Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 23 )

    

Oleh Tresya Agnashila

Getaran HP membangunkan tidurku… ya..aku buka perlahan, Tirta sms aku, “Bangun non, siap-siap kondangan!”

Hah... ternyata sudah hampir maghrib. Aku terlalu nyenyak hingga ngga sadar udah tidur cukup lama.

Ketika aku keluar kamar, aku malu, Tirta, kakak dan Adam sudah mandi dan wangi.

Kakak juga udah menyiapkan gorengan untuk cemilan sore ini.

Duuuh… malu banget gak bantuin kakak. Lalu kakak memberiku handuk dan mengantarku ke kamar mandi.

Setelah mandi, aku sholat maghrib dan aku sms Tirta, “Acaranya jam berapa sih?”

Tirta teriak dari luar kamar, “Setengah 8!!!”

Duh ni cowok, bukannya bales sms ku malah main teriak-teriak aja dari luar kamar !!
Sekarang jam setengah 7, kalo aku keluar buat ngemil-ngemil dulu, dijamin ntar nggak keburu. Aku putuskan untuk bersiap diri, memakai gaun dan sedikit berdandan.

Teringat saat akan malam akrab, aku juga berdandan seperti ini, hanya saja aku menggunakan gaun yang berbeda. Dan gaun itu sudah lama aku menyimpannya. Sama sekali tak pernah kupakai lagi, ya, gaun kenanganku dengan kekasihku.

Ini pesta malam, lebih baik aku mengurai rambut panjang lurusku… dan kujepitkan pita kecil di atas telinga kiriku. Gaun warna cream yang lembut…high hells gold, dompet hitam, dandanan yang natural dan rambut panjangku yang tergerai. Aku keluar dari kamar.

Tampak tirta masih memakai celana pendek dengan kaos santainya sambil memegang piring berisi pisang goreng penuh, dan kakak duduk di depan TV sambil menyuapi adam…
Mereka semua terhenti melihatku…
Wajahku jadi memerah, merasakan tatapan mereka…
Aku malu..berpenampilan seperti ini didepan lelaki yang baru saja tadi pagi kutemui….
Tirta bengong melihatku… kakak tersenyum melihat nya…
“aduuuuuh, dirumah kakak kedatangan peri nih…”hehehe….
“kakak apaan sih bilang pera peri!”
Tirta menyela omongan kakaknya….
“ya jelas aja peri, kalo bidadari, nggak mungkin kan sampe bikin bulu kudukmu berdiri !..Wkwkwkwk..."

Ternyata bener, Tirta merinding setelah melihatku.
Aku mencoba mencairkan suasana, “Ta, aku pake baju gini pantes kan? Kira-kira cantikan mana ama mantanmu ???”
Wkwkwkwk…..adam tiba-tiba berlari memelukku sambil bilang, “beauty beauty beauty……”
Kakak tertawa melihat tingkah adam…iya, adam masih belajar di taman kanak-kanaknya dan dia diajari oleh gurunya, bahwa cantik itu beauty, ganteng itu handsome…

Kakak langsung memarahi tirta, “dah ceetan ganti pakaian sana… icha udah cantik gini masak kamu masih pake celana kolor !!”
Tirta keliatan malu lalu pelan-pelan masuk ke kamarnya sambil terus melirikku….
Hehehe…yes, akhirnya bisa juga buat Tirta ngga berkutik malu didepanku…hore hore….

Sekitar 15 menit tirta keluar dari kamar… dia memakai celana jeans panjang dan hem lengan panjang warna hitam.
APAAAAN NIH ?? GA MECHING BANGET !! GUE PAKE GAUN MASA DIA PAKE CELANA JEANS !!!
Aku diem aja sambil ngomel dalam hati.

Tapi kakaknya ngga terima… kakaknya langusng marah-marahin tirta…
“apaan sih kamu ? masak pake baju kayak gitu ? ganti cepetan !!”
‘ganti apaan kak ? aku ngga bawa baju..Cuma ini yang ada disini kan…!”
“dasaaar si tirta, ga bisa bedain mana acara formal sama acara tongkrongan ya !!”
Kakaknya lalu masuk ke kamar dan keluar membawa jas yang masih terbungkus rapi dari loundry…

Nih, pake jas nya kakakmu…
“ogah !”
“ogah gimana?????”
“gak mau ah, kebesaran pasti !”
“kebesaran apaan? Emang kamu pikir badan kamu sekarang kecil ????!”

Kerjain aja si tirta….
“ya udah deh, kalo kamu nggak mau pake jas, aku juga ngga mau ikut ke acara nikahannya..kamu berangkat sendiri aja ya, biar aku disini nemenin kaka sama adam”
“eh ga bisa gitu dooong…” tirta protes :p
“ya udah, makanya cepet pake !!!” kakaknya menyela sambil menodongkan jas ke muka tirta ! hahahaha

Akhirnya tirta mau pake jas, tapi dia Cuma pake atasannya aja..dia tetep pake celana jeans dan hemnya sendiri…ga papa lah, lumayan, ganteng N keren juga….
So…akhirnya kita berangkat…

Tempat resepsinya nggak jauh dari rumah kakaknya, Cuma sekitar 20 menit dari rumah..
Tampak ramai disana…ada banyak mobil dan lampu-lampu yang menghiasi tamannya…
Keliatan banyak pemuda yang perawakannya mirip tirta..iya, itu pasti rekan-rekan kerjanya… secara mantannya kan dapet suami seniornya tirta,,, jadi disini isinya pasti pak pol semua..

Tirta turun dari mobil, keliatan sedikit gugup.. ya, aku tau apa yang tirta rasakan..gimanapun juga dia pasti sedih melihat orang yang dulu pernah menemani dan mengisi hari-harinya, kini ada dipelaminan bersama pria lain yang tak lain adalah seniornya… aku sebagai teman, harus bisa menenangkan hati tirta…
Aku panggil tirta.. “ta…”
Tirta menoleh ke arahku…. ‘apa?”
Bantuin turun dari mobil dong ! mobilmu ni tinggi banget, ga liat aku pak baju rempong kayak gini?? Cepet gih sini !”
Lalu tirta berjalan ke arahku, sambil ngedumel dia membantuku turun dari mobil..
“makanya, pake baju ga usah yang aneh-aneh…aku kan dah bilang pake kaos sama celana jeans aja ! gini kan jadi repot !”
Duh si tirtaaaaa !! gila aja masih bisa bilang gitu. !!

Setelah turun dari mobil, dia mau langsung berjalan sendiri dan aku langsung meraih tangannya. Dia terhenti dan melihat ke arahku.. aku sejajarkan tubuhku disampingnya dan aku langusng memegang erat lengan tanganya… pandanganku tetap kedepan dan bibirku tersenyum dengan sangat manis..tirta masih bengong melihat ke arahku…
“dah ayook jalan… ! malam ini aku pacarmu ya !!”

Tirta masih keliatan bingung, tapi sambil berjalan, aku sudah melihat senyum kelegaan diraut wajahnya…

Kami berjalan menuju pelaminan..banyak teman tirta disana… sesekali kami berhenti untuk menyapa..dan semua orang bertanya, siapa aku ? tirta tersenyum dan menjawab… “wanitaku…”

Aku sempet shyok dan kaget mendengar ucapannya… kata-katanya, nadanya, dan cara bicaranya persis sekali dengan mas doni… ya, sangat mirip dengan mas doni ketika dia menyebutku “wanitaku…”

Kami terus berjalan, tirta semakin erat memegang jemari tanganku..dia mengambilkanku minuman..makanan kecil..dan tak jarang dia membawakan dompetku…
Sungguh, tirta kelihatan sangat manis..perhatian dan sikapnya,,, membuatku memandangnya….

Lalu tiba saatnya kita naik ke pelaminan…tirta kembali nampak gugup ketika melihat mantannya berdiri disebelah seniornya sambil memegang erat tangan suaminya seperti aku memegang erat tangan tirta…tampak cincin yang sama melingkar dijari manis mereka…tirta terlihat lebih gugup setelah mantannya tersenyum padanya…

Aku semakin mendekatkan diri pada tirta, aku membisikinya… “tenang, kamu nggak sendiri ta…”
Tirta terlihat seperti tersadar dalam lamunanya, dan memandangku lalu tersenyum padaku….

Kami berjalan, dan memberikan ucapan selamat pada mereka…tirta sudah nampak bisa tersenyum..dan parahnya, mantannya malah minta kami untuk foto bersama… ya… lalu kami foto bersama..tirta,aku,mantannya dan suaminya…
Setelah turun dari pelaminan..tirta nampak lega… “haaaah…dia menghempaskan nafasnya”
“lega ta? Nggak papa kan? kamu bisa”
Aku menyemangatinya…
Dengan manis dia berkata…”makasih ya cha…”
Sekitar 1 jam kami berada ditempat itu….kemudian kami memutuskan untuk pulang.

Ya, tadinya tirta tidak berencana untuk menginap..selesai acara, jam berapapun itu, dia akan mengantarkanku pulang… tapi kakak melarang kita… selain dia senang adam mendapatkan teman bermain, kakak juga bilang kalo dia senang denganku dan masih ingin lama berbincang denganku… tirta awalnya menolak, karena memang kita baru saja bertemu dan dia tidak mau mengajakku menginap yang akan membuat imej nya buruk didepanku.. tapi aku menyetujui permintaan kakaknya… yang penting aku sudah tau niat baik tirta untuk mejagaku, tapi ini sudah malam, dia juga pasti lelah…toh tengah malam berdua di mobil akan lebih ngeri dibanding tidur dalam 1 atap tapi masih ada kakak dan ponakannya.

Sampai di rumah, aku bergegas masuk ke kamar untuk berganti pakaian… tapi tiba-tiba kakaknya menghampiriku, dia terlihat membawa sebuah HP berkamera..dia bilang, “cha, jangan ganti baju dulu ya….kakak boleh ambil foto icha…?” hehehe

“hehe…buat apa sih kak?? Kayak gini masak di foto segala…”
“ya kakak kan suka sama icha… kakak juga udah anggep icha adek kakak sendiri, jadi nggak ada salahnya kan kalo kakak minta foto adek kaka sendiri..hehehe”
“hehe..ya udah deh kak… “

lalu kakak memintaku untuk tersenyum dan kita foto berdua…
ternyata, namanya juga sedarah, serahim ya… sama aja jiwa iseng ni kakak ama adeknya… tiba-tiba kakak punya ide buat foto aku sama si tirta…tirta yang udah melepaskan jas nya dipaksa kakak buat pake lagi…
hahaha….ni kakak gokil juga ya.

akhirnya dengan wajah sama-sama asem kami berfoto bersama.. ya dengan pose yang gokil juga..
lalu datanglah adam..dia liat aku,mama dan omnya lagi berfoto ria…dia lari dan minta difoto juga… dia minta foto di pangkuan tirta..dan dia juga minta aku duduk disebelah tirta…
karena adam sangat manis..nggak ada alasan untuk aku menolak keinginannya…
lalu kami bertiga duduk di kursi panjang, dan dengan penuh keceriaan kami abadikan moment hangat ini…
aku liat beberapa fotoku dengan kakak, tirta dan adam, kami terlihat seperti sebuah keluarga..sudah sangat akrab dan dekat..

cukup lama kami bercanda…adam akhirnya harus tidur…lalu aku masuk ke kamar untuk berganti pakaian dan membersihkan riasan, tirta juga masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian, sedangkan kakak dan tirta masuk ke kamar untuk tidur…

selang beberapa waktu… aku merasa haus…
aku keluar kamar dan mencari minum didapur..
ternyata tirta juga sedang mencari minum didapur…lalu kami berdua pun akhirnya ngobrol sambil menikmati secangkir besar teh panas….

T :“makasih ya cha…”
M :“buat ?”
T :“tadi….”
M:”oooh…iya sante aja… ”
T : “Maaf ya…”
M : “Buat…?”
T : “ malam ini…”
M : “nggak papa… kakak baik kok, adam juga lucu..aku seneng disini…”

Tirta melihatku dan tersenyum manis padaku…
Lalu dia mengajakku keluar rumah, sambil sama-sama membawa secangkir besar teh panas, kami berjalan-jalan keluar…
T : “nggak nyangka ya kita bisa kayak gini… 3 tahun kenal, sekarang bertemu langsung kamu nginep dirumah kakakku… pertama kali ketemu, langsung jadi cewekku lagi…”
Wkwkwkwk….. ngarep banget sih lu :p
M : “hehehe…iya ya…aneh juga pertemanan & pertemuan kita… Tapi BTW, kamu baik juga kok ta…dibalik sikap N sifat sembrono kamu, kamu tanggung jawab N care juga kok orangnya…senneg bisa kenal sama kamu ”
T : “hehe..tirta tersenyum padaku… “iya lah…aku juga seneng kenal sama kamu. Kamu baik, meski kadang suka heboh sendiri, tapi kamu pendamping yang baik kok..”
M :”maksudnya ???”
T : “iyaaa..pendamping yang baik.. aku tu bisa baca, kamu tu orangnya penurut.. apalagi sama orang yang udah kamu percaya. Kamu tu pribadi yang baik cha, setia, ngga aneh-aneh…makanya aku sebut kamu pendamping yang baik..”

Gila ya… tirta memujiku dengan semua hal yang belum pernah aku dengar…selama ini biasanya orang memuji karena kepintaranku, prestasiku, kecantikan, bentuk tubuh serta alis tebalku…tapi, dia sama sekali nggak melihat itu..yang dia lihat adalah dalamku…hal yang aku sendiri nggak sadar kalo aku punya itu… bener-bener, tirta adalah cowok pikirannya ngga bisa ditebak…aku jadi mulai tertarik untuk tau dia lebih jauh…

Aku coba isengin dia…
“ta…”
“apaan ?”
“aku cantik nggak ?”
“cantik lah..masak ganteng.!”
Wkwkwkwk… dasar si tirta…
“Hehe… kok kamu mantebh gitu sih ngajakin aku kerumah kakakmu… dah sering ya ngajak pulang cewek kesini?”
“Tanya aja sama kakak” (wajahnya cuek banget sambil terus berjalan cepat kedepan)

“taaa….tungguiiiiin !!!”
Tirta mengajakku kehalaman depan rumah kakaknya, lalu dia mengajakku melihat-lihat mobil jeepnya…
“Jean: ya…si tirta menyebut mobilnya adalah “jean”….
Jeep wrangler putih tahun 88 ini adalah mobil pertamanya..yang dia beli dengan hasil jerih payahnya sendiri dan dia modif dengan kreasinya sendiri. Ya..gagah, macho tapi manis… Jean tumbuh persis seperti karakter tirta.

Tirta bilang, dia sayang sama jean melebihi dulu dia sayang sama mantannya… kadang di akhir pekan, dia lebih memeilih untuk membawa jean jalan-jalan (offroad) dari pada mengajak ceweknya dinner/sekedar ngedate…
Makanya ceweknya lebih memilih seniornya dari pada si tirta..tapi tirta sih cuek aja..berarti emang belum jodho kan ?
Wkwkwkwkwk…aku tertawa mendengar kisah tirta sambil aku mengejeknya…
“ah bokist lu ! mana ada cuek aja..tadi aja kamu liat dia dipelaminan muka langsung berubah pucat !! hampir termehek-mehek gitu…wakakaakak”

Tirta menatap tajam ke arahku..
“enak aja, gue pucat bukan gara-gara dia, tapi kamu tu…!”
“lho, kok aku ????”
“iya lah…pake baju sexy gitu, dandan cantiknya minta ampun, wangi kayak mandi parfum, maen gandeng-gandeng tanganku trus nempel-nempel lagi sama aku.. bikin grogi tauk !!!””
“WHAAAAAAAAAAAAAAAAAT ??? TERNYATA???
Tadi yang aku kira tirta gugup karena liat mantannya kawin, ternyata gara-gara gandengan dan genggaman tanganku ??”
Whahaahahahaaa…… sialan ni anak…!!!

Dengan wajah pucat tirta bilang “Makanya, besok lagi kalo pake baju ga usah deh yang aneh-aneh !! rambut juga dikuncit aja jangan di gerai gitu! Bikin emosi tau !!!”
Hahahahaaa…. Ni anak ngaco juga ya.

Malam semakin larut dan kita semakin hanyut…bercanda, tertawa, saling mengenal satu sama lain, tanpa kurasakan kantuk sedikitpun…(mungkin karna tadi sore dah tidur lama kali ya) hehehe…

Bersambung…




Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 2 komentar ke “Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 23 )
epulkatama on Jumat, 08 Februari 2013 11.29.00 WIB mengatakan...

keren kang,,, buku-buku nya juga, saya pengen beli tapi belum punya dana hehe, saya juga lagi bikin buku, doain ya kang suapaya cepet jadi, nanti kita bisa tukeran buku... hehe

Tarjum on Jumat, 08 Februari 2013 13.25.00 WIB mengatakan...

kang Epulkatama, makasih udah mampir ke blog saya. makasih juga atas apresiasinya. semoga bukunya cepat selesai dan segera terbit. ditunggu kabar baiknya :D

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial