Dulu waktu bipolar, dideteksi dengan bipolar apa? Apakah pernah di rawat di dokter? Apakah pernah relapse? Bagaimana mas Tarjum, saya juga ingin sembuh seperti anda?
Itulah pertanyaan dari seorang facebooker yang masuk ke inbox facebook saya beberapa waktu yang lalu. Berawal dari pertanyaan tersebut, kami berdua terlibat obrolan seputar gangguan bipolar yang pernah kami alami.
Nama sang teman saya samarkan untuk menjaga privasinya. Beberapa pernyataan sang teman yang sifatnya sangat pribadi tidak saya tampilkan.
Berikut petikan obrolannya :
AN
Dulu waktu bipolar, dideteksi dengan bipolar apa? Apakah pernah di rawat di dokter? Apakah pernah relapse? Bagaimana mas Tarjum, saya juga ingin sembuh seperti anda.
Tarjum
Segala hal tentang bipolar yang saya alami dan artikel2 bipolar bisa anda baca di blog saya : curhatkita.blogspot.com
AN
Apakah mas Tarjum pernah sampai di rawat di rumah sakit? karena dari tulisannya tidak pernah sampai di rawat, dan bisa dibilang gangguan ringan? karena tanpa diagnosa dan analisis dari symptom-sympton yang ada.
Jika memang bipolar, masuk golongan bipolar mana ya?
Bipolar I, Bipolar II, Bipolar Cyclotomania, atau Bipolar Unspecified?
Setahu saya, yang bisa menilai kita itu bipolar itu adalah orang dari luar dengan perubahan prilaku. Kalau kita sendiri yang mengalami dan merasa-rasa, akan sulit di jawab, karena penderita bipolar itu sendiri tidak bisa membedakan mana fase mania dan mana fase depresi.
Saya mengalami betul sampai 4 kali dimasukkan ke rumah sakit, hingga paranoid tidak berani keluar rumah, menolak minum obat, marah tidak terkendali, persepsi shifting.
Bagaimana mas? Uniknya bipolar adalah takaran dan kecocokan kandungan kimia di otak setiap orang tidaklah sama. Bergantung bagaimana reaksi dari tubuh dan kondisi seseorang.
Saya bukan pendukung yang minum obat. Tapi selama belum ada alternatif yang bisa membuat kita dapat bekerja, tidak ada salahnya meminum obat. Karena mania itu akan dasyat dampaknya.
coba lihat di sini : www.morningwind.org
If I had to rate the movie “I am Sam” I would give it a 8 on 10. This film is geared towards people who have to cope with a loved one suffering from a mental illness. I enjoyed this film a lot and I think that other people would too. It is important for [...]
Tarjum
Bipolar yang saya alami mungkin tipe I, tapi ini tidak mutlak kadang bisa berubah menjadi tipe II.
Maaf, saya kurang setuju dengan pendapat anda yang ini :
“Setahu saya, yang bisa menilai kita itu bipolar itu adalah orang dari luar dengan perubahan prilaku. kalau kita sendiri yang mengalami dan merasa rasa. akan sulit di jawab, karena penderita bipolar itu sendiri tidak bisa membedakan mana fase mania dan mana fase depressi.”
Menurut saya justru si penderita sendiri yang paling tahu gangguan bipolar yang dialaminya, karana dia yang merasakan perubahan suasana hatinya. Sedangkan orang lain, keluarga, orang terdekat atau psikiater yang merawat si penderita hanya tahu dari pengamatan, analisa medis dan pengakuan si penderita. Kadang diagnosa psikiater bisa keliru.
Namun, si penderita mungkin tidak menyadari bahwa dirinya menderita bipolar karena dia tidak memahami bahwa dia menderita gangguan bipolar. Pemahaman tentang bipolar bisa didapatkan dari konsultasi dengan ahlinya/psikiater.
Saya sendiri memang tidak pernah dirawat secara khusus di rumah sakit dan tidak pernah konsultasi langsung dengan psikiater, karena waktu itu saya tidak punya akses ke sana. Lha wong kami cuma orang desa yang nggak begitu faham apa itu psikiater.
Saya tahu bahwa saya mengalami bipolar dari buku-buku dan artikel yang saya baca, lalu saya cocokan dengan gejala-gejala fisik dan psikis yang saya rasakan. Dari sana saya mengambil kesimpulan bahwa saya mengalami bipolar. Dan itu tidaksaya ragukan, berdasarkan pemahaman dan pengetahuan saya tentang bipolar.
Saya sembuh dari bipolar dengan terapi alami tanpa obat. Tentu saja ini belum tentu cocok untuk setiap orang. Tapi ini bisa jadi alternatif pengobatan yang bisa dicoba. Saya selalu menganjurkan mereka yang mengalami bipolar untuk konsultasi dengan psikiater dan mengikuti petunjuk terapi yang harus dijalani, termasuk menggunakan obat bila perlu.
Untuk mengatasi gangguan bipolar, berbagai upaya penyembuhan dapat dilakukan antara lain terapi farmakologi (dengan obat-obatan) dan terapi psikososial. Kedua upaya ini harus saling melengkapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, demikian menurut seorang psikiater.
“Terapi psikososial untuk gangguan bipolar bukan terapi alternatif, melainkan suatu suplemen,” ujar Profesor Myrna M. Weissman dari Columbia University.
Bukan tak mungkin jika saja saya dulu konsultasi dengan psikiater dan menggunakan obat, saya bisa pulih lebih cepat.
Senang bisa sharing dengan anda yang punya pemahaman mendalam soal bipolar. Silakan jika anda mau berbagi pengalaman bipolar secara terbuka dengan teman-teman yang lain di blog Curhatkita.
AN
Mas tarjum, menurut mas obat obatan itu fungsinya untuk apa? Kenapa perlu obat? Apa yang sebenarnya terjadi? Maaf saya agak kritis karena saya ingin belajar mengatasinya.
Adakah orang lain yang berhasil menerapkannya setelah membaca ebook mas Tarjum?
Tarjum
Soal obat saya tak tahu banyak. tapi menurut beberapa penelitian untuk menyetabilkan mood pada bipolar.
Saya belum menerima testimoni dari mereka yang telah membaca e-book saya. Saya berharap e-book kisah bipolar saya bisa bermanfaat dan bisa memberi sumbangan pemikiran tentang penanganan bipolar.
Anda punya pendapat lain tentang bipolar? Silakan berbagi di komentar.
Jika menurut anda tulisan ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook dengan mengklik tombol share di bawah atau di atas posting ini. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.
Curhatkita versi mobile, masukan URL ini: http://mippin.com/curhatkita atau http://buzzcity.mobi/curhatkita di browser ponsel anda.
Artikel Terkait:
curhat solusi
- DETOX, Cara Cepat Buang Racun dari Tubuh
- Blog Curhatkita: Semua Informasi dan Layanan Gratis! Kecuali…
- Satu Langkah Sederhana Mengatasi Kesulitan Bergaul
- Perselingkuhan, Bagaimana Mencegah dan Mengakhirinya?
- "Lakshmi Si Tanpa Obat"
- Jika Kekasih atau Pasangan Anda Acuh Tak Acuh, Bagaimana Menyikapinya?
- Membebaskan Diri dari Belenggu Bipolar dengan Harapan, Keyakinan dan Tindakan
- Jika Mau Melamar Sang Kekasih, Apa yang Akan Anda Katakan Kepada Calon Mertua?
- Salahkah Aku di Lahirkan ke Dunia ini?
- 3 Kunci Penting yang Tak Boleh Diabaikan ODMK Ketika Menjalani Terapi Pemulihan agar Hasilnya Optimal
- Jangan Biarkan Kesulitan Hidup Membuat Anda Terfuruk, Sebaliknya Harus Membuat Anda Lebih Tangguh
- Jangan Mengatakan, “Aku Tidak Mampu! Aku Bodoh!” Jangan Pernah!
- Bagaimana Menanggapi Sikap Negatif Orang-orang Terdekat Terhadap Gangguan Jiwa Anda?
- Satu Kunci Penting yang Sering Dilupakan oleh Pasangan Suami Istri Saat Mengarungi Bahtera Rumah Tangga
- Bagaimana Membangkitkan Gairah dan Semangat dengan Musik?
- Jangan Biarkan Stigma Negatif Gangguan Jiwa Mendikte Kita
- Antara Atlet dan ODB
- Saling Berbagi untuk Mencari Solusi Terbaik Penanganan Gangguan Bipolar
- Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur
- Pelajaran Berharga dari Seorang President Director
- Bagaimana Meyakinkan Orang Terdekat tentang Kondisi Psikologis yang Anda Alami?
- 3 Kata Sederhana yang Akan Membuat Anda Menjadi Pemenang
- Apakah Bisa Mengontrol Bipolar Tanpa Obat?
- Bagaimana Menyikapi Masalah dan Menemukan Makna Dibaliknya?
curhatku
- Menjalani Proses Pengobatan dan Pemulihan Gangguan Jiwa, Butuh Keyakinan dan Kesabaran
- Mengapa dan Bagaimana Dia Jadi Tongki?
- Banyak “Tongki” Masuk ke Desa Kami
- Tanggung Jawab dan Keberanian yang Luar Biasa Dua Ekor Semut Pemimpin
- Sahabat yang Unik dan Langka
- Di Ujung Senja Menanti Sang Kekasih
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Kenangan Indah di Tangkuban Perahu dengan Teman, Kekasih dan Anak Istri
- Tuhan Kadang Mengabulkan Do'a Kita dengan Cara yang “Unik” dan Tak Pernah Terbayangkan
- Rekaman Wawancara Tentang Bipolar Dengan Penyiar Radio Nederland Wereldomroep (RNW)
- Ada Apa di Tahun Baru 2012?
- Indah dan Uniknya Persahabatan di Dunia Maya
- Testimoni
- Selamat Idul Fitri 1432 H
- Hanya Dalam 6 jam Kehilangan 2 Penopang Hidup Keluarga
- Antara Atlet dan ODB
- Jangan Takut untuk Mencintai, Seseorang sedang Menunggu Kedatangan Anda
- Sahabat, Tapi juga Musuh Dalam Selimut yang Lambat Aku Kenali
- Saling Berbagi untuk Mencari Solusi Terbaik Penanganan Gangguan Bipolar
- Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur
- Jangan Hanya Mencari Obat, Tapi Cari Dulu Sang Pemilik Obat!
- Pengorbanan Cinta
- Luapan Semangat dan Gairah yang Saya Alami, Bukan Manik!
- Komentar dan Saran dari Teman Facebooker dan Blogger
curhat bipolar
- TRILOGI EBOOK BIPOLAR GRATIS UNTUK ANDA!
- 4 Kunci Penyembuhan Bipolar (Bagian 1)
- Solusi Holistik Pemulihan Depresi & Bipolar
- Penjelasan Medis Manfaat NONI PLUS Untuk Kesehatan Mental
- Nutrisi Herbal untuk Kesehatan Fisik dan Mental
- Bipolar Care Indonesia, Peduli Penyandang Bipolar
- Menjalani Proses Pengobatan dan Pemulihan Gangguan Jiwa, Butuh Keyakinan dan Kesabaran
- Pakwi, Pelukis Wayang Peraih MURI
- Jika Engkau Sibuk Mengurus Kebaikan bagi Orang lain, Tuhan yang akan Mengurus Kepentinganmu
- Hana Madness dan Kreasi Bipolar
- "Lakshmi Si Tanpa Obat"
- Membebaskan Diri dari Belenggu Bipolar dengan Harapan, Keyakinan dan Tindakan
- Apa yang Anda Inginkan dari Pasangan Hidup Anda?
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Sebuah Lukisan, Sebuah Kebahagiaan dan Sebuah Kepuasan Batin
- 3 Kunci Penting yang Tak Boleh Diabaikan ODMK Ketika Menjalani Terapi Pemulihan agar Hasilnya Optimal
- Rekaman Wawancara Tentang Bipolar Dengan Penyiar Radio Nederland Wereldomroep (RNW)
- Bagaimana Anda Mendefinisikan Gangguan Bipolar yang Anda Alami?
- Haruskah Menceritakan Semua Masalah Kejiwaan yang Anda Rasakan Kepada Psikiater?
- Puisi Bipolar
- Tidak Ingin Berkutat dengan Perasaan “Minder” dan “Tidak Mampu” ( Bagian 2, selesai)
- Tidak Ingin Berkutat dengan Perasaan “Minder” dan “Tidak Mampu” (Bagian 1)
- Gangguan Bipolar dan Skizofrenia Bisa 'Sembuh Total'!
- Bagaimana Menaklukan dan Mengendalikan Jiwa yang Liar?
Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.
Komentar :
Obat-obatan berfungsi untuk menyeimbangkan zat kimia di otak yang kacau pada penderita bipolar. Sedangkan psikoterapi, terapi alternatif yang dilakukan Mas Tarjum untuk membantu mengatasi keadaan mood yang naik turun akibat zat kimia yang terganggu tadi. Tentunya pengobatan yang tepat sebaiknya mencakup keduanya. Obat dan psikoterapi. : )
Saya sendiri hampir sama dengan Mas Tarjum. Awalnya tidak menyadari Bipolar. Ke psikiater karena merasakan mood yang naik turun tanpa bisa mengontrolnya. Setelah minum obat fluktuasi mood tidak parah lagi. Bipolar itu variasinya sangatlah luas. Kadang memang susah mendiagnosisnya.
@Inilah diriku,
Terima kasih atas kommentar dan informasinya, sangat bermanfaat untuk saya sendiri dan para pengunjung blog ini. Silakan sharing informasi tentang bipolar atau gangguan psikologis lainnya di blog ini.
anda semua bicara ketidakseimbangan kimia????? kimia yang mana??? bagaimana mengujinya??? dan bisakah diuji di lab medis???,.. nonsens.,.. jangan mencoba menduga2 dg menganalogikan dengan sakit magg kelebihan asam lambung... sakit diabetes kelebihan gula darah,.. hipertensi kelebihan tekanan darah... mana ketidakseimbangan kimia otak itu??
Posting Komentar
Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)