Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Blogging sebagai Alternatif Terapi Psikis

    

Oleh : Tarjum

Bagiku ngeblog dan surfing di internet bukan sekedar iseng atau ikut-ikutan tren, tapi ada tujuan yang jelas dan pasti. Awalnya tujuanku menjelajah dunia maya adalah untuk mencari informasi dan menambah wawasan. Setelah itu muncul keinginan untuk berbagi pengalaman, informasi dan pengetahuan secara online dengan orang-orang di belahan dunia lain. Maka mulailah aku belajar membuat email dan website. Seiring berjalannya waktu, ternyata aku mendapat banyak manfaat dari aktivitas online ini. Email, website dan blog, aku jadikan sebagai media sharing, tempat mencurahkan segala isi hati dan uneg-uneg yang sebelumnya aku pendam. Curhat online ternyata membuat pikiran dan perasaanku terasa lebih ringan, jernih dan tenang. Selain itu aku juga merasa ada kepuasan batin dari aktivitas online ini dan yang terpenting, aku sangat menyukainya.

Menulis yang merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas di dunia maya ini, ternyata bisa menjadi semacam terapi penyembuhan dan pemulihan kondisi psikologis. Dengan menulis, perlahan-lahan aku bisa menata pikiran dan perasaanku yang sebelumnya agak kacau, sensitif, labil dan emosional, menjadi lebih tenang, jernih, stabil dan rasional. Menulis menjadi semacam aktivitas olah pikir dan rasa, dimana saat menulis pengalamanku sendiri atau menulis tema tertentu, pikiran dan perasaanku dibuat fokus untuk menganalisa, mengolah dan memahami suatu masalah atau topik tertentu.

Saat menulis pengalaman pribadi, aku seperti membuka dan menjelajahi memori pikiranku untuk melihat, merasakan, menganalisa, mengolah dan memahami suatu peristiwa atau kejadian yang pernah aku alami di masa lalu. Pendeknya aku seperti keluar dari tubuhku dan mengamatinya dari luar diiriku. Setelah itu aku berusaha menyusun, merangkai dan menuangkannya kata demi kata, kalimat demi kalimat yang akhirnya menjadi sebuah rangkaian cerita. Cerita masa laluku, cerita tentang kehidupanku, cerita tentang diriku sendiri.

Dari paragraf demi paragraf, halaman demi halaman cerita itu, aku mulai bisa lebih memahami tentang diriku sendiri. Aku bisa memahami kelebihan dan kekuranganku, memahami karakter dan kepribadianku, lalu memahami masalah-masalah yang sebelumnya menjerat dan membebani pikiranku. Setelah memahami, aku mulai bisa menerima diri apa adanya, menerima segala kelebihan dan kekurangan diriku sendiri. Setelah itu aku mulai bisa memahami apa saja penyebab problem-problem psikologis yang selama bertahun-tahun menjadi mimpi buruk dalam perjalanan hidupku, merenggut kebahagiaan masa remajaku, bahkan nyaris merenggut akal sehatku, sampai pada suatu titik kritis aku berpikir, “Aku bisa jadi gila!”

Aktivitas menulis, tanpa aku sadari telah menjadi terapi penyembuhan dan pemulihan derita jiwaku. Kondisi jiwaku yang waktu itu sedang dalam proses pemulihan dan penyembuhan, perlahan tapi pasti kurasakan semakin stabil. Bahkan aku merasakan ada percepatan dalam proses penyembuhan jiwaku. Sejak aktivitas menulis di dunia maya aku jalani dengan konsisten, walaupun tekanan-tekanan mental kadang datang menghampiri, atas berkat rahmat Tuhan aku bisa mengendalikan dan mengatasinya dengan mantap.

Aktivitas online yang aku jalani ternyata mendapat respon positif dari para netter yang mengunjungi website dan blogku. Mereka, orang-orang yang tak kukenal, begitu menghargai karyaku, tulisan-tulisanku yang sederhana. Semua itu membuatku merasa bangga dan bahagia. Aku merasa karyaku dihargai, diakui dan yang terpenting bermanfaat bagi orang lain. Bukan aku gila penghargaan atau pengakuan, tapi kebanggaan itu melahirkan kepuasan batin, kepercayaan diri dan kebahagiaan. Saat seseorang mengakui bahwa dirinya merasa terinspirasi dan terbantu setelah membaca kisah pengalaman dan tulisan-tulisanku, aku merasakan kepuasan batin dan kebahagiaan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Aku puas dan bangga karena dengan segala keterbatasanku, aku masih bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, sekecil apa pun nilainya.

Kepuasan batin dan kebahagiaan dari aktivitas-aktivitas online inilah yang mungkin telah menjadi salah satu terapi cukup ampuh dalam proses pemulihan dan penyembuhan derita jiwaku disamping terapi fisik dan sosial yang aku jalani.

Teman-teman sekalian, dari pengalamanku menjalani aktivitas blogging ini, aku menganjurkan anda sekalian terutama yang sedang menjalani terapi dan proses penyembuhan dan pemulihan kondisi psikologis, sebisa mungkin menyempatkan waktu untuk membuat dan mengelola blog sebagai media ekspresi, komuikasi, sosialisasi dan aktualisasi diri secara online. Mengapa saya menyarankan membuat blog? Karena pembuatan dan pengelolaan blog lebih mudah dan simpel dibanding membuat website. Pitur-piturnya pun semakin lengkap dan variatif. Apalagi saat ini blogging sedang booming. Komunikasi antar blogger juga semakin intensif dan massif melalui aktivitas blogwalking.

Saat ini blog bukan sekedar media curhat atau diary online, tapi sudah menjadi media ekspresi, komunikasi dan sosialisasi bagi pemiliknya. Tampilan dan konten blog merupakan cerminan dari karakter dan kepribadian pemiliknya. Bahkan lebih dari itu, banyak orang yang serius menekuni aktivitas blogging dan menjadikan blogger sebagai profesi, salah satunya adalah Budi Putra, mantan wartawan Tempo yang sekarang menjadi blogger professional. Tidak sedikit pula blogger yang sukses menjadikan blog sebagai media promosi dan bisnis online.

Jika teman-teman sekalian sudah memiliki blog atau berniat membuat blog, silakan kirim alamat blognya untuk di pasang linknya di Curhatkita.

Mungkin diantara anda sekalian ada yang berpikir, “Ah, saya nggak biasa nulis…..” atau “Tulisan saya jelek, malu jika nanti dibaca orang!” Semua itu bukan alasan untuk tidak menulis. Tulisan hanya media untuk menyampaikan ide, gagasan dan pemikiran-pemikiran kita ke publik. Yang terpenting, apa yang akan kita sampaikan bernilai dan bermanfaat bagi orang lain, tak masalah dengan tulisan sebagai medianya. Beberapa orang sukses dan ternama pun saya perhatikan, ternnyata tulisannya (ejaan dan tata bahasanya) tak bagus-bagus amat bahkan biasa saja, tapi ide dan pemikiran yang mereka sampaikan luar biasa, mampu menginfirasi orang untuk bertindak dan berubah menjadi lebih baik.

Jadi, jangan memikirkan hal-hal kecil yang akan menghalangi anda untuk menulis. Mulailah menulis, pikirkanlah hal-hal besar dan luar biasa yang akan anda sampaikan, yang bukan tak mungkin akan menginpirasi banyak orang untuk bertindak dan berubah memjadi lebih baik.

Nah, teman-teman, mari kita jalani aktivitas online dengan sepenuh hati untuk kebahagiaan kita dan selanjutnya mudah-mudahan bisa menularkan kebahagiaan kepada orang lain. Amin.

Image by : mishbahulmunir.wordpress.com



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 3 komentar ke “Blogging sebagai Alternatif Terapi Psikis”
Anonim mengatakan...

saya juga merasakan hal yang sama ketika menulis dan sekarang saya baru tau klo saya menderita bd........membuat diri g bersemangat ngapa2in dan blog ini membantu sekali

Tarjum on Jumat, 09 Desember 2011 19.22.00 WIB mengatakan...

Anonim,
Syukurlah jika artikel-artikel di blog ini membantu anda. Silakan telusuri artikel-artikel tentang bipolar di blog ini, semoga anda menemukan inspirasi dan jalan keluar terbaik dari masalah anda. Saya juga sudah membuat blog khusus tentang bipolar : www.solusibipolar.com.

Boni on Minggu, 23 Februari 2014 16.10.00 WIB mengatakan...

artikelnya sangat menyemangati & menginspirasi...terima kasih...saya juga mendapat manfaat dari terapi menulis...untuk lebih mengerti diri sendiri dan meringankan tekanan batin...salam sukses untuk Anda..
penulispiritual.blogspot.com

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial