Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bayi Penderita Hidrosefalus hanya Menanti Keajaiban

    

Hari Minggu kemarin, saya mengantar istri berkunjung ke rumah salah seorang sahabatnya. Sebut saja namanya Rani (bukan nama sebenarnya). Istri saya kenal Rani dua tahun lalu saat sama-sama nganter anak ke Taman Kanak-kanak (TK). Kami beberapa kali main ke rumahnya di sebuah desa yang jaraknya sekitar 10 KM dari rumah kami. Sudah setahun lebih kami tak pernah main ke rumahnya dan tak tahu kabarnya sekarang.

Karena sudah lama tak berkunjung saya hampir lupa gang masuk ke rumahnya. Untungnya istri masih hapal jalan masuknya. Sekitar tengah hari kami sampai di rumah Rani. Rumah sederhana itu di bagian belakangnya dijadikan warung berisi jajanan anak-anak dan kebutuhan sehari-hari. Warungnya lagi sepi tak ada pembeli. Di teras warung seorang anak lak-laki sedang duduk sambil makan, dia tak lain adalah anak pertama Rani, teman sekelas anak saya Vania, waktu di TK. Dia tersenyum malu melihat kami datang.

“Pah, kok ada ayunan bayi ya, Rani punyak anak lagi apa? Tanya istri saya.
“Mungkin! Tapi mungkin juga itu ayunan anak pertamanya tadi.” Jawab saya sekenanya.
Dari dalam rumah terdengar suara tangisan bayi.
“Bener Pah, Reni punya anak lagi!” Bisik istri saya.

Tak berapa lama, keluar seorang wanita muda seumuran istri saya, dialah Rani sang pemilik rumah. Dia tampak kaget namun sumringah melihat kedatangan kami yang setahun lebih tak pernah berkunjung. Rani dan istri saya saling meluapkan kerinduan dan saling menanyakan kabar masing-masing. Tangisan bayi terdengar lagi dari dalam rumah. Tak lama berselang, ibunya Rani (berumur sekitar 60-an tahun) keluar sambil mengendong seorang bayi. Bayi itu masih menangis dalam gendongan ibu Rani. Bayi perempuan yang baru berumur 5 bulan itu tampak montok dan putih. Namun ada kelainan dari tubuh si bayi, kepalanya lebih besar dari ukuran normal kepala bayi, seukuran kepala orang dewasa.

Bayi itu diberikan kepada Rani, sementara ibu Rani menyalami kami. Rani memberikan susu formula pada si bayi yang masih menangis. Sebelum kami sempat bertanya, Rani cerita soal kelainan kepala bayinya. Menurut keterangan dokter, anaknya menderita penyakit Hidrosefalus. Menurut Rani, saat lahir anak keduanya itu normal seperti bayi lainnya dengan berat badan 3.2 Kg. kelainan baru tampak saat bayi berumur 40 hari, bayi sering nangis dan rewel malam hari. Saat di bawa ke bidan, disarankan untuk diperiksa ke dokter anak. Saat diperiksa dokter anak itulah baru ketahuan bahwa bayi itu menderita Hidrosefalus. Rani melanjutkan ceritanya, bahwa anak tetangganya ada juga yang menderita penyakit itu dan cuma bertahan 40 hari, anak itu meninggal. Ada lagi seorang tetangga kampungnya yang bayinya juga menderita penyakit yang sama dan meninggal pada usia 7 bulan. Rani juga pernah berkunjung kepada sebuah keluarga yang bayinya menjalani pengobatan Hidrosefalus sampai habis biaya 80 jutaan labih, namun kondisinya malah lebih buruk dari kondisi bayinya sekarang.

Memang dari pengamatan saya, bayi Rani tampak sehat secara fisik, putih, bersih, montok dan cantik. Rani bilang, akan sabar dan pasrah dengan kondisi anaknya, sampai kapan si bayi bisa bertahan. Ya Tuhan, nasib si bayi mungil hanya digantungkan pada sang nasib. Dia mengakui jangankan untuk biaya berobat yang sangat mahal, beli susu formula untuk si bayi saja dia keteteran. Rani tinggal serumah dengan ibunya, sedangkan suaminya bekerja di luar kota dan hanya pulang sebulan sekali. Untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari Rani dan ibunya membuka warung kebutuhan sehari-hari dan jajanan anak-anak di bagian belakang rumahnya.

Si bayi yang sudah kenyang menyusu, tampak tertidur lelap dalam gendongan ibunya. Saya tak tega berlama-lama memandang bayi mungil itu. Waktu menunjukan pukul 12.30, kami pamit pulang kepada Rani dan ibunya, karena anak pertama kami akan sekolah siang di Madrasah Ibtidaiyah. Kami hanya bisa memberi dukungan semangat dan do’a untuk kesembuhan si bayi. Di perjalanan pulang saya dan istri kembali membicarakan nasib si bayi yang sepertinya hanya menanti keajaiban.

Teman-teman blogger dan netter yang budiman, hanya melalui tulisan di blog inilah saya mencoba membantu “sahabat kecil” yang sedang menunggu keajaiban seraya menahan sakit yang tak bisa kita bayangkan di usianya yang masih sangat belia. Keajaiban dan kuasa Tuhan itu mungkin datang melalui anda sekalian.

Apakah kita akan membiarkan sahabat kecil ini berjuang sendirian?
Saya mengetuk lubuk hati anda yang terdalam, mengharap kepedulian anda pada si bayi mungil yang sedang berjuang menantang maut. Jika anda dikaruniai kelimpahan materi mungkin anda berkenan membantu biaya pengobatannya. Jika anda punya banyak teman dan sahabat mohon kesediannya meneruskan informasi ini kepada teman, kerabat dan sahabat anda. Paling tidak, saya sangat mengharapkan ketulusan do’a anda untuk si kecil. Semoga do’a anda kita bisa meringankan derita fisiknya bahkan mungkin memberinya kesembuhan. Bukankah tak ada yang tak mungkin di hadapan Tuhan. Semoga Tuhan memberikan kesembuhan untuk sahabat kecil ini dan memberi ketabahan kepada kedua orang tuanya. Amin.

Berikut saya sajikan beberapa artikel tentang Hidrosefalus yang saya kutif dari beberapa blog.

Alat Terapi Hidrosefalus Aman dan Murah Ditemukan
DETIKPOS.net, Sabtu, 19 September 2009

Ahli bedah saraf Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Yogyakarta, P Sudiharto, berhasil menciptakan alat terapi hidrosefalus dengan harga terjangkau dan aman. Alat tersebut mampu mengurangi tingkat risiko pada perawatan pasien hidrosefalus.

Artikel selengkapnya silakan lihat di sini “Alat Terapi Hidrosefalus Aman dan Murah”.

Pengobatan dan Penyembuhan Hidrosefalus
idmgarut.wordpress.com, 2 Februari 2009

Hidrosefalus yang tidak diterapi akan menimbulkan gejala sisa, gangguan neurologis serta kecerdasan. Dari kelompok yang tidak diterapi, 50-70% akan meninggal karena penyakitnya sendiri atau akibat infeksi berulang, atau oleh karena aspirasi pneumonia. Namun bila prosesnya berhenti (arrested hidrosefalus) sekitar 40% anak akan mencapai kecerdasan yang normal (Allan H. Ropper, 2005). Pada kelompok yang dioperasi, angka kematian adalah 7%. Setelah operasi sekitar 51% kasus mencapai fungsi normal dan sekitar 16% mengalami retardasi mental ringan. Adalah penting sekali anak hidrosefalus mendapat tindak lanjut jangka panjang dengan kelompok multidisipliner. (Darsono, 2005)

Artikel selengkapnya silakan lihat di sini “Pengobatan dan Penyembuhan Hidrosefalus”.

Bupati Karimun Tanggung Pengobatan Balita Hidrosefalus
Kompas.com, Kamis, 12 Februari 2009

Bupati Kabupaten Karimun, Nurdin Basirun mengatakan pihaknya akan menjamin sepenuhnya biaya pengobatan Septria (5 bulan) anak pasangan Nazar dan Siti Hajariah, yang menderita hidrosefalus.
"Orang tua bayi tidak perlu memikirkan biaya karena sepenuhnya akan kami tangani termasuk biaya pihak keluarganya yang menjaganya," katanya di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Nurdin mengatakan pemerintah daerah ingin Septria mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) hingga sembuh.

Artikel selengkapnya silakan lihat di sini “Bupati Karimun Tanggung Pengobatan Balita Hidrosefalus”

Jika anda berkenan membantu sahabat kecil ini, silakan hubungi saya via email : sivalintar@yahoo.com atau via HP : 085221074133.



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 7 komentar ke “Bayi Penderita Hidrosefalus hanya Menanti Keajaiban”
Anonim mengatakan...

Saya adalah salah satu yang akan menantikan kelahiran seorang buah hati saudara saya yang didiagnosa hidrosefalus,jujur dalam hati saya miris,sedih dan tidak mampu berbuat apa2,apalagi setelah menginjak masa kandungan 7bulan,karena ketika kandungan masih kecil dokter kandungan tidak mengetahui tanda-tandanya atau mungkin kurang teliti saya tidak tahu,karena setiap usg hasilnya selalu sehat dan baik,namun pada usia 7bulan si bayi dikatakan terdiagnosa hidrosepalus,berapa lamakah anak dapat bertahan dari penyakit tersebut?dapatkah diselamatkan dengan suatu alat agar pertumbuhan kepalanya dapat dinormalkan?sedih sekali rasanya mendapati saudara yang kita kasihi mendapatkan cobaan sebesar ini.

Tarjum on Rabu, 31 Juli 2013 17.43.00 WIB mengatakan...

Masih dalam kandungan berarti masih dalam proses menjelang kelahiran. Masih ada kemungkinan sekecil apa pun itu untuk lahir dengan kondisi normal. Tetap ikhtiar dan berdo'a untuk keselamatan sang bayi dan ibunya. Tak ada yang tak mungkin jika Tuhan menghendaki. Apa pun yang Tuhan berikan kepada kita termasuk anak yang mungkin lahir dengan kelemahan adalah yang terbaik untuk kita, walaupun dimata kita dinilai buruk. Mari kita sama-sama berdo'a, semoga bayi dalam kandungan saudara anda lahir normal dan sehat. amin.

herry_timika-papua mengatakan...

Adik saya jg mengalami hal yg sama. Saat usia kehamilan 7 bulan terdeteksi hidrosefalus namun saat melahirkan anaknya bisa di bilang normal. Pada usia 3-4 bulan baru mulai terlihat pembesaran kepala dan tekanan pada mata sehingga posisi matanya tidak seperti anak normal. Saat ini ponakan sy itu masih dirawat di RS siloam tangerang menunggu utk di operasi yg kedua utk pemasangan selang di kepalanya. Operasi pertamanya dilakukan hanya untuk melobangi selaput untuk membuat sirkulasi cairan di kepalanya. Namun hasilnya tidak seperti yg diharapkan. Sedih melihat ponakan sy itu.namun kami tetap berusaha melakukan semampu kami demi anak/ponakan kami itu meski dgn keterbatasan kami. Semoga Allah memberikan mukzizatnya kpd ponakan sy itu agar bisa sembuh dan tumbuh normal seperti anak2 sy dan anak2 lainnya. Amin...

Anonim mengatakan...

setahu saya, setelah membaca beberapa artikel bayi hidrosefalus dapat tumbuh dengan normal bahkan sembuh, dengan beberapa syarat tentunya. Penanganan yang secepatnya, untuk mengurangi resiko kerusakan otak akibat tekanan cairan yang berlebih, dan terapi pasca operasi...semoga setiap bayi yang menderita hidrosefalus segera ditangani, dapat tumbuh normal seperti anak2 yang lain

kak Wibie on Minggu, 05 Juni 2016 20.24.00 WIB mengatakan...

anak saya mempunyai penyakit hidrosepalus obstruktif...ank saya prematur... skrng usianya 3 bulan jalan 4 bulan... anak saya aktif sekali tapi blom bisa tengkurep ...saya khawatir apakah anak saya bisa berkembang seperti anak normal

Intan Permana on Sabtu, 02 Juli 2016 05.48.00 WIB mengatakan...

Selamat pagi,
Sedikit berbagi kisah,ponakan saya mengidap penyakit yg sama terdeteksi di usia 2 bulan. Namun baru dilakukan penanganan serius di usia 4 bulan setelah saya mencari referensi dokter. Akhirnya saya dapat di Advent Bandung, namun karena keterbatasan ekonomi,akhirnya dokter menyarankan untum di rujuk ke salah satu rs pemerintah. Beruntungnya dokter yg sama bertugas disana. Proses operasi berjalan lancar, setelah 3 bulan ada penurunan lingkar kepala 1cm. Kami merasa lega. Namun masuk bulan ke-4 pasca operasi, baby mengalami beberapa gangguan seperti muntah2, demam hinggal kejang. Beberapa kali di rawat di rs. Namun Tuhan lebih sayang ponakan saya, pagi ini baby meninggal. Untuk sahabat lainnya, mungkin memang betul perawatan pasca operasi pe derita hydrosefalus harus tetap intensif. Sebab muncul gejala penyakit lain meskipun lingkar kepala mengecil. Thanks!
Dear my lovely nephew "baby ucang (nama sayangnya)", aunty love you :'(

Unknown on Kamis, 11 Agustus 2016 04.29.00 WIB mengatakan...

Sahabat sya jg punya anak yg hydrosefalus dy hanya berobat jalan dan ikut terapi dri usia kandungan 7bln bru di diagnosa hydrosefalus skrg baby alvaro sudh berumur 1th lbih blum ada kmjuan untuk kplany..tpi mlihat dy yg msih ngerti sama lingkungan skitar buat kita smua yakin klo dy akan smbuh dan harus smbuh

Ga tega liatnya.. :( kita smua doakan bayi2 yg dberi sakit yg luar biasa ini smoga mereka sllu kuat dan dapt disembuhkan gada yg ga mungkin smua kehendak allah swt.amin

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial