Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Apa Sebenarnya Penyebab Kemarahan, Kekecewaan atau Dendam? (Bagian-1)

    

Oleh : Tarjum

Dari beberapa curhat yang masuk via email, forum curhat, facebook atau telepon, saya merasakan ada rasa kemarahan, kekesalan, kekecewaan mendalam, bahkan dendam kepada seseorang yang dianggap telah membuat mereka kecewa, sakit hati bahkan menderita secara fisik dan psikis. Bahkan ada yang karena saking sakit hati dan dendamnya kepada seseorang, dia berharap orang yang telah menyakitinya lenyap dari dunia ini atau dia yang lenyap dari dunia. Dia sampai pernah mencoba bunuh diri karena sakit hati dan kekecewaan yang mandalam.

Kemarahan, kekecewaan dan sakit hati memang sesuatu yang wajar dan manusiawi. Setiap orang pasti pernah merasakannya. Namun menjadi tidak wajar jika perasaan itu berlebihan. Lalu, apa sebenarnya penyebab kekecewaan, kemarahan, sakit hati, dendam dan gangguan-gangguan emosi lainnya. Hal ini akan coba kita gali dan telusuri. Benarkah penyebab semua gangguan emosi itu karena suatu peristiwa atau tindakan seseorang? Sekilas sepertinya ya! Tapi ternyata bukan itu penyebab sebenarnya! Lalu apa? Silakan simak dengan seksama artikel di bawah ini.

Sementara praktisi psikoanalitik berusaha untuk mencari letak sumber gangguan emosi dalam kaitanya dengan konflik masa kanak-kanak terhadap figur orang tua, baru-baru ini banyak psikoterapis telah mendukung model gangguan emosi manusia yang pertama kali dirancang dan dikembangkan oleh Dr Albert Ellis, seorang psikolog klinis Amerika di tahun 1955. Dikenal sebagai model gangguan emosi A-B-C, model ini membentuk inti dari sistem psikoterapi yang diciptakan oleh Ellis yang disebut Terapi Emotif Rasional, atau disingkat TER.
Menurut teori A-B-C, penderitaan mental tidak langsung diakibatkan oleh masalah-masalah yang menimpa kita tetapi dari pendapat irasional dan keliru yang kita miliki.

Gangguan emosional datang tidak dari peristiwa-peristiwa di dalam dunia nyata tetapi datang dari gagasan dan evaluasi yang tidak benar, terlalu menggeneralisasi dan irasional yang kita anut tentang peristiwa-peristiwa itu.
Pikiran Anda, perasaan Anda dan perilaku Anda semuanya saling berhubungan. Semuanya mempengaruhi satu sama lain.

Untuk membantu mengkonseptualisasikan masalah tertentu kita menggunakan model A-B-C sebagai suatu cara pendekatan terhadap kepribadian manusia dan gangguannya.

A adalah peristiwa atau pengalaman yang menghidupkan.
B adalah sistem kepercayaan individu.
C adalah emosi yang menjengkelkan dan perilaku yang merusak diri.
Mencakup perasaan individu atas ansietas atau depresi, ketidakberhargaan dan lain-lain.

A tidak dapat menyebabkan atau menciptakan C, perasaan atau konsekwensi perilaku apapun. Karena jika menyebabkan, setiap orang yang ditolak, misalnya, akan merasakan reaksi emosional dan perilaku yang sama. C benar-benar disebabkan oleh sesuatu yang terjadi antara A dan C. Kita dapat menyebutnya B, sistem kepercayaan individu.

Anda dapat menganggap B sebagai suatu kumpulan nilai-nilai dan kepercayaan-kepercayaan inti yang Anda pegang tentang diri Anda sendiri dan dunia. Dan yang membentuk kerangka atau perangkat titik acuan di mana Anda secara kebiasaan menilai dan bereaksi terhadap peristiwa-peristiwa dan pengalaman-pengalaman yang terjadi di dunia.

Jadi untuk mengatasi kejengkelan dan mendapatkan kembali keseimbangan emosi, Anda perlu mengidentifikasi gagasan-gagasan yang keliru yang mengakibatkan perasaan terganggu dan kemudian menghilangkanya melalui penerapan logika dan akal sehat sampai Anda dapat meyakinkan diri Anda sendiri tentang irasionalitas gagasan Anda sebelumnya.
Asalkan Anda berperilaku sesuai dengan gagasan yang baru dan lebih rasional, emosi yang terganggu akan hilang dan digantikan dengan respons-respons yang lebih sehat dan pantas. (Sumber : Think Your Way to Happiness, Dr Windy Dryden & Jack Gordon.)

Sampai di sini apakah anda sudah bisa memahami apa sebenarnya penyebab gangguan emosi seperti marah, kecewa, sakit hati atau yang lainnya? Saya percaya anda sudah memahaminya. Tapi agar lebih jelas dan lebih mudah difahami, pada tulisan berikutnya akan saya jelaskan contoh kasusnya. Jadi silakan simak lanjutan artikel ini pada posting berikutnya.



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Apa Sebenarnya Penyebab Kemarahan, Kekecewaan atau Dendam? (Bagian-1)”

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial