Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

A Miracle For Novi

    

Cerpen Curhatkita #11

Oleh Veronica

"Duh, kenapa harus sakit sih? Kenapa,tangan dan kakiku harus tegang? Leher dan pundakku juga? Apa yang salah dengan pikiranku, ya? Terus, apa yang salah juga dengan tubuhku, ya?" Gerutu Novi pelan sambil menunggu antrian seorang psikiater ternama di Jakarta. Di sebuah rumah sakit Cemara.

Antriannya panjang, kayak orang lagi pada antri sembako aja. Cuma bedanya ini nggak pake acara rusuh segala. Pikir Novi dalam hati. Sebenarnya,lihat antriannya yang panjang aja udah bikin Novi il feell, alias males.


Tapi, karena perlu sekaligus mendesak. Meski males, ia terpaksa antri juga. Novi, nggak sadar ia sedang antri di tempat yang salah. Novi mengamati satu persatu pasien yang sedang antri. Ada yang di dampingi ibunya duduk dengan tatapan kosong. Ada pula, yang lagi bicara, terus melotot kepada dirinya. Ah, macam-macam deh! Duh! Kenapa aku bisa terjebak di tempat seperti ini sih!

"Heh, ngapain lihat-lihat! Belum tau ya, siapa gue!" kata cowok itu plus bonus mata melototnya. Yang membuat Novi bergidik ngeri.

"Hampir aja di terkam binatang buas," keluhnya pelan. Spontan jantungnya ikut meloncat terkejut. Dag, dig, dug!

Tak lama, si cowok harimau itu masuk di dampingi ibunya. "Ge-er banget, tuh cowok kalo sekeren Christian Bautista sih, gak apa-apa! Ini, udah jelek! Tampang lebih mirip preman lagi! Menyebalkan!"

"Phhff..syukurlah dia udah masuk." Kata Novi pelan. Novi menarik napas panjang. Gelisah, juga. Ia menunggu antrian namanya. "Memang, yang judulnya menunggu itu hal yang paling membosankan seantero dunia!" Keluh Novi pelan.

Tiba-tiba, "Emaaakkk llontoonngg..eh, tollonnggg!" teriak si cowok harimau itu. Teriakannya membahana ke seluruh penjuru ruangan dan tak terkecuali mampir ke telinga Novi. Suaranya menggelegar seperti pake pengeras suara.

"Wuaahh, ini suara apa speaker sih? Keras banget. Bisa tuli nih, telingaku!" Kata Novi kesal. Sambil mengeluarkan handsfree yang di masukkannya ke dalam telinganya." Lumayan, buat persiapan kalo-kalo suara itu menggelegar lagi. Tapi, kenapa dia teriak sampai begitu keras ya?" Rasa penasaran mulai menghinggapi hati Novi. Tak tahan dengan rasa ingin tahunya yang semakin besar. Novi memberanikan diri, mengintip untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di dalam sana.

"Wah, nggak salah tuh dokter?" Mata Novi melotot sekaligus bergidik ngeri melihat pemandangan di dalam sana. Dokter itu menyuntik si cowok harimau itu dengan jarum suntik yang sebesar gajah. Jarum suntik raksasa, kali, pikir Novi dalam hati.

Spontan, Novi melarikan diri. Hosh!! Hosh!! Napasnya tersengal-sengal seperti peserta lari marathon 100 meter. "Apa aku salah dokter ya? Jangan-jangan, tuh dokter ketularan pasiennya. Hiy..!!" Novi terus melanjutkan pelariannya. Hingga, ia menabrak seorang dokter cantik. Secantik dirinya..sedikit, tapi kebanyakan dokter itu, sih!

"M..maaf dok!" kata Novi gugup.
Sambil garuk-garuk kepala. Novi jadi salah tingkah di hadapan dokter cantik itu. Apalagi, ketika dokter itu terus menatapnya dengan pandangan heran. Mungkin dokter itu mengira, ia adalah pasien yang kabur kali? Hah! Kenapa jadi menduga-duga. Pikiran dokter itu, ya? Emang aku peramal! Ah, sudahlah!

"Tidak apa-apa. Kamu kenapa? Kok, lari-lari seperti itu?" tanya dokter itu yang ternyata bernama Mia. Dokter Mia yang ternyata seorang psikiater juga. "Kayak lagi di kejar-kejar orang jahat!!"

Singkat cerita, Novi mencoba bercerita pada dokter Mia. "Begitu dok, ceritanya!" kata Novi sambil mengakhiri ceritanya.

"Oh, kalo begitu ayo ikut saya.Kita cerita di ruangan saya aja ya?"

Novi mengangguk setuju. Setibanya, di ruangan dokter Mia. Novi di persilahkan duduk.

"Dokter yang tadi kamu temui itu salah. Dia bukan dokter, tapi pasien juga. Mungkin punya keinginan untuk jadi dokter dulunya.Tapi, nggak lulus. Ya, jadi seperti itu. Penghuni ruang rawat inap di sini sejak lama. Jadi, pasien itu senang main dokter-dokter-an!" kata dokter Mia lagi.

Novi jadi terheran-heran, setelah mendengar penjelasan dokter Mia. Tapi, dahinya berkerut. Kayaknya, masih ada yang aneh deh! Tapi..., apa ya? Pikirannya mulai melanglang buana. Satu-persatu file yang tersimpan di memori otaknya di keluarkan. "Nah, ini dia!" teriak Novi agak keras. Dokter Mia terkejut.

"Kenapa, Novi?" tanya dokter Mia heran.

"Nggak apa-apa, dok! Cuma bingung!" jawab Novi sambil garuk-garuk kepala. "Tadi, kok di tempat pasien yang jadi dokter palsu itu, ada pasien yang antri juga, dok?" tanya Novi heran.

"Oh itu, pasien laki-laki dan seorang wanita ya?" tanya dokter Mia lagi seolah bisa membaca pikiran Novi.

"Iya, iya, bener itu dok!" teriak Novi dengan antusias.

"Iya, itu juga pasien yang di rawat di sini. Yah, biasa namanya juga pasien!" kata dokter Mia menjelaskan.

Novi mengangguk-angguk tanda mengerti. Ternyata! pikirnya dalam hati. "Hiy! serem banget!" tanpa sadar Novi bergidik ngeri.

"Jadi, apa yang bisa saya bantu?" tanya dokter Mia lagi.

Ia pun bercerita panjang lebar tentang keadaannya. "Oh, saya mengerti kamu mengalami depresi yang membuat kamu mudah marah, mudah sedih. Dan kamu juga mengalami gangguan cemas. Itu yang menyebabkan kamu tegang. Tapi, itu bisa di bantu dengan obat. Minum obat teratur dan terapi.

Kamu akan stabil dalam waktu 6 bulan. Ok?" kata dokter Mia lembut.

Novi mengangguk tenang.

"Aku harus sembuh!" kata Novi ketika beranjak pulang, meninggalkan ruang psikiater.

6 bulan sudah berlalu dengan cepat. Novi dengan penuh semangat terus mengikuti terapi yang diberikan.

"Wah, bagus kemajuan kamu sangat pesat! Kamu udah sembuh lho! Benar, kamu udah sembuh sekarang!" kata dokter Mia berusaha meyakinkan Novi.

"Apa benar, dok?" tanya Novi lagi tak percaya.

Dokter Mia mengangguk sambil tersenyum.

"Asyik, hore. Aku sudah sembuh sekarang!" Novi meloncat-loncat gembira.

Jakarta, Maret 2011

Jika menurut anda cerpen ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.

Tentang penulis : Nisa, tinggal di Jakarta. Anda bisa berkenalan lebih dekat dengan perempuan yang hobi membaca dan menulis ini di akun facebooknya.


Tentang Penulis Tamu
Posting ini ditulis oleh seorang penulis tamu (guest post). Jika Anda ingin menjadi penulis tamu untuk Curhatkita, silakan anda lihat caranya di halaman panduan posting tamu. Di sini anda bisa berbagi cerita, pengalaman, pemahaman dan pengetahuan tentang masalah psikologis dan masalah-masalah pribadi dengan pengunjung Curhatkita.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “A Miracle For Novi

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial