Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Apa yang Anda Inginkan dari Pasangan Hidup Anda?

    


Oleh Tarjum

Seorang teman facebooker, menulis setatus pertanyaan tentang pasangan bipolar di grup Solusi Bipolar yang saya kelola.

Berikut petanyaannya :

"Pertanyaan untuk bapak pendiri Solbip (hehe, boleh ya disingkat Solbip?)

Menurut Bapak Tarjum, sikap apakah yang anda inginkan sebenarnya dari pasangan hidup anda? Ini pertanyaan serius. Lagi-lagi berkaitan dengan novel yang saya baca tentang runaway husband (Serpihan Cinta Bipolar).
 

Dijawab ya Pak *mode ciyyus."


Tarjum :
Lebih spesifiknya, dalam posisi saya sebagai seorang bipolar atau sebagai suami secara umum? Biar gak melebar.


Dea Kalyla :
Sebagai seorang bipolar dong, kalau sebagai suami umum mah saya tanya ama tetangga sebelah :)


Tarjum :
Sebagai pria bipolar sekaligus suami bipolar, saya tak mengharapkan hal yang muluk-muluk. Saya hanya ingin pasangan saya setia dan menyayangi saya sepenuh hati. Bisa memahami dan menerima kondisi saya apa adanya. Tidak menuntut sesuatu yang di luar batas kemampuan saya, tidak melakukan sesuatu yang akan melukai hati saya. Karena hal itu bisa memicu dan menggoyahkan kesetabilan mood dan kondisi psikis saya.

Saya ingin ketika saya sedang labil atau tertekan, dia bisa menghibur dan memberi dukungan semangat. Karena sebagai orang terdekat dalam hidup saya, dialah yang akan menjadi teman untuk berbagi cerita dan pengalaman. Seburuk apa pun situasi di luar sana, saya bisa tetap menjaga mood dan suasana hati, karena di rumah saya merasa tenang dan damai bersama orang yang saya sayangi.

Ketika awal masa pacaran dengan si dia, saya sudah jujur padanya bahwa saya pernah mengalami gangguan jiwa (ketika pacaran, kondisi psikis saya sudah pulih walaupun belum sepenuhnya).

Saya ingin dia tahu dan faham dari awal kondisi saya, agar tak merasa dibohongi atau menyesal di kemudian hari. Maksud saya, jika dia mau terima kondisi psikis saya, hubungan dilanjutkan. Jika gak terima, jangan dilanjutkan. Sebab jika hubungan sudah berjalan lama dan mendalam, dia baru tahu kondisi saya, akan lebih menyakitkan bagi saya dan dia.



Dea Kalyla :
Boleh nanya lagi, om? Hehe.. sekarang manggilnya nggak formal lagi. Kalau terasa terlalu pribadi nggak usah dijawab. Pernah bete nggak ke pasangan? Entah karena hal-hal sepele atau hal-hal prinsip? Biasanya kenapa tuh?


Tarjum :
Bukan pernah....tapi sering :). Ya..namanya juga manusia, dua hati dan karakter yang berbeda disatukan, pasti gak selalu seiring dan sepaham. Kadang hal-hal sepele bisa bikin bete. Contohnya: saya bete klo dia gak nurutin nasihat saya atau melanggar apa yang saya larang.

Klo dalam hal-hal yang sifatnya prinsip kita masing-masinng berusaha saling menghargai dan tak saling melanggar. Klo yang gak terlalu prinsip kita saling mentolerir sampai batas tertentu.


Dea Kalyla (panggilan akrab)...gak usah terlalu formal di sini, kita kan temen , udah cukup terjawab pertanyaanya?



Dea Kalyla :
Wuih, mantep. Kayaknya keluarga bahagia dan sejahtera ya. Hohoho ... jadi pengen menikah xaxaxa


Tarjum :
Amin. itu tujuan kita berdua. Ya udah klo udah nemu yang cocok segera nikah. Nikah itu enak lho..hehe..


Dea Kalyla :
Ehm, kapan ya omTarjum bisa baca itu novel? Soalnya yang namanya pria bipolar itu mengerikan sekali, om. Seenaknya aja (kalau kata saya) mempermainkan hati wanita. Terlihat seenaknya karena dia nggak merasa mempermainkan. Ngebayangin jadi tokoh perempuannya rasanya sedih banget.

Ehm, ada yang bilang, menikah itu berperang melawan orang yang tidur satu selimut dengan kita. Kan jadi ngeri tuh. Apalagi baca di novel itu, kesannya pria bipolar itu begitu kurangajar hehe... Ma'af kalau istilahnya kasar. tapi emang begitu.Memang sih, kurang ajarnya ketika belum ketahuan kalau bipolar. Belum mendapatkan terapi yang pas.


Tarjum :
Klo dibilang mengerikan, saya pikir itu berlebihan. Emang sih ada sisi negatif dari pria bipolar, tapi pria bipolar juga kan sensitif, peka, romantis dan penyayang..

Dea Kalyla :
Tapi iya sih, romantis dan penyayangnya iya hahaha. Jadi malu. Tapi nggak awet, alias berbatas waktu. Dan kita nggak tahu kapan itu batas waktu peralihan antara sisi romantis dan penyayang dan sisi yang lainnya lagi. Soale di jidatnya nggak ada tulisan expired date nya haha. Tahu-tahu... praaaank, krompyang, krompyang.


Tarjum :
Pasangan hidup itu bukan musuh yang harus ditaklukan seperti binatang buas. Tapi teman hidup yang harus kita fahami, kita mengerti dan kita terima segala kelebihan dan kekurangannya. Seseorang yang harus kita perhatikan dan kita sayangi stulus hati. Menikah itu kan ibadah, menyempurnakan agama dan melahirkan generasi yang lebih baik. Jadi semuanya harus kita jalani dengan ikhlas hanya mengharap ridha-Nya.

Weh kayak pak ustadz aja ya :)


Dea Kalyla :
Hahaha, tampang emang mendukung untuk menjadi ustadz.Oh ya, satu pertanyaan lagi. Ma'af lagi nih. Kalau istri om Tarjum suka ngeluh atau protes nggak dengan misalnya mood om Tarjum yang up n down (atau udah nggak lagi?) Atau ngeluh karena tiba-tiba dicuekin. Meski Om Tarjum nggak maksud nyuekin sih. Cuman ya karena tiba2 aja lagi ada yang lain yang lebih diperhatiin hehe..


Tarjum :
Saat menikah saya udah pulih dari bipolar walaupun masih ada up n down.
Klo soal ngeluh pasti ada, karena saya bukan pria sempurna. Biasanya dia ngeluh klo keinginannya gak diturutin. Ngeluh bahkan marah karena merasa dicuekin, merasa gak dimengerti, sementara saya asyik dengan hoby sendiri (baca buku, nulis dll). Dulu saya tergolong pria yang dingin, istri saya bilang kurang romantis. Tapi saya belajar dan berusaha menjadi pria yang lebih romantis..hehe...
Klo dicuekin karena ada yang lain nggak lah, saya kan setia dan sayang banget sama istri...cieee :P



Dea Kalyla :
Ehm ...ehem ...setia ya? Ciyyus? Miapah? Hehe bercanda. Terima kasih untuk kesempatan ngobrolnya dan jawaban-jawabannya yang terbuka.


Tarjum :
Ciyyuss dong. Sama-sama... saya kan seneng 'buka-bukaan' :)

Dea Kalyla :
Oh iya om. Saya tadi di jalan, di tengah guyuran hujan (halah) jadi inget kata-kata teman. Katanya, kalau belum nikah, buka mata lebar-lebar. kalau udah menikah tutup mata rapat-rapat. maksudnya ketika belum menikah, kita harus mencari sebanyak mungkin informasi tentang si calon. Agar kita tak salah pilih. Bukan mengenai kesempurnaan, tapi menyangkut segala yang kita suka dan tidak suka, yang kita bisa terima dan yang tidak. Soalnya kadang sesuatu yang kecil pas nikah bisa jadi gede. Begitu katanya.
Menurut om Tarjum? Bagaimana? Kan sudah berpengalaman menikah :)


Tarjum :
Ya betul. Buka mata lebar-lebar untuk mencari calon pasangan yang terbaik. Lebih banyak pilihan lebih baik. Maksudnya bukan punya banyak pacar, tapi punya banyak teman pria yang akhirnya bisa memilih mana yang paling cocok dijadikan pasangan. Mau pilih yang ganteng atau yang mapan boleh-boleh saja. Tapi, yang harus jadi kriteria utama adalah akhlaknya.

Seorang yang akhlaknya baik agamanya pasti baik. Klo orang yang dasar agamanya baik, dia akan takut (kepada Tuhan) ketika mau menyakiti atau mengkhianati pasangannya. Klo orang sudah gak takut lagi sama Tuhan, apa yang akan jadi patokan dalam hidupnya. Saya miris, sekarang banyak orang yang ngomong dengan enteng "Hari gini takut dosa!". Sekarang banyak orang yang menganggap hubungan di luar nikah atau selingkuh sebagai hal yang lumrah, naudzubillah.


Tentu saja dalam sebuah pernikahan, masalah pasti akan banyak ditemui, godaan dan cobaan akan datang silih berganti. Tapi jika iman dan agamnya kuat, insya allah semua rintangan itu bisa diatasi, karena kita punya pegangan yang maha kuat dan maha segalanya, Tuhan.


Cinta bukan barang jadi atau benda mati. Cinta bisa berubah; bisa berkurang, bisa bertambah bahkan bisa hilang. Seiring berjalannya waktu, ketika cinta mulai memudar, iman dan akhlak yang nantinya bisa menjaga dan memperkuat ikatan perkawinan. Ya ampun, kok jadi kayak ceramah..hehe...


Dea, maaf ya, bukan maksud menceramahi atau menggurui, saya hanya berbagi pemahaman dan pengalaman aja. Semoga bermanfaat.



Dea Kalyla :
Santai om. Kan saya sedang menggali hehe. Justru seneng kalau dapet byk begini. Terima kasih ya.Wah, saya setuju bgt tuh. Cinta bs berubah, bahkan hilang. Makanya suka ngerinya di situ. Takut ditinggalkan.Sekali lg, terima kasih sharingnya.


Tarjum :
Sama-sama. Dea, suka nambah ya? Tadi bilang nanya satu lagi...eh nambah lagi..hehe. 

 
____________
Solusi Bipolar adalah Grup Facebook sebagai media sharing, komunikasi dan diskusi antar anggotanya tentang Gangguan Bipolar, untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam mengatasi gangguan bipolar.

Image : Yahoo! News


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Apa yang Anda Inginkan dari Pasangan Hidup Anda?

Poskan Komentar

Dengan menulis komentar, berarti jejak anda tersimpan di blog ini.

Buku & eBook: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook 4: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

Terpopuler Bulan Ini

 
 © Copyright 2008-2014 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial