Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal gangguan bipolar, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah buku “2 KUTUB: Perjalanan Menantang Di Antara Dua Kutub”.
Info Buku >> KLIK DISINI
Inspirasi dari Gadis Mungil dengan Down Sindrom
Ketika menginjak usia tiga tahun, saat anak-anak lain seusianya sudah pandai berjaland an berlari, Rika belum bisa berjalan. Orang tuanya sangat khawatir anaknya tidak bisa berjalan sampai dewasa. Segala upaya pengobatan dilakukan, dari pengobatan medis sampai alternatif, namun belum juga menunjukan hasil seperti yang diharapkan.
Sampai suatu saat, sang ibu membaca status BBM saya yang menjelaskan manfaat produk-produk suplemen herbal untuk kesehatan. Dia tertarik dengan penjelasan tantang manfaat produk-produk suplemen herbal yang saya pasarkan. Saya jelaskan tentang program Detox, paket produk dan beberapa produk yang terkait dengan masalah kaum wanita, salah satunya yaitu masalah kelebihan berat badan.
Sampai akhirnya dia cerita soal puteri kecilnya yang di usia 3 tahun belum juga bisa berjalan. Dia sempat mengatakan, berapapun harga produknya akan dia beli jika bisa membuat putri kecilnya bisa berjalan.
Lanjutkan...
Hati-Hati dengan “Sang Pencuri Impian”
Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan.
Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.
Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.
Lanjutkan...
5 Tips Rahasia Awet Muda, Cantik dan Menawan
Ini sebenarnya rahasia keluarga, rahasia istri maksudnya. Istri saya gak tahu lho, rahasia cantik dan awet mudanya dibocorin di artikel ini.
Tapi, tak ada salahnya kan saya berbagi tips kesehatan untuk teman-teman terbaik saya? Semoga apa yang saya share ini bermanfaat untuk teman-teman, terutama untuk para istri, kekasih dan kaum wanita pada umumnya.
Bukankah kaum wanita selalu ingin terlihat muda dan cantik, tak peduli berapa usia mereka saat ini. Bahkan banyak kaum wanita yang tergolong kaya, menghabiskan biaya sangat besar untuk perawatan tubuh dan kulit mereka. Saya pernah melihat tayangan acara infotainment di televisi, seorang artis dangdut papan atas, satu toples kecil cream perawatan kulit wajahnya seharga Rp.70juta! Wow… Gila ya!
Lanjutkan...
Solusi Holistik Pemulihan Depresi & Bipolar
Setelah 24 tahun (1992 – 2016) saya mencari-cari jawaban yang meyakinkan dari 3 pertanyaan atas apa yang terjadi pada diri saya sendiri, pikiran dan perasaan saya, akhirnya saya mendapatkan jawabannya dari seorang dokter spesialis penyakit dalam dan jantung yang percaya dan mendalami pengobatan timur (India dan China).
Diantara Anda, terutama teman-teman lama saya di dunia maya mungkin sudah banyak tahu tentang diri saya dan apa yang saya alami dari tulisan-tulisan saya di blog pribadi maupun blog komunitas dan dari media sosial. Sebagian yang lain, teman-teman baru saya di dunia maya, mungkin belum tahu banyak tentang diri saya dan tentang apa yang pernah saya alami.
Sejak lama saya sudah membuka diri soal ini. Dan sama sekali tidak malu atau ragu untuk menceritakan sesuatu yang bagi kebanyakan orang masih dianggap sebagai aib atau kelemahan diri. Seperti judul buku psikomemoar saya “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, saya ingin mengubah hal-hal buruk yang pernah terjadi pada diri saya menjadi hal-hal indah yang bisa saya bagi dengan sesama.
Sangat penjang jika saya ceritakan semua di sini. Saking panjangnya cerita saya ini sudah disusun menjadi satu buku dan dua ebook. Berikut ini akan saya ceritakan sekilas saja.
Saya pernah mengalami gangguan jiwa yang oleh sebagian orang disamakan dengan “gila”, istilah yang bahkan di dunia kedokteran dan psikologi tidak dipakai lagi. Semuanya bermula saat saya duduk di bangku kelas 2 SMP (Sekolah Menengah Pertama) saat saya berusia 15 tahun. Awalnya saya merasakan hal-hal yang aneh dengan perasaan saya: perasaan sedih, cemas, khawatir dan takut tanpa alasan yang jelas. Dunia psikologi menyebutnya “depresi terselubung”. Dari depresi terselubung meningkat menjadi depresi mayor yang lebih kronis dan puncaknya menjadi gangguan bipolar yang saya rasakan saat memasuki bangku kelas 1 SMA (Sekolah Menengah Atas).
Gangguan bipolar lebih berat dan menyiksa dibanding depresi, karena terjadi perubahan suasana hati yang ekstrem diantara dua kutub (bipolar) yaitu kutub manik atau mania yang ditandai dengan parasaan senang dan melambung yang berlebihan. Kutub yang satunya adalah depresi, ditandai dengan suasana hati sebaliknya, sedih, murung, tanpa gairah dan tertekan. Suasana hati seorang bipolar naik turun seperti roller coaster antara dua kutub tersebut dan nyaris tak pernah stabil di satu kutub atau keseimbangan diantara dua kutub. Perubahan mood itu bisa berlangsung dalam hitungan minggu, hari bahkan yang paling cepat dalam hitungan jam. Sungguh suasana hati dan pikiran yang sangat menyiksa.
Kondisi psikis yang labil ini saya alami selama lebih dari 5 tahun (dari kelas 2 SMP sampai kelas 3 SMA). Tanda-tanda pemulihan mulai tampak di pertengahan kelas 3 SMA. Waktu itu saya sangat aktif dalam kegiatan olahraga, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Namun proses pemulihan gangguan jiwa tidak instan seperti pemulihan gangguan fisik, saya baru merasa benar-benar pulih 6 tahun setelah saya lulus SMA, tepatnya tahun 1998. Jadi jika dihitung dari awal munculnya gejala sampai benar-benar pulih, saya mengalami gangguan bipolar selama 11 tahun. Sejak itu gangguan bipolar saya tidak pernah kambuh lagi dan kondisi psikis saya sangat stabil sampai sekarang. Tahun 2000 saya menikah dan dikaruniai 2 orang puteri cantik yang sehat dan cerdas. Alhamdulillah saya sangat bersyukur untuk semua anugerah Tuhan yang tak ternilai ini. Itulah sekilas cerita masa lalu saya.
Oke, sekarang akan saya jelaskan apa saja pertanyaan yang selama 24 tahun tak pernah ditemukan jawaban yang meyakinkan dan baru sekarang saya temukan.
Pertanyaan itu adalah:
(1). Dari beberapa buku dan artikel yang pernah saya baca, salah satu penyebab depresi, gangguan bipolar dan gangguan jiwa lainnya yang diyakini secara ilmiah selama ini adalah ketidakseimbangan kiwiawi dalam otak, yaitu rendahnya kadar serotonin. Masalahnya, selama ini saya tidak mendapatkan penjelasan yang lengkap dan detail tentang bagaimana serotonin diproduksi di dalam tubuh? Di organ tubuh mana serotonin diproduksi? Apa saja penyebab menurunnya kadar serotonin? Dan bagaimana mengembalikan fungsi sistem tubuh untuk mengembalikan produksi serotonin?
Masalah serotonin jarang sekali dibahas mendalam, detail dan tuntas di grup-grup diskusi komunitas kesehatan jiwa, baik offline maupun online (grup facebook). Selama ini fokus pembahasan masalah gangguan kejiwaan lebih banyak pada bagaimana cara mengatasi akibat kekurangan serotonin ini ketimbang mengatasi akar masalahnya. Ini ibarat pohon yang daunnya rontok, batangnya layu dan tak berbuah, tapi hanya diobati batang pohon, ranting dan daunnya saja tanpa menyentuh akar pohon yang menjadi penyebab utamanya.
(2). Secara medis, menurut bidang ilmu psikiatri yang dijelaskan para psikiater, gangguan bipolar tidak bisa disembuhkan dan penderitanya harus minum obat penyetabil mood seumur hidup. Saya sendiri, seperti yang saya ceritakan di atas sudah merasa pulih dasri gangguan bipolar dan tidak pernah relaps/kambuh lagi sejak tahun 1998 sampai sekarang. Uniknya saya tidak pernah minum obat antidepresan (anti depresi) atau mood stabilizer (penyetabil mood). Disaat penderita bipolar lain berjuang untuk memperoleh kesembuhan dengan terus mengonsumsi obat-obatan, saya bisa pulih tanpa menggunakan obat. Tentu saja ini menjadi unik bahkan aneh secara medis. Beberapa orang teman bipolar malah meragukan, apakah benar saya pernah mengalami gangguan bipolar? Karena itu tadi, kok bisa pulih tanpa bantuan obat-obatan. Bukan hanya mereka, saya sendiri mempertanyakan soal ini sejak 24 tahun lalu, mengapa saya bisa pulih dari gangguan bipolar tanpa obat?
(3). Sejak kelas 3 SMA saya sangat aktif melakukan aktivitas olahraga (Volley Ball) bahkan terus berlanjut dan semakin aktif setelah saya lulus SMA sampai saya menikah. Sejak saya aktif berolahraga itulah saya merasakan percepatan dalam proses pemulihan gangguan bipolar saya. Saya mempertanyakan: Apa pengaruh positif aktivitas olahraga terhadap pemulihan gangguan bipolar? Apakah aktivitas olahraga tanpa saya sadari mampu memperbaiki ketidakseimbangan kimiawi di tubuh saya?
Tiga pertanyaan itulah yang selama ini saya cari jawabannya dan belum saya temukan jawaban yang meyakinkan selama 24 tahun sejak saya pulih dari gangguan bipolar (1992 – 2016). Sampai beberapa hari yang lalu saya membaca buku (terjemahan bahasa Inggris) berjudul “CLEAN: Program Revolusioner Mengembalikan Kemampuan Alami Tubuh untuk Menyembuhkan Diri.” Buku ini ditulis oleh Dr. Alejandro Junger, MD., dokter sepesialis penyakit dalam dan jantung asal Amerika Serikat. Salah satu bagian buku ini membahas tentang “Depresi”. Uniknya Dr. Junger sendiri pernah mengalami depresi dan apa yang dia tulis di buku ini adalah pengalaman depresi dirinya sendiri dan pengalaman depresi pasiennya.
Artikel ini mengutip pandangan, pemahaman dan pengalaman dokter ahli penyakit dalam dan jantung terkemuka di negara yang ilmu kedokterannya paling maju dan modern. Silakan simak penjelasan sang dokter yang berpikiran terbuka dan revolusioner ini di paragraf demi paragraf artikel ini.
Dr. Junger, menjelaskan dengan detail dan gamblang tentang bagaimana cara mengaktifkan kembali produksi serotonin dalam tubuh dan menghilangkan pikiran berkabut atau kesedihan. Ini mungkin menjadi langkah besar untuk memulihkan kondisi psikis dan mengembalikan semangat hidup sesungguhnya. Dijelaskan pula bagaimana obat-obat antidepresan berperan mengembalikan proses produksi serotonin dalam tubuh.
Kate, berusia 30 tahun, tengah mengalami masa depresi. Dia berkonsultasi dengan psikiater yang mengatakan kepadanya bahwa dia mengalami “ketidakseimbangan senyawa kimia”. Kate mendapat resep antidepresan dan ketika dosis rendah tidak membuat suasana hatinya bertambah baik, resepnya ditingkatkan hingga dosis maksimum. Dosis tinggi ini mengganggu Kate. Dia merasa tidak nyaman dengan obat-obatan itu. Suasana hatinya tetap buruk—tetapi setidaknya nyeri di dadanya membaik dan kecemasan yang membuat dia sulit bernapas agak berkurang. Berat badannya naik hingga 12.5 kg selama menggunakan obat yang diresepkan. Ironis, karena kesedihan yang dialaminya akibat kondisi ini, sama banyaknya dengan kesedihan yang berhasil diatasi antidepresan.
Anti depresan merupakan bagian dari kelompok obat yang disebut inhibitor/penghambat pengambilan kembali serotonin selektif (selective serotonin reuptake inhibitor/SSRI). Kelompok obat ini dirancang untuk meningkatkan kadar serotonin yang rendah—bukan dengan meningkatkan produksinya, melainkan dengan membuat jumlah serotonin yang tersedia dalam tubuh bersirkulasi lebih lama sebelum dinonaktifkan. Meskipun sangat menguntungkan dalam kondisi depresi tingkat sedang, untuk membuat kondisi seseorang lebih stabil, obat-obatan ini jarang sekali mengatasi masalah sesungguhnya: sesuatu dalam “pabrik” serotonin di usus, tempat sebagian besar serotonin diproduksi, telah menyalahi aturan.
Untuk meningkatkan serotonin dalam tubuh Kate, Dr. Junger berusaha memperbaiki apa pun yang menyebabkan produksi serotonin dalam tubuhnya menurun. Masalah paling umum yang dialami wanita seusianya adalah penurunan fungsi kelenjar tiroid. Ini disebabkan oleh stress, alergi dan defisiensi nutrisi. Kondisi ini dapat menaikan berat badan dan depresi. Dengan memperbaiki sistem dalam tubuhnya, melalui program DETOX, produksi serotonin dalam tubuhnya berpeluang untuk pulih dan tiroidnya dapat bekerja seperti sediakala.
Kate, menjalani program DETOX selama 6 minggu, karena dia merasa luar biasa sehingga ingin tetap menjalani program itu. Akhirnya berat badan Kate turun sebanyak 15 kilogram dan penampilannya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Dr. Junger bekerjasama dengan psikiater Kate untuk menurunkan dosis antidepresannya setahap demi satahap.
Ketika lingkungan usus Anda mengalami kerusakan dan inflamasi (peradangan), terjadi penurunan kadar serotonin secara perlahan, karena sebagian besar serotonin diproduksi dalam usus di bawah kondisi yang tepat. Ketika anda mengalami gangguan dalam usus, ini akan mengubah, secara fisik, perasaan Anda dan cara Anda merespon lingkungan sekitar Anda. Suasana hati dan perasaan Anda akan bertambah buruk, berubah menjadi apati, tidak peka, atau tidak bersemangat. Penjelasan ini dapat dipandang sebagai pemahaman ilmiah modern dari penurunan semangat hidup. Semua ini disebabkan oleh toksisitas.
Sebagaimana diketahui oleh setiap orang yang memahami psikologi dan fisiologi, gambaran depresi jauh lebih rumit dari pada ini. Banyak neurotransmitter lain yang terlibat dan mungkin mengalami ketidakseimbangan di bagian tubuh lain. Masalah toksin ini kemudian diperparah dengan gangguan jantung dan jiwa yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan fisik.
Tidak mungkin menganggap depresi disebabkan oleh satu masalah tunggal. Dr. Junger yang menangani Kate, mengakui tidak pernah bisa menegaskan kepada Kate, apakah masalah kesehatannya bermula dari tubuh (rendahnya produksi neurotransmitter yang menyebabkan menurunnya semangat hidup) atau JIWA (semangat hidupnya telah memunculkan gejala yang menarik perhatiannya).
Akan tetapi, kadar serotonin merupakan sesuatu yang dapat dioptimalkan dan dapat diperbaiki. Berkali-kali Dr. Junger menjadi saksi betapa mengembalikan keutuhan kondisi usus dapat mengaktifkan kembali pabrik serotonin utama dalam usus dan menghilangkan pikiran berkabut, kesedihan atau kesusahan. Ini mungkin menjadi langkah besar untuk mengembalikan semangat hidup sesungguhnya.
Seringkali seperti yang dialami Kate, pasien yang telah mengonsumsi antidepresan dapat mengurangi dosis obatnyua dan akhirnya berhenti sepenuhnya. Menghentikan pemakaian obat antidepresan harus di bawah pengawasan dokter yang meresepkannya dan tidak boleh dilakukan sendiri.
Antidepresan, jika digunakan secara tepat, dapat memberikan keuntungan. Dan dalam kasus depresi ringan hingga sedang, obat ini dapat menjadi “jembatan” yang menolong pasien berpindah dari tempat berlumpur ke tempat yang tanahnya lebih padat.
Seperti obat lainnya, obat antidepresan ini perlu dinetralkan dan dieleminasi oleh hati sehingga dapat memperparah muatan toksik. Tetapi anti depresan bisa menjadi alat yang berguna sementara kita mengembalikan populasi flora usus selama dan setelah program DETOX.
Karena otak bersifat “plastis”, maksudnya dapat mengalami perubahan dan modifikasi, antidepresan dapat membantu menciptakan jalur saraf yang baru dengan memanfaatkan pengalaman yang pernah diproses sebelumnya. Anda menciptakan ingatan baru dan lebih baik. Perasaan anda akan membaik dalam beberapa bulan setelah flora usus Anda kembali normal dan usus Anda kembali memproduksi serotoninnya sendiri. Anda akan memandang dunia dengan lebih baik, sehingga merasa lebih bahagia.
Karena kebanyakan antidepresan hanya bekerja sementara dan banyak orang membangun toleransi setelah 6 bulan hingga satu tahun, mengatasi depresi tanpa memperbaiki kondisi dalam tubuh merupakan perbuatan yang salah. Sering kali pasien menerima antidepresan dosis tinggi atau obat antidepresan pilihan kedua atau ketiga (karena pilihan pertama dianggap tidak ampuh.
Menggantungkan diri pada antidepresan untuk jangka waktu yang lama, sama saja dengan mamacu kuda yang lemah untuk berlari kencang. Ia mungkin bisa berlari, tatapi akan pingsan tidak lama kemudian. Sementara itu, efek samping dari obat—mulai dari penurunan libido, impotensi, insomnia, dan naik atau turunnya berat badan hingga mulut kering dan masih banyak lagi—akan terkumulasi. (Efek samping yang tragis adalah bunuh diri, yang sangat sedikit disinggung dalam dunia kedokteran). Ketika pasien mengalami peningkatan kadar serotonin secara alami, ibaratnya kita membawa seratus kuda baru ke pacuan dan mengirim kuda yang lemah ke padang rumput dan membiarkan mereka memulihkan tenaga dengan merumput.
Produksi Kebahagiaan
Produksi serotonin sangat erat pengaruhnya terhadap diet atau pola makan. Sebagaimana senyawa lain dalam tubuh, serotonin dibentuk dari nutrisi yang diperoleh dari makanan. Pembentukan serotonin membutuhkan asam amino tertentu, terutama triptofan, yang berasal dari makanan kaya protein. Kadar trpitofan amat rendah dalam tipe makanan modern. Ketika kita mengonsumsi daging hewan liar yang dibiarkan merumput atau diberi pakan tanaman lain, kita memperoleh lebih banyak triptofan. Hewan yang diberi pakan biji-bijian lebih sedikit mengandung triptofan, sebagaimana mereka sedikit mengandung asam lemak omega-3.
Produksi serotonin alami akan dihambat oleh kafein, alcohol dan aspartame, kekurangan sinar matahari dan kurang berolahraga. Setelah memperbaiki kerusakan lingkungan usus, buatlah RENCANA HIDUP SEHAT melalui diet dengan nutrisi yang seimbang dan sebisa mungkin mengonsumsi suplemen yang mengandung probiotik (makanan yang menyuplai bakteri usus yang menguntungkan). Rencana ini merupakan langkah penting dalam mempertahankan kadar serotonin supaya lebih stabil.
Peran penting aktivitas olah raga untuk pemulihan kesehatan mental
Sebagai seorang yang pernah mengalami depresi dan berlanjut menjadi gangguan bipolar, saya menemukan benang merah yang selama ini saya cari yaitu bagaimana aktivitas olahraga bisa membantu mempercepat proses pemulihan kondisi psikis dan membuat suasana hati saya lebih positif dan setabil untuk jangka panjang.
Penjelasan ilmiah tentang peran penting olah raga terhadap pemulihan gangguan jiwa seperti yang dijelaskan di atas bahwa kurangnya sinar matahari dan kurangnya olah raga bisa menghambat produksi serotonin. Dulu, sebelum dan saat saya mengalami gejala-gejala depresi yang berlanjut semakin kronis dan menjadi gangguan bipolar, saya jarang sekali berolahraga, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Setelah saya aktif berolah raga (voley ball), saya merasakan percepatan pemulihan kondisi pesikis yang luar biasa.
Dengan pengalaman pribadi menjalani aktivitas olahraga yang intens dan pengaruh positifnya terhadap kondisi psikis, saya suka menyarankan teman-teman penyandang bipolar yang sedang menjalani terapi pemulihan, untuk aktif dan rutin berolahraga. Sangat dianjurkan untuk berolahraga secara rutin , lebih bagus lagi olah raga permainan seperti sepak bola, volley ball, basket ball, futsal dan bulu tangkis. Mengapa olah raga permainan? Karena dalam olah raga permainan selain melakukan aktivitas fisik, Anda juga melakukan aktivitas mental, sosial bahkan spiritual.
Di buku psikomemoar “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, saya mengupas tuntas dan mendalam, sebanyak 25 halaman (hal.87-112), tentang manfaat olahraga bagi penyandang gangguan bipolar dari aspek fisik, mental, sosial dan spiritual.
Saya menemukan jawaban dari 3 pertanyaan saya di awal artikel ini:
(1). Bagaimana serotonin diproduksi di dalam tubuh dan apa efeknya terhadap kondisi fisik dan psikis? Ketika lingkungan usus mengalami kerusakan dan inflamasi (peradangan), terjadi penurunan kadar serotonin secara perlahan, karena sebagian besar serotonin diproduksi dalam usus di bawah kondisi yang tepat. Ketika anda mengalami gangguan dalam usus, ini akan mengubah, secara fisik, perasaan Anda dan cara Anda merespon lingkungan sekitar Anda. Suasana hati dan perasaan Anda akan bertambah buruk, berubah menjadi apati, tidak peka, atau tidak bersemangat. Akan tetapi, kadar serotonin merupakan sesuatu yang dapat dioptimalkan dan dapat diperbaiki. Mengembalikan keutuhan kondisi usus dapat mengaktifkan kembali pabrik serotonin utama dalam usus dan menghilangkan pikiran berkabut, kesedihan atau kesusahan.
(2). Mengapa saya bisa pulih dari bipolar tanpa obat? Ternyata secara ilmiah terbukti, mengembalikan keutuhan kondisi usus dapat mengaktifkan kembali pabrik serotonin utama dalam usus dan menghilangkan pikiran berkabut, kesedihan atau kesusahan. Walaupun waktu itu saya tidak pernah mengkonsumsi obat psikiater, karena saya tinggal di desa yang bersih dan jauh dari polusi, sehari-hari saya mengkonsumsi makanan sehat dan alami yang hampir bersih dari toksin dan bahan-bahan kimia berbahaya. Saya juga tidak merokok dan minum-minuman beralkohol. Makanan sehat alami yang kaya nutrisi inilah yang membantu mengembalikan fungsi organ-organ tubuh yang salah satu fungsinya menyeimbangkan sanyawa kimia dalam tubuh.
(3). Bagaimana aktivitas olahraga bisa mempercepat pemulihan gangguan jiwa? Aktivitas olahraga yang inten dan paparan sinar matahari yang cukup saat berolahraga ternyata bisa membantu mempercepat produksi serotonin alami dalam tubuh.
P.S. Jika ada pertanyaan seputar depresi, gangguan bipolar serta solusi penanganannya, silakan kontak saya via email: tarjumsahmad@gmail.com, WA/Call: 0896-3661-3462, Facebook: fb.com/tarjum.
Jika menurut anda artikel ini menarik dan bermanfaat, silakan share dan sampaikan komentar terbaik anda di bawah.
Lanjutkan...
Cinta yang Luar Biasa Seorang Ayah kepada Anak Angkatnya
CINTA, mungkin kata yang paling populer di dunia, sering kita dengar dan kita ucapkan. Kata cinta mengandung beragam arti, makna dan penafsiran.
Namun cinta yang tulus, siapa pun yang memberikannya, siapa pun yang menerimanya, kapanpun dan di manapun cinta itu berlabuh, efeknya luar biasa, baik bagi yang memberikan maupun yang menerimanya. Cinta yang tulus bisa difahami dan dirasakan oleh setiap orang tanpa perlu diucapkan dengan kata-kata yang indah.
Melalui tulisan ini, saya hanya ingin mengajak anda menyaksikan video tentang satu contoh cinta yang tulus. Cinta yang luar biasa dari seorang ayah kepada anak angkatnya, berbuah cinta yang luar biasa dari sang anak. Deng, sang ayah mempertaruhkan jiwa dan raganya bahkan hidupnya untuk kebahagiaan dan kesuksesan Xuefeng, anak angkatnya. Deng bahkan rela tak menikah lagi demi anak angkatnya.
Kisah ayah dan anak angkatnya yang mengharukan ini terekam dari acara reality show di negeri tirai bambu, “Panggung Impian”. Ketika Xuefeng menuturkan impiannya, para penonton dan pembawa acara pun mulai meneteskan air mata. Sebagian menangis tersedu mendengar pengorbanan terbesar sang ayah. Terlebih lagi, Deng yang petani miskin ini tidak hanya membesarkan putrinya, tapi juga adik kandungnya yang hilang ingatan.
Saya tak perlu banyak bercerita, karena video yang cukup panjang ini (sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia) akan menceritakan dengan gamblang kisah perjuangan yang dramatis seorang ayah untuk membesarkan putrinya.
Sebelum manyaksikan video ini, sebaiknya anda menyiapkan tisyu atau sapu tangan, karena saya jamin anda tak akan kuasa menahan air mata, bahkan mungkin anda akan menangis tersedu-sedu saat menyaksikan video ini.
Langsung saja, silakan saksikan videonya.
Sumber video : detik.com.
Lanjutkan...
Pengamen Nyentrik di Markas Polres Subang
Awalnya saya mengira dia anggota polisi Satlantas Polres Subang yang ditugaskan menghibur para pembuat SIM (Surat Izin Mengemudi) di ruang tunggu markas Satlantas.
Postur tubuhnya sedang dengan badan tegap berisi. Wajahnya ganteng, berkulit hitam manis dengan rambut pendek, walau tidak cepak seperti anggota polisi. Sampai sekitar 15 menit saya memperhatikan dia. Saya masih bertanya-tanya dalam hati, siapa dia sebenarnya? Saya dengar dia mengatakan, bahwa dia ditugaskan Kasatlantas untuk menghibur para pembuat SIM di ruang tunggu. Saya semakin yakin bahwa dia memang anggota polisi yang ditugaskan atasannya untuk menghibur di ruang tunggu.
Diiringi petikan gitar akustiknya, dia menyanyikan lagu-lagu Ebit G. Ade, dengan suara merdunya. Sesekali dia menyapa dan mengajak audiens ikut menyanyi. Dengan senyum menawan, dia melempar joke dan canda kepada orang-orang yang duduk di ruang tunggu.
Hari itu saya dan istri mau membuat SIM. Sudah mendaftar dan menyerahkan dokumen persyaratan, tinggal menunggu dipanggil ke ruang tes yang posisinya tepat di depan ruang tunggu. Tak lama kemudian, istri dipanggil untuk mengikuti tes teori. Saya mengantar istri masuk ruang tes, lalu menunggu di luar ruangan.
Sang penyanyi di ruang tunggu tadi, juga keluar ruangan. Dia ngobrol dengan seorang anggota polisi. Karena penasaran, saya coba mendekati dan menguping pembicaraan mereka berdua. Ternyata, dia kenal dengan Tegar, pengamen cilik asal Subang yang mendadak tenar karena suara emasnya ditemukan seorang pencari bakat.
Ketika dia selesai ngobrol dengan sang polisi, saya mendekatinya. Saya penasaran, ingin tahu siapa dia sebenarnya. Setelah kenalan, kita berdua ngobrol di luar ruang tunggu. Cepi, nama sang penyanyi di ruang tunggu Satlantas Polres Subang ini. Orangnya ramah, terbuka dan murah senyum. Saya tanya apakah dia anggota polisi? Ternyata bukan! Dia pengamen yang biasa menghibur pengunjung di salah saru rumah makan dekat terminal Subang.
Suatu hari, seorang anggota polisi yang sering mendengar suara merdu dan petikan gitar akustiknya, mengajak Cepi untuk mengisi salah satu acara hiburan yang diadakan di markas Polres Subang. Sejak itu, Cepi sering dipanggil untuk menyanyi jika ada acara-acara hiburan di markas Polres.
Beberapa bulan terakhir, Kasatlantas Polres Subang meminta Cepi menyanyi dan menghibur para pembuat SIM di ruang tunggu Satlantas. Maksudnya agar para pembuat sim tidak merasa jenuh duduk-duduk menunggu proses pembuatan SIM. Langkah kecil dari Kasatlantas yang patut diapresiasi. Ini salah satu bukti, polisi berusaha meningkatkan mutu pelayanannya kepada masyarakat.
Cepi mengaku, tidak setiap hari menyanyi di ruang tunggu, hanya hari-hari tertentu saja. Sehari-harinya dia lebih sering menyanyi di rumah makan dekat terminal Subang. Dia mangkal di situ karena kenal baik dengan sang pemilik rumah makan. Seminggu sekali dia ngamen di salah satu rumah makan di kota Bandung.
Mungkin karena sikap ramahnya, penampilannya dan kepiawaiannya menyanyi dan memetik gitar itu yang membuat pihak Polres Subang sering mengundang Cepi di acara-acara hiburan di markas Polres. Saya sendiri sudah membuktikan keramahan Cepi, baru kenal beberapa menit saja kita sudah bisa ngobrol akrab dan terbuka. Tak tampak rasa canggung atau minder karena dia berprofesi sebagai pengamen. Sebaliknya dia sangat menikmati aktivitasnya menyanyi dan menghibur orang.
Ketika ditanya soal Tegar yang pernah jadi teman ngamennya di Subang, dia bilang bahwa Tegar memang bernasib baik, bisa rekaman dan tenar seperti sekarang. “Nasib saya belum sebaik Tegar kang,” katanya enteng, “Tapi, siapa tahu suatu saat nanti saya juga bernasib baik seperti dia.”
Teruslah berkarya, menyanyi dan menghibur banyak orang, kang Cepi. Semoga, suatu saat nanti nasib baik menghampirimu. Seorang motivator mengatakan, “Kesempatan datang kepada mereka yang siap.” Saya pikir nasib baik juga tak datang tiba-tiba, tapi datang kepada orang-orang yang siap menerimanya.
Lanjutkan...
Inilah Cinta yang Sederhana dan Apa Adanya
Sore itu di akhir bulan Oktober, saya membuka-buka halaman facebook, membaca status beberapa orang teman.
Saya tertegun ketika membaca puisi singkat seorang teman, berisi curhat pribadi yang ditujukan kepada pasangannya (suaminya). Puisi singkat itu begitu mengena di hati. Berikukt kutifan puisinya :
Apa Adanya Dirimu Sempurna Buatku
Oleh Bernadette Irene
Sayangku, dengarkan aku, tak perlu lagi ragu, ini aku,
aku bukannya mereka yang hanya bisa dipuaskan dengan sesuatu yang palsu lagi semu,
tak perlu lagi mencoba jadikan dirimu sempurna,
karena apa adanya dirimu jauh lebih berharga.
Ada indah yang menyapa disetiap kerlingan mata,
ada cinta yang tergambar disudut senyum bersahaja,
ada makna yang tersaji disetiap tutur kata,
dan ada sejuta rasa bangga yang menyelip dikala kau dan aku, bersama.
Sayangku, segala tentangmu buatku mengerti,
bahwa hidup adalah tentang mencintai segala yang terjadi,
dan menerimanya dengan kelapangan hati.
Kesederhanaanmu buatku tak lagi menggilai segala yang bias dan tak murni dari hati,
denganmu aku pahami, bahwa cinta adalah untuk dinikmati,
dan biarkan mengalir bersama mimpi agar indah kesudahannya nanti.
Sayangku, apa adanya dirimu, adalah sempurna bagiku.
Saya tak kuasa menahan diri untuk menulis komentar di status tersebut dan langsung dibalas oleh sang teman.
Tarjum : Menawan sekali tulisannya Bernadette. Kalau kebanyakan perempuan (karena tak mungkin semua) mencintai laki-laki seperti itu dan sang lelaki pun mencintai perempuan seperti itu, rasanya sebuah hubungan akan terasa manis dan membahagiakan. Tak akan ada rasa pahit dan sakit hati. Begitu barangkali.
Bernadette : Waaa... saya jadi malu, masih amatiran kok mas, hanya berusaha memuntahkan apa yang ada di kepala. Memang sejatinya hubungan yang sehat seperti itu. Ya, seimbang antara take and give-nya. Saya juga masih dan akan terus berproses untuk jadi pribadi yang bisa memaknai sebuah hubungan dengan lebih baik lagi. Insya Allah.
Tarjum : Memang seperti itulah yang diharapkan seorang pria/suami dari kekasih/istrinya, begitu juga mungkin sebaliknya. Mau menerima pasangan apa adanya, tak membandingkan dengan orang lain, tak menuntut melebihi kemampuannya, tak membesar-besarkan kelemahannya tapi sebaliknya mau menerima pasangan apa adanya, menutupi kelemahannya dan menghargai setiap usahanya untuk memperbaiki diri.
Demikianlah kutifan status dan obrolan tentang cinta dengan seorang teman facebook.
Kalau makna cinta diibaratkan jenis minuman dengan bahan dan kemasan yang beragam seperti: minuman rasa buah dalam kaleng, minuman soda dalam botol, minuman segar dalam kemasan plastik, minuman rasa teh dalam kemasan kotak dan banyak lagi yang lainnya, makna cinta yang terkandung dalam bait-bait puisi Berbadette di atas seperti air pegunungan yang murni dan segar tanpa bahan pewarna dan pengawet.
Tapi bukankah air murni dan segar yang sebenarnya dibutuhkan tubuh? Sementara air dengan beragam rasa, aroma dan kemasan hanya nikmat di lidah tapi belum tentu sehat di tubuh.
Cinta yang dibutuhkan seseorang dari pasangannya adalah cinta murni dan jernih yang keluar dari kedalaman nurani. Cinta yang sederhana dan apa adanya tanpa banyak pamrih dan tuntutan. Cinta yang membuat nyaman dan damai tanpa membuat banyak kekhawatiran.
Terima kasih Berbadette, bait-bait puisi cintanya sudah mengingatkan dan menginspirasi, bagaimana seharusnya menerima seseorang yang dicintai apa adanya.
Bagaimana menurut anda? silakan sampaikan pendapat anda di kolom komentar.
Mau baca status-status Bernadette yang lainnya, silakan berteman dengannya di facebook.
Lanjutkan...
Apa kata Krisna jika Melihat Kisah Cinta Rais dan Risna?
Oleh Tarjum
Terharu juga melihat video pernikahan Rais yang menunjukan kesedihan Risna yang tak kesampaian menikah dengan Rais.
Saya sebenarnya ketinggalan informasi, karena video/foto Rais dan Risna sudah menyebar di media social sejak pertengahan bulan Oktober dan jadi bahan perbincangan para netizen. Beberapa media online mainstream juga menulis berita tentang “kisah cinta yang tak sampai” kedua sejoli ini.
Dari berita yang saya baca, katanya Rais sempat 2 kali melamar Risna, namun ditolak oleh keluarga Risna karena keluarga Rais tak bisa memenuhi uang panai (mahar) yang ditetapkan keluarga Risna. Jadilah rencana pernikahan dua sejoli yang sudah menjalin tali kasih semenjak SMP ini kandas.
Melihat dan membaca kisah cinta yang mengharukan ini saya teringat serial “Mahabarata” yang sekarang sedang tayang di layar kaca. Waktu itu sedang menayangkan episode ketika Subadra, adik Sri Krisna mau dilamar dan dijodohkan dengan Duryudana, putera mahkota dinasti Kuru dari kerajaan Hastina.
Sri Krisna tidak setuju dengan perjodohan tersebut. Walau Krisna sendiri merupakan produk dari budaya dinasti yang sudah berumur ribuan tahun, tapi Krisna tergolong bangsawan yang berpikiran terbuka dan bisa memandang jauh ke depan menembus batas-batas budaya di zamannya. Ini wajar saja, karena Krisna digambarkan sebagai sosok manusia titisan dewa Wisnu yang sakti mandraguna dan bisa melihat masa depan.
Krisna mengritik sikap para bangsawan Hastina yang memegang teguh tradisi leluluhurnya dengan cara yang kaku. Menurut Krisna, tradisi yang sudah kolot harus dirubah sesuai perkembangan zaman. Krisna menilai para bangsawan Hastina malah terbelenggu oleh adat istiadat yang sudah kolot itu dan mengabaikan sisi lain kemanusiaan yang justru lebih penting diperhatikan.
Dalam hal perjodohan antara Subadra dengan Duryudana, Krisna menilai, demi tradisi, bangsawan Hastina dan Dua Raka itu mengabaikan perasaan dan hak Subadra yang tak menyukai Duryudana. Karena Subadra sebenarnya mencintai putra Pandu yang tampan rupawan yaitu Arjuna.
Mahabarata, karya sastra epik pujangga India berabad-abad silam yang legendaris ini mampu menembus batas-batas negara dan menyeberangi samudera, hingga sampai ke kepulauan nusantara. Sampai sekarang kisah ini sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia dalam berbagai bentuknya (wayang purwa, wayang golek, wayang orang, beragam tarian dan nyanyian).
Yang lebih mengagumkan lagi adalah pemikiran penulisnya yang jauh memandang ke depan melampuai pemikiran di zamannya. Apa yang diceritakan dalam kisah perjodohan Subadra di atas, terjadi dalam kehidupan nyata di zaman modern saat ini, seperti yang dialami Risna dan Rais. Risna dan Rais dipisahkan oleh adat leluhur yang masih dipegang teguh oleh keluarga mereka sampai saat ini.
Kalau saja Krisna hidup saat ini dan melihat apa yang dialami Risna dan Rais, kira-kira apa yang akan dikatakan dan dilakukan Krisna? Jawabannya silakan sampaikan di komentar.
Ini hanya sekedar pemikiran dari seorang penggemar serial kisah “Mahabarata” di layar kaca, jangan terlalu dianggap serius…hehehe…
Lanjutkan...
Banyak “Tongki” Masuk ke Desa Kami
Sejak ditetapkan sebagai zona industri beberapa tahun lalu, banyak pabrik berdiri di desa kami. Sebagian besar pabrik garment asal Korea, yang tergolong industry padat karya. Para investor asal Korea tersebut mendirikan pabrik di daerah karena mengejar upah murah.
Pabrik garment memang menyerap banyak tenaga kerja. Pabrik tempat saya bekerja saja yang 3 factory menyerap tenaga kerja lebih dari 4.500 orang. Dan lebih dari 90% karyawan pabrik garment adalah perempuan. Di desa kami saat ini ada 3 pabrik garment dan 1 pabrik wig. Total karyawan 4 pabrik tersebut sekitar 11.000 orang lebih.
Dari sekitar 10.000 karyawan perempuan dan 1000 karyawan laki-laki, ternyata terselip puluhan atau mungkin ratusan karyawan perempuan tapi penampilan dan gayanya seperti laki-laki. Mereka inilah yang oleh warga desa disebut “Tongki”. Tongki adalah nama itik hasil perkawinan silang antara bebek dengan entog. Mereka disebut Tongki, mungkin karena dianggap perpaduan antara perempuan dengan laki-laki.
Awalnya kehadiran para Tongki ini dianggap hal yang wajar, toh mereka kan masih tergolong perempuan, hanya penampilannya saja yang tomboy dan kelaki-lakian. Tapi, lama-lama muncul ke parmukaan kasus-kasus yang dalam pandangan warga desa dianggap melanggar norma. Orang-orang sering melihat, para Tongki ini menjalin hubungan dengan perempuan teman kerja mereka dan sering terlihat mesra di tempat umum. Setelah diselidiki, ternyata hubungan itu bukan sebatas pertemanan antara perempuan dengan perempuan, tapi hubungan sepasang kekasih layaknya laki-laki dengan perempuan.
Sampai di sini, warga desa masih menyikapinya dengan biasa-biasa saja, karena kasus hubungan sesama jenis yang muncul dipermukaan hanya beberapa saja. Seiring berjalannya waktu, dengan semakin banyaknya karyawan dari luar,daerah yang masuk ke desa kami, para Tongki juga semakin banyak jumlahnya. Kasus hubungan sesama jenis para Tongki pun semakin banyak. Warga desa mulai resah dengan ulah para mereka yang tak jarang menunjukan kemesraan dengan pasangannya di tempat umum.
Yang paling meresahkan warga adalah tingkah para Tongki ini yang kalau bertengkar dengan pasangannya lebih galak dari laki-laki. Saya pernah menyaksikan sendiri pertengkaran seorang Tongki dengan pacarnya. Si Tongki baru sebulan kost di kontrakan saya. Saya pikir tadinya, tak apalah mereka saya terima kost, yang penting jangan membuat ulah di tempat saya. Kalau mau pacaran ya silakan di luar tempat kontrakan. Mereka kost bertiga satu kamar, seorang Tongki dan 2 orang perempuan. Mereka bertiga bekerja di tempat yang sama.
Sebulan pertama mereka kost, tak ada masalah apa-apa. Memasuki bulan kedua, saya mulai melihat gelagat yang tak baik. Saya dengar dari teman sekamar si Tongki, bahwa pacar si Tongki ingin mengakhiri hubungan dan ingin menjalani hubungan yang normal layaknya perempuan lain. Tentu saja si Tongki tak terima, karena dia sudah cinta berat sama pacarnya.
Sampai suatu malam, selepas Magrib, saya mendengar suara rebut-ribut di kamar kost si Tongki. Saya pikir tadinya hanya bercanda, tapi makin lama makin ribut dengan teriakan-teriakan si Tongki yang makin keras. Ketika saya mendekati kamarnya, ternyata si Tongki sedang teriak-teriak seperti orang kesurupan. Dua orang teman perempuannya berusaha menenangkan dan memegangi si Tongki yang meronta-ronta. Lebih parah lagi, pintu dan bak kamar mandi jebol ditendang si Tongki yang mengamuk. Ternyata dia mabuk berat. Menurut pacar dan teman perempuannya dia mabuk karena sakit hati oleh pacarnya yang minta putus hubungan.
Saya mau mencoba menenangkan, gak enak juga, soalnya bagaimanapun kan dia perempuan. Untungnya ada seorang teman yang bertamu dan dia seorang playboy. Dialah yang menenangkan si Tongki yang meronta-ronta.
Ternyata, kejadian seperti ini bukan hanya terjadi di kontrakan saya, di kontrakan lain pun sering terjadi pertengkaran Tongki dengan pacarnya seperti itu. Sampai ada pemilik kontrakan yang tak mau menerima mereka kost di tempatnya. Ya, karena itu tadi, suka bikin ulah di tempat kost.
Bahkan ada yang lebih gila lagi, pernah ada kasus seorang karyawati yang bekerja di perusahaan garment tempat saya kerja, nekad mau bunuh diri di kamar kostnya. Menurut keterangan teman kostnya, si karyawati tersebut nekad minum obat dan over dosis karena ditinggal pulang pacarnya. Dan pacarnya itu adalah seorang Tongki.
Karena semakin banyaknya para Tongki yang bekerja di pabrik dan sering membuat ulah yang meresahkan warga desa, suatu waktu para tokoh masyarakat dan tokoh agama bermusyawarah untuk mencari jalan keluar atas penomena Tongki ini. Hasil musyawarah tersebut disepakati, setiap pemilik kontrakan yang di dalamnya ada Tongki, dihimbau untuk mengingatkan para Tongki agar tidak melanjutkan hubungan terlarangnya. Kalau mereka tidak menggubris himbauan warga tersebut, maka mereka diminta meninggalkan desa dan mencari kerja di tempat lain.
Setelah ada himbuan ini, sempat ada beberapa orang pemuda Karang Taruna yang datang ke kontrakan saya dan menanyakan apakah ada Tongki yang tinggal di kontrakan saya. Saya bilang sudah tak ada, karena sudah pindah ke tempat lain. Mereka bilang, hanya akan menasihati para Tongki. Jika mereka mematuhi himbauan warga, tak masalah mereka boleh tetap tinggal dan bekerja di desa ini.
Di perkotaan, penomena para Tongki ini mungkin hal yang biasa, tapi bagi warga desa yang masih memegang teguh adat-istiadat, norma dan hukum agama, keberadaan dan tingkah para Tongki, tak bisa diterima dan sangat meresahkan. Ketenangan dan kedamaian hidup warga desa seolah terusik oleh kehadiran dan ulah para Tongki. Inilah mungkin salah satu dampak hadirnya industri di daerah pedesaan.
Lanjutkan...
Pakwi, Pelukis Wayang Peraih MURI
Oleh Tarjum
Kecintaanya pada tokoh wayang, tak diragukan lagi.
Dari ribuan lukisan yang dibuatnya, sebagian besar adalah lukisan wayang dengan beragam karakter dan posisi. Itulah bukti kecintaan dia pada salah satu karya seni dan budaya khas Indonesia.
Siapakah pelukis yang luar biasa ini?
Dialah “Dwi Putro”, biasa disapa “Pakwi”
Saya pertama kali bertemu dengan Pakwi, beberapa bulan yang lalu di Pasar Seni Ancol, saat menghadiri acara “Kreasi Bipolar” yang diadakan rekan-rekan Komunitas Bipolar Care Indonesia (sebuah grup facebook tempat sharing masalah-masalah yang terkait gangguan bipolar).
Waktu itu, saya perhatikan, Pakwi nyaris tanpa henti melukis di stand pameran yang dibuat khusus untuk memajang karya-karya lukisnya. Saya berdiri tepat di hadapan Pakwi yang sedang asyik menyelesaikan lukisan wayangnya. Dia nggak peduli dengan kahadiran saya.
Saya melihat semangat, antusiasme dan stamina Pakwi yang luar biasa saat menggoreskan kuas di atas media lukis. Ketika melukis, dia seperti tak terpengaruh oleh keadaan di sekelilingnya. Dia fokus dan konsentrasi penuh pada media lukisnya tanpa peduli dengan siapa pun atau apa pun yang ada di depan, belakang atau di sampingnya.
Siapa sebenarnya Dwi Putro atau Pakwi?
Berikut saya kutif tulisan tentang Pakwi, di website kickandy.com. Pakwi juga pernah tampil di acara “Kick Andi Show” bersama beberapa orang penderita sikzofrenia dan gangguan bipolar.
Pria asal Yogyakarta itu selain terkena skizofrenia juga mengalami gangguan pendengaran dan komunikasi. Kondisinya semakin parah ketika kedua orangtuanya meninggal dunia. Pakwi pun hidup di jalanan selama beberapa tahun.
Melihat kondisi Pakwi yang makin memburuk, Sang adik, Nawa Tunggal merasa sedih dan tergerak untuk membantu dan mengangkat Pakwi dari kehidupan jalanan. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, Pak Wi akhirnya tidak sering mengamuk dan bisa menjadi pelukis.
Saya sendiri mengenal Pakwi dari sang adik, Nawa Tunggal. Saya pernah ketemu dengan Nawa Tunggal di salah satu seminar Kesehatan Jiwa di Jakarta. Nawa Tunggal bersama beberapa orang rekannya yang aktivis Keswa (Kesehatan Jiwa), membentuk sebuah grup di facebook bernama “Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI)".
Saat ini member KPSI sudah lebih dari 9.927 orang. Member KPSI, yang tersebar di seluruh Indonesia, selain penderita sizofrenia dan gangguan jiwa lainnya, juga anggota keluarga pasien skizofrenia, psikiater, aktivitas keswa dan orang-orang yang peduli terhadap penderita gangguan jiwa.
Nawa Tunggal, yang wartawan Kompas ini, sangat telaten mendampingi sang kakak yang menderita skizofrennia. Dia berperan sebagai adik, orang tua, caregiver, mentor, sekaligus manager untuk sang kakak.
Ketelatenan, kesabaran dan kegigihannya membantu sang kakak untuk bisa hidup normal dan terus berkarya, sangat layak diacungi dua jempol. Berkat dukungan, pendampingan, arahan dan kasih sayangnya, kondisi Pakwi, semakin membaik.
Pakwi, seakan tak pernah lelah untuk berkarya, melukis beragam tema dan karakter dengan sapuan kuas yang penuh semangat, antusiasme dan daya imajinasi yang kuat.
Salah satu tema lukisan yang paling disukai Pakwi, adalah tokoh-tokoh wayang. Ini mungkin wujud kecintaan Pakwi kepada seni dan budaya khas Indonesia.
Ungkapan semangat, harapan, kecintaan maupun kebanggaan terhadap negara dan bangsa Indonesia, tak selalu harus diungkapkan dengan kepalan tangan, pekik dan teriakan. Dalam diam, dalam kesunyian dan kesendirian, bahkan dalam kegalauan jiwa, semangat, harapan dan kecintaan pada negeri itu bisa diungkapkan.
Seperti Pakwi, yang mengungkapkan semangat, harapan dan kecintaanya pada negeri, melalui goresan-goresan kuasnya di atas kanvas. Lukisan-lukisan wayang yang artistik dan sarat makna adalah wujud dari semua itu.
Pakwi seolah ingin mengatakan, bahwa seorang penderita skizofrenia, yang sering dipandang negatif dan jadi bahan olok-olok orang yang tak memahami gangguan jiwa, masih tetap mampu berkarya.
Teruslah berkarya Pakwi!
Karya-karya Lukis Pakwi
Lukisan wayang Pakwi sepanjang 88 meter, memproleh rekor MURI “Difabilitas Mental Melukis Wayang Terpanjang Nonnstop".
Selain melukis sendiri, Pakwi juga berkolaborasi melukis dengan beberapa orang pelukis ternama, diantaranya: Nasirun, Tisna Sanjaya, Fredy Sofian, Joko Kisworo dan Jaya Suprana.
Kolaborasi Pakwi dengan Tisna Sanjaya, Fredy Sofian dan Joko Kisworo di Pasar Seni Jakarta, Senayan, 3 - 5 November 2013.
Lukisan Pakwi kolaborasi dengan Nasirun dan Noriyu, 10 Oktober 2013, di Bentara Budaya Jakarta.
“Damar Kurung” karya Pakwi dalam Pameran Tunggal “1001 Lukisan Skizofrenia”, 2 - 11 Nov 2012 di Pasar Seni Ancol.
Lanjutkan...
Jika Engkau Sibuk Mengurus Kebaikan bagi Orang lain, Tuhan yang akan Mengurus Kepentinganmu
Oleh Kristi Swastiani
Curhat yang jujur, lugas dan apa adanya dari seseorang yang didiagnosa mengidap schizofrenia affective, Kristi Swastiani. Seperti apa sih curhatan Kristi? Silakan simak di bawah ini.
Sudah seminggu aku susah tidur. Minum obat tidur pun sudah, belum lagi serangan relaps tengah malam berturut-turut, biasanya jam 12:00 sampai jam 01:00 malam.
Kutelan saja sendirian. Seperti pesan Bu Dwi, psikiater di Klinik Sosial Saint Antonius,”Jangan Ganggu kaka-kakakmu kalau kamu susah tidur, kasian mereka sudah capek cari uang.”
Kulihat jam di kamar, jam 01:00. Bagus relaps lagi gue, kayak serangan sakaratul maut. Kayak roh tuh di tarik dari kaki sampai kepala. Nih dia neh efek di ruqyah 7 tahun yang lalu sama guru spritual keluarga kami, Bapak Tomo. Telen saja sudah.
Kaka di kamar sudah nyenyak. Keluarlah aku ganggu satpam komplek untuk diajak muter-muter cari udara segar. Yah, sejak jadi yatim piatu dan sudah 5 tahun tinggal berdua aja sama kaka, banyak yang memperhatikan kami.
Kemaren malam aku pun bisa tertidur nyenyak walaupun awal jam 10-an sempat terdengar suara-suara dan bayangan tidak jelas. Dan lagi-lagi kutelanlah sendirian, karena kaka belum pulang kantor. Aku pun hanya bener-bener berdo’a dalam sujud roka’at terakhirku saat sholat Isya, bener-bener mohon ke ilahi, untuk diberikan kenyamanan tidur.
Seperti yang dilakukan Bu Dwi di setiap sms disaat aku mengganggunya untuk konsultasi kalau merasa ingin kambuh. Bu Dwi hanya berpesan "Minum obat dan berdoa pada Tuhan, selamat Tidur." itu saja dan hp pun dimatikan oleh Beliau. Lemas juga aku bertahun-tahun di training Bu Dwi untuk tidak bergantung pada beliau.
Dalam kerelaps-an ku, mood berantakan, pala penat, suara-suara bersliweran, akupun tetep harus menjalankan tanggung jawab ku sebagai "IRT”. Walaupun menurut orang-orang rumah belum bersih banget tapi setidaknya yah I will do my best di tengah keterbatasanku.
Membaca tulisan Mas Anta, jadi mikir, beliau berkata yang pada intinya "Setiap ODMK mempunyai keunikan tersendiri dalam kepulihannya, tidak bisa disamakan." Aku pun berpikir, andaikan saja lingkunganku bisa seramah itu padaku atau kaka-kakaku atau saudara-saudaraku, mungkin hidup akan terasa lebih enak dan nyaman. Tinggal makan, tidur dan internetan (maaf kalau ada yang tersinggung saat membaca tulisan ku yah).
Tapi, yah seperti biasa, diriku mencari jawaban-jawaban atau mengevaluasi diri lagi. Lalu aku pun berpikir, mereka keras padaku dan tidak ada pemakluman sebagai ODMK, karena mereka ingin aku mandiri, kalau kalau mereka sudah tidak ada.
Seperti yang selalu dipesankan Mas Ossy, kaka pertamaku yang beda agama ke psikiater Mahdi, Ibu Wulandari, "Bagaimana caranya bu,saya mohon agar Kristi bisa mandiri kalau di rumah sendirian, karena kami sudah tidak punya orang tua, tidak bisa terus mengandalkan tetangga dan saudara untuk mengawasi dia. Kami semua dalam tahap belum mapan jadi kudu kerja keras cari uang, termaksud pembayaran RSJ. di Srikandi atau Sadewa."
Bu Wulan biasanya hanya bilang, "Siap pak Ossy!"
Yah, tujuanku menulis notes ini bukan untuk mencari pembenaran atau kebanggan diri, untuk merendahkan atau membuat self esteem jadi down untuk temen temen ODMK yang lain.
Aku percaya setiap manusia bahkan adik kaka pun punya takdir yang berbeda beda, punya cara yang berbeda beda, punya kapasitas yang berbeda-beda dalam menyikapi setiap permasalahan hidup termaksud penyakit yang diderita.
Hargai setiap keberhasilan kemandirian sekecil apapun itu. Mau yang sekira-kiranya orang lain mikir hal itu sepele tapi bagi aku atau temen lainnya pasti suatu prestasi yang membanggakan. Walaunpun itu mungkin hanya beres-beres kamar tidur sendiri, beres beres rumah, nganterin adik ke sekolah, nganterin ibu ke pasar,-angun pagi atau mandi sekali pun. Itu prestasi banget menurut aku pribadi.
Satu yang aku tau pasti dan aku yakini "Tuhan itu setiap memberikan masalah atau ujian atau tantangan kehidupan pasti memberikan juga solusinya, tidak ada kata kebetulan dalam "kamus" Tuhan.
Ayo kita berjuang buat kepulihan kita dan kesuksesan hidup kita masing masing. Tentu saja sesuai dengan standarisasi keberhasilan kita sendiri tapinya (sembari berharap nanti malam dan seterusnya bisa tidur nyenyak lagi aamiin).
Selasa, 10 September 2013, pukul 13:48.
Salam penuh cinta
Kristi
Ingin kenal lebih dekat dan berbagi pengalaman dengan Kristi? Silakan kunjungi halaman facebooknya.
Lanjutkan...
Inpirasi dari film “Mongol”, True Story Genghis Khan
Oleh Tarjum
Saya suka film-film klasik kolosal.
Setelah melihat sekilas beberapa film, saya tertarik dengan film berjudul “Mongol”.
Film klasik yang dirilis tahun 2007 ini bercerita tentang kisah hidup salah satu tokoh besar dunia dari daratan Mongol, Genghis Khan.
Ada 4 hal yang membuat saya tertarik dengan film ini :
- Kisahnya natural, tidak terkesan didramatisir seperti kebanyakan film-film Hollywood.
- Akting para aktor dan aktrisnya juga terkesan natural dan berkarakter.
- Setting lokasi filmnya yang sangat indah, dari mulai hamparan gurun pasir Mongolia yang luas, pegunungan dengan hutan finus dan saljunya yang juga tak kalah indah.
- Dan tentu saja jalan ceritanya yang menarik. Menceritakan kisah hidup sang tokoh dunia penakluk daratan Asia, Genghis Khan yang juga dramatis.
Kisahnya diawali dari padang rumput Mongolia yang indah memesona, menggambarkan kehidupan salah satu suku Mongolia yang harmonis dan bahagia. Mereka hidup damai dengan menjaga nilai-nilai tradisi dan persaudaraan yang kuat.
Dalam salah satu adegan, seorang bocah laki-laki anak kepala suku, sesuai tradisi suku-suku Mongol diharuskan memilih calon pengantinnya. Sang bocah harus memilih satu diantara 8 orang anak perempuan yang akan dinikahinya 5 tahun kemudian saat dia sudah dewasa. Sang bocah yang masih lugu itu, perlahan berjalan sambil memandang satu-persatu wajah anak-anak perempuan itu.
Satu, dua, tiga orang anak dia lewati…. Sang bocah berhenti dihadapan salah seorang anak perempuan berkulit putih dan berambut kemerahan. Mereka berdua saling memandang, lalu keduanya saling manyapa dan tersenyum. Sang bocah laki-laki memilih anak perempuan yang mamang paling cantik diantara yang lainnya itu sebagai calon jodohnya. “Aku telah memilih pengantiku!” teriak Temudgin kepada sang ayah.
Bocah lelaki yang bernama Temudgin itulah yang kelak akan dikenal sebagai Khan bangsa Mongol, ahli strategi dan panglima perang yang gagah berani di medan tempur gurun Mongolia dan daratan Asia, Genghis Khan. Sedangkan bocah perempuan kelak akan menjadi pendamping hidupnya dalam suka dan duka.
Apakah Genghis Khan menjalani kehidupan masa kecil yang bahagia dengan beragam fasilitas istimewa sebagai anak seorang kepala suku? Ternyata tidak! Sebaliknya dia menjalani kehidupan masa kecil yang sangat keras, bahkan harus mengalami penderitaan fisik dan psikis yang amat berat untuk ukuran anak seusianya.
Setelah ayahnya meninggal karena diracuni salah seorang kepala suku saingannya, Genghis Khan kecil harus mengalami siksaan demi siksaan fisik dari anggota sukunya sendiri. Mereka tak lagi menghormati keluarganya setelah sang ayah yang mereka segani meninggal. Dia bahkan nyaris dibunuh oleh salah seorang anggota sukunya.
Itulah sekelumit kisah masa kecil Genghis Khan yang keras. Namun kehidupan keras itulah justru yang menempanya menjadi pribadi tangguh bermental baja. Secara fisik dia kuat sebagai seorang petarung tangguh yang tak mudah dikalahkan. Secara mental dia juga kokoh, tak bergeming mengahadapi beragam tekanan fisik dan mental maha dahsyat di sepanjang perjalanan hidupnya.
Inspirasi dan palajaran berharga yang saya petik dari film ini adalah :
Sekeras apa cobaan hidup yang menimpa, kita tak boleh menyerah. Boleh berhenti, berbelok atau mundur sementara, tapi kita harus tetap fokus pada tujuan dan impian yang ingin kita capai, sesulit apa pun jalan yang harus dilalui dan seberat apa pun rintangan yang harus diatasi. Karena di atas semua itu ada sekenario Tuhan yang belum kita fahami. Dan Tuhan tahu betul batas kekuatan kita.
Apakah anda merasa penderitaan hidup masih terus mendera anda dan seolah tak berujung? Apakah anda merasa telah berusaha maksimal untuk mengatasi masalah anda, namun belum juga mebuahkan hasil seperti yang diharapkan? Apakah anda merasa orang-orang di sekitar anda tak mendukung anda? Apakah anda merasa sendiri, sepi dan dikucilkan dari lingkungan anda?
Saya sarankan anda menonton film ini.
Setelah menyaksikan film ini, saya harap anda mendapatkan sesuatu yang berharga setidaknya untuk diri anda sendiri, syukur-syukur anda bisa berbagi inspirasi dengan orang lain.
Inspirasi dan pelajaran apa yang anda dapatkan dari film ini, silakan berbagi di komentar.
Lanjutkan...
Hana Madness dan Kreasi Bipolar
Oleh Tarjum
Gayanya modis, terkesan energik dan nyentrik dengan tato indah di lengannya.
Bicaranya lugas dengan senyum lebar dan tawa lepasnya yang khas. Penampilan yang pas untuk seorang yang mengaku sebagai pelaku sekaligus penikmat seni. Dialah Hana Madness.
Dia pernah tampil di acara "Kick Andi Show" Metro TV dan "Sunting" ANTV, menceritakan pengalaman psikologisnya sebagai seorang Survivor skizofrenia dan bipolar.
Hari Minggu, 2 Juni 2013, saya bertemu Hana Madness saat dia menjadi narasumber di acara bertajuk “Kreasi Bipolar” yang digagas oleh rekan-rekan Bipolar Care Indonesia dan Kedai Art Brut serta didukung Taman Impian Jaya Ancol.
Selain menjadi pembicara dalam diskusi seputar gangguan Bipolar, Hana juga menampilkan karya-karya seni kreatifnya di stand pameran lukisan dan karya seni Kreasi Bipolar.
Beberapa karya Hana yang ditampilkan antara lain lukisan, sketsa, fotografi, gelang (arm candy) dengan pernak-pernik cantik dan botol/toples bekas yang dihias sedemikian rupa hingga tampak unik dan cantik.
Yang menarik, botol dan toples bekas yang biasanya kita buang di tong sampah, oleh Hana disulap menjadi benda cantik bernilai seni tinggi seperti terlihat di foto ilustrasi.
Selain Hana, beberapa seniman bipolar juga memamerkan hasil karyanya, diantaranya: Vindy, Pak Wi dan beberapa rekan bipolar lainya.
Pak Wi, bukan hanya memerkan lukisannya yang mendominasi ruang pamer Kreasi Bipolar, tapi dia juga nyaris tanpa henti terus melukis di stand pameran.
Pak Wi tampak fokus dan konsentrasi pada media lukisnya tanpa terpangaruh oleh lalu-lalang pengunjung dan keramaian di sekitarnya.
Kreativitas Hana, Pak Wi dan seniman bipolar lainya, bisa jadi inspirasi bagi teman-teman ODB, bahwa dengan naik-turunnya mood yang kadang sangat ekstrem, seorang bipolar masih bisa membuat karya-karya kreatif bernilai tinggi.
Teman-teman Bipolar teruslah berbagi dan berkarya. Karena bukan tak mungkin, otak yang terus-menerus dirangsang, dilatih dan digunakan untuk berpikir dan berimajinasi kreatif, akan mampu menetralisir ketidakseimbangan kimiawinya yang selama ini diduga menjadi penyebab gangguan bipolar.
Teman-teman Bipolar, jangan pernah berhenti berbagi, berkarya dan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, orang lain dan orang-orang yang anda cintai.
Bipolar Care Indonesia
Group facebook : https://www.facebook.com/groups/bipolarcare.indonesia/
Twitter : @kreasibipolar
Email : bipolarcare.indonesia@gmail.com
Tanggung Jawab dan Keberanian yang Luar Biasa Dua Ekor Semut Pemimpin
Oleh Tarjum
Ini Bukan cerita yang saya baca atau dengar dari orang lain. Cerita ini saya tulis karena saya melihatnya sendiri! Di depan mata saya!
Saya memperhatikan tingkah sekawanan semut dengan dua ekor semut pemimpin, selama 25 menit. Cerita luar biasa ini terjadi dari jam 01:00 sampai jam 01:25, dini hari tadi.
Mungkin anda berpikir, “Kok mau-maunya memperhatikan tingkah sekawanan semut, kayak gak ada kerjaan aja. Dini hari lagi!”
Awalnya saya tak sengaja melihat tingkah mahluk-mahluk kecil itu. Karena penasaran lalu saya perhatikan. Setelah saya perhatikan, saya kagum.
Seperti apa sih ceritanya, sampai segitunya? Silakan simak ceritanya baik-baik, lalu renungkan.
Tadi malam, saya ketiduran di depan TV di ruang keluarga. Karena dingin dan diganggu nyamuk-nyamuk nakal, saya terbangun. TV yang masih menyala saya matikan. Suasana malam terasa sangat dingin dan hening. Istri dan puteri kedua saya (Rahma) tidur lelap di kamar tidur utama. Anak pertama saya (Vania) juga terlelap di kamarnya.
Masih di depan TV, saya bangkit dari tidur lalu duduk. Saya perhatikan plastik bekas bungkus camilan Vania dan Rahma, berserakan di lantai. Lalu saya punguti plastik dan sisa-sisa kue yang berceceran di lantai. Maksudnya akan saya buang ke tempat sampah dekat pintu dapur.
Disamping lamari TV, saya lihat ada sepotong sisa kue yang dikerubuti sekawanan semut. Ketika potongan kue itu saya ambil, semut-semut itu berhamburan menjauh. Beberapa detik kemudian, saya lihat sekilas kawanan semut yang jumlahnya sekitar 100 ekor itu, bergerak dalam satu barisan menuju ke satu arah.
Karena penasaran, saya perhatikan barisan kawanan semut lebih dekat. Saya ingin tahu menuju ke arah mana semut-semut itu? Ternyata mereka menuju ke sebuah lubang di sela-sela lantai keramik yang sedikit renggang. Sepertinya di situlah selama ini mereka bersarang.
Saya memperhatikan barisan rapi para semut itu lebih dekat lagi.
Ternyata diantara kawanan semut itu ada 2 ekor semut yang ukuran tubuhnya lebih besar, sekitar sepuluh kali ukuran tubuh semut biasa. Saya pikir dua semut besar itu adalah pemimpin para semut itu. Satu semut besar berjalan di depan seperti memimpin barisan, sedangkan semut besar yang satunya berjalan ditengah seperti mengawal barisan.
Mereka bergerak cepat dan tertib menuju sarangnya. Jarak antara tempat potongan kue ke lubang sarang sekitar 2 meter. Sebagian besar semut sudah masuk ke lubang, tinggal beberapa ekor semut yang masih terpencar-pencar dalam radius 1 meter dari sarang.
Saya melirik ke arah jam dinding, jarum jam menunjuk di angka 01:05, artinya dalam waktu 5 menit kawanan semut itu hampir semuanya sudah masuk ke sarangnya.
Saya pergi ke dapur untuk cuci tangan. Saya masih penasaran dengan tingkah para semut yang mengagumkan itu. Lalu saya kembali memperhatikan lantai di sekitar lubang sarang semut.
Saya perhatikan, 2 ekor semut besar yang tadi sudah masuk ke lubang bersama semut-semut lain, keluar dari lubang bergerak ke arah yang berbeda dalam radius 2 meter. Sepertinya 2 semut pemimpin ini mencari dan mengarahkan semut-semut yang masih berkeliaran di luar untuk segera masuk ke sarang.
Luar biasa tanggung jawab 2 ekor semut pemimpin ini!
Saya perhatikan lagi, satu semut pemimpin berjalan kembali ke arah tempat potongan kue yang tadi dikerubuti kawanan semut itu. Sang semut besar itu berjalan hampir dua meter dari lubang. Dia sepertinya ingin memastikan tak ada semut yang tertinggal atau tersesat di luar lubang.
Setelah memastikan tak ada semut yang tertinggal, dia berbalik kembali menuju ke lubang sambil terus mencari dan mengarahkan semut-semut yang ditemuinya.
Saya penasaran ingin melihat reaksi sang semut pemimpin ini.
Ketika dia berjalan mendekati lubang, jari telunjuk perlahan saya arahkan mendekati sang semut. Dia terus berjalan menuju lubang, seakan tak menghiraukan benda besar yang mendekatinya. Saya dekatkan lagi jari telunjuk saya sampai hanya berjarak sekitar 1 cm dari sang semut. Dia berhenti berjalan. Saya makin penasaran, saya dekatkan lagi jari telunjuk sampai hanya berjarak sekitar 1 mm dan saya posisikan seolah telunjuk saya akan menekan tubuh sang semut pemberani ini.
Apa yang terjadi? Apakah dia bergerak mundur atau lari menjauh?
Tidak! Sama sekali tidak!
Sang semut diam tak bergeming sedikitpun!
Dia Seolah menantang mahluk sangat besar yang ada dihadapannya. Dia seperti memberi isyarat, bahwa dia siap melawan untuk membela para semut yang dipimpinnya. Dia pun berani dan siap mengorbankan dirinya untuk menjaga keselamatan kawanan semut yang dipimpinnya.
Luar biasa! Saya semakin kagum dengan keberanian sang semut pemimpin ini! Dua jempol untuknya!
Saya mendapat inspirasi dan pelajaran sangat berharga dini hari tadi. Pelajaran dari sang semut pemimpin yang gagah berani dan bertanggung jawab.
Sepertinya, para pemimpin layak belajar kepada mahluk amat mungil ini tentang arti tanggung jawab dan keberanian seorang pemimpin untuk menjaga dan melindungi orang-orang yang di pimpinnya.
Jam dinding sudah menunjuk di angka 01:25. Saya perhatikan lagi, keadaan di sekitar lubang semut itu. Tak terlihat lagi semut yang berkeliaran di radius 1 meter dari lubang.
Dua semut pemimpin yang tadi masih mondar-mondir, sekarang sudah tak tampak lagi. Setelah menjalankan tugasnya dengan sangat baik, 2 ekor semut pemimpin itu juga masuk ke sarang bersama kawanan semut lainnya. Dalam waktu 25 menit semua semut sudah masuk ke sarangnya.
Inspirasi dan pelajaran apa yang anda petik dari cerita kawanan semut ini yang mengagumkan ini? Silakan berbagi di komentar.
Foto ilustrasi : Andrey Paflov
Pembaca setia blog Curhatkita, mohon maaf karena kesibukan kerja yang luar biasa, blog ini jarang diupdate. Mudah-mudahan di tahun baru 2013 ini, Curhatkita bisa menyajikan lebih banyak artikel-artikel berbobot dan bermakna secara berkala. Mohon dukungan dan do’anya dari para pembaca sekalian.
Saya memberi kesempatan kepada anda sekalian untuk menjadi penulis tamu (guest post). Jika anda punya tulisan yang sesuai dengan tema blog Curhatkita silakan kirim ke email: sivalintar@yahoo.com.
Lanjutkan...
Sahabat yang Unik dan Langka
Oleh Tarjum
Sebut saja namanya Ahmad. Saya kenal dia sudah cukup lama. Orangnya seumuran saya, tubuhnya sedang, wajahnya tergolong tampan dengan senyum yang menawan.
Dia ramah dan humoris. Sikap dan tutur katanya santun. Wawasan dan pengalamannya luas, tapi sangat rendah hati.
Kami jarang bertemu dan jarang komunikasi. Tapi ketika kami bertemu atau kontak telepon, dia pandai sekali menghibur saya dengan nasihat bernada guyonan yang membuat saya tersenyum bahkan tertawa ngakak.
Saya tak merasa dinasihati tapi merasa dihibur dan diajak bercanda.
"Ketawa itu olahraga wajah, biar wajah Akang tetap awet muda," begitu katanya.
Dia pernah masuk ke dunia hitam sebelum akhirnya mendapat pencerahan dan memilih hidup sederhana dan jadi orang biasa. Sekarang dia menjalani kehidupan yang damai dengan seorang istri dan seorang puterinya. Hidup sederhana namun harmonis dan bahagia.
Dia pernah menekuni ilmu-ilmu kebatinan. Namun akhirnya dia jenuh dengan dunia yang penuh intrik dan kekerasan. Dia meninggalkan dunia mistik, lalu mendalami ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu yang sifatnya rasional dari satu guru ke guru lainnya.
Sekarang sikap dan pemikirannya jauh dari kesan mistik, sebaliknya dia lebih menggunakan pendekatan yang rasional dalam menyikapi setiap masalah. Meski demikian menurut dia, dunia mistik tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita, serasional apa pun pemikiran kita.
Jika saya ada masalah berat yang tak bisa diatasi sendiri, dia orang pertama yang saya hubungi. Saya percaya dan nyaman ketika curhat tentang suatu masalah padanya. Dia bisa memahami apa yang saya rasakan.
Sikap dan cara bicaranya santun namun tegas. Tidak terkesan menggurui atau sok tahu.
Senyum dan tawa lebar selalu mengiringi kata-kata nasihat yang keluar dari mulutnya. Nasihat-nasihatnya berbobot karena keluar dari kedalaman pengalaman dan keluasan wawasannya.
Kata-katanya seperti anak panah yang tepat membidik titik sasaran. Menusuk namun lembut tanpa menyakiti. Saya betah duduk berjam-jam jika sudah ngobrol dengannya.
Dia juga punya kemampuan dalam pengobatan alternatif dengan terapi dan ramuan herbal. Dia sering dipanggil ke rumah pasiennya untuk mengobati satu penyakit. Dia tulus membantu siapa saja yang membutuhkan uluran tangannya.
Terima kasih ya Tuhan, engkau mempertemukan saya dengan seorang sahabat yang tulus, peduli dan baik hati. Sahabat yang unik dan langka.
Jika anda punya teman dekat atau sahabat yang baik hati, tulus dan peduli, pelihara nilai-nilai persahabatan itu agar tumbuh semakin kokoh. Persahabatan yang tulus itu tak ternilai.
Semoga ikatan persahabatan anda semakin kokoh dan terjaga dengan baik.
Salam saya untuk sahabat-sahabat anda.
Lanjutkan...
Guruku Teladanku
Oleh Tarjum
Saya pertama kali mengenal Pak Darma, ketika masuk SD awal tahun 80-an.
Ketika itu listrik dan televisi belum masuk ke desa kami. Penerangan rumah masih menggunakan lampu minyak tanah. Yang punya pesawat radio pun bisa dihitung dengan jari.
Dia masih satu kampung dengan saya, hanya beda RT. Jadi saya tahu keseharian dia selain sebagai guru di sekolah. Dia orang yang jujur dan lurus dengan dasar pemahaman agama yang baik. Bahkan sekarang dia menjadi tokoh masyarakat dan tokoh agama di desa kami.
Guru yang Saya Hormati dan Segani
Pak Darma, guru favorit saya. Orangnya berwibawa dan kharismatik. Tegas tapi bijaksana. Dia juga termasuk guru yang cerdas dan kreatif. Murid-murid hormat dan segan padanya.
Dia selalu tampak semangat ketika mengajar di depan kelas. Para muridpun terbawa semangat ketika menyimak materi pelajaran yang dia sampaikan.
Saya paling suka kalau mata pelajaran dia diakhir jam sekolah. Dia biasanya akan mengajukan pertanyaan tentang mata pelajaran yang dia ajarkan. Siapa yang bisa menjawab pertanyaanya dengan benar bisa pulang lebih cepat.
Selain belajar di ruang kelas, saya juga belajar ngaji dan ilmu agama di mesjid kepadanya. Sepulang ngaji saya dan beberapa orang teman berlatih silat di rumahnya.
Mengapa para murid di sekolah segan dan hormat padanya? Karena dia seorang guru yang sederhana, rendah hati, berwibawa dan kharismatik. Selain itu, dia tak hanya mengajar dengan kata-kata tapi dengan teladan dan contoh nyata.
Sampai saat ini pun, saya dan murid-muridnya yang lain, masih hormat dan segan padanya.
Guru yang Dekat dengan Murid
Tapi jangan salah, walaupun dia seorang guru kharismatik yang dihormati dan disegani, tak berarti dia tinggi hati. Sama sekali tidak! Sebaliknya dia sangat rendah hati dan dekat dengan murid-muridnya. Dia juga humoris dan suka bercanda. Ketika sedang bercanda, saya tak merasa sebagai muridnya tapi merasa sebagai sahabatnya.
Sampai sekarang, jika ada masalah pribadi yang tak bisa dipecahkan sendiri, saya suka minta saran dan nasihatnya. Dan dia dengan senang hati mau membantu. Bagi saya dia bukan hanya guru, tapi sahabat dan orangtua.
Mengapa Guru Tak Didengar dan Dihormati?
Pertanyaannya, mengapa sekarang seolah sebagian sosok guru tak lagi dihormati dan disegani oleh murid-muridnya? Mengapa sosok guru tak lagi didengar nasihat dan petuahnya? Akibat nyata dari kondisi ini, salah satunya adalah maraknya tawuran antar pelajar yang bahkan sampai merenggut nyawa.
Mungkin karena sang guru tak lagi memiliki wibawa dan kharisma, sehingga kata-kata dan nasihatnya tak lagi didengar. Mengapa? Karena kata-kata sang guru tak lagi sesuai dengan tindakannya. Teori tak sesuai dengan praktiknya. Tak ada contoh nyata dan keteladanan.
Karakter dan Kepribadian Seorang Guru
Jadi, peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya soal perbaikan kurikulum dan segala fasilitas pendukungnya, yang terpenting adalah peningkatan kualitas guru. Kualitas dimaksud bukan hanya dalam hal penguasaan materi pelajaran dan kemampuan mengajar, tapi yang terpenting adalah karakter dan kepribadian sang guru.
Sehingga guru tak lagi diplesetkan negatif "lugu dan kuru" tapi kembali kepada perannya sebagai sosok yang "digugu dan ditiru".
Dengan peningkatan kualitas guru, kurikulum yang sesuai perkembangan zaman dan didukung fasilitas yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan negeri ini akan semakin baik dimasa yang akan datang. Lebih baik dari sisi akademik, moral, kepribadian dan budi pekerti peserta didiknya.
Berbicara mengenai upaya peningkatan kualitas guru sebagai tenaga pendidik, tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kesejahteraannya.
Pola Interaksi Kyai dan Santri
Pola pembelajaran dan interaksi kyai dan santri di pondok pesantren bisa menjadi model sistem pembelajaran di sekolah umum. Di pondok pesantren, peran kyai sangat signifikan dalam membangun karakter dan budi pekerti para santrinya.
Seorang kyai juga menjadi sosok kharismatik yang sangat dihormati dan disegani di lingkungan pesantren. Karena sang kyai bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama dan umum, tapi memberi teladan dan contoh nyata.
Dunia pesantren punya "mantra sakti" yang sangat populer yaitu "Man Jadda Wajada". Kata mutiara bahasa arab ini artinya ringkas tapi tegas “Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”.
Mantra ini terbukti mampu mencetak manusia-manusia dengan kepribadian tangguh, berakhlak mulia, berbudi luhur dan punya semangat juang tinggi. Mantra yang sudah terbukti mampu mencetak ulama-ulama besar dan pemimpin-pemimpin negeri di berbagai bidang kehidupan.
Image: m.tribunnews.com, pmdgontor.blogspot.com

Lanjutkan...
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.
Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]
eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"
Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]
eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”
eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]
eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”
Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]
eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”
Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]
Teknologi Mengubah Pola Makan Secara Dramatis
Gaya Hidup Sehat Keluarga Kecil Kami
Keperkasaan dan Kepercayaan Diri Seorang Pria
YAKINKAH ANDA SEHAT HARI INI?
Banyak orang merasa dan menganggap dirinya sehat dan baik-baik saja, lalu asyik menuruti hawa nafsunya dan tidak mencurahkan perhatian khusus bagi kesehatannya. Hingga pada akhirnya tiba hari naasnya, tubuhnya ambruk jatuh sakit, dan dokter memvonis bahwa dia tertimpa penyakit berat stadium tingkat tinggi. Sungguh mengerikan!!!































