Oleh : TarjumPementasan salah satu episode lakon ‘Cicak vs Buaya’ di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) memang seru. Media masa cetak, elektronik dan media online berlomba-lomba meliput momen bersejarah penegakan hukum itu. Di media online berita seputar lakon itu diupdate hanya dalam hitungan jam bahkan menit. Lakon Cicak vs Buaya ini memang lebih seru ketimbang acara-acara reality show di televisi dan film-film drama karya para sineas muda negeri ini.
Aktor-aktor utama lakon Cicak vs Buaya ini memang bukan orang sembarangan, para ‘oknum’ pejabat tinggi penegak hukum dan para konglomerat hitam negeri ini. Lakon yang mereka perankan memang luar biasa, istilahnya menurut para ahli hukum, “Rekayasa Kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)”. Akting para tokoh utamanya sangat meyakinkan. Lakon dengan skenario tingkat tinggi ini melibatkan tiga lembaga tinggi penegak hukum: Kejaksaan Agung, Polri dan KPK, bahkan sempat mencatut nama orang nomor satu negeri ini, SBY. Rakyat yang menyaksikan pementasan lakon ini terbengong-bengong dengan beragam reaksi: geram, marah, kecewa, bingung dll. Reaksi keras di dunia maya tak kalah seru, pendukung ‘Cicak’ mencapai lebih dari setengah juta di facebook dan terus membesar tanpa bisa direm.Rakyat biasa seperti kami, tak habis pikir dengan tingkah polah aktor-aktor lakon Cicak vs Buaya ini. Kami hanya bisa geleng-geleng kepala, ternyata mafia peradilan yang selama ini dibicarakan para aktivis keadilam, ahli hukum dan elite politik, benar adanya. Pemutaran rekaman percakapan tokoh-tokoh sentral lakon ini benar-benar membuka borok penegakan hukum yang selama ini ditutup-tutupi dengan berbagai dalih hukum dan undang-undang.
“Kok bisa sampe segitunya ya? Hukum bisa direkayasa, diutak-atik dan diperjual-belikan. Orang yang bersalah bisa menjadi benar, sebaliknya orang yang tak bersalah bisa dibuat bersalah dengan alasan hukum yang sangat meyakinkan. Dan yang melakukan semua itu adalah para penegak hukum yang notabene memahami betul persoalan hukum,…benar-benar keblingerrr!”
Mereka (para oknum penegak hukum) mungkin berpikir, rakyat yang nggak ngerti hukum bisa dibodohi dan tak akan ngerti permainan “tingkat tinggi” mereka. Mereka mungkin lupa, rakyat juga punya hati nurani yang bisa merasakan ketidak adilan. Rakyat tak sebodoh yang mereka kira. Tindakan ‘pinter keblinger’ mereka benar-benar melukai nurani rakyat.Rakyat biasa seperti kami, sangat berharap lakon Cicak vs Buaya ini bisa berakhir dengan happy ending. Lakon ini bisa diselesaikan dengan seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya. Kami juga berharap lakon ini bisa diseselaikan dengan kepala dingin dan hati jernih. Jangan sampai kebencian kita kepada seseorang atau sekelompok orang membuat kita bertindak tak adil kepada mereka. Kami percaya masih ada pejabat-pejabat pemerintah dan penegak hukum di Kejaksaan Agung, Polri, KPK dan di lembaga-lembaga hukum lainnya yang bersih, jujur dan punya hati nurani. Semoga lakon Cicak vs Buaya ini bisa berakhir dengan memenuhi rasa keadilan. Para cicak atau buaya yang bersalah di hukum dengan adil, sebaliknya para cicak atau buaya yang baik didukung untuk menegakan hukum dan keadilan di negeri ini.
Kami, rakyat negeri tercinta ini akan terus menyaksikan dan mengawasi lakon Cicak vs Buaya ini dengan seksama sampai tuntas. Jangan coba-coba membohongi dan membodohi kami. Kami sudah muak dengan kebohongan, rekayasa, konspirasi dan ketidak adilan.
Artikel Terkait:
- Menjalani Proses Pengobatan dan Pemulihan Gangguan Jiwa, Butuh Keyakinan dan Kesabaran
- Mengapa dan Bagaimana Dia Jadi Tongki?
- Banyak “Tongki” Masuk ke Desa Kami
- Tanggung Jawab dan Keberanian yang Luar Biasa Dua Ekor Semut Pemimpin
- Sahabat yang Unik dan Langka
- Di Ujung Senja Menanti Sang Kekasih
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Kenangan Indah di Tangkuban Perahu dengan Teman, Kekasih dan Anak Istri
- Tuhan Kadang Mengabulkan Do'a Kita dengan Cara yang “Unik” dan Tak Pernah Terbayangkan
- Rekaman Wawancara Tentang Bipolar Dengan Penyiar Radio Nederland Wereldomroep (RNW)
- Ada Apa di Tahun Baru 2012?
- Indah dan Uniknya Persahabatan di Dunia Maya
- Testimoni
- Selamat Idul Fitri 1432 H
- Hanya Dalam 6 jam Kehilangan 2 Penopang Hidup Keluarga
- Antara Atlet dan ODB
- Jangan Takut untuk Mencintai, Seseorang sedang Menunggu Kedatangan Anda
- Sahabat, Tapi juga Musuh Dalam Selimut yang Lambat Aku Kenali
- Saling Berbagi untuk Mencari Solusi Terbaik Penanganan Gangguan Bipolar
- Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur
- Jangan Hanya Mencari Obat, Tapi Cari Dulu Sang Pemilik Obat!
- Pengorbanan Cinta
- Luapan Semangat dan Gairah yang Saya Alami, Bukan Manik!
- Komentar dan Saran dari Teman Facebooker dan Blogger
Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.
Komentar :
Rupanya Buaya telah mendapat dukungan penuh dari ...tikus, yang bahkan dari sarangnya.. Dengan tingkahnya yang sangat memuakkan. Tapi jangan kau takut wahai Cicak yang terhormat, kami para semut akan berada dibelakangmu. KAmipun siap berkorban demi keadilan, demi memberantas tikus, buaya maupun siluman2 jahat.
Posting Komentar
Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)