Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Enaknya Jadi Manusia Yang Terlahir Sempurna

    

Oleh : Wawan

Hampir sebulan yang lalu saya mengikuti ujian psikotes di kantor yayasan pusat. Ujian ini dilakukan sebagai syarat agar dapat diangkat menjadi karyawan tetap yayasan. Jika diangkat menjadi guru/karyawan tetap, maka ada fasilitas gaji dengan kenaikan berkala, fasilitas subsidi tunjangan kesehatan (restitusi) dan tentu saja fasilitas dana pensiun.

Perlu diketahui bahwa saya adalah seorang laki-laki yang memiliki organ tubuh yang lengkap. Namun saya memiliki sedikit kekurangan, yaitu tidak mampu berbicara secara jelas. Kadang lidah terasa sangatttttttt kelu, sehingga saya sendiri sampai merasa bahwa omongan saya tak jelas. Tangan kiri saya juga tidak berfungsi secara 100% optimal. Kadang jari-jari terasa kaku.

Dalam psikotes, yang dilakukan oleh unit pelayanan Universitas Sugiyopranoto, ada sesi wawancara. Tentu saja yang mewawancarai adalah psikolog.

Tau nggak apa yang ditanyakan pada menit-menit awal wawancara. Saya langsung diberondong dengan pertanyaan mengenai alat komunikasi oral saya. Demikian juga dengan tangan kiri saya. Huhhhhhhh sangat tidak fair. Mengapa mereka hanya memandang kelemahan saya.

Tentu saja hasilnya sudah dapat pembaca ketahui: saya gagal. Oh ya, ada lagi satu tambahan. Dalam tes tersebut ada ujian mengarang dengan tulisan tangan. Soal isi karangan, jangan tanya. Begini-begini saya nyambi jadi wartawan majalah rohani. Bahkan, kalau mau, saya bisa menjadi pemred. Saya pernah ditawari memang. Namun saya tolak karena saya mengutamakan pekerjaan saya sebagai karyawan. Kembali ke soal tulis menulis, masalahnya tulisan tangan saya tidaklah baik, bisa dikatakan bagai sandi rumput.

Yang menjadi persoalan adalah ini: saya sudah menjadi karyawan honorer selama tiga tahun. Selama menjadi karyawan honorer, saya merasa telah melakukan hal-hal yang sudah sewajarnya saya lakukan. Saya belum pernah bolos, kecuali ijin sekitar empat hari (satu hari karena saudara menikah, dua hari karena ada panggilan wawancara ditempat lain). Tidak masuk karena sakit, belum pernah. Pokoknya semuanya saya lakukan, katakan, di atas rata-rata guru karyawan di tempat saya. Dan ini semua tidak mampu menolong nasib saya ketika maju tes agar bisa diangkat menjadi karyawan tetap.

Di tengah kekesalan ini, muncul satu pemikiran saya. Mengapa orang-orang yang dikaruniai fisik yang lebih baik dari saya (saya bukannya nglokro, saya masih bersyukur dikaruniai bakat menulis dan kesehatan yang optimal beberapa tahun belakangan ini) ternyata menyia-nyiakan karunianya.

Di Gereja paroki saya, saat ini saya ditunjuk menduduki posisi Tim Kerja Komunikasi Sosial (Komsos). Saya kadang merenung, mengapa saya? Mengapa bukan orang lain yang mampu berbicara dengan lebih sempurna di banding saya. Kadang saya bertanya dalam hati demikian.

Kadang saya membayangkan berkata kepada seseorang yang fisiknya lebih sempurna (seperti para motivator yang nongol di TV), “Jika fisik saya sesempurna Anda, saya bisa jauh lebih sukses dibanding Anda.”

Kepada Anda, para pembaca yth, yang fisiknya sempurna, saya menantang Anda: Jika saya, dengan segala kelemahan, bisa menjadi seperti ini (menjadi karyawan, punya usaha kecil-kecilan di rumah, jadi wartawan lepas), maka Anda yang secara fisik sempurna, seharusnya bisa lebih baik dari saya.

Kepada Anda, para pembaca yth, yang fisknya kurang sempurna, saya mendorong Anda supaya berani bersaing dengan rekan-rekan yang menikmati kesempurnaan. Temukan keahlian Anda, kembangkan kelebihan Anda, dan kalahkan mereka yang sempurna.

Ingat, fisikawan Stephan Hawking yang tubuhnya hancur akibat kelainan. Ia tetap berkarya meski tubuhnya sedemikian lemah. Namun ia tetap menjadi fisikawan nomor satu yang saat ini masih hidup.

Jadi jangan patah semangat meski tubuhmu tak sempurna.


Sumber : www.wikimu.com

Image by : www.hipnotrapi.asia


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 3 komentar ke “Enaknya Jadi Manusia Yang Terlahir Sempurna”
Neng Keke on Minggu, 15 Maret 2009 09.33.00 WIB mengatakan...

Aduh buset!!! Hari gini masih aja psiko test psiko test-an???

Next time better ya... :)

The_JaeV on Rabu, 20 Mei 2009 08.57.00 WIB mengatakan...

lam knal numpang copy gambarnya

Neti Sofyana Sari on Jumat, 04 September 2009 11.50.00 WIB mengatakan...

salam kenal...ya kusenang bacnya...

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial