Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Cintaku Nyangkut Di Ruang Psikiater

    

Cerpen Curhatkita (2)

Oleh Nisa

"Hallo, apa yang bisa saya bantu nih?" Tanya dokter Vina lembut.

Jason menatap dokter muda yang sedang duduk di hadapannya. Rasa gugup kembali menghinggapinya tatkala harus berhadapan dengan wanita cantik. Padahal, wajahnya sangat tampan. Hampir mirip Leonardo Dicaprio. Kata teman-temannya.

"Ingat yah, hampir berarti 1% mirip. Yang 99% mirip kalo di liat pake sedotan." Kata Dwi suatu kali. Spontan, Jason melemparnya dengan sepatunya. Tapi, Dwi dengan ilmu berkelitnya, berhasil menghindar. Alhasil, Jason hanya bisa komat-kamit. Mengeluarkan sumpah serapahnya.

"Ee...eng anu dok..saya mm mau, ta tanya gi.. gimana cccara menghilangkan rrassa gggugup waktu bberhadapan dde dengan wan wanita can..can..cantik dokter?" Tanya Jason gugup. Wajahnya merona merah.

Dokter Vina, tersenyum mendengar masalah Jason. "Hmm..berarti sekarang kamu gugup juga ya berhadapan dengan saya?" Tanya dokter Vina ramah.

Dijawab oleh sebuah anggukan kepala dari Jason.

"Hmm..ok. Itu bisa di atasi dengan terapi seminggu sekali. Berarti, tiap kita ketemu kamu harus bicara. Setuju??" Tanya dokter Vina lagi seraya menatap Jason.

"Ss... setuju dd dok." Jawab Jason pelan. Ia mengumpulkan sisa keberaniannya untuk menatap dokter cantik itu. Sesaat tatapan mereka beradu pandang. Sebelum akhirnya, Jason merasakan sesuatu yang aneh di hatinya. Jantung nya berdegup kencang.

"Gawat,jangan-Jangan dokter Vina mendengar degup jantungku." Pikir Jason dalam hati.

Dokter Vina, melihat perubahan pada Wajah Jason. Ia pun tersenyum geli melihat tingkah pasiennya yang satu ini. "Kamu kenapa? Kok, kayak panik gitu? Jangan takut, kamu pasti merasakan rasa yang aneh dalam hatimu ya? Tenang aja saya nggak akan marah kok. Dan, itu berarti kamu cowok yang normal. Ok, Jason?"

Wajah Jason seketika berubah senyumnya menghiasi wajahnya sekarang.

"Ok, Jason jadi kita ketemu lagi next week yah? Bisa kan?" Tanya dokter Vina lagi seraya bangkit berdiri dari tempatnya semula.

Jason mengangguk.

"Terima kasih yah, Jason!" Dokter Vina mengulurkan tangannya yang di sambut Jason dengan gemetar.

"Phhf.. akhirnya selesai juga. Kalo nggak, aku pasti sudah sakit jantung!" Pikir Jason dalam hati. "Wah, rasanya aku jatuh cinta pada pandangan pertama nih! Kata orang bahasa kerennya Love at the first sigh. Lumayanlah, ternyata tau aku juga aku yah bahasa Inggris. Wuahh..tangan nya lembut banget." Di ciumnya tangannya sendiri sambil menghirup sisa-sisa wangi tangan dokter Vina.

"Wuahh..wangi, wangi, wangi, banget. Bisa-bisa aku nggak cuci tangan berarti nggak mandi dong?? Gak mandi berarti bau dong??" Pikir Jason. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya." Nggak bisa begini caranya, bisa turun pasaranku di mata dokter Vina." Gerutu Jason pelan. Sampai ia menabrak seorang bapak tua.

"Heh, kalo jalan liat-liat dong! Makanya, mata jangan di taruh di belakang jadi nggak liat yang di depan tuh!" Maki bapak tua itu yang tengah berdiri di tengah jalan.

Jason yang merasa dirinya tak bersalah. Tak terima, ia balas memaki bapak tua itu. "Lho kok, saya yang di salahin. Kan, situ yang salah. Kenapa berdiri di tengah jalan. Jakarta udah sempit pak. Kalo ngga mau ketabrak berdiri di pinggir dong pak!!"

Bapak tua itu melotot ke arah Jason. Jason segera ambil langkah seribu. "Hiy..serem ada macan ntar aku di makan lagi." Teriak Jason sambil berlari. Tiba-tiba, Dug !! Jason memegangi keningnya yang benjol terbentur tiang.

"Hahaha.. kualat tuh! Makanya jangan kurang ajar sama orang tua!" Bapak tua itu tertawa terpingkal-pingkal melihat kening Jason yang kebentur tiang sebesar biji buah rambutan.

"Huh, kenapa harus ada tiang sih di sini! Brengsek tuh kakek jelek. Bukannya nolongin malah ketawain.

Aduh,sakit banget lagi!!" Jason meringis kesakitan.
"Huh, dasar kakek tua seneng banget liat orang menderita. Ini namanya derita nih! Nasib,nasib!" Kata Jason dalam hati seraya mengurut-urut keningnya sepanjang perjalanan. Terpaksa, Jason menutupi keningnya pake tangan.

Ia berjalan pulang dengan langkah lemas. Sore sudah tiba. Jason langsung menubruk kasurnya yang super empuk.vTak ketinggalan, bantal kusam kesayangannya. Di peluknya erat bantal kusamnya. "Ih, kok bau yah? Apa yang bau yah?" Gerutu Jason sambil menggunakan bakat terpendamnya.

Ia mulai mengendus-endus ala anjing pelacak. Setelah semua tak luput dari endusannya. Tibalah, Jason pada bantal kusamnya. "Uegghh, bau banget nih sarung bantal. Kok bisa yah? Perasaan aku nggak bau tadi pagi. Aku udah mandi kembang 7 rupa. Gosok gigi dan kumur 7 kali juga. Pake parfum 7 kali juga." Jason bingung memikirkan jawaban untuk pertanyaannya. Dan siapa yang akan bertanggung jawab atas bau itu.

Jason segera menukar sarung bantalnya dengan yang baru. "Apa kata dunia? Eh, maksudnya apa kata dokter Vina kalo Jason yang ganteng kayak sekoteng ini bau." Mata Jason bersinar cerah. "Besok aku mau datang lagi ah. Ketemu dokter Vinaku. Muacchh..dokter Vina I lop u!" Kata Jason sebelum akhirnya benar-benar terlelap.

Teng !! Teng !! Jam wekernya berbunyi. Dengan mata masih tertutup. Tangan nya meraba-raba mencari jam wekernya. Di paksanya supaya matanya terbuka. Ia melotot melihat jam wekernya sudah menunjukkan jam 1 siang. "Wah, udah jam 1?? Kok bisa?? Aduh, gawat bisa terlambat nih bertemu dengan dokter Vinaku!!" Jason langsung mandi dengan express. Tak lupa parfum di semprotkan ke seluruh tubuhnya. Hingga wanginya, memenuhi seluruh ruangan kamarnya. Ia segera berlari-lari menuju halte bus terdekat.

"Hmm..kalo naik bus pasti telat. Ah,naik ojek aja ah." Jason langsung memanggil tukang ojek terdekat. "Bang bisa cepetan dikit nggak sih?"T eriak Jason keras, mengalahkan suara bising kendaraan.

"Hah, apa mas?"Kata tukang ojek itu.

"Grr..!! Apa suaraku kurang besar yah? Masih nggak denger juga nih tukang ojek." Kata Jason dalam hati. Untung, ia sudah sampai tepat di depan RS. Jason segera berlari secepatnya. Tak lupa, ia berhenti sesaat ketika ia melihat pohon bunga mawar yang sedang mekar.

"Ah, ambil satu tangkai untuk dokter Vinaku sayang." Jason langsung memotong sekuntum bunga mawar itu. Sebelum ia di tangkap satpam RS itu karena ketahuan mencuri. Jason segera berlari menuju poli jiwa. Ia mencari-cari dokter Vina. Tapi, dasar pucuk di cinta ulam pun tiba. Tanpa di duga Jason. Dokter Vina muncul di hadapannya. Spontan, Jason menyembunyikan sekuntum mawarnya.

"Lho, Jason kok kamu ada di sini? Bukannya jadwal konsultasi kamu minggu depan?" Tanya dokter Vina bingung.

"O..oh minggu depan yah dok? Saya kira hari ini dok." Tanya Jason pura-pura lupa.

Dokter Vina cuma geleng-geleng kepala.

"Eh,tunggu dok!" Kata Jason segera. Sebelum dokter Vina beranjak pergi.

"Ada apa lagi, Jason?" Tanya dokter Vina heran.

"E..eng ini dok. Ini sekuntum bunga mawar ini untuk dokter." Kata Jason dengan gugup.

"Untuk saya?" Tanya dokter Vina tambah heran.

Jason mengangguk seraya meyakinkan dokter cantik itu.

"Wah, thanks yah Jason! Saya suka sekali bunga mawar." Jawab dokter Vina dengan mata berbinar. Sambil tersenyum manis yang membuat Jason melayang ke langit tingkat ke tujuh.

"Hmm..dok saya permisi pulang dulu yah?" Kata Jason seraya minta ijin pulang.

Dokter Vina menatapnya heran. "Lho kok, sudah mau pulang Jason? Bukannya kamu datang ke sini untuk ketemu saya? Kamu suka sama saya yah?" Tanya dokter Vina seketika.

Wuah..tau dari mana dokter Vina yah, kalo aku suka sama dia? Tanya Jason dalam hati. "Nggak dok. Saya nggak suka sama dokter kok!" Jawab Jason bohong.

"Benar, kamu nggak suka sama saya? Tapi, mata kamu tidak bisa bohong Jason." Tanya dokter Vina sekali lagi.

Jason jadi salah tingkah. Dia tidak tau harus bilang apa pada dokter cantik ini. Akhirnya, Jason pun mengangguk pelan.

Dokter Vina tersenyum manis." Jason saya juga suka kamu. Saya mau menerima kamu jadi pacar saya. Tapi, ingat kamu juga pasien saya. Dan, saya mau saat kamu konsultasi kamu tetap berlaku sebagai pasien saya. Di luar itu, baru kamu pacar saya. Gimana? Apa kamu setuju dengan syarat saya?" Tanya dokter Vina.

Betapa terkejutnya, Jason cintanya di terima oleh dokter cantik. "Baiklah, aku setuju dok! Tapi, apa benar dokter mau jadi pacar saya?" Tanya Jason tak percaya.

Dokter Vina mengangguk seraya meyakinkan Jason.

Spontan, Jason berteriak-teriak. "Hore !! Hore !! Sekarang aku punya pacar!" Teriak Jason dengan noraknya.

Wajah dokter Vina memerah karena malu. Ia segera menarik lengan Jason ke tempat yang agak sepi. "Hush, kamu nggak perlu teriak-teriak kayak gitu Jason! Kan malu!" Kata dokter Vina cemberut.

"Lho,emang kenapa sih? Aku kan lagi happy punya pacar secantik kamu. Apa salah kalo aku memproklamirkannya?" Tanya Jason heran.

"Yah, tapi nggak perlu kayak gitu! Norak tau!!"Jawab dokter Vina kesal.

"Ah, biarin aja! Aku nggak malu kok!" Jawab Jason keras kepala.

"Ih,dasar bandel!" Kata dokter Vina sambil mencubit lengan Jason pelan.

"Aduh sakit, Tuh, kan merah." Teriak Jason sambil berusaha melepaskan lengannya dari sasaran cubitan dokter Vina. Namun, dokter Vina menggelayut mesra dalam pelukan Jason.

Jakarta, Desember 2010

Anda bisa berteman dan mengenal Nisa lebih dekat di Facebook.


Bagaimana tanggapan anda mengenai cerpen ini? Kami tunggu komentar anda.

Jika menurut anda tulisan ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook dengan mengklik tombol share di bawah atau di atas posting ini. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.

Cerpen ini bisa dibaca dari ponsel anda. Masukan URL ini: http://mippin.com/curhatkita atau http://buzzcity.mobi/curhatkita di browser ponsel anda.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Cintaku Nyangkut Di Ruang Psikiater

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial