Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 11 )

    

Oleh Tresya Agnashila

Pagi hari tiba, saatnya aku kembali ke meja belajarku.

Aku bertemu dengan teman-temanku dan aku hanyut dalam keceriaan cerita mereka selama mereka berada di Bali.

Aku lihat foto-foto kebersamaan mereka. Beautiful…semua nampak cantik dan indah.

Setelah pelajaran dimulai, tiba saatnya pengumuman untuk study tour ke Solo, pekan depan adalah waktu dimana aku harus study tour ke solo selama 1 hari.

Aku mengabarkan pada mas Doni, kalo pekan depan aku berangkat ke solo.


Study Tour ke Solo

Hari itu pun tiba, pagi hari dianter mama dan kakaku ke sekolah, aku berangkat ke Solo. Saat itu hari sabtu, hari dimana sorenya mas Doni pesiar dan dia bilang dia akan pesiar di rumahnya. Tidak berapa lama ketika aku dalam perjalanan, tiba-tiba HP ku berbunyi… dan ternyata itu adalah telfon dari mama mas Doni.

Dia bertanya, aku lagi dimana? Dan aku jawab kalo aku lagi perjalanan ke solo untuk study tour sekolah.

Dia berkata dengan nada serius “ke solo kok ga pamit sama tante sih cha ? takut ya dimintain oleh-oleh sama tante?”

Sejenak aku langsung terdiam dengan kata-katanya… aku berfikir, memang aku tidak pamit sama dia, karena selama ini juga aku nggak pernah pamit sama dia ketika aku akan kemana-mana..aku hanya pamit sama papa mamaku dan kadang sama mas doni, itupun kalo aku pergi jauh dan harus meninggalkan pesiarnya.

Lalu aku menjawab “oh maaf tante, engga gitu juga,,,ini kan acara sekolah, jadi icha nggak pamit sama tante”

“oh ya udah deh, berarti nanti kamu nggak kerumah ya? Jangan lupa oleh-olehnya ya”

“baik tante, nanti pasti icha beliin oleh-oleh dari solo.”

Nggak lama setelah pembicaraan kita selesai dalam telfon, tiba-tiba ada sms masuk. Dan itu lagi-lagi dari mamanya mas doni. Tanpa ragu dia memberiku daftar list oleh-oleh yang dia inginkan. Dari kain batik, sarung, baju batik, daster, hingga makanan khas solo dia sebutkan semua. My god, aku tertegun melihat isi sms nya… tapi aku berniat, memang akan membelikan dia oleh-oleh… jadi dengan senang hati aku carikan semua yang dia inginkan.

Sepulang dari solo, pagi hari ketika aku baru saja bangun dari tidurku, dia sudah menelfonku..dan menanyakan oleh-olehnya.. aku bilang sudah kubelikan semua dan nanti siang akan aku antar kerumah.

Sampainya disana, mas doni masih ada dirumah. Dan mas doni terheran-heran melihatku datang kerumahnya. Dengan nada cemas dia berkata, “adek kok jam segini udah kerumah, kok nggak buat istirahat aja ? kan capek baru aja pulang dari solo? Kenapa sih? Baru aja mas yang mau kerumah adek….”

Tiba-tiba dengan senyum penuh keceriaan mamanya datang menghampiriku, “aduh cantik…udah kangen ya sama mamasnya…” dengan muka malu-malu mas doni merangkulku…aku bahagia melihat kekasihku…tapi aku gemes juga melihat tingkah mamanya. Lalu aku bilang, “ini tante oleh-oleh dari solo…”

Dengan munafiknya dia bilang “kok repot-repot sih…banyak banget bawainnya”

Dasar munak loe !!!! ni semua juga kan daftar list yang loe sodorin ke gue !!!

Mas doni tampak marah denganku, dia marah kenapa mesti membawa oleh-oleh sebanyak ini… dia takut aku repot dan kelelahan membawa semua ini dijalan. Tapi aku nggak mau bilang kalo ini semua pesanan mamanya. Aku takut dia marah sama mamanya.

Sore hari, aku pulang sambil mengantar mas doni kembali ke akademinya. Diperjalanan dia bilang, kalo minggu depan dia harus ke Surabaya untuk mengikuti lomba renang se akademi di Indonesia. Aku senang, karena dia terpilih menjadi atlet renang perwakilan dari akdeminya. Berarti dia memiliki prestasi yang baik. Dengan penuh semangat aku mensuport dia.

Tiba saatnya mas Doni berangkat ke Surabaya


Siang itu aku masih di sekolah, mas doni menelfonku dan mengabarkan kalo siang ini dia berangkat kesurabaya. Pukul 14.00 dia keluar dari akdeminya. Aku nggak bisa datang ke akademinya untuk sekedar melepasnya, karena siang itu aku sedang dalam Try Out untuk ujian ku kelak…. Mas doni bilang nggak papa, yang penting dia sudah pamit dan memintaku untuk mendoakan serta untuk menjaga diriku baik-baik disini…

24 jam berlalu… malam itu sekitar pukul 03.00 dini hari, mas doni menelepon rumahku… dia mengabarkan kalo dia sudah sampai dan maaf baru menghubungiku karena sesampai disana dia langsung harus melaksanakan apel dan mendapatkan instruksi-instruksi lanjutan tentang jadwal pertandingannya kelak.

Aku senang, dia menyempatkan waktu untuk menghubungiku… dia juga mengatakan, bahwa mungkin akan susah berkomunikasi denganku, karena dia ada di asrama Angkatan Laut, berada dipinggir laut dan disana sinyal HP sangat susah didapat… aku bilang ngga papa, yang penting dia jaga kesehatan disana. Aku disini akan terus berdoa untuk kelancarannya.

1 hari…2 hari berlalu… tiba-tiba ada sms dari mamanya mas doni, yang memintaku untuk mengirim pulsa ke HP mas doni… aku kaget, kenapa mas doni sampe minta pulsa ke aku?? Tanpa menunggu lama,aku langsung pergi ke counter untuk membelikannya pulsa.. setelah petugas counter bilang bahwa pulsa sudah terkirim, aku sms mas doni dan menanyakan apakah pulsanya sudah masuk? Wajar kan aku menanyakan itu…niatku hanya mengkonfirmasi saja, siapa tau petugas counternya salah memasukkan nomer dan tidak terkirim ke nomer mas doni.

Dan tiba-tiba sekitar 30 menit kemudian, mas doni menjawab sms ku dan bertanya, “lho, kok adek tau mas habis beli pulsa?” dengan lugunya aku menjawab, “ya tau lah, kan adek yang beliin pulsa…gimana sih mas? Hehe”

Tiba-tiba sms mas doni berbeda “ lho, kok adek yang beliin pulsa? Kan mas tadi minta pulsa sama mama. Karena disini mas kehabisan pulsa dan mas nggak bisa keluar dari asrama untuk beli pulsa. Gimana sih si mama ni?”

Lalu aku kembali menjawab sms nya “tadi tu adek di sms sama mama, mama bilang untuk beliin mas doni pulsa. Ya udah kan adek nurut aja”

Aku tunggu agak lama, mas doni nggak bales sms ku juga… tiba-tiba HP ku bergetar, setelah aku buka, ternyata sms dari mama mas doni.

“tresya, kalo nggak ikhlas beliin mas doni pulsa lain kali bilang sama tante. Nggak usah dibelii ! baru beliin mas doni pulsa segitu aja udah ngadu ke mas doni”

Sumpaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ! aku terkejut banget dengan sms mamanya mas doni kali itu. Apa salahku????? Kok dia jadi membalikkan fakta seperti itu. Lalu aku bales sms nya, “maaf tante, bukannya tresya ngadu sama mas doni, tapi tresya kan cuma mau mengkonfirmasi, sudah masuk belum pulsanya? Siapa tau aja dari counter masih pending, kan bisa tresya kirim ulang pulsanya.”

Lalu dia tidak menjawab sms ku….Biarin lah….aku masih mencoba untuk menginstropeksi diriku sendiri dan memikirkan apa yang salah pada diriku sehingga mamanya mas doni berubah padaku.

Malam itu, ketika aku masih tak bisa tidur karena memikirkan mama mas doni, tiba-tiba mas doni menelfonku…
Aku bahagia banget,disaat-saat rapuhku dia datang menemaniku…

Mas doni bilang terima kasih untuk pulsanya, dia bercerita kalo tadi dia minta pulsa ke mamanya, dan setelah dia telfon mamanya, mencari tau kenapa bisa aku yang mengirim pulsa padanya, mamanya bilang, mamanya lagi ada pertemuan persit, jadi nggak bisa membelikan mas doni pulsa.

Aku ragu, dengan jawaban mamanya. Tapi aku nggak mau mengungkapkan keraguan dan kegelisahanku lagi..aku juga nggak mau membicarakan masalah mamanya bicara seperti itu ke aku, karena aku nggak mau membuat mas doni gelisah disana. Bagaimanapun juga dia sedang diperantauan. Untuk melaksanakan perlombaan. Aku hanya ingin membuat dia terus bahagia. Aku nggak mau dia khawatir sehingga bisa membuat konsentrasinya terbag.

Kami telfon-telfonan sekitar 2 jam… walaupun dengan nada yang tersendat-sendat karena memang sinyal disana sangat buruk, tiba-tiba mas doni bilang kalo tangannya sakit… aku gugup, aku Tanya kenapa bisa sampai tangannya sakit. Dan dengan manjanya dia bilang, “adek tau nggak sih, dari tadi kita telfon-telfonan tu mas manjat ke atas ranjang kamar, tangan kiri mas memegang HP dan tangan kanan mas bergelantungan di atap kamar agar bisa mendapatkan sinyal”

Ya ampuuuuun mas, aku hampir menangis mendengar dan membayangkan posisimu sekarang…. Tapi aku geli juga bayanginnya… gila aja, bergelantungan di atap selama 2 jam Cuma mau nelfon aku… sungguh besar pengorbananmu sayang.

Kemudian aku langsung meyuruhnya untuk beristirahat…dan aku bilang, “makasih ya sayang…hati-hati disana…adek doakan yang terbaik untuk mas ”

Dengan senyum lega dia menjawabku…”sama-sama ya sayang, makasih sudah menjadi semangat mas… selamat istirahat sayang.”

Aku pun kembali ke tempat tidurku sambil memejamkan mata aku membayangkan wajahnya.



Mas Doni Juara Lomba Renang

2 hari terlewati, dan sore itu…dengan semangat penuh kegembiraan kekasihku menelfonku…dia menyampaiakn kabar gembira bahwa dia berhasil meraih juara utama dalam lomba berenangnya… aku sangat senang mendengar hal itu. Setelah dia menutup telfonnya, aku langusng menelfon papanya, dan mengucapkan selamat atas kemenangan mas doni… papanya terdengar kaget dengan kabar ini, tapi selang beberapa detik papanya tertawa bahagia…dan kami pun akhirnya tertawa bersama-sama menikmati kemenangan mas doni.

2 hari kemudian mas doni pulang dari Surabaya, dia memintaku untuk menjemputnya di akademi, dan ketika itu dia minta untuk langsung pulang kerumahku…tapi aku menahannya, aku bilang padanya, pulang dulu kerumah orang tuanya, dan sampaikan kabar gembira ini pada mereka… bagaimanapun juga, kebahagiaan ini harus orang tua mas doni dulu yang tau… lalu dia mengangguk sambil tersenyum menurut padaku.

Sampai dirumah, dia disambut oleh papa, mama dan kakaknya dengan penuh kegembiraan dan kebanggaan… aku merasa bahagia, melihat kedua orang tuanya memeluknya dengan penuh rasa bangga…aku melangkah perlahan untuk sedikit menjauh dari mereka, tiba-tiba aku merasa asing, dengan keberadaanku ditengah-tengah kehangatan keluarganya. selangkah aku mundur dari sampingnya, dan tiba-tiba tangannya meraih bajuku…dalam pelukan mamanya, dia menoleh dan tersenyum padaku, serta memegangku dengan erat, tak mau aku menjauh darinya… aku tersenyum dan kembali mendekat kesisinya…

Mama dan kakaknya sudah menyiapkan makan malam untuk kita semua.. dan dalam makan malam itu, dia begitu antusias menceritakan semua pengalamannya disana… kami menyimaknya sambil menikmati kelezatan makan malam ini…

Setelah selesai makan, mas doni kembali melanjutkan perbincangannya dengan papanya diruang tamu..sedangkan aku, masih dimeja makan bersama mama dan kakaknya… lalu aku berinisiatif untuk membereskan meja makan, alih-alih melarangku, mamanya malah menumpukkan semua piring kotor ini dan menyuruhku untuk mencuci piring di belakang.

Awalnya aku kaget, tapi dengan senang hati aku melakukannya…kulihat dari balik jendela, mas doni masih belum sadar kalo aku mencuci piring sendirian di belakang. Mas doni masih dengan semangatnya ngobrol bersama papanya. Setelah aku hampir selesai mencuci semua piring ini, mas doni mencariku di meja makan dan menemukanku sendirian didalam dapur. Mas doni memarahiku, kenapa aku mencuci piring-piring ini? Lalu akau jawab, nggak papa mas… tanpa aku beritahu bahwa ini suruhan mamanya.

Selama ini aku diam, karena aku nggak mau mas doni berfikiran buruk terhadap mamanya. Dan aku juga berfikir, mungkin memang seperti ini sifat mamanya, dan aku takut dinilai sebagai pribadi yang manja dengan menceritakan semua kelakuan mamanya. Aku simpan saja semua ini.

Kadang aku ingin bercerita pada mamaku, tentang perubahan sikap mama mas doni padaku, tapi aku juga takut kalo mamaku jadi khawatir dan berubah pikiran untuk tidak merestui pertunanganku dengan mas doni…

Cincin PAJA


Seminggu berlalu, tiba saatnya mas doni pesiar dan kita bertemu lagi…Sebelumnya dia sms aku, kalo dia ada surprise buat aku. Dan ternyata, dia sudah memesankan cincin pertunangan untuk kita nanti. Cincin PAJA… cincin kharismatik para almamater Taruna.

Dia menunjukkan cincin itu padaku, cincin berwarna perak, dengan ukiran khas matra akademinya. Dia mencobakan cincin itu padaku…dan tepat, langsung masuk dengan manisnya di jariku… sungguh indah, aku terharu… sungguh rasanya seperti sekarang aku sudah bertunangan dengannya.

Sebenarnya, seorang taruna tidak boleh menikah/bertunangan dengan seorang gadis ketika dia masih menjalani pendidikan, tapi kita akan melaksanakan ini secara diam-diam. Mungkin kelak di hari pertunangan kami, kami tidak akan menyebutkan bahwa ini adalah pertunangan, dia akan bilang, bahwa cincin ini adalah kado untuk ulang tahunku…biar, hanya keluarga kami saja yang tau.

Bersambung...



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 11 )

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial