Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Tanya-Jawab Tentang Bipolar di Inbox Facebook

    

Oleh Tarjum

Dulu waktu bipolar, dideteksi dengan bipolar apa? Apakah pernah di rawat di dokter? Apakah pernah relapse? Bagaimana mas Tarjum, saya juga ingin sembuh seperti anda?

Itulah pertanyaan dari seorang facebooker yang masuk ke inbox facebook saya beberapa waktu yang lalu. Berawal dari pertanyaan tersebut, kami berdua terlibat obrolan seputar gangguan bipolar yang pernah kami alami.

Nama sang teman saya samarkan untuk menjaga privasinya. Beberapa pernyataan sang teman yang sifatnya sangat pribadi tidak saya tampilkan.

Berikut petikan obrolannya :

AN
Dulu waktu bipolar, dideteksi dengan bipolar apa? Apakah pernah di rawat di dokter? Apakah pernah relapse? Bagaimana mas Tarjum, saya juga ingin sembuh seperti anda.


Tarjum
Segala hal tentang bipolar yang saya alami dan artikel2 bipolar bisa anda baca di blog saya : curhatkita.blogspot.com

AN
Apakah mas Tarjum pernah sampai di rawat di rumah sakit? karena dari tulisannya tidak pernah sampai di rawat, dan bisa dibilang gangguan ringan? karena tanpa diagnosa dan analisis dari symptom-sympton yang ada.

Jika memang bipolar, masuk golongan bipolar mana ya?
Bipolar I, Bipolar II, Bipolar Cyclotomania, atau Bipolar Unspecified?

Setahu saya, yang bisa menilai kita itu bipolar itu adalah orang dari luar dengan perubahan prilaku. Kalau kita sendiri yang mengalami dan merasa-rasa, akan sulit di jawab, karena penderita bipolar itu sendiri tidak bisa membedakan mana fase mania dan mana fase depresi.

Saya mengalami betul sampai 4 kali dimasukkan ke rumah sakit, hingga paranoid tidak berani keluar rumah, menolak minum obat, marah tidak terkendali, persepsi shifting.

Bagaimana mas? Uniknya bipolar adalah takaran dan kecocokan kandungan kimia di otak setiap orang tidaklah sama. Bergantung bagaimana reaksi dari tubuh dan kondisi seseorang.

Saya bukan pendukung yang minum obat. Tapi selama belum ada alternatif yang bisa membuat kita dapat bekerja, tidak ada salahnya meminum obat. Karena mania itu akan dasyat dampaknya.

coba lihat di sini : www.morningwind.org
If I had to rate the movie “I am Sam” I would give it a 8 on 10. This film is geared towards people who have to cope with a loved one suffering from a mental illness. I enjoyed this film a lot and I think that other people would too. It is important for [...]


Tarjum
Bipolar yang saya alami mungkin tipe I, tapi ini tidak mutlak kadang bisa berubah menjadi tipe II.

Maaf, saya kurang setuju dengan pendapat anda yang ini :

“Setahu saya, yang bisa menilai kita itu bipolar itu adalah orang dari luar dengan perubahan prilaku. kalau kita sendiri yang mengalami dan merasa rasa. akan sulit di jawab, karena penderita bipolar itu sendiri tidak bisa membedakan mana fase mania dan mana fase depressi.”

Menurut saya justru si penderita sendiri yang paling tahu gangguan bipolar yang dialaminya, karana dia yang merasakan perubahan suasana hatinya. Sedangkan orang lain, keluarga, orang terdekat atau psikiater yang merawat si penderita hanya tahu dari pengamatan, analisa medis dan pengakuan si penderita. Kadang diagnosa psikiater bisa keliru.

Namun, si penderita mungkin tidak menyadari bahwa dirinya menderita bipolar karena dia tidak memahami bahwa dia menderita gangguan bipolar. Pemahaman tentang bipolar bisa didapatkan dari konsultasi dengan ahlinya/psikiater.

Saya sendiri memang tidak pernah dirawat secara khusus di rumah sakit dan tidak pernah konsultasi langsung dengan psikiater, karena waktu itu saya tidak punya akses ke sana. Lha wong kami cuma orang desa yang nggak begitu faham apa itu psikiater.

Saya tahu bahwa saya mengalami bipolar dari buku-buku dan artikel yang saya baca, lalu saya cocokan dengan gejala-gejala fisik dan psikis yang saya rasakan. Dari sana saya mengambil kesimpulan bahwa saya mengalami bipolar. Dan itu tidaksaya ragukan, berdasarkan pemahaman dan pengetahuan saya tentang bipolar.

Saya sembuh dari bipolar dengan terapi alami tanpa obat. Tentu saja ini belum tentu cocok untuk setiap orang. Tapi ini bisa jadi alternatif pengobatan yang bisa dicoba. Saya selalu menganjurkan mereka yang mengalami bipolar untuk konsultasi dengan psikiater dan mengikuti petunjuk terapi yang harus dijalani, termasuk menggunakan obat bila perlu.

Untuk mengatasi gangguan bipolar, berbagai upaya penyembuhan dapat dilakukan antara lain terapi farmakologi (dengan obat-obatan) dan terapi psikososial. Kedua upaya ini harus saling melengkapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, demikian menurut seorang psikiater.

“Terapi psikososial untuk gangguan bipolar bukan terapi alternatif, melainkan suatu suplemen,” ujar Profesor Myrna M. Weissman dari Columbia University.

Bukan tak mungkin jika saja saya dulu konsultasi dengan psikiater dan menggunakan obat, saya bisa pulih lebih cepat.

Senang bisa sharing dengan anda yang punya pemahaman mendalam soal bipolar. Silakan jika anda mau berbagi pengalaman bipolar secara terbuka dengan teman-teman yang lain di blog Curhatkita.

AN
Mas tarjum, menurut mas obat obatan itu fungsinya untuk apa? Kenapa perlu obat? Apa yang sebenarnya terjadi? Maaf saya agak kritis karena saya ingin belajar mengatasinya.
Adakah orang lain yang berhasil menerapkannya setelah membaca ebook mas Tarjum?


Tarjum
Soal obat saya tak tahu banyak. tapi menurut beberapa penelitian untuk menyetabilkan mood pada bipolar.
Saya belum menerima testimoni dari mereka yang telah membaca e-book saya. Saya berharap e-book kisah bipolar saya bisa bermanfaat dan bisa memberi sumbangan pemikiran tentang penanganan bipolar.

Anda punya pendapat lain tentang bipolar? Silakan berbagi di komentar.

Jika menurut anda tulisan ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook dengan mengklik tombol share di bawah atau di atas posting ini. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.
Curhatkita versi mobile, masukan URL ini: http://mippin.com/curhatkita atau http://buzzcity.mobi/curhatkita di browser ponsel anda.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 3 komentar ke “Tanya-Jawab Tentang Bipolar di Inbox Facebook
Inilah diriku.. on Rabu, 15 Desember 2010 20.37.00 WIB mengatakan...

Obat-obatan berfungsi untuk menyeimbangkan zat kimia di otak yang kacau pada penderita bipolar. Sedangkan psikoterapi, terapi alternatif yang dilakukan Mas Tarjum untuk membantu mengatasi keadaan mood yang naik turun akibat zat kimia yang terganggu tadi. Tentunya pengobatan yang tepat sebaiknya mencakup keduanya. Obat dan psikoterapi. : )

Saya sendiri hampir sama dengan Mas Tarjum. Awalnya tidak menyadari Bipolar. Ke psikiater karena merasakan mood yang naik turun tanpa bisa mengontrolnya. Setelah minum obat fluktuasi mood tidak parah lagi. Bipolar itu variasinya sangatlah luas. Kadang memang susah mendiagnosisnya.

Tarjum on Kamis, 16 Desember 2010 07.55.00 WIB mengatakan...

@Inilah diriku,
Terima kasih atas kommentar dan informasinya, sangat bermanfaat untuk saya sendiri dan para pengunjung blog ini. Silakan sharing informasi tentang bipolar atau gangguan psikologis lainnya di blog ini.

Anonim mengatakan...

anda semua bicara ketidakseimbangan kimia????? kimia yang mana??? bagaimana mengujinya??? dan bisakah diuji di lab medis???,.. nonsens.,.. jangan mencoba menduga2 dg menganalogikan dengan sakit magg kelebihan asam lambung... sakit diabetes kelebihan gula darah,.. hipertensi kelebihan tekanan darah... mana ketidakseimbangan kimia otak itu??

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial