tapi sekarang saya benar2 tdk bisa, semua pilihan sangat menyakitkan!

menurut anda apakah jika saya menghubungi B dan memberinya pengertian itu jln yg baik? jika ya, apa yg harus saya katakan padanya?
Terima kasih banyak.


Tarjum :

Mencari pasangan hidup yang menyayangi dan mencintaai kita dengan tulus dan penuh pengertian memang tak mudah. Pernikahan juga bukan untuk sekedar coba-coba, kita harus mempertimbangkanya dengan matang, agar tak menyesal kemudian. Tapi jangan mengharapkan kesempurnaan dari pasangan kita, karena manusia tak ada yang sempurna. Klo kamu mencari pasangan yang sempurna kamu tak akan menemukannya.

Dalam kasus cinta segitiga seperti yang kamu alami, memang cukup pelik juga. Kamu dan pacar kamu sebenarnya saling mencintai dan dia sebenarnya tak mencintai gadis B, orang ketiga dalam hubungan kalian, pacar kamu hanya kasihan pada B yang mencintainya walau bertepuk sebelah tangan. Pacar kamua sebenarnya bermaksud baik, tidak ingin menyakiti 2 orang perempuan yang mencintainya. Dia juga jujur dan terus terang padamu. Masalahnya pacar kamu hanya tak bisa tegas menentukan pilihan, itu memang tidak bisa dipaksakan. Padahal ketidak tegasannya justru malah akan menyakiti keduanya. Tapi jika memang pacar kamu sudah memberi kejelasan, paling tidak sudah ada kepastian bagi kamu. Hal ini akan menjadi pembuktian janjinya padamu. Saran saya, bersabarlah untuk menunggu janjinya sampai akhir tahun. Cinta butuh pengorbanan bukan?

Kamu juga harus tegas, bahwa kamu memang sangat mencintainya tapi tidak bisa terus berada dalam ketidak pastian. Kamu harus berani mengatakan padanya, jika sampai akhir tahun dia tidak menepati janjinya dan memberi kejelasan hubungan antara kalian berdua, kamu rela meninggalkannya. Berani gak kamu mengatakan itu? (walaupun kamu sebenarnya sangat mencintainya dan sulit meninggalkannya). ketegasan kamu akan mendorong dia juga bertindak tegas terhadap B dan memberi kejelasan pada kamu. Saya pikir B pun perlu kejelasan juga. Ya, seandainya pacar kamu meninggalkan B, mungkin B akan merasa sakit. Tapi akan lebih sakit lagi jika ketidak jelasan hubungan kalian berlangsung lebih lama lagi. Setiap pilihan memang ada resikonya, itu tak bisa dihindari.


Ms. A :

Thx ya atas sarannya,
Aku gak nyangka dikasih jawaban gitu. Dalam benaku mungkin jawabanya, buat apa kamu tunggu masih banyak orang yg jauh lbh baik bukan? Terus terang aku adalah orang yang boleh dibilang keras n tegas. 4 tahun aku tidak berpasangan, tiap ditanya aku selalu bilang fine aja tuh, bahagia gak harus dengan punya pasangan kan. tiap ada yg suka sama aku n aku suka juga aku memilih sendiri jika menurutku dia kurang baik. Satu yang aku tanamkan dalam diri aku percaya masih banyak yg lbh baik. sudah 4 th lbh aku hidup dgn perinsipku dan saat skrg aku mencintai seseorang yg menurutku menggantungkanku tapi aku tdk bisa melepasnya. perasaanku begitu sakit n tersiksa. dimana prinsipku terus bertarung dgn perasaanku dlm batinku. aku tak tahu harus memilih yg mana kedua pilihan itu begitu menyiksaku.

Kini tiap saat aku selalu merasa hatiku sesak n sakit. kadang prinsipku timbul, dlm diri aku berkata jauhi dia, selama ini kamu bisa sekarang kamu pasti bisa, banyak bukan org lain yg lbh baik untukmu? tapi hatiku bilang benar2 tdk bisa saat seperti itu begitu menyakitkan bagiku. prinsip yg aku pertahankan kini aku benar2 tdk sanggup untuk mempertahankanya. aku hrs berusaha memahami n menunggu sesuatu yg tdk pasti. aku tdk masalah dgn hal ini tp aku takut semua terus begini. dia bukan org yg keras n tegas apa lagi dalam kasus seperti ini. dia selalu takut menyakiti n menyinggung perasaan org lain, aku lihat dia adalah karakter org yg tdk tegas. aku tdk suka org seperti itu tapi entah kenapa aku mencintainya.

Aku tdk tahu apa yang telah terjadi padaku. kini aku tdk nafsu makan, selalu gelisah, selalu memikirkan apa yg dia lakukan, rasa takut, rasa tdk percaya terus muncul n menghantui. aku jadi merasa hidupku tdk tenang. aku takut hal ini terus terjadi n berakibat buruk bg kondisi jiwaku. padahal dulu aku tdk begini,aku tdk ambil pusing n tidak mau peduli org mau ngapain krn dia adalah dia aku tdk bisa memaksanya seperti yg kumau. Sekarang aku benar2 berubah. aku taklut dgn keadaan ini. aku hrs bagaimana? tolong aku!


Tarjum :

Orang bisa berubah! kamu yang dulu rasional dan tak ambil pusing dengan masalah pasangan, sekarang berubah menjadi sangat emosional karena mencintai seorang pria yang bahkan menurut kamu sendiri punya kelemahan. mengapa? semua itu pasti ada penyebabnya, hanya kamu sendiri yang tahu penyebabnya. coba cari tahu apa yang menyebabkan kamu berubah? apakah hanya karena dia atau ada hal lain yang terjadi dengan kamu? kamu harus jujur pada dirimu sendiri. biasanya bila kita tahu penyebabnya bisa lebih mudah mencari solusinya.

Coba kamu pikir dengan cermat dan rasional, apa saja yang membuat kamu begitu mencintai dan sulit melepaskan si dia? lalu adakah alasan yang rasional pula yang membuat kamu ingin mempertahankan hubungan kamu dengannya? Cinta kadang memang tak bisa dimengerti hanya oleh rasio semata.

Mau tahu apa jawaban Ms. A? Atau anda mau memberi saran untuknya? Silakan masuk ke “Forum Curhat”

Lanjutkan...

Gadis Belia yang Tersiksa karena Sikap Pacar yang Posessif ( curhat ke-2 )

Curhat ini dikirim seorang gadis remaja melaui Forum Curhat pada tanggal 17 Februari 2009.

Hi Mr.Tarjum...
mungkin aku akan merepotkan kembali teman2 yg ada disini,
mohon maklum atas aku yang haus dan buta psikologi ini...

setelah anda menyarankan aku membaca artikel tentang 'Seperti Apakah Cinta Sejati' n 'Kecanduan Cinta' kemarin, aku tahu aku terlibat dalam problema kecanduan cinta.

sebenarnya aku tidak terkejut setelah tahu. aku sudah menyadari ada keanehan pada perasaanku dalam berhubungan. tapi aku baru menemukan jawabannya dengan gamblang saat membaca artikel itu.

aku telah menyadari bahwa sikap dan perasaanku ini lain dengan orang2 lain terhadap pasangannya. kadang aku berpikir, kenapa mereka seperti sama sekali tidak ada rasa takut kehilangan,terhianati atau didustai pasangannya? kenapa mereka seperti selalu percaya dengan pasangannya sedangkan aku nggak bisa? Kenapa mereka bisa santai bila tidak berkomunikasi dengan pasangannya selama beberapa waktu, sedangkan aku selalu merasa nggak bisa tidak berkomunikasi sebentar pun. aku selalu menuntutnya secara nggak langsung untuk sms atau telp aku tiap saat, agar tahu kegiatan atau hal2 mengenainya. selain alasan itu, aku juga ingin dia selalu menemaniku agar aku tidak kesepian n merasa dia selalu perhatian padaku. saat aku nggak berkomunikasi dengannya setengah jam saja rasanya ada yang kosong.

ya Tarjum, ciri2 kecanduan cinta yang ada di artikel itu bahkan semuanya ada pada diriku. bahkan sebelum pacarku berubah jadi posessif padaku. karena aku begitu takut dia mengkhianatiku juga aku menduakannya. n mungkin semua ini juga yang membuatnya jadi posessif, karena aku berlaku seperti itu juga sebelumnya meskipun dengan wujud lain, bukan larangan2. atau aku juga telah merubahnya menjadi kecanduan cinta karena dia menjadi takut kehilangan aku n terbiasa selalu dekat denganku.

aku tahu mungkin aku bisa kecanduan cinta karena sejak kecil keluargaku sibuk. sehingga aku terus merasa butuh perhatian dari pacarku n selain itu aku juga pernah putus dengan mantan yg sangat aku sayang pada saat itu karena salah paham akibat kurang komunikasi. setelah itu aku pacaran dengan orang yang sangat jarang sekali melakukan komunikasi denganku, sementara sahabat2ku yang lain selalu tahu hal2 mengenai pacarnya.

makanya aku menuntut dia selalu ada n memberi informasi kepadaku.aku sendiri kadang merasa tidak nyaman dengan pikiran n perasaan ini Tarjum.terutama sangat sulit sekali bagiku mempercayai pacarku.

bagaimana aku bisa mengurangi 'candu cinta' ini, atau bahkan menghilangkannya sama sekali Tarjum?
terima kasih.

Jika anda mau memberi komentar, saran atau masukan untuknya silakan klik di sini

Lanjutkan...

Gadis Belia yang Tersiksa karena Sikap Pacar yang Posessif

Curhat ini dikirim seorang gadis remaja melaui Forum Curhat pada tanggal 09 Februari 2009.

aku orang baru disini...
salam kenal...
aku butuh banget bantuan dari kalian semua, rasanya aku stres banget...
bahkan aku kadang berpikir kalau kematian itu lebih indah daripada hidup seperti ini…aku nggak tahu, tapi aku seperti merindukan kematian...


aku cewek, 16 th...
aku punya cowok yang udah 1 tahun 8 bulan jadian sama aku,
dulu aku suka banget cari perhatian coz keluargaku sibuk. aku selalu pengen ada seseorang yg selalu peduli dan perhatian ma aku tiap saat...
aku punya cowok, namanya 'K', dulu kita beda sekolah. dia dulu jarang sms aku, ketemu juga jarang. dia sibuk sama kegiatan osis, padahal mantannya itu jadi wakilnya di osis.

Cowokku itu termasuk cowok populer dikotaku, makanya aku sering banget denger berita yang nggak-nggak soal dia. ada yang bilang dia pengen balik ma mantannya, suka sama cewek ini itu dll. jelas aja aku terpengaruh, apalagi kita jarang ketemu dan kurang komunikasi.

waktu kita udah 2 bulan jadian, ada cowok yang bilang suka sama aku. dia perhatian banget n dia tau aku udah punya cowok. tapi dia mau pacaran sama aku n nunggu aku putus. aku selingkuh sama dia, tapi demi tuhan aku nggak sayang sama dia, aku cuma marah coz ngerasa cowokku ngianatin aku. dan aku butuh perhatian yg nggak aku dapetin dari cowokku. sebulan kemudian aku putusin selingkuhanku n ngaku ke cowokku kalau aku udah ngeduain dia, dia bilang dia kecewa banget sama aku. tapi dia bilang dia maafin aku dan tetep nggak mau ngelepasin aku, dia bilang dia sayang banget sama aku. setelah itu hubungan kita makin dekat.

aku benar-benar ngerasa bersalah banget udah ngeduain dia, apalagi tiap dia ungkit-ungkit masalah itu n bilang kecewa sama aku. aku pengen banget bisa nebus semuanya, jadi aku bilang aku mau ngelakuin apa aja buat nebus kesalahanku, n dia bilang aku harus nurut sama dia n aku setuju. awalnya dia ngelarang aku soal hal-hal yamg wajar. Tapi lama-lama kelewatan, aku bahkan nggak boleh renang lagi, padahal itu belahan jiwaku dari kecil. katanya dia nggak suka lihat aku pakai baju terbuka.
setahun yang lalu kita punya masalah, aku marah sama dia coz ada adek kelasku yang ngaku-ngaku pacaran sama 'K'. kita ngomongin masalah itu di kamarnya, dia ngeyakinin aku kalau dia nggak selingkuh n meluk aku. aku sadar betapa sayangnya aku sama dia. dia nyium aku n kita terbawa suasana. 'K' n aku melakukannya, aku udah nggak suci...
aku shock setelah itu, 'K' juga, dia meluk aku sambil nangis. dia bilang dia janji nggak akan ninggalin n ngelepasin aku. dia janji sama dirinya sendiri dia akan terus cuma sayang sama aku selamanya.

setelah itu 'K' makin kelewatan, dia makin over ngekang aku. aku nggak boleh keluar kemana pun n sama siapapun kecuali sekolah. bahkan sama sahabat n keluargaku. sering kita bertengkar gara-gara aku ada urusan keluarga. sekarang kita satu sekolah, bahkan aku nggak boleh kekantin n keluar kelas sama sekali. pernah dia mukulin aku waktu aku menang lomba cerpen seprovinsi. dia juga sering mukulin aku karena aku ketemu sama saudara sepupuku waktu lebaran, karena aku lupa nggak pakai rangkepan baju waktu kerumahnya, n karena aku nggak bisa jawab waktu dia tanya sesuatu.
dia juga sering nggak peduliin aku seharian meskipun aku sms n telepon dia berjuta kali karena masalah kecil. semuanya serba salah...

ini hal yg dia lakuin buat ngekang aku:
1. aku nggak boleh keluar kemanapun+sama siapapun+apapun alasannya
2. aku harus selalu pakai baju2tumpuk+jacket
3. aku nggak boleh ngomong sama cowok meski dia saudaraku
4. aku nggak boleh keluar kamar kalau dirumah+nggak boleh keluar kelas kalau disekolah
5. aku nggak boleh ngelakuin hobbyku,apapun
6. nggak boleh ada satu pun sms masuk/kelaur n telepon masuk/keluar di hpku kecuali dia
7. aku nggak boleh berhubungan+ketemu sama sahabatku
8. aku nggak boleh ketemu saudara sepupuku sendiri
9. aku nggak boleh ngebantah dia sedikitpun

'K' ngekang aku seperti itu, tapi dia seenaknya sendiri...
bahkan 2 bulan yang lalu aku tau dia sering keluar sama cewek. dia bilang itu buat bales aku n dia udah nggak seperti itu, iya, aku tahu dia udah nggak ada 'main' sama cewek lain lg. tapi aku ngerasa sakit bgt!
jadi selama 3 bulan dia selalu kasar sama aku, suka marahan nggak peduli sama aku meskipun aku sms n telepon berjuta kali cuma karena masalah kecil yg sebenernya aku nggak salah, dia juga sering mukulin aku. ampe aku berkali-kali nyoba bunuh diri. sedangkan di belakang semua itu dia keluar sama cewek, dia panggil cewek lain saying tapi kasar sama aku. tahu kan gimana sakitnya? meskipun aku tahu selalu cuma aku yang dia sayang.

oke, dia udah nggak pernah berhubungan dengan cewek lain lagi. tapi dia masih ngekang aku banget! aku pengen banget putus sama dia meski aku juga sayang banget ma dia,tapi dia ngancem bakal nyebarin ke orang-orang kalau aku udah nggak virgin!
tapi aku tersiksa banget, aku nggak kuat...yang terakhir kemarin dia mukulin aku karena aku nggak bisa nolak kluargaku buat ngajak ngelayat tanteku yg meninggal. aku udah capek seperti ini.

aku selalu ngerasa ketakutan, aku bahkan takut kalau aku keluar kamar meskipun dia nggak bakal tahu. aku seperti trauma. aku pengen banget keluar dari semuanya. tapi aku nggak bisa...jalan satu-satunya putus dari 'K' tapi resikonya besar.
aku juga nggak bisa cerita kesiapa-siapa masalah ini, termasuk keluargaku. keluargaku keras, aku bisa diusir kalau tahu aku udah nggak virgin. aku harus bagaimana?

tolong aku...sungguh aku pengen mati saja.
maaf panjang, aku benar-benar butuh bantuan.


Jika anda mau memberi komentar, saran atau masukan untuknya silakan klik di sini

Lanjutkan...

Seseorang yang Gelisah dan Berpikir untuk Bunuh Diri !

Curhat ini dikirim seseorang melaui Forum Curhat pada tanggal 31 Januari dan 2 Februari 2009.

Curhat Pertama, Sabtu 31 Januari 2009

Aku gak tahu apa yg udah terjadi sama aku..
Apa aku bisa termasuk bipolar..aku gak bisa konsentrasi..nilai2 aku menurun..emosi aku sering gak terkontrol..aku semakin susah bergaul..sedikit aza masalah aku selalu kepikiran untuk bunuh diri..dan kondisi fisik aku semakin cepat cape n berat badan makin turun. Aku gak mau kayak gini terus tapi aku juga gak bisa ngubah keadaan karena aku ngerasa ada orang lain dalam diri aku yg ngontrol diri aku..
Apa ada yang bisa kasih aku solusi?





Curhat kedua, Senin, 2 Februari 2009

Saya baru berumur 19 tahun.. kalau gejala2 yang saya alami tidak saya konsultasikan ke psikiater apa saya benar2 akan menjadi orang gila..
gejala2 yg saya alami mirip dengan depresi terselubung..

Tapi sekarang saya lebih suka melamun daripada bicara dengan orang lain dan pikiran untuk bunuh diri semakin kuat..saya takut jika saya tidak bisa mengendalikan pikiran ini saya dapat berbuat bodoh.

Padahal saya tahu orang tua saya begitu menyayangi saya, tapi saya begitu membenci mereka. Banyak yang bilang saya semakin berubah setiap saya marah saya semakin tidak terkendali. Apa ada cara lain selain ke psikiater? Saya sama sekali tidak pernah membicarakan masalah saya ke orang lain karena saya merasa semua semakin menjauh dari saya. Saya ingin kembali normal dapat tersenyum jika saya merasa senang..menangis jika sedih. Bukannya seperti orang yang gak pernah merasakan apa itu kebahagiaan.
Atau apakah emang harus pergi dari dunia yang gak adil ini?

Plizz bantu aku, hanya disini aku bisa bicara begini.


Jika anda mau memberi komentar, saran atau masukan, silakan klik disini.

Lanjutkan...

Pengantin Baru yang Gelisah

Curhat ini dikutif dari “Forum Curhat” tanggal 27 Januari 2009

Saya anak perempuan tunggal. Sejak ayah saya meninggal, saya hanya tinggal berdua dengan ibu. Semenjak itu kita selalu kemana-mana berdua. Hubungan kami sangat dekat. Saya dan ibu saling menyayangi walaupun tidak jarang kami juga bertengkar. Pada saat pertengahan saya menjalani kuliah, saya berpacaran dengan pria dan cukup memiliki tujuan yang serius. Dia dua tahun lebih tua dari saya, kami saling menyayangi dan merasa cocok satu sama lain. Namun keseriusan saya berhubungan dengan pacar saya menjadikan ibu saya cemas, karena pacar saya tinggal di luar kota dan ibu saya mengatakan bahwa dia kurang setuju karena menurutnya dia kurang sreg dengan pacar saya. Namun setelah itu, saya baru mengetahui dari ibu bahwa beliau kurang setuju karena mungkin saja pada suatu saat nanti saya dan pacar saya menikah, saya akan "dibawa" dan akan meninggalkan ibu sendirian. Awalnya saya tahu mungkin itu hanya kekhawatiran seorang ibu saja, karena kami sangat dekat dan tergantung satu sama lain, tidak terbayangkan kalau suatu saat kami berpisah. Setelah saya beri pengertian bahwa saya tidak akan mungkin tega meninggalkan ibu sendiri, beliau sedikit tenang. Akhirnya saya dan pacar menjalani hubungan dengan tenang pula karena merasa sudah direstui oleh ibu.

Setelah 3 tahun kami berpacaran (walaupun sempat putus karena ibu sering bermasalah dengan pacar, menurut saya karena ketakutan berlebih ibu, bahwa pacar akan merebut saya nanti, jadi ibu selalu berpikiran negatif. Akhirnya pacar mengalah dan mungkin capek merasa dirinya tidak pantas untuk saya dan tidak direstui oleh ibu) hubungan saya dan ibu turun naik, sering kami bertengkar hanya karena ibu ingin saya memilih calon suami yang tinggal satu kota dengan saya, jadi beliau tidak akan takut lagi merasa ditinggalkan.

Sampai saatnya pacar melamar saya dan meyakinkan ibu bahwa dia tidak akan "mengambil" saya begitu saja, dia akan menyayangi saya dan menyayangi ibu juga. Dia akan pulang setiap weekend ke rumah saya, dia tidak masalah tinggal terpisah dengan saya setelah kami menikah. Ibu juga akhirnya setuju dan memberi saya ijin agar sewaktu-waktu saya kerumah calon suami (yang masih tinggal dengan ortunya) setelah saya menikah. Akhirnya ibu memberikan restu pada kami, dan kami menikah. Sekarang usia pernikahan kami belum mencapai dua bulan.

Awalnya saya sangat bahagia ibu bisa memberi restunya, tetapi semenjak seminggu menikah, rasa ketakutan ibu semakin menjadi. Beliau merasa bahwa suatu saat harus melepaskan saya dan setiap beliau memikirkan hal itu, kami selalu bertengkar, karena beliau terus menerus berpikiran buruk terhadap saya dan suami, bahwa kami akan meninggalkan beliau sendirian. sesuai janji, suami saya pulang setiap weekend, pernah juga beberapa hari dalam seminggu, saya menemani suami di rumahnya dan saya sangat bahagia bisa berdekatan dgnnya, tapi di satu sisi saya pun cemas dan khawatir tentang perasaan ibu. Setiap saya pergi, saya disangka memang saya ingin bersama suami terus, tidak mau bersama ibu, karena sekarang saya sudah menjadi istri orang. Setiap saya pulang ke rumah pun kadang-kadang kami bertengkar hanya karena ibu merasa diabaikan, karena setiap suami pulang weekend, saya selalu menemani dan menghabiskan waktu bersama suami. Padahal sebagai pengantin baru saya juga ingin merasakan indahnya saat-saat bersama suami setiap saat. saya protes, saya merasa tidak bersalah jika saya menemani suami pada saat suami pulang, toh setiap weekdays saya setiap hari bersama ibu, bahkan kami masih tidur bersama seperti sebelum saya menikah. Jadi tak ada salahnya, karena saya jarang bertemu suami. saya jadi bingung membagi diri saya. Saya tidak mau menyakiti keduanya. Saya harus bagaimana menghadapi dilema seperti ini, help!

saya tidak mau berpisah dengan ibu, tapi saya pun ingin bersama suami. Sepertinya suami tidak mungkin pindah kerja, karena dia sudah mulai mapan dan memantapi karirnya di sana, tidak mau mengambil resiko. Sedangkan ibu dan saya pun tidak ingin jika suatu saat kami berdua pindah mengikuti suami ke kotanya. Tolong, saya lelah dengan situasi seperti ini. saya sangat menyayangi ibu, tidak terbersit di benak saya untuk jauh dan berpisah darinya. Saya juga menyayangi suami, dia sangat pengertian dan mau mengalah membiarkan kami hidup terpisah karena kami sayang ibu, tidak ingin membuat ibu sedih.

Tapi kenapa ibu selalu saja berpikiran saya terlalu membela suami, bagaimanapun katanya ibu yg melahirkan saya banyak pengorbanannya, tidak ada mantan ibu sampai kapanpun. Sampai-sampai pernah suatu saat karena bertengkar dan ibu emosi, beliau mengucapkan kata-kata yang membuat saya sangat sakit hati, crying: "Mama gak apa-apa kalou pun kamu cerai! daripada kondisinya terus begini, anak durhaka! lebih membela suami daripada ibu sendiri!”
Astaga! saya sangat bingung dan shock dengan perkataan ibu. Tega-teganya mengucapkan kata-kata yang membuat saya down. Walaupun emosi, tapi tetap saja saya tidak terima, apakah saya gak bisa mendapatkan kebahagiaan setelah menikah? Kenapa jadinya begini? Padahal semuanya atas ijin Tuhan YME akhirnya saya menikah dengan suami saya pun. Saya tidak menyesal,....tapi saya bingung menghadapi ibu,.....please help!

Jika anda mau memberi komentar, saran atau masukan silakan di kolom komentar di bawah posting ini atau di Forum Curhat.

Lanjutkan...

Bahagia yang Menghasilkan Air Mata

Tulisan ini dikirim melalui Forum Curhat tgl. 25 Desember 2008.


Mah...Pah...maafkan anakmu ini. Dengan sepenuh hati aku ingin berkata "Mengapa harus kalian kenalkan aku dengan dia?” Ingin sekali aku membuat mereka bahagia karena sebagai anak banyak sekali berhutang budi. Aku berusaha membahagiakan mereka bagaimanapun caranya akan kujalani.

Waktu terus berlalu dan jarak kami pun bertambah jauh. Dari mulai kota, pulau dan sekarang kami berpisah negara. Mulanya aku melangkah tanpa kenal siapa dia, bagaimana sifat dia, bagaimana cara hidup dia, bagaimana cara bicara dengan dia dan bagaimana berbicara dengan orang lain,.....dsb nya.

Aku seperti orang buta tanpa tongkat berjalan pelan ...
Dan waktu pun terus berputar tak terasa 8 tahun kami menikah dan menghasilkan putra-putri yang dapat menghiburku. Ternyata yang kujalani selama ini hanya sebuah perjalanan yang menjenuhkan, keseharianku hanya menjaga rumah, mengasuh anak dan menjalani kewajiban seorang istri. Rumah tangga kami dingin tanpa komunikasi, derita mulai dirasakan karena tanpa kasih sayang dan perhatian. Dia memang pekerja yang ulet dan rajin tapi selepas itu dia lebih terlihat tersenyum bahagia saat dia bersama keluarganya. bila saatnya berkumpul bersama kami (anak istri) sangatlah berbeda, dia berubah menjadi seekor “HARIMAU”, diam-diam tanpa bicara, tapi bila kami sedikit salah dia mulai mengaaauum.....

Andai saja mereka memukul atau menganiaya, aku bisa melaporkan ke kedutaan atau polisi tapi ini semu ...
bila aku mengadu tak ada seorang pun percaya. Aku hanya dapat meneteskan airmata dan hidupku tanpa ada senyum, wajahku yang orang selalu bilang baby face ‘n cantik sekarang tak terlihat lagi.

Aku harus bagaimana dan harus sampai kapan menempuh hidup seperti ini...


Curhat ini bisa anda lihat di Forum Curhat. Silakan jika teman-teman mau memberikan komentar, saran atau solusi untuk pemecahan masalahnya. komentar bisa di posting ini atau di Forum Curhat.

Lanjutkan...

Sebenarnya Kenapa Aku ini?

Tulisan ini dikirim seorang pemuda melalui Forum Curhat tgl. 24 Desember 2008.

Saya pemuda 23 tahun,

Saya di lahirkan di keluarga yang sederhana. Mas Tarjum, saya mau bertanya, apakah rasa takut berinteraksi dengan orang lain (karena merasa tak mampu bergaul), dan kadang ada rasa ketakutan yang sangat mendalam, apakah bisa di katakan sebagai gejala-gejala gangguan bipolar? Saya sering sekali rasakan hal tersebut. Dan kadang saya merasa takut yg berlebihan. Seperti contoh, dulu saya pernah berselisih paham dengan teman saya. Hampir 1 sampai 2 minggu saya mengurung diri di dalam rumah. Dan yang membuat saya gak nyaman adalah, seolah-olah saya dihantui oleh fkiran, kalau teman saya datang dan membawa banyak masalah dan perselisihan.

Saya banyak gunakan waktu mengurung diri di kamar pada waktu itu, untuk menghindari perselisihan tentunya. Padahal pada waktu saya skolah di SLTP dan SMU saya terkenal sebagai siswa yang pemberani. Dan satu hal lagi, seberapa berat dan seberapa besar pengaruh alkohol dan psikotropika dalam merusak keadaan psikologis seseorang.
Saya mohon petunjuk dari mas Tarjum dan teman teman forum. Dan bila saya benar-benar penderita bipolar, kira-kira apa langkah pertama yang harus saya lakukan untuk menghindari dan menanggulangi bipolar menggerogoti fikiran saya.

Curhat ini bisa anda lihat di Forum Curhat. Silakan jika teman-teman pengunjung CurhatKita mau memberikan komentar, saran atau nasihat untuk membantu meringankan beban pikirannya. Bisa di posting ini atau di Forum Curhat.

Lanjutkan...
Tiga Serangkai eBook Bipolar

3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.
eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial