Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Pribadi yang Merdeka

    

Oleh : Tarjum

Tanggal 17 Agustus, setiap tahun kita peringati sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Hari dimana para pemimpin pendahulu kita menyatakan secara lantang, tegas dan jelas kemerdekaan negeri dari belenggu penjajah. Di setiap penjuru negeri, dari pusat ibu kota negara, sudut-sudut kota besar dan kota kecil, pelosok-pelosok desa sampai daerah-daerah terpencil, merayakan hari kemerdekaan negeri tercinta dengan beragam cara dan gaya masing-masing.


Di tengah hiruk pikuk dan kemeriahan perayaan hari kemerdekaan, menyeruak sebuah pertanyaan, apakah kita benar-benar sudah merdeka? Apa dan bagaimana makna sebenarnya dari kemerdekaan? Makna merdeka mungkin sangat luas, merdeka secara politik, ekonomi, sosial, budaya atau merdeka secara individu. Kali ini, sesuai tema blog ini saya akan membahas sedikit tentang makna merdeka secara individu dari sisi psikologis.

Makna merdeka secara individu menurut seorang spiritualis adalah saat kita tak lagi terpengaruh oleh sikap, kata-kata dan tindakan orang lain. Menurut saya, ini adalah esensi kemerdekaan individu yang sebenarnya. Sesederhana itukah makna kemerdekaan individu? Berikut penjelasannya. Sikap, kata-kata dan tindakan seseorang atau sekelompok orang sering mempengaruhi diri kita, bahkan mempengaruhi dengan sangat kuat diri kita. Kata-kata negatif membuat kita marah, sedih, sakit hati dsb. Kata-kata positif seperti pujian atau sanjungan membuat kita merasa senang, bahagia, bangga, merasa berharga dsb.

Tanpa disadari kesenangan akan kata-kata yang baik berubah menjadi kebutuhan, bahkan lebih dari itu, kita menjadi kecanduan dengan kata-kata pujian dan sanjungan. Saat tak mendapatkannya kita merasa sedih, merasa kecewa, merasa tak berharga dsb. Kita akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Dengan demikian kesenangan, kebahagiaan, kekecewaan dan kesedihan kita tergantung dari sikap, kata-kata dan tindakan orang lain kepada kita. Hidup kita tergantung kepada orang lain, hidup kita dibelenggu oleh orang lain. Artinya hidup kita belum merdeka.

Berikut saya tampilkan contoh sempurna pribadi yang merdeka. Seorang manusia pilihan yang memiliki ahlaq yang mulia dan agung. Kejujuran dan kemuliaan ahlaqnya bahkan diakui oleh musuh-musuhnya. Seorang insan yang sangat dikasihi Tuhannya dan dicintai miliaran pengikutnya sampai hari ini. Dialah Muhammad sang Nabi.

Saya selalu terharu ketika mendengar atau membaca kisah-kisah hidupnya yang luar biasa. Salah satunya, anda mungkin sering membaca atau mendengar kisah sang nabi ketika beliau dihina, dicaci maki, diludahi, dilempari kotoran hewan bahkan dianiaya secara fisik dan psikis. Beliau sama sekali tak terpengaruh oleh sikap dan tindakan negatif orang-orang yang membenci dan memusuhinya. Dia memperlakukan orang-orang yang memusuhinya sama seperti dia memperlakukan orang-orang yang mencintai dan menghormatinya. Tak ada dendam dan kebencian dalam dirinya yang merdeka, penuh cinta dan kasih sayang. (Artikel selengkapnya silakan baca disini.)


Jika diri kita sudah merdeka, tak ada apa pun, siapa pun atau peristiwa apa pun yang akan membuat kita marah, kecewa, sedih, sakit hati atau pikiran-pikiran negatif lainnya. Sanjungan dan pujian pun tak akan mempengaruhi kita, tak akan membuat kita tinggi hati atau lupa diri.

Dirgahayu negeriku!
Merdeka Negeriku!
Merdeka Rakyatku!
Merdeka Diriku!









Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial