Oleh : Tarjum
Pengunjung yang budiman, sebelumnya saya mohon maaf, saya tidak bermaksud menggurui apalagi sok tahu, anggaplah apa yang saya sampaikan ini sekedar saran dari seorang teman.

Orang-orang yang mengalami gangguan mental adalah orang-orang yang bermental kuat, mengapa? Bukankah Tuhan tidak akan menguji seseorang melebihi batas kekuatannya? Tuhan lebih tahu tentang diri Anda dibanding Anda sendiri, Tuhan tahu betul batas kekuatan fisik dan mental Anda. Tuhan tidak akan menguji Anda dengan derita batin yang berat, jika Tuhan menganggap Anda tidak akan mampu mengatasinya. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan apa pun bagi seseorang yang mengalami derita jiwa untuk merasa malu, merasa diri lemah atau bahkan hina. Anda setuju dengan pendapat saya ini?
Tidak mudah memang mengatasi gangguan jiwa, tidak mudah meredakan gejolak batin kita sendiri. Tetapi bukan berarti derita jiwa tak bisa diatasi. Memang, butuh usaha keras, kesabaran dan semangat pantang menyerah untuk mengatasi derita jiwa. Tapi saya yakin, derita batin yang anda alami akan membuat anda semakin tahu dan mengenali siapa diri anda yang sebenarnya. Jika anda mampu mengatasi semua ujian berat itu, anda akan menjadi pribadi yang tangguh luar dalam, tangguh fisik dan mental, percayalah!
Pergulatan mengatasi derita batin adalah perang berat melawan pikiran-pikiran negatif diri anda sendiri. Hanya ada dua pilihan bagi anda: menyerah dan kalah atau bangkit, melawan dan memenangkan perang.
Jika anda membutuhkan bantuan. Jangan malu untuk memohon bantuan dan pertolongan. Dan Jika anda mampu membantu, jangan segan mengulurkan tangan, membantu yang membutuhkan. Saat anda berhasil membantu seseorang mengatasi masalahnya, anda akan merasakan kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan materi. Kepuasan batin (menurut saya) merupakan salah satu obat mujarab untuk menyembuhkan derita jiwa. Saat anda menolong atau membantu orang lain, hakikatnya anda juga membantu diri anda sendiri.
Problem kejiwaan memang sangat komplek dan rumit. Mengobati gangguan jiwa tidak semudah mengobati gangguan fisik. Gangguan jiwa tidak bisa dideteksi hanya dengan panca indera, Bahkan dengan peralatan kedokteran yang canggih sekalipun. Hanya si penderitanya sendiri yang bisa merasakan betapa pedih dan tersiksanya jiwa. Lebih berat lagi jika orang-oang di sekitar anda (anak, istri, saudara kerabat, teman atau sahabat) tidak mengerti apa yang anda rasakan. Namun, masalah seberat apa pun pasti ada jalan keluarnya. Setiap penyakit pasti ada obatnya, hanya mungkin anda belum menemukannya.
Jika Anda sudah berusaha semampu anda untuk mengatasi derita batin yang anda alami, diantaranya mungkin dengan membaca buku-buku psikologi dan buku-buku self help, konsultasi dengan psikolog atau psikiater, teruskan saja! Namun, terapi pikiran saja tidak cukup, selain mengubah sikap dan keyakinan-keyakinan kita yang keliru, yang lebih penting adalah mempraktikan apa-apa yang kita pelajari. Contoh: Jika anda takut dan malu berbicara di depan umum, maka selain merubah keyakinan bahwa berbicara di depan umum bukan sesuatu yang menakutkan, anda juga (jika ada kesempatan) harus berani mencoba berbicara di depan umum. Dan praktik nyata seperti itu tidak cukup hanya dilakukan sekali dua kali, tetapi berulang kali sampai anda tidak takut lagi—paling tidak sedikit berani—berbicara di depan umum.
Tidak mudah memang untuk melakukan semua itu, saya juga pernah merasakannya. Untuk melakukan tindakan yang menantang pikiran-pikiran negatif kita sendiri—yang telah tertanam begitu lama dan kuat—butuh tekad kuat, kemauan dan yang terpenting keberanian untuk bertindak. Berani dalam arti tidak takut diejek, diolok-olok, dihina dan ditertawakan jika kita gagal melakukannya. Tapi jika anda berhasil melakukan apa yang selama ini sangat anda takuti, anda akan merasakan kepuasan batin tersendiri. Kenyataan (menurut pengalaman saya), tidak seseram seperti yang kita bayangkan.
Seorang praktisi kesehatan mental mengatakan, “Jika anda takut gagal, maka anda memerlukan pengalaman gagal sebayak-banyaknya sampai rasa takut gagal itu hilang”. Saya sudah mencoba mempraktikkannya, hasilnya ternyata sangat positif. Kegagalan-kegagalan yang saya alami, membuat ketakutan saya berkurang. Bahkan saat saya gagal sekalipun, saya tidak merasa tertekan. Ternyata walaupun kita gagal dan mungkin ditertawakan atau diejek orang, toh ternyata dunia tidak kiamat.
Jika sekarang anda merasa malas dan putus asa, itu wajar dan manusiawi. Tapi jangan biarkan keputusasaan menguasai pikiran anda. Buang jauh-jauh kemalasan dan keputusasaan. Semua itu adalah musuh terbesar dalam diri Anda. Menyerah berarti kalah! Anda harus bangkit, melawan sampai akhirnya memenangkan “perang berat” ini.
Selain berusaha, jangan lupa berdo`a, memohon kepada Tuhan. Dekatkan diri kepada-Nya, maka anda akan merasakan ketenangan dan kedamaian jiwa. Tuhan mendengar do`a-do`a anda. Kalaupun Tuhan (menurut angapan anda) belum mengabulkan do`a anda, mungkin Tuhan punya maksud lain. Tuhan maha tahu tentang diri anda dibanding anda sendiri. Jangan sekali-kali berburuk sangka kepada-Nya. Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuannya.
Saya senang, jika melalui blog ini, saya bisa membantu mengatasi masalah-masalah kejiwaan yang sedang anda hadapi. Jika saat ini anda membutuhkan dukungan dan bantuan, mudah-mudahan suatu saat nanti jika kondisi kejiwaan anda sudah pulih, anda bisa membantu orang lain yang mengalami masalah kejiwaan.
Demikian sedikit saran saya, mudah-mudahan apa yang saya sampaikan di blog ini bisa bermanfaat bagi anda sekalian. Sekali lagi pesan saya, “Jangan sekali-kali menyerah”.
Foto by : flickr.com/photos
Artikel Terkait:
curhat inspirasi
- Inspirasi dari Gadis Mungil dengan Down Sindrom
- Hati-Hati dengan “Sang Pencuri Impian”
- 5 Tips Rahasia Awet Muda, Cantik dan Menawan
- Solusi Holistik Pemulihan Depresi & Bipolar
- Cinta yang Luar Biasa Seorang Ayah kepada Anak Angkatnya
- Pengamen Nyentrik di Markas Polres Subang
- Inilah Cinta yang Sederhana dan Apa Adanya
- Apa kata Krisna jika Melihat Kisah Cinta Rais dan Risna?
- Banyak “Tongki” Masuk ke Desa Kami
- Pakwi, Pelukis Wayang Peraih MURI
- Jika Engkau Sibuk Mengurus Kebaikan bagi Orang lain, Tuhan yang akan Mengurus Kepentinganmu
- Inpirasi dari film “Mongol”, True Story Genghis Khan
- Hana Madness dan Kreasi Bipolar
- Tanggung Jawab dan Keberanian yang Luar Biasa Dua Ekor Semut Pemimpin
- Sahabat yang Unik dan Langka
- Guruku Teladanku
- Cemas, Takut dan Bimbang Terhadap Diri-Sendiri, Bagaimana Solusinya?
- Jika Mau Melamar Sang Kekasih, Apa yang Akan Anda Katakan Kepada Calon Mertua?
- Do'a dan Renungan
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Gabriel Muniz, Bocah Tanpa Kaki yang Punya Talenta Luar Biasa
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Salahkah Aku di Lahirkan ke Dunia ini?
- Rencana “Gowes Sepeda Jakarta-Magelang” dalam Rangka Hari Kesehatan Jiwa
- “Man Jadda Wajada!” Mantra 'Sakti' dari Pesantren
curhat solusi
- DETOX, Cara Cepat Buang Racun dari Tubuh
- Blog Curhatkita: Semua Informasi dan Layanan Gratis! Kecuali…
- Satu Langkah Sederhana Mengatasi Kesulitan Bergaul
- Perselingkuhan, Bagaimana Mencegah dan Mengakhirinya?
- "Lakshmi Si Tanpa Obat"
- Jika Kekasih atau Pasangan Anda Acuh Tak Acuh, Bagaimana Menyikapinya?
- Membebaskan Diri dari Belenggu Bipolar dengan Harapan, Keyakinan dan Tindakan
- Jika Mau Melamar Sang Kekasih, Apa yang Akan Anda Katakan Kepada Calon Mertua?
- Salahkah Aku di Lahirkan ke Dunia ini?
- 3 Kunci Penting yang Tak Boleh Diabaikan ODMK Ketika Menjalani Terapi Pemulihan agar Hasilnya Optimal
- Jangan Biarkan Kesulitan Hidup Membuat Anda Terfuruk, Sebaliknya Harus Membuat Anda Lebih Tangguh
- Jangan Mengatakan, “Aku Tidak Mampu! Aku Bodoh!” Jangan Pernah!
- Bagaimana Menanggapi Sikap Negatif Orang-orang Terdekat Terhadap Gangguan Jiwa Anda?
- Satu Kunci Penting yang Sering Dilupakan oleh Pasangan Suami Istri Saat Mengarungi Bahtera Rumah Tangga
- Bagaimana Membangkitkan Gairah dan Semangat dengan Musik?
- Jangan Biarkan Stigma Negatif Gangguan Jiwa Mendikte Kita
- Antara Atlet dan ODB
- Saling Berbagi untuk Mencari Solusi Terbaik Penanganan Gangguan Bipolar
- Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur
- Pelajaran Berharga dari Seorang President Director
- Bagaimana Meyakinkan Orang Terdekat tentang Kondisi Psikologis yang Anda Alami?
- Tanya-Jawab Tentang Bipolar di Inbox Facebook
- 3 Kata Sederhana yang Akan Membuat Anda Menjadi Pemenang
- Apakah Bisa Mengontrol Bipolar Tanpa Obat?
- Bagaimana Menyikapi Masalah dan Menemukan Makna Dibaliknya?
curhatku
- Menjalani Proses Pengobatan dan Pemulihan Gangguan Jiwa, Butuh Keyakinan dan Kesabaran
- Mengapa dan Bagaimana Dia Jadi Tongki?
- Banyak “Tongki” Masuk ke Desa Kami
- Tanggung Jawab dan Keberanian yang Luar Biasa Dua Ekor Semut Pemimpin
- Sahabat yang Unik dan Langka
- Di Ujung Senja Menanti Sang Kekasih
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Kenangan Indah di Tangkuban Perahu dengan Teman, Kekasih dan Anak Istri
- Tuhan Kadang Mengabulkan Do'a Kita dengan Cara yang “Unik” dan Tak Pernah Terbayangkan
- Rekaman Wawancara Tentang Bipolar Dengan Penyiar Radio Nederland Wereldomroep (RNW)
- Ada Apa di Tahun Baru 2012?
- Indah dan Uniknya Persahabatan di Dunia Maya
- Testimoni
- Selamat Idul Fitri 1432 H
- Hanya Dalam 6 jam Kehilangan 2 Penopang Hidup Keluarga
- Antara Atlet dan ODB
- Jangan Takut untuk Mencintai, Seseorang sedang Menunggu Kedatangan Anda
- Sahabat, Tapi juga Musuh Dalam Selimut yang Lambat Aku Kenali
- Saling Berbagi untuk Mencari Solusi Terbaik Penanganan Gangguan Bipolar
- Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur
- Jangan Hanya Mencari Obat, Tapi Cari Dulu Sang Pemilik Obat!
- Pengorbanan Cinta
- Luapan Semangat dan Gairah yang Saya Alami, Bukan Manik!
- Komentar dan Saran dari Teman Facebooker dan Blogger
Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.
Komentar :
Salut dan terima kasih atas sharingnya, saya pernah mengalaminya dan memang berat sekali. Tapi toh berkat doa dan dukungan keluarga semua bisa saya lewati,
Terima kasih atas apresiasi positifnya. Paradigma negatif terhadap penyakit kejiwaan masih sangat kuat, perlu usaha-usaha keras bersama kita semua untuk menghapusnya, paling tidak meminimalisirnya.
Tulisan yang bagus, dan semoga saya juga mampu untuk mencapai kestabilan jiwa. Amin. Terima kasih banyak.
Sy setuju sgt dgn pendapat sudara tentang Tuhan tidak menguji hambanya melainkan Tuhan sudah mengetahui setakat mana kemampuan hambanya..Penulisan saudara memberi sedikit kekuatan pd sy.terima kasih.
bagi kita yang mengerti mana yang benar dan salah, mungkin terasa lumayan mudah melewati masa-masa sulit dimana perasaan malu, takut, senang, sedih, cemas, dan panik melanda.
Posting Komentar
Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)