BUKU: 2 KUTUB

Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal gangguan bipolar, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah buku “2 KUTUB: Perjalanan Menantang Di Antara Dua Kutub”.

Info Buku >> KLIK DISINI

Pendapat dari Penderita Skizofrenia

    


Nama Internet saya adalah Anta Samsara, walaupun nama saya yang sebenarnya bukan itu. Saya berusaha menghindari stigma yang dahsyat yang mendiskriminasi penderita skizofrenia selama ini.

Saya telah menderita skizofrenia selama 9 tahun (sejak 1999), gejala utama yang saya alami adalah halusinasi dengar (saya terus-menerus mendengar suara yang meledek saya). Saya telah berusaha melepas obat dan berobat ke beberapa pelayanan kesehatan tradisional. Namun apa mau dikata, saya bukannya sembuh, saya malah bertambah parah dan halusinasi saya semakin banyak. Saya tidak tahan, dan akhirnya saya kembali ke pengobatan psikiatrik (yaitu minum obat kembali), selain karena alasan tidak sembuh, alasan lain kembali ke medikasi adalah karena pengobatan tradisional memperlakukan penderita secara tidak manusiawi. Pemandangan penderita skizofrenia yang dikurung di kandang atau dipijat hingga menjerit-jerit minta tolong menjadi makanan sehari-hari. Saya tidak tahan, maka saya kembali berobat ke psikiater yang lebih punya wawasan kemanusiaan (kini saya berobat di RSCM).

Adalah kemiskinan yang menghalangi saya untuk mendapat obat yang terbaik. Saya menggunakan obat Risperidone selama beberapa waktu, dan dapat saya rasakan bahwa saya takkan sembuh sempurna dengannya. Saya membutuhkan obat yang dapat mengatasi permasalahan orang yang tak mempan dengan antipsikotik klasik. Saya membutuhkan Clozapine, walaupun saya tahu dari Internet dan beberapa bacaan bahwa Clozapine ini punya efek samping menurunkan jumlah sel darah putih (agranulositosis), bahkan MIMS Indonesia jelas-jelas mencantumkan bahwa Clozaril (salah satu merek dagang dari Clozapine) dapat menyebabkan kematian mendadak.

Akhirnya tahun ini saya ikut penelitian obat Bifeprunox dari Perusahaan Lundbeck, Denmark. Saya berharap dapat sembuh sempurna dengan obat ini, walaupun pada saat ini hasilnya belum terlihat.

Saya selalu berempati terhadap penderitaan orang lain yang juga menderita skizofrenia, karena itu saya ingin agar para penderita skizofrenia mengetahui apa itu skizofrenia. Pada tahun kemarin saya mendirikan Milis Skizofrenia di Yahoo Groups (groups.yahoo.com/group/skizofrenia_indonesia), tahun ini saya membuat Blog Skizofrenia (skizo-friend.blogspot.com), walaupun jika orang lain melihatnya mungkin akan seperti orang yang setengah hati karena sejak November 2007 tak pernah bergerak dari 7 pesan, bahkan Blog Skizofrenia saya nampaknya tidak memberikan keterangan yang komprehensif mengenai gangguan jiwa tersebut.

Namun tahun ini nampaknya banyak kemajuan. Pada bulan Oktober 2008 saya diterima menjadi anggota Gugus Tugas Nasional Pembangunan Sistem Kesehatan Jiwa di Indonesia (kelompok yang disponsori Depkes, yang bertugas untuk memberikan usulan kepada Pemerintah mengenai kebijakan kesehatan jiwa di Indonesia), tepat sehari setelah saya memberikan testimoni di Seminar di Universitas Atmajaya. Pada akhir bulan itu saya diundang dalam pertemuan di Bandung.

Sesaat sebelum saya menulis ini, saya bermaksud mengajak Kang Tarjum (dan juga mungkin Kang Dani) untuk bergabung di Yayasan Jiwa Sehat yang sedang kami bentuk bersama beberapa elemen mayarakat. Dalam forum ini kami berencana untuk mengadakan pertemuan berkala, group therapy, serta mendirikan website (yang memberikan informasi yang komprehensif mengenai gangguan jiwa).

Sayangnya Kang Tarjum masih tinggal di Subang. Sayang sekali. Seandainya ia tinggal di Jabotabek tentunya Kang Tarjum dapat bergabung ke yayasan kami. Adalah merupakan kebahagiaan tersendiri jika seorang pendiri website psikologi menjadi salah satu anggota kami. Dalam pertemuan terakhir, kami sepakat bahwa tak ada dikotomi antara penderita dan bukan penderita. Kami menyebut diri kami "aktivis kesehatan mental". tanggal 19 November ini kami akan bertemu lagi untuk membahas AD/ART yayasan, kami berencana mengambil teladan kepada Yayasan Jantung Sehat dan Yayasan HIV/AIDS yang telah bertahan cukup lama.

Saya, sebagai penderita skizofrenia, merasa bersyukur, karena saya tak usah mencari forum lain untuk sekedar berbagi pengalaman. Mungkin Anda berminat bergabung dengan Yayasan ini silakan hubungi saya di anta_samsara@yahoo.co.id.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 14 komentar ke “Pendapat dari Penderita Skizofrenia”
ize mengatakan...

saya adalah mantan penderita skizofrenia. dapatkah saya bergabung di salah satu yayasan skizofrenia?saya ingin berbagi pengalaman kepada mereka bagaimana mempermudah kesembuhan bagi mereka. tapi kemana dan dimana? saya masih belum tau. adalakah yayasan bagi penderita skizofrenia ini

Tarjum on Senin, 10 Agustus 2009 pukul 19.47.00 WIB mengatakan...

@ize, makasih atas sharingnya
Jika ada mau bergabung dengan rekan-rekan aktivis kesehatan mental termasuk skizofrenia, anda bisa gabung di Perhimpunan Jiwa Sehat. anda bisa kontak teman saya yang jadi pengurusnya Anta Samsara, email anta_samsara@yahoo.co.id atau email jiwasehat@gmail.com.

aini on Rabu, 01 Desember 2010 pukul 16.26.00 WIB mengatakan...

It's so nice reading this blog. I'm a schizophrenic too, now I've been trying so hard to remove my pain. Hopefully we can keep in touch... I need a friend to whom I rely on...

Tarjum on Rabu, 01 Desember 2010 pukul 20.03.00 WIB mengatakan...

@aini,
Terima kasih atas komentar anda, semoga artikel di blog ini bermanfaat untuk anda.
Saya menyarankan anda bergabung di grup facebook KPSI (Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia): http://www.facebook.com/group.php?gid=38338153743

Unknown on Jumat, 09 Agustus 2013 pukul 16.48.00 WIB mengatakan...

stelah browsing di internet,, bbrapa ciri dri penderita skizofrenia spertinya sdang saya alami. Bgaimana usaha pencegahannya??

Tarjum on Minggu, 11 Agustus 2013 pukul 00.29.00 WIB mengatakan...

informasi lebih lengkap ttng skizofrenia, coba anda gabung di grup fb ini : https://www.facebook.com/groups/skizofrenia/

Veve on Jumat, 21 Maret 2014 pukul 23.45.00 WIB mengatakan...

Sy punya seorg adik laki2 penderita skizo juga… sy ingin bergabung krn sy ingin membantu adik sy utk sembuh, dan faktor penghambat adlh dimana adik sy tdk menyadari bahwa dia skizo dia blng dia sehat² saja

mamad on Sabtu, 17 Mei 2014 pukul 11.52.00 WIB mengatakan...

Adik saya kna skizo paranoid gmna cara mnyemvuhknnya...

romeo mengatakan...

sepupu saya penderita skizo, dia berobat ke singapura tepatnya di mount elizabeth hospital. dia diberi obat invega 6 mg ( pelliperidone). dan skrg dia bisa dikatakan sembuh setelah minum obat secara teratur setiap hari selama 2,5 thn. dan skrg masih blm berhenti obat karena harus dokter sendiri yang bilang stop obat baru bisa stop obat. semoga bermanfaat. skizo bisa disembuhkan :)

Anonim mengatakan...

Hi Romeo...bagaimana saya boleh bhubung dgn anda...sy tertarik dgn info yg anda kemukakan...tq

Anonim mengatakan...

Di mana saya boleh mendapatkan info pengalaman anda? ..tkasih..

Anonim mengatakan...

Selamat malam pak..
ayah saya jg seorg skizo dia selalu bermasalah dengan kehidupan sosialnya. Mngkin sering mndengar bisikan seolah dia di hina.
Dulu dia pernah mnjalani pengobatan tapi berhenti. Dan skg kami sudah mengajaknya untuk kembali berobat tapi dia malah marah dia bilang dia ga sakit. Lalu bagaimana ya pak cara menyembuhkan ayah saya?karena ayah saya sudah agak parah dan selalu berbuat onar di lingkungan sosial. Kami selaku keluarga malu dengan sikapnya. Mohon bantuan sarannya pak.. terimakasih banyak

Anonim mengatakan...

Gimana cara gabung ke Perhimpunan jiwa sehat y

Julis on Senin, 12 Desember 2016 pukul 12.45.00 WIB mengatakan...

Saya caregiver penderita Schizophrenia , saya ingin banyak tahu testimoni para penderita utk dijadikan semacam edukasi bagi bbrp teman yg keluarganya menurut saya adalah penderita namun tidak diobati secara medis. Terimakasih

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

Tiga Serangkai eBook Bipolar

3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.
eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial