Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Ketika Merindu Metro Mini dan Kereta Rakyat

    

Pengalaman Pribadi

Oleh : R. Rudi Agung P

Kecil, dekil, lusuh, polos, memancarkan belas kasih. Satu,dua, seratus, seribu, mereka berhambur di sudut ibu kota, di angkutan umum atau di dalam kereta rakyat. Seribu? Ah mungkin saja, jumlah mereka bisa lebih banyak lagi.

Merantau. Ini adalah salah satu favoritku. Pada dasarnya aku senang bermain dan membuka jaringan dengan orang-orang yang jauh dari lingkungan tempat tinggalku. Kuliah memilih Kota Malang. Setelah sempat bekerja di Jakarta, kini aku kembali bergeser ke luar ibu kota.

Kalimantan, salah satu kota yang menarik perhatianku dan berniat menetap di Kota Minyak untuk jangka waktu yang lama. Entahlah..

Ketika di Jakarta, aku kerap mengeluhkan peradaban lalu lintas di sana. Apalagi jika naik angkutan umum, ah, lama sekali. Tapi, dengan menumpang angkutan umum manfaatnya bisa mengurangi sedikit volume kendaraan, bisa membaca koran/buku di perjalanan, dan tak perlu khawatir untuk berkonsentrasi menyupir kendaraan sendiri.

Pernah beberapa kali membaca dalam bus kota selalu terganggu dengan varian faktor. Hawa panas yang menyengat atau polusi suara yang terlontar dari bibir pengamen. Suatu ketika, aku membaca koran di Metro Mini. Baru menikmati sekitar lima berita, tiba-tiba dua bocah perempuan naik ke dalam.

Satu membawa gitar kecil, satunya membawa krecekan. Padahal usia mereka tak lebih dari 10 tahun. Entah lagu apa yang dinyanyikan, hanya terdengar baaaaa…bababababa.. aku.. kamu,,,. Terus terang aku sempat terganggu. Namun, saat menatap wajah keduanya, aku teringat keponakan.

Aku bersyukur. Keponakanku tak sempat merasakan seperti apa yang mereka rasakan. Seperti bocah-bocah jalanan itu yang berjuang dalam derasnya arus ibu kota. Melalui badai yang entah kapan berakhir. Menghiba rupiah demi rupiah untuk mengganjal perut. Bisa jadi, perjuangan mereka hanya untuk mengejar setoran.

Sadis. Aku tak mampu membayangkan bagaimana orangtua atau pihak yang mengekpsloitasi anak jalanan bisa begitu tega. Aku terenyuh melihat keduanya. Melantunkan beberapa lagu, yang entah seirama atau tidak. Tapi mereka selalu menanti satu momen: momentum ketika mengambil amplop yang sempat mereka bagikan kepada penumpang, bisa terisi rupiah.

“Permisi,” kata salah seorang bocah. Ia meminta amplopnya padaku. Meski belum bisa memberi banyak, tapi ada sedikit kepuasaan melihat parasnya meringis menatap isi amplop. Lambat laun, kedua bocah itu menghilang. Turun di perempatan lampu merah.

Hari berganti. Pada kesempatan lain, aku pergi dengan menumpang kereta rakyat. KRL, begitu orang menyebutnya. Wow.. pemandanganya lebih dahsyat lagi. Pengemis buta, pengamen, pedagang asongan, penyapu lantai, copet, dan penumpang berdesak-desakkan.

Sejak lama, aku memiliki ketertarikan sendiri untuk mengamati dinamika sosial dalam lingkup transportasi umum atau sekitar ruas jalan yang ku lewati. Kini, di tanah rantau relatif lebih sedikit ku temui pengemis-pengemis cilik, gelandangan, dan semacamnya.

Bahkan, belum pernah ku temui satu gembel yang berada dalam angkutan umum. Hanya satu, dua berkeliaran di terminal atau pasar. Itu pun bisa dihitung. Tak ada Metro Mini, tak ada kereta rakyat, tak ada insan terseok-seok meminta belas kasih orang.

Setidaknya sejauh ini suasana serupa belum ku temui di Kota Minyak. Bukan mengharap daerah ini banyak anak jalanan, tapi kadang, aku merindukan Metro Mini dan kereta rakyat. Merindukan peristiwa sosial di dalamnya. Merindukan perjuangan para bocah yang bisa memberi banyak pelajaran besar bagi kita.

Diantaranya ada dua hikmah; keberadaan mereka di depan mata kita bisa meluaskan ladang amal dan mengajarkan agar kita senantiasa bisa hidup tirakat, tidak berputus asa terhadap rizki Allah.

Mereka mampu mencari sesuap nasi, mudah-mudahan kita lebih mampu. Duhai, janganlah berputus asa terhadap rahmat Allah. Sekali pun benar-benar tak memiliki harta.

Aku pernah mengalaminya,pun ketika di ranah rantau. Sendiri, tanpa famili. Tapi, insya Allah bantuan Sang Maha selalu datang tanpa diketahui. Dari pintu-pintu yang tak terduga. Wallahu ‘alamu.

R. Rudi Agung P
Email : r_agungp@yahoo.com



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Ketika Merindu Metro Mini dan Kereta Rakyat”

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial