Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 16 )

    

Oleh Tresya Agnashila

Hari berlalu, aku jadi lebih dekat dengan pak Eko dan bu Eko. Ternyata keduanya pribadi yang sangat seru.

Pak Eko yang ternyata sudah dari muda cinta mati dan takut setengah mati pada bu Eko. Dan bu Eko, yang semakin tua, semakin memerahkan gincunya dan semakin luwes ketika memarahi pak Eko. Tapi meskipun begitu, Bu Eko sangat mencintai pak Eko.

Singkat cerita, ketika sambil aku membantu pak eko mencuci mangkuk sepulang sekolah, ternyata dulu hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua bu eko. Bu eko ternyata adalah mantan mahasiswi cantik di sebuah perguruan tinggi di kota Solo. Pak eko adalah seorang cleaning service di sebuah universitas dimana bu eko kuliah dulu.

Entah bagaimana, mereka saling jatuh cinta. Dan sudah tentu, orang tua bu eko tidak merestui hubungan mereka.


Awalnya mereka pacaran secara sembunyi-sembunyi, hingga suatu saat, orang tua bu eko mengetahui hal ini, dan bu eko dikeluarkan dari universitasnya. Orang tuanya sudah tak mau membiayai kuliah bu eko lagi. Akhirnya di rumah, bu eko mengisi hari-harinya dengan belajar memasak dan membuat kue-kue kecil yang kemudian dia titip-titipkan di warung, dengan harapan dia bisa memiliki penghasilan sendiri, dan dia bisa melanjutkan kuliahnya lagi untuk bertemu dengan pak eko, sang kekasih hati.

Setelah lama mengumpulkan pundi-pundi rupiah, nyatanya tak bisa membuat bu eko kembali duduk di bangku kuliahnya. Pak eko merasa bersalah dan menyesal atas cintanya pada bu eko. Kemudian pak eko merantau ke kota tetangga. Dengan bermodalkan ijazah SMA nya, pak eko melamar ke berbagai macam perusahaan untuk dijadikan apa saja. Tapi mungkin nasib sedang berkata lain, tak satu pun lamaran kerja pak eko diterima diperusahaan yang ia coba masuki.

Kemudian pak eko memberanikan diri untuk membuka sebuah warung makan kecil dengan bermodalkan uang tabungan yang dia harap-harapkan untuk meminang bu eko, gadis pujaan hatinya. Pak eko dan bu eko menjalani pacaran jarak jauh yang dimana jaman dulu kala belum ada HP alat komunikasi yang bisa memudahkan hubungan mereka. Dalam beberapa bulan, bisa dibilang mereka bertemu dalam beberapa jam. Dan mereka bisa bertahan hingga 4 tahun lamanya.

Mereka sama-sama tidak mau memaksakan kehendak mereka pada orang tuanya. Yang ada dipikiran mereka adalah, mereka hanya ingin mengikuti kata hati, tapi tanpa menyakiti perasaan orang tuanya. Hubungan itu pun berjalan tanpa restu orang tuanya. Tapi mereka tetap sabar, dan tetap saling meyayangi.

Hingga tiba saatnya, ujian dari hubungan mereka membuahkan hasil yang manis dan menyenangkan. Semakin lama, ayah bu eko semakin tua… penyakit pun mulai menggerogoti dagingnya… mungkin hampir tiba saatnya, ayah bu eko merestui hubungan anak gadisnya dengan pak eko. Mungkin karena ayah bu eko juga melihat besarnya cinta mereka, dan pengorbanan yang pak eko lakukan demi mengumpulkan rupiah untuk mencukupi kebutuha hidup bu eko kelak.

Tak lama setelah pak eko dan bu eko menikah, ayah bu eko meninggal. Menyusul ibu bu eko di alamnya sana… uang yang pak eko dan bu eko kumpulkan selama ini habis untuk membiayai pernikahan mereka dan merawat ayah mereka… hingga kemudian bu eko dan pak eko hijrah ke kota ku…dan mereka memulai hidup baru dengan membuka sebuah kantin didalam sekolahku.

Mengapa pak eko tak mencari pekerjaan lain?? Karena mereka sudah berjanji, akan selalu bekerja di tempat yang sama…cukup lama jarak dan waktu memisahkan mereka, dan setelah bersatu, mereka tak ingin terpisahkan lagi.”

Sungguh kisah hidup mereka hampir sama dengan apa yang aku rasakan kini…. Jarak dan waktu sedang menguji cinta ku dan kekasihku.

Akankah aku bisa bertahan seperti pak eko dan bu eko???
Hmmm…. Aku mulai memikirkannya lagi….

Kini aku menjadi cukup dekat dengan keluarga pak eko dan bu eko…aku cerita pada mama kalo disekolah, aku sering membantu pak eko dan bu eko berjualan..sore hari ketika aku selesai bermain basket, atau aku sedang malas bermain basket, aku ikut membantu bu eko dan pak eko membersihkan kantinnya, mencuci piring dan mangkuknya…kemudian memberes-bereskan perlengkapan dagangnya.

Kemudian mama memintaku untuk mengundang pak eko dan bu eko main kerumah…untuk sekedar berkenalan dan mama akan mengajarkan beberapa resep cemilan yang biasa dia buat untuk cateringnya kepada bu eko… siapa tau ini bisa jadi tambahan menu baru dikantinnya dan bisa menambah penghasilannya.

Kemudian aku mengajak bu eko main ke rumahku, dan mama mengajarinya untuk membuat juice yang di masukan ke gelas-gelas plastic sehingga ketika kami para siswa beristirahat, bu eko sudah tidak repot memblender buah yang kadang memakan waktu lama dan dia hanya bisa menjual beberapa gelas es juice saja.

Kemudian mama juga mengajari bu eko membuat nasi kuning, nasi liwet dan nasi sayurnya yang dimasukkan ke dalam mika hingga akan lebih praktis dan akan lebih terjual banyak. Selain itu mama juga memberikan resep beberapa cemilan, seperti tahu bakso, bakso goreng dan masih banyak lainnya… bu eko sangat senang dengan saran mamaku, dan beberapa hari kemudian aku lihat di kantin sudah ada beberapa ide mama yang diterapkan oleh bu eko… ada juga beberapa cemilan yang sudah bu eko buat, dan hasilnya… kantin menjadi lebih ramai, bu eko juga menjadi lebih santai serta dagangan lebih banyak yang terjual.

Aku senang, aku dan keluargaku bisa membantu keluarga bu eko, memberikan ide yang bisa membuat ekonominya menjadi lebih baik…. 

Beberapa bulan berjalan, akhirnya aku menghadapi ujian kelulusan. Aku makin giat belajar..hari-hariku hanya kuisi dengan belajar, belajar dan berdoa.

Malam itu mama ke kamarku, memberikanku segelas lemon tea panas… mama duduk di ranjangku, dan mama bilang…. “turun berapa kilo kamu nak?”

Aku memikirkan sejenak pertanyaan mama…dan aku memutarkan kursi belajarku menghadap kaca dilemariku… kupandangi wajah dan tubuhku, ternyata memang benar.,. dimana pipi chubby ku? Dimana perutku? Dan dimana lengan tanganku?? Semua hampir hilang…. Tinggal tubuhku yang kurus dan mataku yang menghitam. Mama menutup bukuku, dan menyuruhku untuk beristirahat.

“sayangi tubuh cantikmu, dan sayangi mata indahmu anakku…..”

Kemudian aku keluar dari kamar sambil membawa lemon tea hangat buatan mama…
Aku ingin berjalan-jalan keliling komplek rumah…
Dengan celana pendek, kaos kedodoran dan sandal jepit, aku berjalan di tengah gelapnya malam…ditemani dengan lemon tea panas yang kian menghangat…

Aku hirup udara malam ini… dingin…begitu segar masuk dalam otak ku…
Tapi kenapa air mata ini mengalir lagi ??? air mata yang membuat tubuhku terasa panas…
Ya…aku mengingatnya….
Aku kembali merindukannya….
Dulu, aku pernah melewati malam-malam seperti ini bersamanya…
Dulu, aku pernah berjalan dijalan ini bersamanya….
Kini, dimana dia….?
Sedang apa dia….
Dan ingatkah dia padaku…..?

Aku duduk ditrotoar pinggir jalan….
Aku genggamkan erat kedua telapak tanganku di canagkir ini…
Aku tertunduk…sambil melihat tetesan air mataku jatuh ke paving-paving yang tertutup bayanganku…
Aku baru tersadar…
Sudah berapa lama aku terpisah darinya ?
Kenapa dia tidak mencariku?
Kenapa dia tidak mencoba menghubungiku ??

Rasa rinduku makin menggebu….aku melihat tanggal dan bulan dari HP ku… sudah hampir 8 bulan aku tidak bertemu dengannya. Dan dia, pasti sudah lulus dari akademinya…
Sekarang dia pasti ada di bandung untuk melanjutkan sekolah kejuruannya…

Ya, dia masih harus dikarantina disana….
Aku sedikit lega…mungkin dia sedang ingin focus terhadap kejuruannya. Dia tidak mau aku menggangu konsentrasi belajarnya.

Aku pun pulang kerumah, meletakkan cangkirku, dan kembali mengistirahatkan badanku diatas bantal pororoku.

Ujian tiba…dan aku semakin bekonsentarsi dengan belajarku.

Tuhan sangat baik padaku,,,, dibalik semua masalah hatiku, tuhan memberiku kemudahan dalam mengerjakan semua ujianku… ujian tertulis, ujian praktek, hingga karya tulispun dapat aku selesaikan dengan hasil yang sempurna…. Terima kasih tuhan, engkau memberiku semua kemudahan ini.

Selang beberapa bulan, kelulusan pun datang. Aku berhasil meraih kelulusan ku dengan nilai yang memuaskan… Papa mama hadir dalam kelulusanku… kakaku dan ponakanku pun menungguku dihalaman sekolah langsung memberiku ucapan selamat atas kelulusanku….

Sejenak aku berkumpul bersama teman-temanku…kami saling memberi selamat dan berfoto-foto ria didepan sekolah… Ramai sangat sekolahku pagi itu… tidak hanya siswa-siswa yang ada disana, tapi para wali dan orang tua ikut memenuhi halaman sekolahku.

Mama, papa dan kakak masih menungguiku di halaman parkir, mereka berencana untuk mengajakku ke restoran untuk merayakan kelulusan… selang 1 jam, aku tidak ikut bersama teman-temanku untuk berpawai mengililingi kota dengan seragam yang kini menjadi warna-warni… dengan seragam putih abu-abuku yang masih bersih, aku kembali ke keluargaku dan berencana untuk pergi bersama mereka.

Karena jalan terlampau macet, akhirnya papa mama menyuruhku menunggu di gerbang sekolah, dan mereka perlahan-lahan mencoba mengeluarkan diri dari tempat parkir.

Sambil menunggu papa mama datang, aku berdiri sendiri ditengah keramaian sekolah serta jalan raya dihadapanku…. Tiba-tiba aku melihat postur tubuh seseorang yang mirip sekali dengan postur tubuh mas doni… dengan celana jeans panjang, dan jaket kulit warna coklat, serta menggunakan helm standart, dia duduk di atas motor pria sambil memandang ke arahku.

Aku tertegun.... aku tertegun melihat perawakan serta gagah tubuh lelaki itu. Yaa…. Itu pasti dia. Itu pasti mas doni… kekasihku yang telah kuputuskan dengan keputusanku sendiri…. Entah berapa lama aku memandangnya, diapun seperti memandangku dari balik kaca helmnya.

Mata ini tak bisa berkedip, tubuh ini terasa panas, dan kaki ini sedikitpun tak bisa bergerak…. Tapi lagi-lagi, air mata ini menetes begitu saja tanpa aku perintah… ya aku menangis dihari kelulusanku… aku bingung, apa yang harus aku lakukan..haruskah aku mendekatinya dan membuka helm nya.

Belum selesai otak ini berfikir, dia pergi… dia pergi dari hadapanku… dia membalikkan arahnya dan melawan arus kendaraan yang harusnya melewatiku.

Aku terjatuh dan terduduk sambil memegangi stopmap kelulusanku.

Ya… aku bersimpuh ditengah jalan dan memandangi asap kendaraan yang keluar dari knalpotnya…. Tubuh ini lemas…melihat kekasih hatiku datang dihadapanku… aku yakin, itu pasti dia…meskipun telah lama kita tak bertemu, tapi dengan mata tertutuppun aku masih bisa tau, bahwa itu adalah kekasihku.

Tapi kenapa dia datang jika dia hanya mau meninggalkanku? kenapa dia tidak mendekatiku dan mempertanyakan keputusanku? kenapa dia malah menghindariku???

Mungkin pertanyaan itu juga dia tanyakan padaku, ketika aku dengan sengaja memutuskannya lewat temannya melalui pesan di telfonnya.

Aku tersenyum..menyadari kesalahanku dulu…. Iya, aku memang layak diperlakukan seperti ini… aku memang layak mendapatkan ini….tapi setidaknya aku tau, dia masih memikirkanku…dia masih ingat akan hari kelulusanku… dari pada aku, yang sama sekali tak muncul dan tak coba mencari dia di hari kelulusannya.

Aku tau, betapa sakit hatinya ditinggalkan begitu saja olehku. Ya aku bisa memahami keadaan ini. Inilah kado kelulusan terpahit dan terindah dalam hidupku.

“Makasih mas, engkau masih mau datang melihatku….meskipun engkau tak menghampiriku, tapi dengan melihatmu saja, hati ini rasanya sudah tidak bisa aku gambarkan… betapa beberapa menit itu telah mengobati rasa rinduku padamu.”

Papa mama datang, dan kami pergi ke sebuah rumah makan untuk merayakan kelulusanku. Setelah hampir lebih dari 3 jam, kami pun pulang.

Didepan gerbang komplek rumahku, aku melihat lagi lelaki itu… iya, ternyata memang benar, dia kekasihku… dia menungguku dan mengintip kedatanganku dari balik pos satpam… dalam mobil aku berfikir,aku harus menghampirinya. Iya, aku harus menghampirinya.

Sampai di rumah, aku langsung mengambil sepeda roda duaku. Dengan rok abu-abu aku ayuhkan kakiku untuk menjalankan sepeda ini, aku menghampirinya.

Bersambung…



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 2 komentar ke “Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 16 )
Anonim mengatakan...

Mengharukan...

Anonim mengatakan...

ayo lanjutin ceritanya. .

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial