Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 30 )

    

Oleh Tresya Agnashila

Aku yang masih berdiri menata piring dan sendok, tiba-tiba dipeluknya dari belakang.

Badanku yang bisa dibilang cukup kecil dibanding dengan badan tirta, penuh masuk habis dalam pelukannya.

Dengan nada yang sangat tulus, tirta berbisik ke telingaku, “Makasih ya sayang…..”

Dag dig dug dag dig dug….. ini pertama kalinya hatiku berdetak kencang hingga tak ada ritmenya bahkan mau copot. Badanku panas banget dan tanganku jadi gemetaran. Bertahun-tahun aku hidup bersama dia, tapi baru kali ini dia menjadi seromantis ini.

Taaa…Taaa… ternyata bisa juga kamu kayak gini... xiixxiixi..

Masih dengan gemetar dan degupan jantungku, tiba-tiba Tirta mencium pipiku, lalu dia tersenyum mengejekku, “Kenapa? Kaget ya… hehehe”

Aku langsung memukul kepalanya dengan sendok di tanganku, “Kaget palalo!!!”
Padahal emang kaget n udah malu banget...hahahaahaha..

Kemudian tirta duduk di sebelahku dan memakan lahap masakanku..enak banget, banyak daun kemanginya, papa pasti suka… pudingnya juga kayaknya seger tu.. banyak nanasnya, mama suka tu… aku senang, hasil masakanku disukai oleh tirta… seperti apapun besok, yang pasti aku sudah berusaha berikan yang terbaik untuk orang tuanya.

Selesai makan, tirta mengajakku untuk bertanding PS… ya…akhirnya kita bertanding memainkan game taken. Kita pukul-pukulan..dan yang bikin seru, saat kita memukul atau terpukul kita menjerit kesakitan seolah kita benar-benar terpukul..hahaha..seru banget deh, heboh pokoknya kalo ada tirta.

Pagi datang, belum sampai subuh aku sudah terbangun… jujur, semalem aku ngga bisa tidur kepikiran gimana besok ketemu dengan mama papanya tirta… aku gugup, aku teringat dengan masa laluku..ketika aku berada ditengah-tengah keluarga mas doni.. kehangatan dan kenyamanan yang mereka berikan, yang ternyata semua itu palsu.. tapi aku berfikir kembali, tirta bukan orang seperti itu..semoga saja.. dan keluarganya, juga sepertinya tak seperti itu.

Subuh datang, aku sudah selesai mandi…tirta masih tidur dengan pulasnya didepan tv…

“Ta…. Ayo bangun… ayo berangkat ta….”

Tirta sama sekali tak memperdulikanku dan tambah erat memeluk gulingnya…

“Tirtaaa…ayo ta…cepetan bangun trus berangkat….”

Aku memintanya bangun seperti anak kecil yang mengajak papanya untuk pergi ke taman bermain.

Tirtaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ! aku goyang-goyangin badannya, tarik selimutnya, teriak dikupingnya, cubit-cubit perutnya..tetep aja ni bocah nggak bangun-bangun !!!
“Ahaaa…aku punya ide, sejenak aku biarkan dia tenang setelah mendapat guncangan hebat dariku, dan kemudian…
“mwach….” Aku cium pipinya.

Dia masih memejamkan mata, tapi nafasnya berhenti sesaat… aku tau dia sudah bangun dari tidurnya, tapi dia malu untuk membuka mata.
“Aaah..ya udah lah kalo nggak mau bangun, aku nggak jadi ikut aja…!”

T : “Hehehe…iya-iya…ayoook berangkat. Dasar anak kecil!”
Dia bangun tapi tak berani menatapku..dia langsung masuk kamar mandi dengan wajah malu-malu.

Diperjalanan, tirta nampak sangat gembira… lagu-lagu yang diputarnya juga lagu-lagu pop tentang cinta… sungguh tirta yang sangat manis…

Tak jauh dari kotaku, sekitar 3 jam perjalanan akhirnya kami sampai di kota tempat orang tua tirta tinggal… aku deg-deg an sih…tapi tirta terus menyakinkanku bahwa orang tuanya bukan orang yang sulit untuk dihadapi.

Sampailah kami disana…. Mamanya terlihat didepan pintu sudah menunggu kedatangan kami..sementara papanya, kulihat ada didepan garasi memakai celana pendek tanpa baju sedang mengotak-atik mobil jeep… owh, ternyata tirta seperti papanya,menyukai mobil-mobil jeep…

Kami turun dari mobil dan mamanya langsung berteriak kea rah kami…
“Lama banget sih sampenya, mampir kemana dulu tong!”

Haaaah, sontak aku kaget melihat sambutan mamanya… tong, emang nama anaknya tirtong ? wkwkwkwkw

Mamanya langsung datang ke arah kami, aku yang masih bingung tiba-tiba disapanya… ayoo masuk, biar otong yang bawa barang-barangnya…

“Hehe…iya tante”

“Kok tante ? mama donk…”

Buseeet, ni orang gaul & ceplas ceplos banget. Pantes aja kalo anaknya kayak gitu.wkwkwk… “iya mah…” aku tersenyum manis dengan kelegaan penuh dihatiku.

Sampai didalam, walaupun kita belum bertemu belum ada 1 jam, tapi mama dan papanya sudah sangat baaik padaku. Mereka cuek seperti tirta, tapi justru mereka menganggapku bukan orang baru..melainkan sudah menjadi bagian dari keluarganya.
Aku memberikan puding dan pepes buatanku, mereka senang dan mamanya langsung mencicipi pudingku…
Tirta dan papanya langsung sibuk di garasi mereka… mengotak atik mesin jeep yang entah mau dijadikan apa..
Sementara mamanya dan aku didalam ngobrol sambil menikmati sepotong puding buah yang sangat segar.. kami berbincang..

Mama : “Capek ya diperjalanan ?”

Me : “Engga kok mah.. udah biasa jalan jauh sama tirta…’

Mama : “Iya, tirta juga udah banyak cerita kok…”

Me : “Wah, cerita apa aja mah ?”

Mama : “Banyak lah… kalo diceritain sekarang nggak seru”

Me : “Hehehe…iya juga sih.. oh ya mah, kok tirta di panggil tong sih tadi “
Mama : Dengan puding yang masih memenuhi mulutnya mamanya tertawa “ hahaha…iya, si otong tu. Kamu panggil dia otong aja.. dia pasti marah-marah.”

Me : “Wkwkwkw…kok gitu mah ? emang knpa ?”

Mama : “Kecilnya tirta tu gendut banget… nih (sambil berjalan mengambil sesuatu dari rak buku) mama liatin foto-fotonya tirta waktu kecil….”

Hwahaahahaha…ternyata bener pemirsa, gendut banget perutnya buncit, wajahnya bulat, pipinya tembem, parah banget deh! ga nyangka banget gedhe nya bisa seganteng N semacho ini… hahahaha

Mamanya menceritakan masa kecil tirta…lucu banget, dulu dia seneng banget makan puding. Tapi puding coklat buatan mamanya..makanya badannya bisa segembul itu… hehehe.. trus waktu sekolah, kalo laper pas jam pelajaran, dia pasti nangis, minta pulang disuapin mamanya… hahaha… dasar si tirta, nggak nyangka banget euuuy…..

Mama kemudian memperlihatkan foto keluarga padaku, dari kakaknya, saudara-saudaranya, hingga album foto tirta dari kecil menginjak remaja dan menjadi seorang polisi… ternyata menjadi polisi adalah cita-citanya dari dulu.. dan dia berusaha untuk diet mati-matian agar tubuhnya bisa menjadi proposional… good job deh, diet dan usahanya berhasil dengan sangat sukses.

Aku heran…selama aku disana, tak sedikitpun mamanya menyinggung tentang hubunganku dengan tirta..dia hanya benar-benar menerimaku seperti menyambut kepulangan anaknya..dia tidak menanyakan asalku, pekerjaanku, orang tuaku, bahkan latar belakang pendidikanku… dia memandangku sebagai seorang wanita, yang kini ada disamping anak lelakinya.

Aku merasa nyaman dengan keadaan ini… aku merasa aku diterima dengan diriku apa adanya didepan matanya.

Malam pu tiba, kami makan malam sekeluarga… mereka santai banget, makan sambil menonton tv dan bercerita serta tertawa terbahak-bahak.. jauh dari kata formal, dan ini membuatku menjadi tak sadar sudah menghabiskan 2 piring nasi dan 1 mangkok penuh sayuran.. hahaha…enak banget makan ditengah-tengah kebersamaan ini..sungguh keluarga yang sempurna.

Malam hari… ketika papa mamanya sudah tertidur, tirta masih mengajakku berbincang di ruang keluarga… dia mengucapkan terima kasih yang tak ternilai karena aku sudah mau berkunjung dirumahnya dan masuk dalam keluarganya… dia senang aku nyaman berada disini.

Akupun begitu…aku bilang aku sangat senang bisa berada disini..keluarganya sangat santai, jauh dari yang aku bayangkan.

Kemudian dia sandarkan tubuhnya dipangkuanku… dia terlihat sangat manja sambil mengarahkan tanganku untuk membelai dadanya…. Dia memegang erat jemariku sambil memejamkan mata… dia tersenyum dalam redupnya malam ini… sungguh, aku merasa sangat dibutuhkan olehnya… aku merasa, dia sangat nyaman berada dipelukku.

Malam berlalu…dan aku masih saja membelainya… aku melihatknya sudah tidur terlelap…tapi aku masih saja ingin memanjakannya… kemudian tiba-tiba dia menghentikan tanganku…dengan mata yang masih tertutup, dia berkata.
“Tidurlah disampingku….”

“Haaah? tidur disini sama kamu ??? gila aja! ini rumah orang tuamu, apa kata mereka kalo besok pagi liat kita tidur bersama….”

“Percaya sama aku”

Aku melihat dia sudah tau segala sesuatu yang akan terjadi besok… aku juga sudah terlanjur percaya sama dia… dia orang yang sama sekali belum pernah membohongi/menyakitiku.

Kemudian tanpa ragu aku bersandar di sebelahnya… aku menatap langit-langit rumahnya.

Dia menggeserkan tubuhknya keatas, dan kemudian dia meraih kepalaku untuk ditidurkan dipeluknya… sungguh, tanpa kata-kata dia bisa membuatku merasakan cintanya… cintanya yang begitu dalam, mengharapkanku.

Kami tertidur… pulas sekali hingga fajar pun datang.

Pagi hari, pose tidur kami sudah tidak mirip di TV-TV… tirta sudah tengkurap di bawah kursi, dan jarakku sekita 2 meter darinya masih sangat nyaman memeluk bantal sofa…

Mamanya datang membangunkan kami….
“Bangun-bangun…ayo jalan-jalan… otoong ayo banguuun ! icha,,,ayo cepetan bangun “

Duuuh, malu maaaak…. Masa sih tidur pertamaku dirumah orang kayak gini. Udah bangun siang, posenya juga nggak karuan…duuuh, tengsin banget bo !!! hahaha

Pagi itu kami diajak jalan-jalan ke perkebunan papaya milik keluarga tirta… disana tak hanya pohon papaya, tapi ada juga pohon pisang, sirsat, markisa,dan buah delima… waaah, kebetulan ini lagi masa panen… buah-buahnya banyak banget, besar-besar dan segar-segar…

“Waaah, buahnya subur-subur ya kayak si Otong “ ledek ku kea rah tirta.

Tirta langsung melirikku dan mencubit lenganku…

Hahahaha…si otong nggak terima…


Bersambung…


Gambar Ilustrasi oleh Anindhita Lakshmi Soeriodipoero



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 4 komentar ke “Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 30 )
heppy riana on Selasa, 23 Juli 2013 20.42.00 WIB mengatakan...

makin gak sabar nunggu kelanjutannya,,, :), kalau ini nvel pasti udah aku beli :)

Tarjum on Rabu, 24 Juli 2013 07.42.00 WIB mengatakan...

Do'ain aja cerbung ini bisa diterbitkan jadi buku. sudah pernah dikirim ke penerbit tapi ditolak. saya akan kirim lagi ke beberapa penerbit, moga aja ada penerbit yang mau nerbitin naskah cerita yang menarik ini. Bahkan saya berharap naskah ini suatu saat bisa jadi cerita sinetron atau flm layar lebar :)

vHerdHian on Rabu, 24 Juli 2013 12.08.00 WIB mengatakan...

bahasa tulisan yang mudah dimengerti dan terlihat santai, www.sanggundah.com

heppy riana on Jumat, 26 Juli 2013 02.27.00 WIB mengatakan...

amin, semoga terwujud aja , klo menurut aku pribadi klo cerbung ini di jadikan novel , pasti bakal best saler , soalny ceritany menarik , bahsanya pun gak rumit. pasti bnyk remaja yang tertarik membacany , semoga cerbung ini bisa d terima oleh salah satu penerbit ,dan cepat di terbitkan menjadi novel .. :)

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial