Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Orang Dekat

    

Pengalaman Pribadi

Oleh : Yak

Dia temen ane. Cewek, ramah, kocak, berani, jago ngomong, asik dijadiin temen deh pokoknya.
Ane satu ekskul pas SMP, di PMR, taun 2006 dulu. Kita sama-sama aktif, sama-sama jadi pengurus organisasi di angkatan 18, waktu itu. Dia jadi wakil ketua, ane jadi bendahara 2.

Kira-kira seminggu sebelum turun jabatan, dia minta uang kas ke ane untuk beli perlengkapan UKS sebagai penginggalan buat angkatan 19. Ane kasih sejumlah uang buat beli ntu perlengkapan. Lumayan tuh jumlahnya, hasil tabungan uang kas berbulan-bulan. Dia en temen ane yang beli, ane ga bisa ikut, harus ngebuat LPJ Bendahara buat acara Sertijab.

Pas besoknya di sekolah, ane minta laporan belanja, bukti, sama uang kembaliannya. Semua dia kasih kecuali uang kembalinya. Dia bilang, uangnya ketinggalan di rumah. Ane percaya, dia temen deket ane, emang agak pelupa orangnya.

Hari besoknya, sampai hari pertanggungjawaban tiba, dia belum juga ngasih uang kembaliannya. Sementara ane talangin dulu uang kasnya untuk diserahin ke angkatan 19. Ga banyak temen lain yang tau masalah ini. Ane turun jabatan, angkatan 18 lengser.

Waktu berlalu, ane en kawan-kawan seangkatan mulai sibuk buat persiapan UN. Ane agak jarang ketemu temen ane ntu, dia juga kayaknya ngehindar dari ane. Tiap ane tagih "utangnya", dia selalu jawab, "Wah, gw lupa. Duitnya ketinggalan di rumah gw, besok aja deh ya!!"
Lama-lama ane capek juga kan nagihnya, bete. Ane curiga uangnya kepake (atau dipeke?) sama dia. Sabar aja ane sih mikirnya, ane tau juga dia agak susah kalo masalah ekonomi begini.

Gak jarang kita papasan pas di sekolah, dia pura-pura ga ngeliat ane, pura-pura sibuk ngobrol sama temennya. Suwer!! Ga enak banget rasanya, ane pikir dia orangnya jujur, bertanggungjawablah seenggaknya. Ane udah percaya sama dia. Enyak-babeh ane juga udah kenal sama dia gara-gara dia sering maen ke rumah. Sekarang dia udah ga berani maen ke rumah ane lagi.

Mana ilmu organisasi yang kemaren?
Mana pertanggungjawabannya?
Mana nilai kepercayaan antartemannya?? Dianya juga kayak ga ada perasaan bersalah gitu, ga minta maaf, atau jujurlah minimal. Bilang kalo uangnya ialng, atau kepake. Kalo ngomongnya baek-baek kan enak. Ga ada salah paham. Ane ngerasa dikhianati, diboongin. Biar begitu, ane tetep nganggep dia temen, temen jauh, tingkat kepercayaan ane udah turun banget ke dianya.

Beberapa minggu lalu, ane ketemu dia di Mall. Basa-basi doang nih, ane tanya, "Sekolah dimana lw sekarang?"
Dia jawab," Gw mah udah kagak sekolah lagi.."
Dia langsung pergi, mungkin dia udah kerja sekarang..

Ane mikir, mungkin dia ga ada biaya buat sekolah lagi. Alasan yang sama kayak kasus "uang kas" dulu. Ane jadi inget masalah itu lagi. Kenapa dia ga jujur aja sih? Orang yang selama ini ane anggep "orang dekat" ternyata ga ngehargain ane. Mahal banget harga kepercayaan itu, tapi pahit yang ane rasa.

Sekarang kalo adek/abang ane yang ikut organisasi juga punya urusan "pinjem-meminjen-uang" sama temennya, enyak ane langsung waspada. Takut kasus ane keulang lagi.

Yah, tentu ga semua orang kayak gitu. Tapi ga rugi juga kalo kita lebih waspada. Daripada nyesel belakangan kan?? Rasanya sungguh ga enak..

Yak
Blog : http://yakurai.blogsome.com


logo sivalintar


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 7 komentar ke “Orang Dekat”
nanda on Selasa, 04 Agustus 2009 04.14.00 WIB mengatakan...

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Astaghfirullah, aku tidak tahu harus mengetik apa karena takut salah ketik. Dimohon untuk meninggalkan komentar pada link yang telah diberikan.

Terimakasih atas perhatiannya. Wabillahi Taufik Wal Hidayah. Maaf merepotkan.

princessBOCIL... on Selasa, 04 Agustus 2009 17.07.00 WIB mengatakan...

haha . .
yak (disini manggilnya gitu aja yaa . .), sabar yaa . .
kalo mang dy yang salah, biar allah yang bales . kamunya santai-santai aja .
tapi gak ada salahnya juga untuk lebih berhati-hati. jangan cepet percaya ma orang

Firyan on Rabu, 05 Agustus 2009 20.56.00 WIB mengatakan...

setuju... harus diambil hikmahnya bukan hanya diinget orangnya...

nanda on Rabu, 05 Agustus 2009 21.29.00 WIB mengatakan...

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Maaf ganggu.

Menurut pendekatan nanda, Yak harus dapat menahan emosi. Yak tidak dapat mengeluarkan emosi secara langsung kepada Teman dari Yak. Allah telah menciptakan sesuatu dengan adil.

Disamping itu, hikmah yang dapat diambil adalah perlunya menjaga kewaspadaan. Hikmah dapat lahir dari suatu perbuatan yang bersifat kebetulan.

Maaf jika nanda salah ketik. Terimakasih.

yak on Kamis, 06 Agustus 2009 03.02.00 WIB mengatakan...

hmm, terima kasih ya Kawan!!
kalian peduli!!
terima kasih saran+tanggapannya.. :D

thetrue05 on Sabtu, 08 Agustus 2009 17.19.00 WIB mengatakan...

assalamu'alaikum ..
waaaw ...kerenn ...
cie" ....

nanda on Senin, 10 Agustus 2009 16.45.00 WIB mengatakan...

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Maaf ganggu. Berdasarkan pendekatan nanda, kejujuran bernilai sebesar bukan bilangan. Bukan bilangan merupakan harga yang sangat tinggi atau besar dan tidak dapat diketahui secara pasti. Kejujuran harus selalu diterapkan, walau hasil yang diperoleh tidak sebagus yang diperkirakan sebelumnya.

Maaf jika nanda sok tau. Maaf merepotkan. Maaf jika nanda salah ketik.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial