Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Dakwah ala Oprah

    

Ditulis Oleh : Tarjum

Siapa yang tak kenal Oprah Winfrey, pembawa acara talk show televisi paling sukses di dunia. Acara Talk Show-nya, “Oprah Winfrey Show” menjadi salah satu acara televisi paling populer di dunia. Apa yang menarik dari talk show ini?

Yang pertama dan utama tentunya sosok Oprah sendiri yang memang punya talenta yang luar biasa dalam membawakan acara ini. Kemampuan komunikasinya luar biasa. Dia bisa membuat para bintang tamunya merasa menjadi orang istimewa. Para penonton yang hadir di studionya pun dilibatkan dan menjadi bagian dari acaranya, menjadi penonton yang aktif bukan penonton yang pasif. Topik-topik yang diangkat juga merupakan topik-topik terkini, terhangat dan sedang menjadi perhatian public. Bintang tamu yang dihadirkan dari beragam kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, actor/aktris tekenal, olahragawan, publik figur, orang-orang yang istimewa sampai orang-orang biasa. Siapa pun bintang tamunya, Oprah akan memperlakukan mereka sebagai orang penting, orang istimewa dan sepesial.

Dibalik semua keistimewaan sosok Oprah dan acaranya itu, ada satu hal yang menurut saya sangat menarik dan mungkin inilah nilai lebih acara ini. Cara oprah mengemas dan menayangkan acara talk show-nya ini luar biasa. Dia benar-benar memanfaatkan kemajuan teknologi audio visual. Saat Oprah mewawancarai seorang bintang tamu, dia bukan hanya memberikan pertanyaan-petanyaan yang berkaitan dengan topik tayangannya, tapi juga menayangkan video yang berkaitan dengan sang tokoh dan topik acaranya.
Contohnya, dalam salah satu talk show-nya dengan tema “Memaafkan”. Oprah menghadirkan bintang tamu seorang wanita korban ledakan bom di statsiun kereta api London, Inggris. Wanita itu (sebut saja ‘Jesi’) kehilangan kedua kakinya sampai di atas lutut akibat terkena pecahan ledakan bom. Luar biasanya Jesi memaafkan si pelaku peledakan bom dan sama sekali tidak merasa dendam kepada si pelaku. Sebuah pengakuan yang luar biasa dan sangat menyentuh.

Masih dalam tema yang sama, pada sesi berikutnya, Oprah mengundang seorang wanita korban perampokan dan penganiayaan (sebut saja ‘Diana’) yang sampai koma beberapa lama dan mengalami cacat seumur hidup. Luar biasanya, ibu dari beberapa orang anak ini memaafkan si penganiaya yang saat itu berada di penjara. Selain mewawancarai Diana, Oprah juga mewawancarai putra-putri Diana, apakah mereka juga bisa memaafkan si pelaku. Setelah itu Oprah menayangkan video wawancaranya dengan si pelaku penganiayaan (sebut saja ‘Jack’). Dalam tayangan video itu, Jack yang masih berada dibalik jeruji besi, menyesali pebuatannya dan meminta maaf kepada Diana dan keluarganya.

Sebuah tayangan yang luar biasa dan sangat menyentuh kedalaman jiwa menurut saya. Pesan dari tayangan dengan tema “Memaafkan” itu benar-benar mengena dan sampai kepada jutaan pemirsa televisi di seluruh dunia.

Menyaksikan acara ini, saya merenung, mungkin ada baiknya acara-acara dakwah dan bertema religius di televisi kita mencontoh acara talk show-nya Oprah. Dakwah yang kemas dengan baik, disampaikan dengan dukungan audio visual yang memadai dan menghadirkan orang-orang yang tepat dan terkait dengan tema-tema dakwah tersebut, pesannya akan sampai dan lebih menyentuh kedalaman jiwa pemirsanya. Misalnya, saat menayangkan acara dakwah dengan tema “Anak Yatim”, ada baiknya ditayangkan pula bagaiamana kehidupan anak-anak yatim di panti-panti asuhan atau bahkan keseharian anak yatim di jalanan. Dihadirkan pula beberapa anak yatim dan orang-orang yang peduli kepada mereka untuk di wawancara.

Saya pikir, metode dakwah yang hanya menghadirkan seorang da’i di podium, sehebat apa pun da’inya, sudah tidak memadai lagi di era digital dan teknologi informasi saat ini. Sudah saatnya kita mencari dan mengembangkan metode dakwah yang lebih baik sesuai perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat. Muara dari semua itu adalah agar pesan-pesan dakwah yang disampaikan para da’i, kyai, ulama dan tokoh-tokoh agama, benar-benar sampai dan tepat sasaran kepada masyarakat era digital saat ini.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Dakwah ala Oprah”

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial