Oleh : Tarjum
Saya akan berbagi sebuah pengalaman nyata dengan anda sekalian, semoga pengalaman biasa ini bermanfaat bagi anda, terutama bagi yang akan melamar pekerjaan atau yang sedang menunggu panggilan kerja.
Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan Garment Asing (Korea) dengan jumlah karyawan lebih kurang 4.800 orang. Tugas utama saya di HRD-GA bagian pelayanan kesehatan karyawan. Selain tugas utama ini saya juga membantu bagian rekrutmen karyawan baru. Maklum di perusahaan garmen ini tingkat keluar-masuk karyawannya cukup tinggi. Pengalaman rekrutmen karyawan inilah yang akan saya sharing dengan anda sekalian. Silakan simak ceritanya.
Pagi itu sekitar jam 8 pagi, seperti biasa saya dan seorang rekan bagian rekrutmen sudah siap di ruang rekrutmen karyawan. Di ruangan itu sudah berkumpul sekitar 30-an orang pelamar pria dan wanita. Hari itu kami akan merekrut karyawan baru untuk bagian operator sewing (jahit). Tahap pertama seleksi, kami memeriksa kelangkapan dokumen pelamar. Dari sekitar 30 orang pelamar, yang lolos seleksi awal kelangkapan dokumen sekitar 20 orang, sisanya harus pulang karena dokumen lamarannya kurang lengkap dan ada beberapa dokumen yang kadaluwarsa. 20 orang pelamar yang lolos seleksi kami bagi menjadi 2 kelompok dan akan dikirim ke dua factory sesuai permintaan bagian produksi untuk menjalani tes kemampuan menjahit.
Kami berbagi tugas, teman saya mengantarkan pelamar ke factory 1, sedangkan saya mengantarkan pelamar ke factory 2. Saya mengantarkan 6 orang pelamar pria untuk bagian sewing. Sesampainya di pintu masuk factory saya meminta bantuan seorang supervisor untuk memanggilkan manager bagian sewing. Tak lama berselang dengan langkah cepat sang Manager Sewing, kami memanggilanya Miss Yen (seorang wanita Korea), datang menghampiri saya. Dia memperhatikan dengan seksama keenam orang pelamar yang berdiri disamping saya. Miss Yen melalui HT yang dibawannya, sepertinya dia memanggil rekannya. Tak lama kemudian datang Manager bagian QC (quality control), juga seorang wanita Korea. Sambil berbincang dengan rekanya, sang Manager QC memperhatikan keenam pelamar yang tampak gugup dan kikuk. Manager QC menunjuk 2 orang pelamar untuk mengikutinya menjalani tes. Saya agak heran, karena tadinya keenam orang pelamar itu akan menjalani tes sewing, tapi sekarang diminta oleh manager QC untuk menjalani tes QC. 4 orang pelamar sisanya dibawa Miss Yen untuk tes sewing.
Sejak awal saya memperhatikan kedua orang pelamar yang dibawa manager QC tadi, penampilannya memang berbeda dengan sebagian pelamar pria lainnya. Kedua pria ini penampilannya paling rapi dan tampak lebih meyakinkan. Raut wajahnya tampak segar, rambutnya disisir rapi. Kedua orang ini juga mengenakan baju, celana dan sepatu yang tampak bersih dan rapi. Berbeda dengan keempat rekan pelamar lainnya yang penampilannya asal-asalan dan tampak kurang meyakinkan.
Dari pengamatan sekilas dan dari peristiwa yang saya saksikan itu, saya mengambil sebuah kesimpulan, walaupun sang manager QC, belum mengetahui kemampuan teknis kedua orang pelamar tadi (karena memang belum dites), namun penampilan kedua orang tersebut yang sangat meyakinkan telah menarik perhatian sang manager. Seperti bunyi sebuah iklan, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserang anda,,,,” Jadi tidak keliru jika di dunia bisnis penamlilan itu memang sangat penting, karena yang akan terlihat pertama kali dari seseorang adalah penampilannya, setelah itu baru akan terlihat keahlian atau skilnya. Kedua orang pertama tadi telah membuktikannya. Hasil tesnya? Kedua orang pelamar yang penampilannya meyakinkan tadi, lulus! sedangkan empat orang pelamar lainya harus pulang dengan rasa kecewa karena tidak lulus tes.
Saat mewawancara pelamar, saya sering mendengar pernyataan karyawan seperti ini, “Yang penting kan kemampuan kerjanya Pak, bukan penampilan atau kelangkapan persyaratannya?” Benar, keahlian atau kemampuan teknis memang penting, tapi penampilan juga tak kalah penting. Karena penampilan mencerminkan kepridian dan karakter seseorang. Jika penampilannya asal-asalan bagaimana kami yakin si pelamar akan bekerja baik dan sungguh-sungguh nantinya. Dari serangkaian seleksi dan test yang harus dilalui seorang pelamar, yang pertama terlihat jelas adalah penampilan fisiknya. Penampilan meyakinkan dari seorang pelamar akan menjadi nilai tambah baginya dibanding pelamar lain, artinya si pelamar sudah unggul selangkah dari pelamar lain.
Dari kisah di atas, sebagai tim rekrutmen karyawan baru, pesan saya untuk siapa saja yang mau melamar pekerjaan (tanpa maksud menggurui), apa pun jenis pekerjaan yang akan dilamar, tolong perhatikan PENAMPILAN ANDA ! Saat anda melamar suatu pekerjaan, pada dasarnya anda sedang ‘menjual’ diri anda, menjual penampilan dan keahlian anda. Tampillah dengan wajah segar, ceria, semangat dan percaya diri. Sisir rambut anda serapih mungkin, kalau perlu cukur dulu rambut anda agar tampak lebih rapih dan bersih. Pakailah pakaian terbaik yang anda miliki, pakaian yang bersih rapih dan licin. Jangan lupa gunakan sepatu yang bersih dan sudah disemir mengkilat. Tapi, tentu saja jangan berlebihan.
Setelah penampilan anda oke, periksa kelengkapan dokumen lamaran anda dengan teliti dan pastikan tak ada dokumen yang kadaluwarsa. Jika penampilan anda meyakinkan dan dokumen lamaran anda lengkap, anda akan lebih percaya diri saat menghadapi tim rekrutmen, dan itu menjadi nilai lebih bagi anda.
Selamat melamar pekerjaan dan semoga sukses,
Image by : lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/
Artikel Terkait:
Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.
Komentar :
terima kasih, sangar berguna buat saya...
Posting Komentar
Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)