Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal gangguan bipolar, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah buku “2 KUTUB: Perjalanan Menantang Di Antara Dua Kutub”.
Info Buku >> KLIK DISINI
DETOX, Cara Cepat Buang Racun dari Tubuh
Sadarkah Anda, setiap hari tubuh Anda terpapar racun?
Secara alami tubuh kita sudah punya sistem untuk membersihkan diri dari racun. Namun, itu tidak cukup! Kita perlu membantu tubuh membersihkan racun.
Karena tubuh kita sudah terlalu banyak terpapar racun dari makanan, minuman, polusi udara dan lingkungan di sekitar kita. Apalagi orang-orang yang tinggal di perkotaan, tak bisa menghindarkan diri dari racun.
Lanjutkan...
Blog Curhatkita: Semua Informasi dan Layanan Gratis! Kecuali…
Oleh Tarjum
Sejak dibuat pertengahan tahun 2006, blog Curhatkita mengkhususkan diri untuk memposting artikel-artikel seputar gangguan kejiwaan, kesehatan mental dan pengembangan diri.
Blog Curhatkita sebenarnya dibuat sebagai pengganti website kejiwaan dan kesehatan mental yang sudah lebih dulu saya buat awal tahun 2004. Karena saya pikir waktu itu, pengelolaan blog lebih simpel dan praktis dibanding pengelolaan website. Booming dan popularitas blog juga menjadi bahan pertimbangan, karena netizen lebih banyak yang tertarik mengunjungi blog yang lebih dinamis dan menarik ketimbang website.
Blog Curhatkita saya jadikan sebagai media curhat dan sharing online seputar masalah-masalah kejiwaan, kesehatan mental dan pengembangan diri. Selain saya sebagai admin dan owner blog, siapa pun bisa curhat dan sharing pengalaman di blog Curhatkita.
Ketika facebook booming, banyak blogger dan netizen yang memprediksi bahwa masa kejayaan blog akan segera berakhir, karena orang lebih suka menulis status yang simpel di akun facebook ketimbang menulis artikel yang panjang di blog.
Ternyata prediksi tersebut tidak sepenuhnya benar, bahkan bisa dibilang meleset. Ditengah gelombang euphoria dan popularitas situs jejaring sosial, blog tetap bertahan. Mengapa? Karena blog sebenarnya “mahluk” yang berbeda dengan facebook maupun twitter. facebook dan twitter justru menjadi media untuk mempromosikan posting-posting blog.
Tak mau ketinggalan, blog Curhatkita juga menggunakan facebook dan twitter sebagai media untuk mempromosikan artikel-artikelnya, baik artikel baru maupun artikal lama. Berkat kehadiran facebook dan twitter, blog Curhatkita masih tetap bertahan hingga saat ini, setelah melewati perjalanan panjang dan pasang surut selama 8 tahun.
Sebagian besar posting blog Curhatkita tentang gangguan bipolar, sesuai latar belakang dan pengalaman saya sebagai penyandang bipolar. Sebagai owner blog, saya merasa belum bisa berbuat banyak untuk membantu teman-teman penyandang bipolar dan penyandang gangguan kejiwaan lainya. Karena keterbatasan waktu dan sumberdaya tentunya. Namun saya berusaha sebisa mungkin membantu teman-teman sesuai kemampuan dan kapasitas saya.
Selain menulis artikel-artikel di blog dan media lain, jika ada yang meminta, saya juga melayani konsultasi via telepon, email atau chating via facebook. Karena proses pemulihan bipolar saya terbilang unik, tanpa konsultasi langsung dengan psikiater dan tanpa konsumsi obat-obatan, maka saran dan masukan yang saya sampaikan pun lebih banyak berupa saran non medis dan motivasi.
Tentu saja semua itu hanya bisa saya lakukan jika ada waktu senggang di luar jam kerja saya sebagai karyawan swasta.
Ada juga teman-teman bipolar atau keluarganya yang menyempatkan waktu berkunjung ke rumah saya, untuk silaturahmi, sekedar ngobrol, curhat dan meminta saran langkah-langkah penanganan bipolar. Saya sih senang aja klo ada teman-teman bipolar yang berkunjung ke rumah. Tapi, seperti yang saya paparkan di atas, saya hanya bisa memberi saran-saran yang sifatnya non medis sesuai pengalaman saya.
Untuk semua informasi, saran dan masukan terkait gangguan bipolar yang saya sampaikan di media online (email, blog, facebook, twitter, sms, telepon, BBM, dll) dan offline (tatap muka langsung) saya tidak meminta biaya apa pun alias GRATIS!
Dari semua layanan gratis yang saya berikan, ada yang saya meminta anda membayar, yaitu untuk 1 buku (Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah) dan 2 ebook saya (Berdamai dengan Bipolar dan 7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar). Itu pun jika anda berminat membelinya. Ya iyalah, saya kan gak maksa anda untuk beli buku dan ebooknya... hehehe.
Saya berharap, dengan semua informasi yang saya sampaikan di media online maupun offine, dengan buku dan ebook yang saya tulis seputar gangguan bipolar/gangguan kejiwaan dan problem pribadi, bisa memberi manfaat dan membantu banyak orang.
Dan semoga Allah meridhoi apa yang saya lakukan.
Salam sejat jiwa dan bahagia.
Lanjutkan...
Satu Langkah Sederhana Mengatasi Kesulitan Bergaul
Oleh Tarjum Sahmad
Diataranya mengeluhkan ketidak mampuannya bergaul.
“Saya orangnya kurang gaul mas, kurang suka bersosialisasi!”
Biasanya kepada sang teman ini, saya sarankan untuk memberanikan diri bersosialisasi. Dimulai dari lingkungan terdekat; lingkungan rekan sekerja atau tetatangga terdekat dengan rumah.
Bersosialisasi bisa juga dilakukan sesuai hobi. Yang suka olahraga bisa bersosialisasi dengan rekan satu tim, teman main, suporter atau bahkan dengan lawan main. Karena biasanya ngobrol dengan orang yang punya kesamaan hobi lebih nyambung.
Dengan saran seperti itu, kira-kira apa jawaban sang teman?
Kebanyakan jawabannya begini, “Saya sudah berusaha tapi susah mas!”
Jawaban yang tepat!
Susah dan tak mudah memang melakukan sesuatu yang selama ini “ditakuti” dan dihindari.
Masalahnya, akan lebih sulit lagi jika keadaan itu dibiarkan berlarut-larut. Ketertutupan dan ketidak mampuan bersosialisasi akan membuat anda semakin tidak percaya diri dan menambah beban mental anda dari waktu ke waktu.
Sulit, susah atau tak mudah tidak berarti tak bisa bukan?
Sesulit apa pun itu anda bisa melakukannya. Dan harus bisa! Karena semua usaha itu akan mengantarkan anda menjadi pribadi yang lebih baik.
Lalu bagaimana mengatasi semua kesulitan dan ketakutan itu?
Sederhana, anda hanya perlu memulainya saat ini juga dan jangan tunda lagi. Hadapi dan atasi rasa takut and dengan tindakan, maka kaberanian anda akan tumbuh. Karena rasa takut hanya bisa diatasi dengan tindakan.
Semakin anda berani bertindak dan terus bertindak, rasa takut anda akan semakin berkurang dan keberanian anda akan semakin bertambah. Rasa takut memang tak akan pernah hilang, karena itu bagian tak terpisahkan dari kita yang akan mengerem kesembronoan kita dalam bertindak.
Sekedar perbandingan, saya juga dulu sama dengan anda, kurang percaya diri dan kesulitan bergaul.
Untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengatasi kesulitan bergaul, saya menekuni hoby, olahraga bola voley. Untuk mengatasi rasa malu dan ketidakmampuan menjual, saya terjun di bisnis jaringan.
Sama dengan anda, awalnya saya pun merasa berat dan sulit mengatasi ketakutan-ketakutan itu. Tapi ketika saya berhasil mengatasi rasa takut dengan tindakan, saya mendapatkan imbalan yang sepadan; kepercayaan diri, keberanian, kemampuan bergaul dan kemampuan menjual saya meningkat cukup pesat.
Jadi, jika anda harus bertindak untuk memperbaiki diri dan keadaan, jangan tunda besok, lakukan saat ini juga, sesulit apa pun itu. Karena dibalik semua kesulitan itu anda akan mendapatkan imbalan yang sepadan.
Anda sudah siap? Lakukan saat ini juga!
Setelah membaca artikel ini, apa yang anda rasakan dan apa yang akan anda lakukan? Silakan berbagi dengan yang lain di komentar.
Lanjutkan...
Perselingkuhan, Bagaimana Mencegah dan Mengakhirinya?
Oleh Tarjum
Karena curhat mereka sifatnya pribadi dan rahasia, saya tak akan mempublikasikannya di blog ini atau di media manapun.
Artikel yang saya tulis ini bukan isi curhat mereka tapi rangkuman dari beberapa saran saya untuk mencegah atau mengakhiri perselingkuhan. Lebih spesifik, yang akan saya sampaikan adalah saran saya untuk para istri yang berniat, sedang atau ingin mengakhiri perselingkuhan. Tapi saran ini juga berlaku untuk para suami.
Di artikel ini saya menggunakan kata ganti “Anda”, karena materi artikel ini merupakan rangkuman dari beberapa saran yang saya sampaikan kepada seseorang yang curhat tentang perselingkuhan. Jadi dengan menyebut “Anda”, bukan berarti saya menganggap pembaca artikel pernah selingkuh ya :).
Silakan simak artikelnya.
Sebagai orang-orang yang agamis, saya yakin anda sekalian sangat faham bagaimana islam, juga agama-agama lain, melarang keras hubungan di luar nikah.
Bahkan bagi yang sudah menikah, selingkuh (melakukan hubungan intim dengan selain suami) termasuk dosa besar yang di zaman dahulu harus dihukum sangat berat yaitu hukum “rajam” (dilempari dengan batu sampai mati).
Pesannya, apa pun alasannya, apa pun penyebabnya, perselingkuhan adalah salah menurut hukum agama maupun hukum positif. Maaf bukan saya mau menghakimi, saya hanya mengingatkan.
Bagaimana Mencegah Perselingkuhan?
Untuk mencegah terjadinya perselingkungan, islam melarang seorang perempuan duduk berduaan dengan laki-laki yang bukan muhrim tanpa ditemani muhrimnya.
Mengapa sampai dicegah sedemikian rupa? Sedini mungkin untuk mencegah terjadinya hubungan di luar nikah. Karena Allah tentunya faham betul karakter mahluk ciptaannya. Anda, saya dan kita semua, mahluk yang mudah tergoda oleh dorongan hawa nafsu.
Bisa saja awalnya anda tak berniat untuk selingkuh, hanya menganggap sebagai sahabat. Namun, karena sering berduaan; ngobrol, jalan bareng, ngobrol, makan dan sejenisnya, tanpa anda sadari tumbuhlah rasa cinta itu. Rasa cinta kepada selain pasangan yang syah.
Apakah salah jika saya mencintai pria lain selain suami?
Perasaan cintanya tidak salah, karena itu bagian dari insting atau naluri manusia seperti rasa suka, sayang atau perasaan lainnya. Yang salah adalah keinginan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan melakukan hal-hal yang melanggar norma hokum dan agama.
Anda harus ingat, iblis sangat lihai menggoda manusia, sampai-sampai anda tak sadar telah tergoda oleh rayuanya dan merasa itu bukan sebuah kesalahan. Iblis tahu apa yang anda inginkan, apa yang anda harapkan dan apa kelemahan diri anda. Dari sanalah dia masuk untuk membelokkan keteguhan hati dan kesetiaan anda pada sang suami.
Anda Mengecewakan dan Menyakiti Orang-Orang yang Mencintai Anda
Seandainya saya di posisi suami anda, saya bisa merasakan betapa kecewa, marah, sedih dan sakit hatinya ketika tahu istri yang sangat dicintainya telah membagi cintanya kepada pria lain. Apalagi jika perselingkuhan itu sudah lebih jauh sampai melakukan hubungan intim.
Dia merasa dikhianati oleh orang yang dipercayai dan dicintainya. Artinya dibalik kebahagiaan semu yang anda rasakan dengan pasangan selingkuh, ada orang yang tersakiti. Mereka adalah suami dan anak-anak anda, juga istri dan anak-anak dari selingkuhan anda.
Menyadari Kesalahan dan Mengakhiri Perselingkuhan
Manusia memang tempatnya khilap dan salah. Tapi, ketika anda sadar bahwa anda salah, walaupaun mungkin kesadaran itu masih lemah, hentikan segera kesalahan itu. Segera bertaubat dan perbaiki diri.
Tak mudah melupakan selingkuhan? Tentu karena perasaan cinta anda sudah cukup mendalam padanya. Tapi akan lebih sulit lagi jika anda tak segera menghentikannya. Butuh waktu, kesabaran dan keteguhan hati untuk mengakhiri hubungan terlarang itu. Jika anda tak ingin terjerumus semakin dalam, tak ada jalan lain anda harus menghentikannya sekarang juga!
Anda ahrus berusaha menghindari hal-hal yang bisa mengarah kepada perselingkuhan. Salah satu caranya dengan memutus kontak telepon, email, chat bbm dan kontak lainnya. Jika selingkuhan anda rekan kerja, sebisa mungkin menghindari pertemuan atau pindah kerja agar tak lagi ada kesempatan bertemu dengannya.
Berat menjalani semua itu? Pasti!
Awalnya pasti tak mudah melepaskan diri dan melupakan orang yang pernah anda cintai, tapi lambat laun anda bisa melupakannya.
Yang penting niat anda sudah kuat dan tekad sudah bulat. Kuatkan hati dan iman agar tidak melakukan lagi hal-hal yang dilarang Allah. Minta petunjuk, bimbingan dan pertolongan-Nya agar anda terhindar dari perbuatan dosa.
Ingatlah, apa pun alasannya, suami dan anak-anak anda tak akan rela dengan perselingkuhan anda.
Apa Sebenarnya yang Anda Cari dalam Hidup Ini?
Yang lebih penting lagi, Allah tak meridhai perselingkuhan anda. Jika Allah tak meridhai, apa yang anda cari? Kebahagiaan seperti apa yang anda harapkan? Kebahagiaan sesaat dari seorang manusia yang sangat mungkin akan berubah bahkan hilang tak berbekas? Ataukah cinta dan keridhaan Allah yang akan membawa anda meraih kebahagiaan abadi?
Syukuri apa yang anda miliki saat ini, suami dan anak yang mencintai anda. Syukuri rasa cinta pada suami, kerena itu adalah anugerah dari Allah.
Bukankah Allah sudah janji jika kita mensyukuri nikmatnya, maka akan ditambah nikmatnya untuk kita. Jika anda mensyukuri rasa cinta anda pada suami, mudah-mudahan allah manambah rasa cinta itu menjadi semakin kuat, sehingga anda tak lagi mengharapkan cinta dari pria lain.
Bersabar Menghadapi Kenyataan dan Menerima Kekurangan Pasangan
Terima dengan ikhlas jika suami punya kekurangan, karena tak ada manusia yang sempurna, justru andalah yang harus menutupi kekurangannya. Cari kelebihan-kelebihan yang dimiliki suami dan hargai itu.
Cobalah perbaiki hubungan dan komunikasi dengan suami. Jika ternyata respon suami biasa saja bahkan negatif bersabarlah, paling tidak suami sudah tahu apa yang anda inginkan dan apa yang tidak anda inginkan dari hubungan anda berdua.
Memang benar, bahwa kita tidak bisa memaksakan keinginan kita kepada orang lain, termasuk kepada suami sendiri. Tapi, jangan patah semangat. Yang terpenting sekarang, tanggung jawab anda pada diri sendiri dan anak-anak anda.
Berbuat Kebaikan untuk Orang Lain
Sekarang fokuskan perhatian anda pada diri sendiri dan anak-anak anda. Anda harus menjaga kesehatan fisik dan psikis. Tetap menjaga penampilan dan sikap anda. Coba lebih banyak melakukan aktivitas bersama teman-teman wanita anda atau aktif di kegiatan sosial dan keagamaan.
Ketika anda tulus membantu orang lain, Tuhan juga akan membantu anda. Dengan fokus dan tenggelam dalam aktivitas yang positif, pikiran anda akan teralihkan dari memikirkan hal-hal negatif.
Ketika anda lebih fokus pada aktivitas anda, suami yang mungkin sudah merasa jenuh di rumah, akan mulai merasa "kehilangan anda", merasa butuh perhatian anda. Apalagi ketika melihat penampilan anda yang lebih segar, dan lebih menarik, dia akan merasa "takut" ada pria lain yang menggoda anda.
Nah, dari sinilah nanti mudah-mudahan getar-getar cinta yang sudah memudar itu akan tumbuh kembali. Dan hubungan anda berdua akan kembali hangat seperti masa pacaran dulu.
Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang salah atau kurang berkenan. Sebagai sesama muslim saya hanya ingin mengingatkan. Jangan lupa, berdo’a dan mohon petunjuk dari-Nya. Semoga Allah memberi petunjuk dan jalan keluar terbaik dari masalah anda.
Lanjutkan...
"Lakshmi Si Tanpa Obat"
Oleh Anindhita Lakshmi
Artikel ini dikutif dari status penulisnya di grup FB Solusi Bipolar. Berikut sharing Lakshmi yang jujur dan lugas.
Halo semuanya apa kabar?
Mau share aja, dulu saya bersikeras untuk tidak minum obat dari psikiater & 100% berserah diri pada terapi-terapi alami seperti olahraga, seni, sosialisasi, dan semacamnya. Sampai-sampai mas Bagus Utomo pun saat pertama kali bertemu saya menyapa saya dengan kalimat "Halo Lakshmi yang tanpa obat!" hehe :p
Beberapa waktu yang lalu saya kembali relapse setelah hampir 1 tahun tidak mengalami relapse (saya didiagnosa Skizofrenia pada tahun 2002 & Bipolar Disorder dari tahun 2006). Saya relapse dalam kondisi kehidupan yang saya pikir sudah sangat ideal & membahagiakan. Semua kejang tersebut membuat daya ingat saya menjadi sangat buruk, kemampuan berbahasa saya menurun drastis (jadi agak gagap atau berbelit karena lidah terasa kaku dan tebal setiap berbicara).
Akhirnya saya sadar bahwa tidak semua gejala/kekambuhan dapat diatasi seluruhnya dengan terapi-terapi alami tersebut. Selama ini saya tidak meminum obat karena semua obat tersebut men-shut down saya selama 48 jam lebih (dulu obat saya Seroquel, Depakote, & Risperdal. Namun 1 minggu yang lalu saya memberanikan diri kembali ke Sanatorium Dharmawangsa (tempat pertama kali saya berobat pada tahun 2002) & kembali menemui psikiater. Di sana saya kembali berkonsultasi, berargumentasi, serta introspeksi.
Kondisi saya saat bertemu dokter, jujur saja, masih sangat defensif. Mungkin karena pengalaman-pengalaman tidak enak dulu (yang saya juga sudah banyak lupa). Sampai pada akhir pertemuan dokter saya memberikan Frimania 400, Remital & Antiprestin, & Pharmaton Formula yang semuanya saya tebus dengan harapan semoga kali ini saya cocok dengan obat-obatan ini karena nama obatnya "baru" semua untuk saya. Malam itu pun langsung saya minum semuanya sesuai dosis.
2 hari kemudian saya bangun. Ternyata obat malam masih terlalu keras efeknya untuk saya. Saya masih tidur kelamaan.
Tapi ada yang lucu. Saya merasa damai. Tenang. Santai. Tapi juga mampu berpikir & tetap bekerja seperti biasa walau masih ada efek "teler" hasil tidur kelamaan (oleh dokter obat malam saya akhirnya dipecah 1/3 dosis agar tidurnya ngga kelamaan). Tapi ini semua seperti pencerahan buat saya. Akhirnya saya menemukan titik damai dengan obat. Bukan berarti lantas ketergantungan! Akhirnya saya dapat beraktivitas dengan "damai", ngobrol dengan siapapun tanpa rasa paranoid, serta bercita-cita tanpa pesimis. Ini unik & langka, perasaan yang cuma saya rasakan kalau manic saja (yang datangnya juga tidak tertebak).
Maaf tulisan saya jadi panjang lebar begini. Intinya, saya hanya ingin menceritakan pengalaman saya, dari "Lakshmi si tanpa obat" (atau anti obat lebih tepatnya), jadi "Lakshmi yang ingin mencoba mengatasi 'masalah' dengan benar." Tidak dokter-dokteran lagi. Jadi, untuk yang butuh, tapi masih belum yakin untuk menemui psikiater, sebaiknya temui psikiater secepatnya, karena mereka punya solusi yang mempercepat pemulihan Anda. Jangan kayak saya yang kelamaan keukeuh main dokter-dokteran, sampai akhirnya relapse berkali-kali & baru pergi ke psikiater setelah sekian ratus relapse.
Salam sehat jiwa :)
Anda bisa menyimak obrolan lengkap Lakshmi dan teman-teman FB-nya di grup Solusi Bipolar.
Penulis adalah seorang Bipolar yang aktif berbagi di media online maupun offline. Anda bisa kenal lebih dekat dengan Lakshmi melalui akun FB-nya disini.
Jika Kekasih atau Pasangan Anda Acuh Tak Acuh, Bagaimana Menyikapinya?
Oleh Tarjum
Menurut seorang pakar romansa, jika anda fokus memberi perhatian penuh dan terus-menerus kepada pacar atau pasangan anda, si dia (perempuan) akan menganggap semua itu hanya hal biasa, bukan lagi sesuatu yang istimewa.
Akibatnya dia jadi cuek, acuh tak acuh dan akhirnya akan merasa bosan dengan segala bentuk perhatian anda.
Benarkah? Silakan tanya pada diri-sendiri dan jawab dengan jujur.
Mengapa demikian? Karena sifat dasar manusia yang kurang menghargai apa yang sudah dimiliki, tapi mengejar apa yang belum dimiliki.
Sebaliknya, ketika anda fokus pada diri anda sendiri, hoby dan aktivitas anda di luar dirinya, dia akan mulai mengeluh, merasa kehilangan dan minta diperhatikan.
Ah, itu kan cuma teori! Begitu mungkin anda pikir.
Jangan salah, teori ini sudah diteliti dan diuji dengan seksama selama bertahun-tahun. Sebelum menulis artikel ini, saya sendiri sudah menguji teori ini.
Diantara anda mungkin pernah mengalami, dicuekin sama pacar atau pasangan. Si dia terlalu asyik dengan dirinya. Asyik facebook-an atau BBM-an dengan teman-temannya.
Kehadiran anda tak dihiraukan. Waktu yang seharusnya digunakan untuk berdua tersita oleh keasyikannya sendiri. Perhatian anda hanya dianggap hal biasa. Si dia nggak lagi telepon atau sms jika anda pulang telat dan gak bilang kangen atau bilang sayang. Dia kadang merasa terganggu dengan kehadiran anda.
Melihat perubahan sikap pasangan anda, apa yang sebaiknya anda lakukan? Gak usah bingung, mengacu pada teori di atas, coba deh langkah-langkah simpel berikut ini dan lihat bagaimana reaksinya.
Coba anda lebih menyibukan diri dengan hoby, aktivitas kerja atau aktivitas bisnis anda. Jangan sms atau telepon dia seharian. Jangan ngabarin klo anda akan pulang telat. Di rumah anda asyik nonton acara-acara TV favorit atau film-film kesukaan. Sesekali tidur di depan TV juga gak apa-apa. Hari libur pun anda bisa lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Biarkan dia asyik dengan aktivitasnya dan anda pun asyik dengan aktivitas anda.
Jangan salah faham! Maksud saya bukan berarti anda harus menelantarkan orang yang anda sayangi atau cuek dan gak peduli pada pasangan anda. Anda hanya perlu lebih fokus pada diri anda, aktivitas kerja atau hoby dan mengurangi intensitas perhatian anda yang berlebihan padanya. Semua ini anda lakukan semata-mata untuk menjaga hubungan anda dengan pacar atau pasangan tetap sehat dan seimbang.
Setelah seminggu atau dua minggu berlalu, lihat bagaimana reaksi pasangan anda. Perhatikan, dia akan mulai mengeluh. Menganggap anda sudah beda, tak lagi perhatian dan hanya sibuk dengan urusan anda sendiri. Dia merasa gak dihargai dan gak dibutuhkan. Bahkan ada kemungkinan dia menuduh anda punya WIL (wanita idaman lain). Dia mungkin akan cerita sambil terisak dengan nada kesal, kecewa, marah dan sedih.
Belum percaya dengan apa yang saya tuliskan di artikel ini? Supaya anda lebih yakin, silakan praktikan, dan rasakan sendiri. Baru anda bisa yakin dengan apa yang saya sampaikan dalam artikel ini.
Perhatian dan kasih sayang memang penting dalam sebuah hubungan. Tapi kalau diberikan berlebihan jadi biasa dan gak penting lagi, malah akan membosankan.
Anda pernah mengalami apa yang diceritakan dalam artikel ini? Silakan berbagi di komentar.
Lanjutkan...
Membebaskan Diri dari Belenggu Bipolar dengan Harapan, Keyakinan dan Tindakan
Oleh Tarjum
Artikel ini merupakan rangkuman dari saran-saran saya untuk mereka. Apa yang akan saya sampaikan ini berdasarkan pengalaman dan pemahaman saya. Karena saya juga pernah merasakan apa yang mereka rasakan.
Pentingnya Memiliki Harapan
Setelah berusaha dengan segala cara, namun hasilnya belum sesuai harapan, anda mulai merasa putus asa. Anda merasa tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mengatasi tekanan jiwa yang kian berat.
Disaat seperti itulah keinginan untuk mengakhiri hidup biasanya muncul. Anda merasa, bunuh diri adalah pilihan terbaik untuk melepaskan diri dari semua beban mental yang membelenggu.
Bipolar memang ujian berat untuk penyandangnya. Saat fase depresi, dunia seakan gelap, tampak buruk dan tak ada harapan. Tapi, selama anda masih memiliki kesadaran, masih ada harapan. Harapan untuk pulih, harapan untuk hidup normal, harapan untuk meraih impian, harapan untuk membahagiakan orang-orang yang dicintai.
Harapan itulah yang bisa membuat anda bertahan dan terus berusaha untuk mengatasi masalah kejiwaan anda. Tentu tidak cukup hanya dengan harapan, anda harus berusaha sekuat tenaga melakukan segala hal yang perlu dilakukan agar jiwa anda menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Keyakinan Melahirkan Kesadaran
Kesadaran itu harus muncul dari diri si penyandang bipolarnya. Kesadaran yang saya rasakan berawal dari keyakinan bahwa semua yang terjadi pada saya adalah atas kehendak Tuhan, bukan sebuah kebetulan atau kesalahan. Tentu di dunia ini ada hukum sebab-akibat.
Keyakinan sangat penting dalam proses pemulihan bipolar. Keyakinan bahwa dibalik semua yang menimpa diri kita ada hikmah dan maksud Tuhan yang belum saya ketahui dan fahami.
Untuk memahami maksud Tuhan itu kita harus ikhtiar, bukan asal ikhtiar tapi ihtiar maksimal sesuai kemampuan kita. Dari sanalah kesadaran dan keinginan untuk sembuh akan tumbuh dan terus tumbuh.
Tapi semua itu terasa sangat berat!
Benar! Memang berat.
Melatih Keseimbangan dan Kekuatan Mental
Ibarat melatih otot tubuh dengan latihan beban setiap hari, semakin berat beban yang anda angkat semakin besar dan kuat otot anda. Beban mental yang sedang anda rasakan sekarang akan melatih mental anda menjadi lebih kuat.
Untuk melatih otot tubuh agar terbentuk ideal, anda tak bisa melakukannya sembarangan bukan? Harus ada pelatih atau istruktur kebugaran yang memberi arahan cara-cara melakukan latihan beban yang baik dan benar. Klo anda melakukannya sembarangan, bukan bentuk tubuh ideal yang akan dapatkan tapi anda malah akan terkilir, keseleo atau cedera otot.
Untuk membentuk otot tubuh seperti yang dinginkan tidak bisa dengan latihan sesaat atau kadang-kadang, tapi harus dilakukan secara kontinyu dan konsisten. Latihan beban untuk membentuk otot tubuh dilakukan hari demi hari secara rutin. Dilakukan beberapa jam sehari dan beberapa hari dalam seminggu.
Begitu pula dalam proses pemulihan gangguan jiwa, anda tak bisa melakukannya sembarangan tanpa bimbingan ahlinya. Agar proses pengobatan dan pemulihan gangguan bipolar anda lebih terarah, anda harus konsultasi dan mendapat bimbingan dari psikiater.
Membentuk kekuatan dan kesetabilan mental juga tak bisa dilakukan dalam waktu singkat, perlu latihan yang kontinyu dan konsisten. Perlu disiplin, ketekunan dan kesabaran dalam menjalaninya sampai meraih hasil yang diinginkan.
Satu hal yang harus anda sadari, Tuhan menimpakan beban berat kepada anda bukan tanpa alasan, Tuhan maha tahu kebutuhan anda dan batas kekuatan anda. Jika Tuhan memberikan beban yang lebih berat kepada anda dibanding orang lain, berarti anda lebih kuat dibanding mereka.
Jadi tetaplah berpikir positif kepada diri sendiri, keluarga, orang-orang di sekitar dan kepada Tuhan.
Semoga Tuhan menunjukan jalan terbaik untuk anda.
Lanjutkan...
Jika Mau Melamar Sang Kekasih, Apa yang Akan Anda Katakan Kepada Calon Mertua?
Oleh Tarjum
Dia menanyakan, kalimat apa yang paling tepat dikatakan kepada sang calon mertua ketika dia nanti melamar kekasihnya.
Seperti apa statusnya? Ini dia statusnya di grup fb "IPCCM" :
"Pak, izinkan saya meminang putri bapak untuk menyempurnakan setengah agama saya, dan menjaga saya dari perbuatan ma'shiyat yang dimurkai oleh-Nya."
Ada saran kata dan kalimat yang lain?
*Bingung n butuh bantuan*
Beberapa orang temannya memberi saran yang tak kalah menarik. Berikut saran dari teman-teman sang penulis status Bagoes Adhi Wardhana :
Sri Ningsih : Udah bagus tuh kata2 nya tinggal action nya...hehe...
Sebelum menyakinkan camer, ada baiknya mas Bagus menyakinkan juga sama calon istri nya, kalo dia nya udah mantap, bisa membantu untuk ikut menyakinkan ayahnya. Yang penting, karena berbicara dengan orang tua, harus tetep sopan, bagaimana pun mereka harus tetep kita hormati.
Gagal atau berhasil, dua-duanya adalah sebuah awal untuk memulai langkah selanjutnya... Good luck ya.
Lily Najwah : Saya tambahin dikit ya mas Bagoes, "dan saya berjanji akan menjaga putri bapak seperti bapak menjaganya"
Heri Pureness : Tambahin lagi gus, "Jika Bapa berkenan izinkan saya utk membahagiakan putri bapak dunia-akherat." Klo ditolak, cariiii lagiiii gussss..
Heinrich Angelista : Yang penting niatnya tulus dan kalau mas bersungguh-sungguh dan mbaknya juga, saya pikir Bapaknya juga bisa ngerti, dicoba dulu aja mas. Kalau gak diterima ya cari aja yang lain.. Hehe
Temen saya punya cerita, mas Bagoes. Dulu nikah gak punya apa-apa loh, mulai beneran dari nol. Baik si suami maupun si istri. Modal si cowoknya cuma modal nekad, sama orang tua cewek justru malah gak di restui (pihak ibunya loh ya) soalnya si cowok itu terkenal gak bener, tukang minum-minum dan sebagainya. Di tetangga di cap nakal. Tapi ayahnya sih merestui aja asalkan niatnya bener.
Ceritanya itu baru ketemu tiga bulan, langsung disuruh cepet-cepet nikah tapinya..haha. Dan nikah pun pake uang dari berdua tanpa bantuan dari kedua pihak orang tua loh, sampai acara ngutang sana-ngutang sini, bahkan cincin pernikahan pun sampai dijual loh buat bayar utang.
Nah, singkat cerita badai pun dilalui pasangan tersebut, si cowok juga perlahan mengubah kebiasaan minum-minum dan kebiasaan lainnya. Sekarang dari usahanya bisa menikmati hasilnya deh, meski harus berjuang dengan hal lain.
Ruby Si Rubah Kecil : Mas Bagoes jangan terlalu banyak belajar aja, imbangi dgn praktek nyata ya...hehehe. Dulu sih saya ngelamar yg penting PD dulu n jgn grogi, bicara apa adanya tp jujur.
Nelia Afriyeni : Naahh..dukungan udh didpt, berdo'a udah tentu.. saatnya tunjukkan merah mu mas Bagoes Adhi Wardhana...ikhtiar mksdnya.. hehe...Insya Allah niat n tindakan yg baik diijabbah oleh Allah.
De'na Mughni : Ikut semangatin mas Bagus chayooo.
Saya ikutan nimbrung :
Tarjum : Menurut Om sih kata-kata pembuka lamarannya sudah cukup bagus. Yang harus dipikirkan justru pertanyaan lanjutan dari calon mertua setelah mendengar kalimat lamaran tersebut :)
Umpamanya camer bertanya: "Kamu yakin bisa menjaga dan membahagiakan putri saya?" (sorot matanya tajam seakan menembus jantung..:D)
Umpamanya mas Bagus menjawab dengan tegas dan percaya diri : "Ya, insya allah saya bisa menjaga, membimbing dan membahagiakan putri Bapa!"
Calon mertua nanya lagi: "Apa bukti dari keyakinan kamu itu? Karena Bapak gak butuh janji dan kata-kata manis!" (Nah, lho! :D)
Meyakinkan apa tidak jawaban dari pertanyaan ini yang mungkin akan menentukan lamarannya diterima apa tidak..hehe...
Bagoes : "Nah terus kalau di tanya seperti itu musti jawab gimana om?
Tarjum : Jawab aja dengan yakin dan percaya diri kesiapan mas Bagoes, baik kesiapan fisik, mental dan materi. Umpamanya secara finansial mas Bagoes sudah mapan, kerja dimana, penghasilan berapa, udah punya rumah sendiri atau apartemen umpamanya.
Coba bayangkan jika anda jadi orang tua. Lalu anak kesayangannya dilamar oleh pria badung yang kepribadiannya buruk, pengangguran lagi. Akan relakah orang tua membiarkan anaknya menikah dengan pria seperti itu? Saya kira tidak!
Orang tua mana pun tentu tak ingin setelah nikah nanti, anaknya hidup sengsara kan? Bukan berarti dia matre, tapi ini hal yang realistis diharapkan orang tua untuk masa depan anak tercintanya. Yang dilihat camer dari calon mantunya biasanya karakter dan kepribadiannya. Setelah itu, sudah kerja apa belum atau sudah punya penghasilan apa belum.
Saya ngasih masukan seperti ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya sendiri, tanpa maksud menggurui.
Dulu waktu saya pacaran dengan ibunya anak-anak, ortu dan keluarga besar pacar tercinta dukung saya banget, karena walaupun saya bukan anak orang kaya, mereka tahu saya bukan pemuda bandel. Saya juga sudah kerja, punya penghasilan dan mandiri. Artinya camer percaya, jika nikah nanti saya tak akan menyengsarakan anaknya.
Bagoes : Terima kasih semua untuk masukannya.
Anda sudah siap dan mantap untuk melamar sang pujaan hati. Jangan ragu, segera temui sang calon mertua, katakan maksud anda dengan penuh keyakinan dan percaya diri :)
Lanjutkan...
Salahkah Aku di Lahirkan ke Dunia ini?
Oleh Wanita Malang
Berikut curhatnya:
Aku seorang wanita berumur 20 tahun.
Dari sejak kecil sampai sekarang aku tak pernah merasakan apa itu sebuah kebahagiaan, yang ada selalu penderitaan dan kesusahan.
Aku masih ingat waktu umur 10 tahun, kami sekeluarga diusir dari rumah kontrakan gara-gara ortu tidak melunasi pembayarannya. Sungguh kejam mereka tak ada belas kasihan sedikitpun.
Sekarang kududuk di bangku kuliah dengan bantuan uang beasiswa, itu pun terkadang uangnya tidak cukup untuk biaya kuliah. Uang yang kudapat dari beasiswa hanya 6 bulan sekali Rp 5 juta itu juga tidak cukup untuk biaya kuliah.
Terkadang uang yang kudapatkan untuk bayar hutang-hutang ortu untuk menampung kelangsungan hdup kami sekeluarga, sehingga biaya kuliah banyak yang tidak lunas.
Aku menjadi orang yang tersisih di kampus dan tidak punya teman, siapa juga yang mau temanan sama gadis miskin seperti aku ini.
Tak heran setiap kali ada tugas kelompok, jarang sekali mereka mau mengajakku gara-gara aku tidak punya laptop. Jangankan mau beli laptop, untuk memasang KWH Listrik di rumah aja aku belum mampu. Untuk mecharge baterai HP aja aku harus numpang sama tetangga.
Sekarang aku dapat peringatan dari pihak fakultas, klo aku masih tidak dapat melunasi biaya kuliahku, aku akan diberhentikan.
Ya Allah kejam banget mereka denganku, kenapa semua orang tidak mengerti tentang keadaan hidupku.
Terkadang aku selalu mendengar ortu mengeluh dan nyuruh aku berhenti kuliah, tapi aku tidak bisa berhenti kuliah. Klo aku berhenti, otomatis uang yang pernah kudapat harus dikembalikan sebesar Rp. 50 juta. Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu.
Salahkah aku dilahirkan ke dunia ini klo hanya untuk menanggung derita?
Pernah kuberniat dan berpikir lebih baik ku ikut menjerumuskan diriku ke lembah hitam, menjual keperawanananku untuk mendapatkan uang, tapi niat dan pikiranku yang kotor ini kubatalkan karena aku masih takut dengan dosa.
Sekarang ku merasa mulai putus asa menjalani hdup seperti ini. Shalat jarang kukerjakan gara-gara do'aku tak pernah didengar oleh-Nya.
Aku takut suatu saat nanti klo keadaanku tetap seperti ini ku tak dapat mempertahankan harga diriku lagi dan aku juga tak pernah bermimpimenjadi wanita yang mau menjual harga diri.
Aku sadar klo aku banyak dosa dengan menjauhi hidayah-Nya hanya gara-gara masalah derita hidup dan perekonomian keluarga. Aku begitu kerdil, tak mampu bertahan dari cobaan yang diberikan-Nya.
Moga aja aku masih bisa jadi orang yang mampu mempertahankan kesucian dan harga diri.Kapankah masalah dan penderitaan hdupku berakhir?
Aku ingin seperti orang lain bisa menikmati hidup dengan tersenyum. Aku tak tau harus bagaimana membantu diriku-sendiri untuk hadapi semua masalah ini.
Saran Tarjum:
Pertanyaan pada Judul curhat anda "Salahkah Aku di Lahirkan ke Dunia ini?" adalah inti dari keluh-kesah anda.
Jawaban saya untuk pertanyaan anda : Sama sekali tak salah anda dilahirkan ke dunia ini!
Anda dilahirkan lalu menjalani kehidupan sampai saat ini adalah atas kehendak Tuhan. Bukan sebuah kebetulan apalagi kesalahan. Tuhan tak pernah keliru atau salah. Dia maha tahu apa yang terbaik untuk anda. Tuhan sudah menyediakan fasilitas yang lengkap untuk anda menjalani kehidupan. Tuhan juga memberi anda pilihan, jalan mana yang akan anda pilih?
Anda terlalu berpikir negatif tentang diri anda sendiri, tentang orang lain dan lingkungan di sekitar anda. Anda menyalahkan Tuhan, lingkungan dan orang lain atas apa yang terjadi pada anda. Anda lupa untuk melihat dan menilai diri anda sendiri.
Mengapa anda tidak berusaha untuk mensyukuri apa yang anda miliki?
Anda memiliki fisik yang sempurna, keluarga yang masih lengkap, kecerdasan di atas rata-rata (terbukti dengan mendapat beasiswa), kesempatan menikmati pendidikan yang cukup baik sampai tingkat perguruan tinggi.
Coba anda perhatikan, banyak orang yang cacat sejak lahir (cacat fisik atau psikis), cacat karena kecelakaan , tak tahu siapa dan dimana orang tuanya dan tak sempat mengenyam pendirikan yang layak.
Jika anda merasa menjadi orang yang miskin, jauh lebih banyak orang yang lebih miskin dari anda, yang bahkan untuk sesuap nasi pun harus mengais-ngais makanan sisa dari tong sampah atau hanya mengharap belas kasihan orang lain.
Bukankah anda jauh lebih beruntung dari mereka?
Bukankah banyak hal dari diri dan fasilitas yang anda miliki yang patut anda syukuri?
Anda merasa menjadi orang yang paling menderita karena anda berpikir demikian. Coba rubah pola pikir dan penilaian anda, bahwa anda adalah orang yang jauh lebih beruntung dibanding kebanyakan orang.
Tentu saja manusia tak ada yang sempurna. Setiap orang, disamping memiliki kelebihan pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Tapi itu bukan alasan untuk menyalahkan diri sendiri, orang lain, lingkungan atau bahkan menyalahkan Tuhan. Kekurangan dan kelemahan diri bisa diperbaiki dan dilengkapi.
Inti dari saran saya simpel saja, perbaiki kekurangan diri, syukuri apa yang anda miliki dan berbaik sangkalah kepada Tuhan.
Tak ada yang bisa merubah sikap dan pola pikir anda kecuali anda sendiri.
Jika anda sekalian punya saran atau masukan untuk sang "Wanita Malang", silakan sampaikan dikomentar.
Lanjutkan...
3 Kunci Penting yang Tak Boleh Diabaikan ODMK Ketika Menjalani Terapi Pemulihan agar Hasilnya Optimal
Oleh Tarjum
Ketika anda merasa ada yang tak beres dengan diri anda, anda mulai bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri Saya? Apa yang harus saya lakukan?”
lalu anda mencari informasi tentang kondisi psikis anda. Anda mencari-cari informasi di internet, buku-buku, majalah, surat kabar dan media lainnya.
Anda sudah tahu kondisi psikis anda, tapi anda belum yakin dengan informasi yang anda dapat. Lalu anda memberanikan diri konsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis. Saya salut jika anda mengambil langkah ini, karena sebagian besar orang enggan konsultasi ke psikiater/psikolog klinis dengan berbagai alasan.
Setelah konsultasi dengan psikiter anda mengetahui dengan akurat jenis gangguan apa yang anda alami. Psikiater pun memberikan saran-saran medis dan non medis untuk membantu proses pemulihan anda, termasuk meresepkan obat jika diperlukan.
Anda mengikuti saran-saran psikiater dengan menjalani terapi dan mengkonsumsi obat secara teratur. Selain mengikuti saran-saran psikiater anda juga mencoba terapi alternatif untuk mendukung terapi medis yang sedang anda jalani.
Setelah beberapa waktu lamanya anda menjalani terapi, anda merasakan ada perubahan positif dengan kondisi psikis anda. Namun masih jauh dari yang anda harapkan.
Anda mulai ragu apakah terapi yang anda jalani benar-benar akan mengantarkan anda ke gerbang pemulihan? Apakah apa yang anda lakukan selama ini tidak sekedar buang-buang energi, waktu dan biaya, sementara hasilnya tak seperti yang anda inginkan?
Karena ragu, anda pun menjalani terapi dan pengobatan dengan setengah hati. Bahkan anda tak disiplin lagi menjalani terapi. Anda juga tak lagi mengkonsumsi obat secara teratur seperti anjuran psikiater yang merawat anda.
Anda mulai cemas dengan kondisi psikis anda. Kecemasan dan kekhawatiran perlahan menguasai pikiran dan membuat kondisi psikis anda labil. Jika kondisi ini dibiarkan dan tak anda kendalikan, anda akan masuk ke siklus suasana hati yang negatif.
Mengapa semua itu bisa terjadi?
Menurut pengalaman dan analisa saya, ada 3 kunci penting yang anda abaikan saat menjalani terapi pemulihan. Saya tak mempersoalkan jenis gangguan yang anda alami dan terapi apa yang anda jalani. Yang akan saya bahas adalah cara anda menjalani terapi.
Apa saja 3 kunci penting yang diabaikan itu?
1. Keyakinan
Keyakinan sangat penting anda miliki ketika anda menjalani terapi. Apa pun jenis terapi yang anda jalani.
Yakin pada Tuhan bahwa semua yang terjadi pada anda dan semua mahluk ciptaanya adalah atas kehendaknya. Mudah saja bagi Tuhan jika akan membuat anda sakit atau membuat anda sembuh. Yakinlah bahwa tuhan melihat usaha-usaha anda. Yakinlah bahwa Tuhan mendenger do'a-do'a anda dan akan mengabulkan do'a anda pada saatnya, karena Tuhan maha tahu apa yang terbaik untuk anda.
Yakin pada diri sendiri bahwa apa yang anda lakukan sudah tepat dan akan berhasil sesuai dengan yang anda harapkan. Jika anda sendiri tidak yakin dengan apa yang anda lakukan, bagaimana mungkin anda akan sepenuh hati melakukannya? Bagaimana mungkin anda akan bersemangat dan antusias menjalaninya?
Ibarat seorang pelari marathon yang harus berlari menempuh jarak puluhan kilometer. Pelari yang akan memenangkan perlombaan adalah pelari yang percaya kepada dirinya sendiri bahwa dia sedang berlari di jalur yang benar dan percaya bahwa dirinya bisa memenangkan lomba.
Coba anda bayangkan jika sang pelari yang tidak yakin dengan dirinya sendiri dan apa yang dilakukannya berpikir seperti ini, “Benarkah saya sedang berlari di jalur jalan menuju garis finis? Benarkah saya bisa memenangkan lomba?” Menurut anda apakah pelari ini akan menjadi juara? Atau paling tidak dia akan sampai di garis finish? Saya tidak yakin.
2. Disiplin
Disiplin diri yang tinggi sangat penting saat manjalin terapi. Bahkan sangat penting saat anda menjalani aktivitas apa pun. Orang-orang yang sukses dalam bidang apa pun adalah orang-orang yang disiplin.
Anda mungkin tahu, seorang yang didiagnosa menderita TBC harus meminum obat selama 6 bulan berturut-turut dan tidak boleh terlewat sehari pun. Kalau terlewat sehari saja maka harus mengulang lagi dari awal. Pengobatan apa pun perlu disiplin diri yang tinggi saat menjalaninya jika menginginkan hasil yang optimal.
Artinya terapi atau pengobatan apa pun, fisik atau psikis harus dijalani dengan disiplin. Kalau hanya dijalani asal-asalan bisa dipastikan hasilnya pun tak akan optimal.
3. Sabar
Jangan keliru mengartikan sabar.
Sabar yang saya maksud bukan dalam arti pasif, hanya berdiam diri dan menunggu nasib baik datang. Bukan sabar seperti itu yang saya maksud!
Sabar dalam arti aktif. Anda yakin dengan kemaha kuasaan Tuhan. Anda yakin dengan diri sendiri bahwa apa yang anda lakukan sudah benar. Anda menjalani terapi dengan penuh disiplin. Ketika hasilnya belum sesuai dengan yang anda harapkan, anda bersabar.
Selanjutnya anda evaluasi apa yang sudah anda lakukan. Apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa masih kurang dan perlu ditingkatkan. Anda terus menjalani terapi dengan penuh keyakinan dan disiplin. Yang sudah baik anda tingkatkan yang masih kurang anda perbaiki.
Sabar juga berarti tidak mudah menyerah. Anda mungkin terlalu cepat menyerah ketika ikhtiar-ikhtiar yang anda lakukan belum juga membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Ibaratnya anda sedang menempuh perjalanan menuju suatu tempat. Kalau anda merasa lelah, tak ada salahnya berhenti sejenak untuk memulihkan tenaga. Setelah tubuh anda segar kembali, anda bisa melanjutkan perjalanan. Pada saatnya nanti, cepat atau lambat anda akan sampai di tujuan.
Tapi jika anda menyerah, berhenti lalu kembali dan tidak melanjutkan perjalanan, anda tidak akan pernah sampai di tujuan.
Merasa lelah, frustasi dan menyerah sementara dalam menjalani proses pemulihan, wajar dan manusiawi. Tapi, anda harus melanjutkan ikhtiar-ikhtiar anda jika anda ingin meraih pemulihan seperti yang anda harapkan. Jika anda tak berhenti berusaha, anda akan sampai di tujuan pada akhirnya.
Bertahanlah dan Jangan Cepat Menyerah
Ada sebuah kisah inspiratif yang menceritakan sebuah keluarga di AS yang memiliki tanah yang diperkirakan terdapat kandungan bijih emas di dalamnya.
Mereka mulai menggali tanah tersebut dengan harapan akan menemukan kandungan emas berlimpah di dalamnya. Setelah sekian lama menggali, ternyata emas yang mereka harapkan belum juga ditemukan. Mereka menyerah dan menjual tanah tersebut kepada keluarga lain.
Keluarga yang membeli tanah tersebut dengan penuh keyakinan meneruskan menggali tanah yang ditinggalkan pemilik tanah sebelumnya.
Apa yang terjadi?
Hanya beberapa meter dari bekas galian pemilik tanah sebelumnya mereka menemukan kandungan emas berlimpah. Dan akhirnya keluarga tersebut manjadi kaya raya dari hasil tambang emas miliknya.
Pemilik tanah pertama terlalu cepat menyerah. Padahal jika mereka bertahan dan terus menggali beberapa meter lagi, mereka akan menemukan kandungan emas yang akan membuat mereka kaya raya.
Pesan moral dari kisah ini adalah: Jangan terlalu cepat menyerah, terus berusaha dan bertahanlah, maka harapan anda akan terwujud.
Jadi, apa pun jenis gangguan jiwa yang anda alami, apa pun jenis terapi dan pengobatannya, jangan mengabaikan 3 kunci penting ini: keyakinan, disiplin dan sabar.
Setelah melakukan ikhtiar maksimal, berdo'alah memohon petunjuk dan pertolongan kepada-Nya. Kembalikan segala urusan kepada-Nya, karena Tuhan maha tahu apa yang terbaik untuk anda.
Anda punya pengalaman pribadi terkait 3 kunci penting ini saat menjalani terapi pemulihan? Saya sangat senang hati jika anda mau berbagi dengan kami di komentar.
Pada artikel berikutnya saya akan membahas tentang sebuah “mantra” dari dunia pesantren yang sudah terbukti ampuh.
Mantra yang sudah terbukti mampu mencetak manusia-manusia dengan kepribadian tangguh, akhlak yang luhur dan memiliki semangat juang tinggi. Mantra yang sudah terbukti mampu mencetak ulama-ulama besar dan pemimpjn-pemimpin negeri di berbagai bidang kehidupan.
Apakah mantra itu, silakan simak artikel berikutnya di Curhatkita.
Jika menurut anda artikel ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.
Jangan Biarkan Kesulitan Hidup Membuat Anda Terfuruk, Sebaliknya Harus Membuat Anda Lebih Tangguh
Saran Untuk Sobat Muda yang Kesulitan Menyelasaikan Kuliah Karena Keterbatasan Dana, Fasilitas dan Dukungan Orangtua
Oleh Tarjum
Beberapa orang yang curhat via email atau forum curhat, mengeluhkan masalah dan kesulitan yang sedang mereka hadapi saat ini. Kebanyakan dari mereka remaja dan kaum muda.
Masalah mereka beragam, mulai dari masalah cinta, keuangan, suasana keluarga yang tak harmonis, perceraian orang tua, kuliah yang terbengkalai karena kekurangan biaya, masalah di tempat kerja atau masalah persahabatan dan masalah-masalah lain yang terkait dengan kehidupan kaum muda yang sedang mencari jati diri.
Sebagian dari mereka cukup tegar menghadapi masalah dan tekanan. Namun sebagian lagi merasa frustasi dan merasa tak kuat lagi menanggung beban masalah.
Apakah diantara anda ada yang permah mengalami apa yang mereka alami?
Syukurlah, kalau tanda tak pernah mengalaminya.
Kalau pernah! Tak usah berkecil hati karena anda tak sendiri. Jangan mudah menyerah, selalu ada solusi dari setiap masalah jika anda mau berusaha.
Berikut saya akan berbagi dengan anda tentang satu masalah. Ini saran yang saya sampaikan kepada seseorang yang kesulitan menyelesaikan kuliah karena masalah biaya dan dukungan orang tua yang kurang memadai.
Masalah berat yang dia alami membuatnya terfuruk dan kehilangan semangat hidup.
Namun dia masih punya harapan dan keinginan untuk bangkit dan memperbaiki keadaan. Karena dia punya impian, ingin membahagiakan orang tua dan adik-adiknya.
Berikut saran saya untuknya :
Apa pun yang terjadi pada kita adalah atas kehendak-Nya. Anda harus yakini itu. Tapi Tuhan sudah memberi kita sumber daya dan fasilitas untuk mengubah keadaan.
Setiap kejadian pasti ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil. Tapi yang terpenting tindakan apa yang kita lakukan dengan pelajaran yang kita dapatkan.
Sebagai manusia kita juga akan banyak berbuat salah selama hidup kita. Kesalahan bukan untuk disesali, tapi untuk diperbaiki. Jangan terus menengok ke belakang, pandanglah ke depan, apa yang bisa anda lakukan dan perbaiki dengan diri anda.
Syukuri anugerah Tuhan apa yang anda miliki saat ini.
Coba perhatikan di sekitar anda, banyak sekali orang yang hidupnya jauh lebih menderita dibanding anda.
Anak-anak muda yang tak punya kesempatan mengenyam pendidikan tinggi karena masalah biaya. Anak-anak dan remaja yang sudah harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, disaat teman sebayanya duduk nyaman di dalam kelas. Mereka yang harus menjalani kerasnya kehidupan jalanan di kota-kota besar hanya demi mendapatkan sesuap nasi.
Anda jauh lebih beruntung dari meraka!
Soal anda belum lulus kuliah karena faktor biaya, jangan kecil hati. Kirimkan proposal ke lembaga-lembaga pemberi beasiswa. Jangan patah semangat jika usaha-usaha anda belum membuahkan hasil. Jangan cepat menyerah jika proposal-proposal anda ditolak. Mungkin proposal anda yang kesepuluh, keseratus atau keseribu akan diterima. Jangan cepat menyerah! Coba dan coba lagi.
Jika anda punya kemampuan berbahasa Inggris. Kenapa tidak memanfaatkan keahlian itu untuk mendapat penghasilan dengan menjual jasa terjemahan, jasa kursus atau les privat bahasa Inggris atau menjadi guide turis asing.
Anda juga bisa bekerja paruh waktu sesuai bidang keahlian anda. Bisa juga merintis usaha kecil-kecilan, jualan kebutuhan mahasiswa atau jualan jajanan mahasiswa di kampus misalnya. Yang penting jangan malu atau gengsi melakukannya. Jangan pedulikan omongan atau cemoohan orang selama anda melakukan hal yang benar.
Anda juga harus punya IMPIAN atau TUJUAN HIDUP yang jelas dan kuat. Itu yang akan membuat anda bertahan menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Impian atau tujuan hidup yang sangat ingin anda capai bisa menjadi motivasi agar anda terus melangkah untuk mencapainya.
Namun seiring berjalannya waktu, berbagai halangan dan rintangan datang silih berganti, bisa membuat anda ragu, bahkan menghentikan langkah. Dan impian mulai tampak memudar. Itu hal yang wajar. Namun anda jangan berhenti, teruslah melangkah dan focus pada impian anda.
Impian ibarat nyala lilin di tengah lapangan, bisa saja padam oleh terpaan angin dari berbagai arah. Anda harus menjaga nyala lilin itu tetap menyala. Anda harus melindungi impian anda dari beragam sikap dan pikiran negative anda sendiri maupun orang lain.
Pemenang kadang bukan yang paling kuat tapi yang mampu bertahan lebih lama. Prajurit Inggris dalam pertempuran Waterloo tidak lebih hebat dari pajurit Perancis. Mereka menang karena mampu bertahan lebih lama.
Jangan lupa, iringi ikhtiar dengan do’a. Mohon petunjuk dan pertolongan agar anda selalu diberi kekuatan dan kemudahan menempuh jalan yang anda pilih.
Mengakhiri saran ini, coba anda baca dua cerita inspiratif berikut ini. Cerita tentang perjuangan menghadapi kerasnya kehidupan di tengah minimnya sarana dan sumberdaya.
Zhang Da, Bocah Tangguh yang Pantang Menyerah!
Pelajaran Berharga dari Seorang Janda Tua
Demikian saran saya, semoga bisa menjadi bahan renungan.
Anda punya saran atau pengalaman bagaimana menyelesaikan kuliah dengan keterbatasan dana, fasilitas dan dukungan orangtua? Silakan berbagi di komentar.
Jika menurut anda artikel ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.
Jangan Mengatakan, “Aku Tidak Mampu! Aku Bodoh!” Jangan Pernah!
Oleh TarjumAda sebuah curhat yang cukup menarik di Forum Curhat.
Kali ini bukan curhat tentang cinta atau masalah keluarga, tapi curhat masalah pekerjaan. Menyangkut kemampuan diri di tempat kerja dan interaksi dengan sang atasan.
Silakan simak curhatnya.
Have no convidence: Kayaknya aku bakal dipecat
Hi.. semuanya.
Aku Gie (Auggie) mau cerita tentang masalahku.
Sebenarnya ini hal yang cukup memalukan untuk diceritakan, tapi aku gak punya media lain yang bisa aku jadikan tempat sharing.
Selama ini aku punya forum tempat sharing, namun forum tersebut hilang karena kerusakan jaringan. Aku jadi kehilangan tempat berbagi. Jadi disini aku sekarang. Berharap bisa berbagi sedikit beban dan syukur-syukur bisa dapat saran & jalan keluar.
Masalah yang aku hadapi bukan masalah cinta, atau persahabatan. masalah yang aku hadapi itu adalah masalah mengenai pekerjaan. dan saat ini masalah ini adalah momok dalam hidupku.
Jadi begini ceritanya :
Aku baru bekerja di sebuah perusahaan multinasional, awalnya aku kira semua akan berjalan mulus tanpa halangan yang berarti. Namun inilah hidup. Manusia diciptakan untuk menghadapi masalah dalam hidupnya. Setelah masalah itu teratasi nantinya manusia itu akan jadi sosok yang lebih baik (hope so..).
Kenyataannya, dari segi akademis aku bukanlah orang yang dikategorikan smart, dan dari segi verbal aku bukanlah orang yang pandai bicara. Aku adalah orang bodoh yang rajin dan tekun. yang bisa karena biasa. yang butuh proses lebih lama dari pada orang lain untuk jadi mahir.
Hasilnya adalah aku selalu berbuat salah. Selama enam bulan ini managerku selalu naik pitam gara-gara kebodohanku. Gara-gara aku nggak bisa cepat nangkap apa maunya. Gara-gara aku itu kalau bicara berputar-putar, complicated dan tidak simpel.
Tapi aku selalu berusaha semampuku dan hasilnya aku sendiri merasa nggak yakin dengan kemampuanku. Aku bertanya apa aku layak berada disini? Aku mengambil kesimpulan aku nggak mampu.
Pekerjaan ini membuatku tertekan, nggak bisa makan, susah tidur dan tidak tenang. Aku sendiri khawatir aku akan jatuh sakit.
Puncaknya kemarin, aku sampai bermimpi bosku memecatku. Ya tuhan begitu terbangun rasanya seperti mau tamat saja duniaku....asli lebay!
Tapi paginya aku punya sedikit keyakinan, untuk menjalani n menghadapi apa yang terjadi, jika memang harus dipecat ya sudah, cari lagi, jalan terus, karena hidup masih panjang. Namun keyakinan itu habis total ketika mentari terbenam, dan hujan trun deras. Aku nggak tahan, aku cuma bisa menangisi kebodohanku, ketidakmampuanku dan kegagalanku.
Satu hal yang aku ingat dari ucapan bosku, "Aku rasa harusnya ngerjain ini itu much more simple. Oke walau nggak simpel, tapi yang dihadapi sama2 government kan, harusnya yang dihadapi itu sama-sama satu tipe, paling 11-12 cara ngadepinnya, kenapa kamu ribet sekali?"
Semua yang dikatakan bos benar, aku yang nggak mampu berkata-kata, nggak bisa mencari celah. Dan ia mengatakan itu di depan semua orang, makin hancurlah percaya diriku....
Sekarang aku stuck dan ga punya jalan keluar.
1. Dikejar deadline
2. Aplikasi yang tak lengkap
3. Dan rumitnya birokrasi.
Aku nggak tahu harus apa lagi. Hanya bisa nangis saja mengeluarkan perasaan sesak di dada. Meski nggak bisa menyelesaikan masalah, dan gak menyembuhkan luka, menangis cukup meringankan sedikit beban.
Untuk saat ini aku hanya bisa berdoa, semoga datang keajaiban.
Saran dari Mentoz
Member forum yang cukup aktif memberi masukan
Helo, ikut kasih masukan ya.
Ok, buat sahabatku auggie, permasalahan auggie begitu susah yah. Kita rasakan klo kita berada di posisi auggie sendiri.
Hhmmmm.....ok saya sedikit sharing bahwa :
Kesalahan itu bukan untuk diniatin tapi untuk dinikmati ketika dia datang. Syukuri aja klo pun itu sangat-sangat susah. Karena kesalahan yang auggie buat itu psti akan membimbing auggie ke jalan yang benar (ke jalan yang lebih baik)...
Bersyukurlah orang yang punya kesalahan, karena dia pasti akan mencari kesalahan-kesalahannya itu ke tempat dimanapun yang ia tuju tanpa dia sadari....
Contohnya, sahabatku auggie datang kesini lalu bertemu dengan saya, Tarjum (yang punya forum ini), dll, kan suatu anugerah juga kan he..he… Klopun manfaatnya mungkin gak begitu besar buat auggie.
Coba bayangkan, andai auggie gak punya salah, pasti auggie akan berada di lingkungan pribadi auggie saja tanpa harus keluar dari lingkungan pribadi auggie itu :) dan gak akan bertemu kami-kami semua di sini :p hahaha…
Maaf tapi semua argumen di atas bukanlah jalan keluar atas permasalahan auggie. Itu cuma salah satu penyemangat buat auggie yang di mana auggie bisa lebih menikmati hidup ini dan semangat pula dalam menyelesaikan masalah di atas.
Nah masuk ke permasalahan lagi. Tugasku bukanlah untuk berhasil,
tapi untuk mencoba.
Karena di dalam mencoba itulah aku akan belajar dan menemukan kesempatan untuk berhasil. Maka dari itu auggie gak usah memikirkan "apakah entar ke depannya salah ato benar ya?".
Apa yang kita lakukan hari ini, akan menentukan jawaban untuk hari esok. terlepas apakah baik atau buruk, oleh karenanya berbuatlah sebaik mungkin hari ini, agar hari esok pun menjadi lebih baik pula.
Kita adalah pemilik proses, hasil itu kewenangan Tuhan........dan inget Tuhan gak pernah buat sampah lho....
Klo auggie menghindari kegagalan, itu berarti auggie menjauhi keberhasilan.... oh tidak!
Rasa percaya diri bukanlah untuk dimiliki,
Rasa percaya diri adalah untuk dilakukan.
Syaratnya adalah melakukan.
Orang yang melakukan akan lebih mudah merasa percaya kepada
kemampuan dirinya, daripada mereka yang hanya membayangkan
kerja keras.
Ok, sahabatku auggie, mungkin hanya itu masukan dari saya, semoga bermanfaat.
Oh iya, semangatmu itu gak diperlukan jika gak ada kesulitan. Maka dari itu tetep SMANGAT ya. Biasakan itu dan lihat apa yang terjadi dalam perubahan hidup auggie.
Saya mewakili doa dari temen-teman....semoga auggie cepet terselesaikan masalahnya.....amiiiin Ya Allah.
Saran Saya :
Jangan mengatakan, "Aku tidak mampu! Aku bodoh!" Jangan pernah!
Karena kita belum tahu batas kemampuan kita yang sebenarnya. Ukuran kecerdasan bukan hanya IQ (kecerdasan intelegency). Ada kecerdasan emosi, spiritual, sosial, linguistik dan kecerdasan lain yang bisa terus digali dan dikembangkan. Contohnya kemampuan komunikasi dan interaksi, itu bisa dipelajari dan dilatih.
Jangan percaya kalau boss anda mengatakan anda bodoh atau tidak mampu kerja!
Katakan, “Saya akan belajar dan saya bisa lebih baik, lebih cepat dan cekatan bekerja!”
Kecerdasan dan kepintaran bukan segalanya. Bakat juga bukan segalanya. Banyak orang yang cerdas dan berbakat tapi hanya jadi orang biasa-biasa saja. Tapi, tidak sedikit orang biasa-biasa saja yang sukses bahkan sangat sukses dalam hidupnya.
Jadi apa sebenarnya kunci kesuksesan itu?
Kata seorang pakar motivasi dan pembicara publik kelas dunia Art Gardner, dalam bukunya Way Winner Win, kunci kesuksesan adalah ANTUSIASME. Tak ada yang bisa menggantikan ANTUSIASME, bakat dan kecerdasan pun tidak.
Gardner memberi gambaran, orang dengan tingkat kecerdasan biasa tapi punya antusiasme tinggi bisa mengalahkan orang dengan tingkat kecerdasan tinggi namun antusiasmenya rendah.
Coba anda renungkan ini! Kalau anda faham, silakan laksanakan!
Tak ada yang akan memecat anda! Karena ANTUSIASME kerja anda yang luar biasa. Orang-orang seperti anda sangat dibutuhkan perusahaan. Jika boss anda memecat anda dia akan menyesal!
Semoga sukses Auggie!
Anda punya saran untuk Auggie? Silakan sampaikan di komentar.
Jika menurut anda artikel ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.
Bagaimana Menanggapi Sikap Negatif Orang-orang Terdekat Terhadap Gangguan Jiwa Anda?
Oleh TarjumPada artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang Bagaimana Meyakinkan Orang Terdekat tentang Kondisi Psikologis yang Anda Alami.
Jika ternyata orang-orang terdekat anda belum juga bisa memahami keadaan anda atau malah bersikap negatif, langkah apa yang sebaiknya anda lakukan?
Tak mudah meyakinkan orang lain, termasuk orang tua dan keluarga sendiri tentang gangguan jiwa yang kita alami, karena mereka tidak pernah merasakannya.
Ketika pertama kali saya cerita tentang gangguan jiwa saya kepada orang tua (Bapak), beliau tak percaya begitu saja. Bahkan sampai beberapa lama Bapak menganggap apa yang saya alami hanya gangguan pikiran biasa. Butuh waktu dan kesabaran untuk meyakinkan orang-orang terdekat tentang kondisi psikologis yang kita alami.
Memahami Orang tua yang Belum Bisa Memahami Kondisi Anda
Jika orang tua belum bisa memahami sepenuhnya keadaan anda dan malah berpikir negatif, jangan berkecil hati apalagi sampai berpikir negatif kepada orang tua atau keluarga.
Untuk memahami sesuatu yang tak terlihat dan tak bisa dirasakan bukan hal yang mudah. Apalagi pehamaman orang tua, keluarga dan masyarakat tentang gangguan jiwa masih sangat terbatas.
Coba cari alternatif lain, cari seseorang yang bisa jadi teman curhat. Orang yang bisa memahami kondisi mental anda. Bisa saudara, teman atau sahabat yang anda percaya. karena kita tak bisa memaksakan seseorang untuk bisa memahami diri kita. Lebih baik kalau anda kenal dengan seseorang yang sedang atau pernah mengalami gangguan jiwa yang sama dengan anda.
Sharing di Grup-grup Diskusi Online
Sekarang banyak grup-grup diskusi online khusus masalah gangguan jiwa seperti skizofrenia, gangguan bipolar atau jenis gangguan jiwa lain. Salah satunya adalah Grup Facebook Bipolar Indonesia dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI). Anda bisa gabung di grup ini untuk sharing pengalaman dan pengetahuan seputar masalah gangguan kejiwaan.
Anggota grup-grup diskusi online ini terdiri dari ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan), keluarga ODMK, psikolog, psikiater, aktivis keswa dan orang-orang yang peduli terhadap masalah-masalah gangguan kejiwaan.
Konsultasi dengan Psikiater
Selain dua alternatif media curhat di atas, anda juga harus konsultasi dengan psikiater anda. Jika anda belum pernah konsultasi dengan psikiater karena berbagai alasan, cobalah beranikan diri untuk konsultasi. Agar anda mamahami kondisi mental anda lebih jelas dan akurat.
Berpikir Positif Terhadap Orang-orang yang Berpikir Negatif
Lalu bagaimana sebaiknya menanggapi sikap orang tua, keluarga dan orang-orang terdekat yang belum bisa memahami anda atau malah berpikir negatif tentang kondisi mental anda?
Ketimbang berpikir, "Mengapa mereka tidak bisa mehami saya? Mengapa mereka menganggap saya hanya menjadikan penyakit sebagai alasan?
Cobalah berpikir, "Saya mengerti kalau mereka belum bisa memahami saya, saya menerima kalau mereka menganggap saya menjadikan penyakit sebagai alasan. Tapi saya tidak seperti yang mereka kira. Walaupun saya membutuhkan cinta dan perhatian mereka, saya akan memikul tanggung jawab pemulihan diri saya sendiri.”
”Saya akan menjadikan penyakit sebagai alasan untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat.
Walaupun saya membutuhkan uluran tangan mereka, saya tidak terlalu mengharap dukungan mereka. Saya akan berusaha mengatasi masalah saya dengan kemampuan yang saya miliki. Selain membantu diri-sendiri, saya juga akan berusaha membantu orang-orang yang mengalami masalah kejiwaan seperti yang saya alami.”
Tanggung Jawab Pemulihan Kondisi Jiwa Anda
Anda tak bisa terlalu mengharap dukungan dan bantuan orang lain, termasuk orang tua atau saudara sendiri. Berharap boleh tapi jangan jadi sebuah keharusan. Tanggung jawab pemulihan kondisi jiwa anda sepenuhnya ada di pundak anda sendiri.
Jadikan balok sandungan sebagai batu loncatan. Jangan biarkan gangguan jiwa membuat anda lemah, tapi harus membuat anda menjadi pribadi yang lebih tangguh.
Jangan terlalu berharap untuk menerima, tapi berusahalah untuk memberi. Semakin banyak memberi, anda akan semakin banyak menerima.
Teruslah berjuang dan jangan pernah menyerah.
Bagaimana cara anda menanggapi sikap negatif orang tua dan keluarga? Silakan berbagi di komentar.Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.
Satu Kunci Penting yang Sering Dilupakan oleh Pasangan Suami Istri Saat Mengarungi Bahtera Rumah Tangga
Oleh Tarjum
Setelah bebarapa lama mengarungi bahtera rumah tangga, apakah anda merasakan hal-hal berikut ini: merasa tidak cocok dengan pasangan, cekcok karena hal-hal sepele, tidak saling terbuka, pasangan mulai enggan diajak komunikasi, atau masalah ekonomi keluarga?
Selamat jika anda tidak mengalaminya! Berarti kehidupan perkawinan anda sangat harmonis.
Bila anda mengalaminya, itu wajar! Banyak pasangan mengalami atau pernah mengalami masalah-masalah seperti itu.
Yang penting anda segera mencari solusi untuk mengatasinya. Karena kalau dibiarkan akan membuat kehidupan perkawinan anda semakin rumit.
Proses untuk saling memahami satu sama lain adalah proses tanpa akhir yang harus dijalani setiap pasangan.
Satu hal yang harus anda ingat, jangan pernah berpikir untuk mengubah pasangan anda. yang bisa anda lakukan adalah saling memahami dan menyesuaikan diri.
Satu kunci penting yang sering dilupakan oleh pasangan suami istri dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan perkawinan adalah “kesediaan untuk mendengarkan.”
Maksudnya?
Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah-masalah rumah tangga adalah komunikasi. Komunikasi seperti apa? Komunikasi intim dari hati ke hati untuk saling memahami pasangannya.
Inti dari komunikasi adalah mendengarkan. Mengapa harus mendengarkan? Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik.
Mengapa pasangan anda seperti malas atau enggan ketika diajak bicara? Mungkin karena anda terlalu menuntut untuk didengar, bukan mendengar. Mungkin juga waktu dan suasananya yang tidak tepat.
Coba anda bayangkan, ketika anda mencurahkan isi hati kepada pasangan anda, tapi dia malah asyik nonton TV atau mendengarkan tapi sambil terkantuk-kantuk, bagaimana perasaan anda? pastinya anda jengkel atau kecewa karena merasa tidak didengarkan.
Menurut seorang ahli komunikasi, pada dasarnya setiap orang seribu kali lebih suka mendengarkan kata-katanya sendiri ketimbang mendengarkan lawan bicaranya. Jadi intinya setiap orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan.
Nah, dari pada menuntut pasangan untuk mendengarkan keluh-kesah, keinginan atau harapan-harapan anda, lebih baik anda belajar dan berusaha untuk mendengarkan pasangan anda.
Kalau anda berusaha mendengarkan pasangan anda, lalu kapan anda bisa menyampaikan keluh kesah anda sendiri? Kalau pasangan anda menilai dan merasa bahwa anda mau mendengarkan dia, dia pun akan dengan senang hati mendengarkan anda.
Jadi, anda tidak lagi saling menuntut untuk didengarkan dan diperhatikan, sebaliknya anda akan berusaha untuk saling mendengarkan, saling memperhatikan, saling memahami dan pada akhirnya bisa saling menyesuaikan diri.
Inilah yang saya maksud kunci penting dalam mengatasi masalah saat mengarungi bahtera rumah tangga dengan orang yang anda sayangi.
Mulailah untuk “mendengarkan” dengan penuh empati. Siapa yang harus memulai? Jangan menunggu pasangan anda yang memulai, mulailah dari diri sendiri. Dan lihat hasilnya.
Apakah anda bersedia mendengarkan keluh-kesah pasangan anda? Silakan berbagi di komentar.
Jika menurut anda artikel ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.
Lanjutkan...
Bagaimana Membangkitkan Gairah dan Semangat dengan Musik?
Oleh Tarjum
Musik atau lagu yang sesuai selera dan suasana hati, bisa membuat rileks, membangkitkan gairah dan semangat. Musik juga bisa membangkitkan kenangan indah masa lalu.
Anda bisa mendengarkan musik dan lagu di rumah saat santai sepulang kerja atau saat libur akhir pekan. Anda juga bisa mendengarkan musik secara pribadi melalui handphone di tempat kerja, di perjalanan, di ruang tunggu, dalam antrian atau di manapun anda sempat.
Anda suka musik?
Semua orang sepertinya menyukai musik. Hanya jenis musik yang disukai mungkin berbeda-beda, tergantung selera masing-masing. Tak masalah musik apa pun yang anda suka, yang penting musik itu bisa membuat suasana hati anda positif dan bahagia.
Musik juga bisa menjadi media penghibur diri dikala anda sedang dirundung masalah. Musik bisa mengendurkan ketegangan pikiran dan meredakan kekalutan perasaan. Alunan musik atau lagu bisa membuat anda rileks. Saat anda merasa rileks dan tenang anda bisa lebih mudah menemukan solusi dari masalah anda.
Jadi tak ada salahnya, ditengah kesibukan anda menyempatkan waktu untuk menghibur dan menyemangati diri dengan mendengarkan musik favorit. Menyukuri dan menikmati hidup dengan rileks dan gembira.
Nah, mulai sekarang kumpulkan dan simpan dengan baik koleksi lagu dan musik favorit anda. Suatu saat anda mungkin membutuhkannya untuk menghibur diri, meredakan ketegangan dan membangkitkan semangat.
Apakah cukup hanya dengan mendengarkan musik dan menghibur diri. Tentu saja tidak!
Musik hanya untuk membangkitkan semangat dan membuat suasana hati positif. Setelah itu salurkan semangat dan energi positif anda untuk melakukan hal-hal kreatif, baik di rumah, di tempat kerja atau di mana pun anda berada.
Jika setelah mendengarkan musik anda menjadi termotivasi dan menemukan solusi dari masalah anda, segeralah bertindak untuk mengatasi masalah anda dengan penuh semangat.
Terlepas dari semua masalah yang sedang anda hadapi saat ini, mari kita syukuri dan nikmati hidup dengan penuh gairah, karena hidup dan kehidupan merupakan anugerah Tuhan yang tak ternilai.
Musik atau lagu apa yang membuat anda bersemangat? Silakan berbagi di komentar.
Jika menurut anda artikel ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.
Jangan Biarkan Stigma Negatif Gangguan Jiwa Mendikte Kita
Oleh Tarjum
Suatu malam saat kencan, seorang gadis bercerita pada sang pacar.
“A, tadi pagi, waktu aku pulang sekolah naik angkot, aku duduk berhadapan dengan seorang ibu, tetangga Aa.”
“Siapa ya? Kamu tahu namanya?” Tanya sang pacar, sebut saja namanya Dedi.
“Aku gak tahu namanya, tapi kenal orangnya. Rumahnya di samping tempat kerja Aa, terhalang satu rumah, yang cat rumahnya warna biru muda,” kata sang gadis, sebut saja Marni.
“Oh, ibu itu. Ya, ya, Aku kenal orangnya. Emang ada kejadian apa di mobil angkot tadi,” tanya Dedi makin penasaran.
“Tapi, Aa, jangan marah. Janji ya!”
“Ya, aku janji gak akan marah. Cepet ceritain dong kejadiannya!”
“Dia cerita soal Aa,” kata Marni, merenung sejenak, mengingat kembali kejadian di mobil angkot tadi siang. “Dia kayaknya nggak tahu bahwa aku pacar Aa. Dia ngobrol dengan seorang ibu yang duduk disampingnya. Dia cerita bahwa Aa, tuh dulu pernah mengalami gangguan jiwa. Dia menyebutnya stress, tapi sekarang sudah sembuh katanya,”
“Oh gitu ya. Terus perasaan kamu gimana ketika denger cerita itu?” Tanya Dedi. Matanya menatap tajam mata Marni.
“Nggak enak sih dengernya. Maksudku, aku nggak rela ada orang yang ngomongin masa lalu Aa, kayak gitu ditempat umum,” jawab Marni.
“Makasih ya, atas simpati kamu. Terima kasih juga kamu mau menerima aku apa adanya dan nggak terpengaruh oleh omongan negatif orang lain.”
“Emang Aa, gak malu atau marah klo ada yang ngomongin kayak gitu?” Tanya Marni.
“Ngapain mesti malu atau marah, apa yang dia omongin benar kok!” jawab Dedi tegas. “Aku sudah membuka diri, tak ada yang dirahasiakan dari diriku, termasuk masa laluku. Apa yang aku ceritakan pada kamu, itulah diriku yang sebenarnya, tak ada yang aku tutupi. Alhamdulillah klo kamu mau nerima aku apa adanya. Klo nggak, gak masalah bagiku, aku merasa nyaman dan mencintai diriku apa adanya. Diriku adalah pemberian terbaik dari sang maha pencipta. Aku bersyukur atas segala pemberian Tuhan untukku.” Jawab Dedi panjang lebar, diakhiri dengan seulas senyum dan pandangan mata yang menyejukan hati sang kekasih.
Stigma Negatif Penderita Gangguan Jiwa
Teman-teman, mungkin diantara anda pernah mengalami kejadian seperti cerita di atas, dengan kisah yang berbeda tentunya. Mendengar gunjingan atau omongan-omongan bernada negatif terhadap orang-orang yang mengalami gangguan jiwa.
Setigma negatif terhadap penderita ganguan jiwa memang masih melekat kuat di masyarakat, baik di pedesaan maupun di perkotaan, di lingkungan masyarakat tradisional maupun modern.
Kita memang tak bisa menghilangkan stigma negatif itu dengan mudah, karena sudah mengakar kuat di masyarakat. Namun kita bisa berusaha memberikan pemahaman yang proporsional tentang gangguan jiwa kepda publik, dengan harapan stigma negatif itu bisa dikikis, diminimalisir sampai akhirnya dihapus.
Namun, satu hal yang pasti, kita bisa mengubah cara kita menyikapi stigma negatif tersebut dengan sikap yang positif. Jangan biarkan sikap dan pandangan negatif mereka terhadap kita (ODMK) mempengaruhi dan mendikte kita. Kita mempunyai kekuasaan dan kendali penuh untuk menentukan sikap dan tindakan terbaik yang akan kita lakukan.
Apa pun yang terjadi dengan diri kita dan di sekitar kita, roda kehidupan akan terus berputar. Kita tak bisa menyia-nyiakan waktu berharga yang kita miliki hanya untuk memikirkan sikap negatif orang lain kepada kita. Kita tak bisa buang-buang energi hanya untuk menanggapi perlakuan negatif mereka.
Lebih baik kita isi hari-hari kita dengan aktivitas-aktivitas kreatif yang akan memberi nilai tambah terhadap hidup kita. Nilai tambah yang akan membuat diri dan kehidupan kita lebih bermakna bagi diri sendiri dan orang lain.
Jiwa yang merdeka tak lagi terpengaruh oleh pujian yang membahagiaakan maupun kritik yang menyakitkan.
Oh, ya. Mungkin anda bertanya-tanya, dialong sang gadis dengan pacarnya dalam cerita diatas apakah hanya fiksi atau cerita nyata?
Oke, saya buka rahasia. Cerita di atas adalah cerita nyata. Nama kedua tokoh disamarkan. Dialognya tidak persis seperti di atas, tapi inti topik dialognya seperti itu.
Siapa sebenarnya dua tokoh dalam cerita tersebut?
Yang satu ini, untuk menjaga privasi sang tokoh, saya tidak bisa membeberkannya di sini.
Jika anda punya pengalaman atau cerita-cerita unik seperti ini, silakan sampaikan di komentar atau kirim ke editor blog ini.
Jika menurut anda posting ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.
Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]
eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"
Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]
eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”
eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]
eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”
Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]
eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”
Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]
Teknologi Mengubah Pola Makan Secara Dramatis
Gaya Hidup Sehat Keluarga Kecil Kami
Keperkasaan dan Kepercayaan Diri Seorang Pria
YAKINKAH ANDA SEHAT HARI INI?
Banyak orang merasa dan menganggap dirinya sehat dan baik-baik saja, lalu asyik menuruti hawa nafsunya dan tidak mencurahkan perhatian khusus bagi kesehatannya. Hingga pada akhirnya tiba hari naasnya, tubuhnya ambruk jatuh sakit, dan dokter memvonis bahwa dia tertimpa penyakit berat stadium tingkat tinggi. Sungguh mengerikan!!!











