Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bapakku Teladanku

    

Pengalaman Pribadi

Oleh : Ade Muharram

Ini sebuah ungkapan terdalam dari ungkapan rasa terima kasih ku pada bapak yang telah memberikan cahaya dalam menyinari hidupku hingga kini.

Walaupun engkau telah tiada jasanya tetap terasa ,tetap menancap pada arah perilaku-ku setiap saat.
Bapakku namanya Muharram bukan orang besar ,bukan public figure , dia hanya seorang pendidik ,seorang guru yang jiwanya murni hidup untuk mengabdi pada dunia pendidikan.
Bapakku hanyalah seorang sederhana, jujur, low profile tetapi justru dengan keberadaannya seperti itu bapakku pernah mencapai prestasi yang tinggi yaitu menjadi guru SMA teladan nasional ke satu pada tahun 1977.

Inilah suatu penghargaan puncak yang membuktikan bahwa dia sangat mencintai profesinya sebagai guru.
Perjalanan kilas balik kebelakang , bapakku sejak kecil sudah ditinggal ayahnya pada usia 5 tahun,dalam kondisi kehidupan yang serba kekurangan bapakku diasuh oleh neneknya yang janda dan telah mengasuh 3 anak yatim lainnya .

Karena kondisi yang tidak memungkinkan pada masa itu , bapakku tidak mudah untuk bersekolah, atas bantuan bapak Abdullah yang baik hati , beliau bukan kerabat tetapi beliau mempunyai hati yg mulia untuk membantu bapakku untuk bisa bersekolah karena beliau tahu bahwa bapakku mempunyai potensi yang besar dalam sisi intelektualnya.

Suatu hari ketika aku sudah menginjak remaja (SMP kelas 1sekitar tahu 1982) , aku bertemu dengan teman bapaku dan beliau mengatakan tentang cerita masa lalu bapakku, Nak Ade ,begitu teman bapakku memanggilku, bapakmu dalam kondisi apapun kemana-mana selalu membawa buku, mengembala domba saja beliau selalu membawa buku , maka tak heran prestasi akademis bapakmu selalu hebat nak!
Saya dididik oleh bapakku dalam suatu kondisi yang sangat demokratis ,tidak dimanjakan dan tidak juga keras.

Beliau tidak banyak bicara , maka contoh nyata dari cara mendidik anak hanyalah terlihat dari perilaku sehari-harinya.
Tak banyak yang bisa diungkap kehidupan masa laluku karena sudah lama berlalu sekitar 25 tahun yang lalu.

Tahun demi tahun bapak tetaplah hanya seorang guru yang selalu berpegang teguh pada prinsip seorang pendidik, sebenarnya sudah lama bapak diusulkan untuk menjadi kepala sekolah , tetapi hatinya berat meninggalkan neneknya yang telah mengasuh sejak kecil, hingga usulan itu ditolaknya. Nenek atau buyut bagi saya sudah lama serumah dengan saya. Beliau adalah kebanggaan bapakku walaupun bapakku masih mempunyai ibu, tetapi karena sejak kecil diasuh oleh neneknya maka bapakku telah menganggap neneknya adalah ibunya.

Hingga pada suatu saat ketika tahun 1976, bapakku mewakili kabupaten indramayu (bapakku Guru SMAN 1 Indramayu) dan jawa barat untuk ikut event pemilihan guru teladan se Indonesia, dan hasilnya adalah sebuah prestasi yang membanggakan meraih guru SMA teladan ke 1 se indonesia.
Atas prestasinya bapakku mendapat banyak pengargaan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Dari pemerintah pusat bapakku mendapat:
1. Piagam pengargaan dari bapak presiden Soeharto dan uang sebesar Rp 350.000 (sangat besar pada waktu itu)
2. mendapatkan jam tangan Seiko dari menteri dalam negeri Amir Machmud
3. pergi ke luar negeri ( ke jepang dan Hongkong) selama 1 minggu sebagai studi perbandingan pendidikan disana dan di Indonesia.
Dari pemerintah daerah mendapat :
1. mendapat sepeda motor dari bapak Bupati Indramayu , Bapak Jauhari SH
2. janji mendapatkan sebuah rumah yang hingga wafatnya bapak saya , janji tinggal janji,tetapi bapak tidak mempersoalkan hal itu , karena materi dan harta bukan hal utama dalam kehidupan.

Pada tahun 1977 , tak kuduga bapakku membawa surat dan beliau sepertinya kaget menerimanya , akhirnya berembug dengan ibuku ,ternyata surat itu surat promosi bapak menjadi Kepala sekolah di SMAN 204 Subang , tentunya hal ini tidak bisa ditolak karena sudah berbentuk SK , akhirnya bapakku menceritakan pada nenek (buyut) ku , bahwa belaiau harus pindah tugas ke kota lain, dan bapak mengajak buyut untuk ikut ,tetapi buyutku menolak karena kota subang sangat jauh menurut buyut.
Sebuah dilema antara kewajiban sebagai pendidik untuk patuh kepada aturan dengan perasaan sayang yang sangat terhadap neneknya.

Akhirnya bapak mengambil sikap untuk patuh pada aturan, namun keputusan ini dibayar sangat mahal, karena sehari menjelang kepindahan ke Kota Subang, nenek bapak atau buyutku meninggal dunia.
Bapak sangat terpukul dengan hal ini dan merasa sangat bersalah , tetapi tugas adalah tugas sebelum menuju subang akhirnya keluarga kami harus terlebih dahulu mengurus jenazah nenek atau buyut untuk dikuburkan secara layak.

Pada hari minggu setelah penguburan nenek atau buyut , keluarga kami menuju ke tempat yang baru ke subang dgn diantar oleh sanak famili, tetangga dan guru-guru SMAN 1 indramayu.
Resmilah bapak menjadi kepala sekolah SMAN 204 atau 1 Subang , sepak terjang dan karir bapak selama menjadi kepala sekolah di SMA 204 subang , bagi saya tidak memalukan dan menjadi panutan saya untuk meniru tingkah laku bapak yang disiplin terhadap waktu, jujur,sederhana,dan tidak gila materi, rumah kami pun masih mengontrak di indramayu ngontrak di Subang ngontrak tetapi alhamdullilah atas kebaikan yang punya rumah ibu Popon Ras , rumah itu bisa dibeli dengan cara mencicil, tepatnya di Jalan Jawa no 21 Subang (rumah kenangan, rumah idaman).

Puncak dari keanehan saya pada waktu bapak bertugas di Subang adalah bapak pernah menjadi calon Bupati Subang yang pada waktu itu masih ada istilah calon pedamping sedangkan calon jadinya adalah IR sukanda Kartasasmita , calon pendampng lain adalah Dr hendra.
Mengapa merupakan keanehan ? bagi saya bapakku jauh sekali dari dunia politik dan kebetulan bapak Ir sukanda Kartasasmita sebagai calon jadi mempercayai bapak sebagai calon pedamping.
Seorang guru kock, menjadi calon Bupati !

Bapak menjadi kepala sekolah SMAN 204 subang dari tahun 1977 s/d 1984, kemudian bapakku dipindahkan menjadi kepala sekolah SMA XI Bandung , dan akhir karir tugasnya bapak bertugas menjadi kepala sekolah SMAN 1 Bandung dan kemuadian menjadi pengawas.
Pada tahun bulan Mei 1994, bapakku meninggal dunia , sedih dan syok ku dibuatnya , aku masih membutuhkan sosok bapak untuk lebih banyak bertanya lagi tentang hidup.

Ada sesuatu nasehat yang terus masih terkenang dibenakku hingga kini , ade jangan terlalu berharap dengan harta warisan dalam hidup ini, mencarilah sendiri dengan jalan sendiri tentunya dengan jalan lurus yang diridhoi oleh Allah.

Bapakku adalah guruku , bapakku adalah kebanggaanku bapakku adalah kompasku, ketika arah hidup semakin absurd, semakin tidak jelas , semakin kejam, semakin membuka banyak dosa.
Maka ketika melangkah untuk menjalani hidup ini aku selalu mencontoh dan berusaha menerapkan perilaku bapak yang jauh dari dosa ,yang jauh dari gosip, yang jauh dari gelimang harta haram, memegang teguh prinsip dan menjaga selalu wibawa seorang guru .
Guru seorang yang harus digugu dan ditiru.

Semoga murid-muridnya merasakan apa yang saya rasakan , bapakku mengabdi 39 tahun menjadi pendidik dari menjadi guru di SGB Sukadana Lampung, SMAN 1 indramayu. SMAN 204 Subang, SMAN 11 Bandung,dan SMAN 1 Bandung.

Bapakku kau selalu dihatiku sosok sederhana , jujur dan berwibawa.
Bisakah saya meneruskan peninggalan berharga teladanmu ?
Bapak , saya hanya berusaha untuk tetap ingat pesan-pesanmu , karena situasi hidup sekarang ini penuh jebakan, penuh tipuan,penghargaan dipelintir terbalik , sehingga orang-orang terpilih jauh pergi nyaris tak terdengar gaungnya.

Bapakku terimakasih.
Perilakumu semoga terpatri sampai tulang sumsum perilaku-ku, membawa arah tak wajar pada dunia sekarang yang serba hedonis.

Ade Muharram
Email : mm_darmawan@yahoo.com



logo sivalintar/>



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial