Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 6 )

    

Oleh Tresya Agnashila

Akhir-akhir ini kami jadi semakin dekat.

Setiap pulang sekolah aku selalu mampir kerumah sakit, kadang saat aku disana, papa mas doni pasti minta aku yang nyuapin dia, entah makan malam atau sekedar buah & snack disore hari.

Aku sudah dianggapnya seperti anak sendiri, dan aku juga sudah menganggapnya sebagai papaku sendiri. Dia jadi makin terbuka sama aku, kadang dia bercerita tentang masa mudanya dulu, yang hampir mirip dengan mas doni. Kemudian masa dimana dulu dia ikut perang di timor-timur, di merauke… dengan antusias dia bercerita sampai kadang dia lupa dengan sakitnya.

Hampir seminggu berlalu, papa mas Doni terlihat sudah lebih sehat setiap harinya. Hari sabtu tiba, saatnya aku menjemput arjunaku sayang. Ketika aku sudah di gerbang akademi, bukan dengan seragam pesiar dia keluar, ternyata dia mendapatkan jadwal piket sehingga dia tidak bisa pesiar. Hhmm...ya udah, akhirnya aku kembali ke rumah sakit untuk menjaga papanya mas Doni dan menemani mama serta kakaknya.

Sore itu aku nggak bilang sama mama dan kakaknya mas doni kalo aku mau kesana… sampai disana, aku lihat mama dan kakaknya sedang duduk di cafeteria rumah sakit bersama 1 perempuan dan 2 orang laki-laki yang nggak aku kenal. Ehm, mungkin itu teman/saudara mamanya mas doni yang berkunjung menjenguk papanya mas doni.

Aku sengaja nggak melewati mereka dan langsung menuju kamar inap papanya ams doni aja. Sampai disana, papanya mas doni terlihat nampak senang melihat kedatanganku. Dia bilang “alhamdulillah icha datang, baru aja tante sama kakak pulang buat ambil pakaian om”.

Sejenak aku memikirkan kata-kata papanya ams doni, “hah? Pulang?? Perasaan tadi aku liat tante sama kakak di cafeteria?” aku sedikit curiga, tapi aku diam aja dan pura-pura nggak tau masalah itu…aku Cuma tersenyum dan kemudian menemani papanya mas doni sambil nonton TV.

Hari minggun aku dapat kabar dari mamanya mas doni, kalo senin besok, Om sudah boleh pulang… aku gembira dengan kabar itu, dan langsung aku sms mas doni. Walaupun aku tau, nggak mungkin juga dibales..paling-paling nanti malam baru dibales. Hehe….

Waktu terus berlalu, seperti biasa,,,, aku dengan rutinitasku, mas doni dengan kegiatannya, dan aku lihat, hubungan keluargaku juga debih dekat dengan keluarga mas doni. Mama mas doni jadi lebih sering main ke rumahku, ngobrol sama mamaku, kadang mereka pergi berdua untuk ke salon atau belanja bersama… papaku kadang main ke tempat papa mas doni, begitu juga sebaliknya… mereka main catur kadang sekedar berbincang-bincang sambil minum kopi.

Aku bahagia banget. Serasa hidupku sangat sempurna, melihat hubunganku dengan mas doni yang berjalan sangat lancar… nggak pernah ada masalah yang berat antara kita berdua… kami sama-sama bisa saling memahami… kami saling mengerti apa yang kami sama-sama kami inginkan. Saat aku emosi, mas doni bisa meredam amarahku, saat mas doni lelah dan jenuh dengan rutinitasnya sehari-hari, dia selalu bilang, bahwa aku selalu punya sejuta cara untuk dia semangat kembali. Terlebih melihat kedekatan antara keluargaku dan keluarganya… papanya juga semakin sehat, aku bahagia… sungguh bahagia.

Suatu hari, tiba saat libur semesteran, waktu itu di sekolahku ada rencana untuk study tour ke BALI, tapi hari dimana aku study tour, tepat dengan hari dimana mas doni juga cuti semesteran. Di akademinya ada 2 gelombang cuti, kebetulan mas doni mendapatkan gelombang pertama, dimana hari itu juga aku harus study tour ke BALI.

Jujur, study tour ke BALI ini sudah sejak lama aku tunggu-tunggu… meski ke bali bukan hal pertama bagiku, tapi pergi ke pulau dewata bersama teman dan sahabat-sahabatku pasti sangat mengasyikan… terlebih setelah ini kami akan menghadapi ujian kelulusan, ini akan menjadi moment berharga buat kami.

Tapiiiii, mas doni?? siapa yang akan menemaninya liburan nanti?? Di setiap malam ketika kita sms an, disetiap pesiarnya, kami selalu membicarakan libur semesteran.. banyak sekali rencana-rencana yang sudah kami susun ketika dia mendapat libur semesteran nanti. Dari bermain di pantai, pergi ke puncak, ziarah ke makam nenek kakek ku dan nenek kakek mas doni, main sama temen-temen dan rekanitanya, sungguh, banyak sekali hal-hal yang akan kami lakukan saat libur semester.

Aku dilema, sungguh sangat dilema… ketika tau akan kabar ini, kabar dimana hari study tour dan libur semesterannya bersamaan. Awal dia agak kecewa… tapi dengan sikap dewasanya, dia tersenyum padaku dan menyerahkan semua keputusan padaku.

Dia bilang “terserah adek aja, mas tau ini pilihan yang susah untuk adek, keduanya pasti penting, makanya mas nggak berani memaksa adek untuk tinggal disini menemani mas… semua keputusan mas serahkan pada adek… “

Jujur, aku seneng denger jawabannya yang mau membiarkan aku memilih sendiri apa yang akan aku lakukan nanti, tapi aku juga bingung banget…. Aku pengen study tour bersama teman-teman tapi aku juga nggak mau menyia-nyiakan kesempatan liburan bersama orang yang aku sayangi. Selama ini kita pacaran Cuma lewat sms an, ketemu juga jarang banget, kadang dalam sebulan sama sekali nggak ketemu. Nah ini, bisa menghabiskan seminggu bersama mas doni, bener-bener hal yang luar biasa.

Sejenak aku merenungkan diri di kamar, aku berfikir..benar-benar berfikir. Kemudian aku mencoba untuk curhat pada salah seorang sahabatku, aku ceritakan dilemma ini padanya, dan alhamdulillah, dia memberikan jawaban yang bisa memecahkan masalahku ini.

Temenku bilang, “ikuti hati nuranimu cha, keduanya sama-sama penting dan sama-sama udah kamu nantiin, kalo aku jadi kamu pasti aku juga bakal bingung.”

Kemudian aku bilang, “ jujur sih, kalo hati nuraniku aku pengen tinggal disini untuk menemani mas doni libur semesteran, tapi study tour kan wajib? Nanti kita harus bikin makalah tentang perjalanan kita. Trus gimana donk? Kalo aku nggak ikut ke Bali, mana bisa aku bikin makalah ???”

Temenku menjawab sambil mengedipkan satu matanya, “tuan putri, makanya gaul dikit donk…! Di sekolah kita kan ada 2 pilihan, pertama study tour ke bali selama 6 hari, atau study tour ke solo selama 1 hari untuk para siswa yang mempunyai masalah dengan perjalanan jauh, punya penyakit yang harus di awasi khusus oleh pihak medis, atau untuk siswa yang tidak mampu membayar biaya perjalanan study tour ke bali. Nah, kalo kamu nggak bisa ikut ke bali, besuk di sekolah, kamu cari aja daftar anak-anak yang mau study tour ke solo, kamu cari tau alesan mereka berangkat ke solo, kamu cari yang alesannya karena biaya, nah trus kamu coba temuin dia, kamu ajak tukeran aja paket kamu sama dia. Kalo kamu ikhlas sih…. Kamu serahin tiket kamu ke bali, dan kamu ambil tiket dia ke solo. So, dapet 2 2 nya kan??? Sekolah beres, mas doni juga kelaar…”

Ahahahahaaaa…temenku ni emang brilliant banget !!! nggak nyangka eih dia punya ide kayak gitu, beruntung banget aku curhat sama dia… hehehe….

Paginya di sekolah, aku langsung menemui panitia study tour disekolahku. Aku Tanya tentang daftar anak yang mau study ke solo. Ternyata banyak juga, ada sekitar 50 anak yang berangkat ke solo. Aku liat daftar namanya, dan aku temuin nama dari temenku, sebut aja “tomy”.

Hah? Tomy nggak ikut??? Perasaan selama ini aku kenal dia, dia nggak sakit apa-apa? Dia juga nggak fobia sama perjalanan jauh… langsung deh, saat itu juga aku cari tomy di kelasnya.. aku liat dia lagi duduk sendiri di pojokan kelas. Langsung aku samperin dia.

Me : “tom, boleh ngobrol bentar ga?”

Tomy : dengan muka yang nggak semangat “mau ngobrolin apa cha?”

Me : “ ehm, sebelumnya sory ya… aku denger, kamu nggak ikut ke Bali ya ? kenapa tom?”

Tomy : dengan wajah yang kaget “kamu kok tau? Dari siapa cha?”

Me : “hehehe…icha gitu loh….”

Tomy : lemes lagi “ ah kamu…! ia, ak ga ke bali, emang kenapa ?”

Me : “iyaa kenapa??? Aku kan tadi Tanya.. perasaan kamu nggak mengidap penyakit apa-apa kan? fobia perjalanan jauh juga engga…? Apa masalah biaya tom? Sory ya kalo aku menyinggung kamu..”

Tomy : “iya cha, tadinya sih aku mau berangkat ke Bali.. duit juga udah di kasih sama bokap nyokap, tapi….”

Me : “tapi kenapa toom ?? ayo donk cerita ma aku…. Janji deh ga bakal cerita ke siapa-siapa”

Tomy : “beneran nih? Janji ya?”

Me : “iyaa iyaaaa….!”

Tomy : “kemaren malam minggu aku keluar ma cewekku. Dijalan aku ribut ma cewekku, trus aku emosi cha..nah ga sadar, udah malem, gelap kan, motorku nabrak tiang listrik di pinggir jalan… bonyoook semua deh motorku, aku bawa ke bengkel, abis banyak cha. Aku bingung, kalo aku pulang ke rumah minta duit bokap nyokap, ga dikasih duit yang ada aku di marah abis-abisan. Dari pada di marah, motor juga nantinya disita, aku pake aja uang buat study tour ke bali buat benerin motorku yang rusak. Al hasil, gini deh.. uangnya Cuma sisa dikit, aku pake buat daftar study tour yang ke solo.“

Me : xixixixixi… asyeeeek, dalam hati. “eeeehm, gitu tho ceritanya.. ya udah.. gimana kalo aku bayarin kamu ke bali?”

Tomy : dengan mata membelalak, “ haaaaah ? beneran kamu cha ? sumpah ? ga boong ?”
Tomy tampak kegirangan.

Me : “iyaaaa, dah sana bsk kamu pergi deh ke bali, nggak perlu ke solo… seneng ga ?”

Tomy : “seneng banget lah cha… eh, tapi kenapa kamu mau bayarin aku ke Bali? Kan mahal cha?? Jangan-jangan?”

Me : “jangan-jangan apa ?”

Tomy : “selama ini kamu memendam perasaan ya cha sama aku? Makanya kamu sedih ketika tau aku nggak berangkat ke bali? Tuh, sampe kamu selidiki aku pergi ke bali apa nggak… hayooo, ngaku aja loe cha”
Me : “ whaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat ????????!!!!!!!!” “idih tomyyyy, jangan ke GR an banget kenapa !!! aku tu tadi belum selese ngomongnya..! jadi kita tu tukeran aja, kamu pake tiketku ke bali, aku pake tiket kamu ke solo…”

Tomy : dengan muka bego nya yang tambah keliatan oon saat mikir “hehehe…. Kok gitu sih cha? Beneran nih kamu serius?”

Me : “iyaaaa totooooom !!! dah mau nggak? Kalo nggak mau ya udah aku cari temen lainnya !”

Tomy : “eee eee eeeh, mau mau mau… mau lah, mau dong, mau mau dong ke dondong”

Me : sumpah, garing banget lu tom ! “hahaha…oke ya, deal? “

Tomy : “DEAAAAL icha ku sayaaaaang”!

Me : hahahahaa… dasar si Tomy, girang banget dia hari itu.

Well….. akhirnya masalahku teratasi juga.

Tapi.. hhhmmmm, terbesit ide jail dalam otakku… dah ah, diem aja nggak usah bilang-bilang mas doni kalo aku nggak jadi ikut study tour. Tiap malam saat dia sms, aku pura-pura aja sedih n bingung harus pilih masa.. hingga tiba suatu hari, aku bilang ke dia kalo aku pilih ke Bali sama temen-temenku. Dia keliatan kecewa sih, tapi dia mencoba untuk tetap tersenyum biar aku bisa pergi dengan hati gembira. Tapi aku bilang ke dia, waktu pemberangkatanku kan 1 hari setelah dia libur semesteran, nah aku mohon sama dia buat nganter aku ke sekolah, sampe aku naik bus buat berangkat ke bali.

Dengan nada agak berat dia bilang “ iya deh, besok mas antar berangkatnya….”

Tiba hari dimana sekolahku berangkat study tour ke bali, siang itu, sekitar pukul 14.00, mobil mas doni udah klakson-klakson di depan rumah. Karena kita janjian berangkat pukul 15.00, maka mas doni masuk dulu kerumah dan nunggu aku siap-siap sambil minum juice & nonton TV diruang keluarga.

Sambil kadang dia teriak-teriak ke arah kamarku… “duuuh, yang mau piknik ke Bali.. senengnya…”

Aku keluar kamar sambil ngeledekin dia, dia jadi tambah jengkel…hahahaha…lucu banget deh…

Di pintu kamarku dengan wajah lemasnya dia bilang “ sayang… ntar disana ga boleh pake bikini ya.. awas kalo ntar mas 3G kamu ketauan lagi pake bikini!”

Dengan nada mengejek “ siap ndaaan ! ntar ga pek bikini dek, paling pake tanktop doank.. hahahaha”

Mas doni “eeeeh berani ya pake tanktop !!!! sampe rumah langsung mas cincang-cincang beneran deh kamu”

Me : “hehehehee…iya ampuuun komandan”

Mas doni : “coba liat sini kopernya, mesti di razia dulu nih bawa apaan aja….!”

Me : dengan wajah ketakutan karena dalem koper Cuma aku isi selimut tebel aja buat ngibulin mas doni “ aaah ah, jangan..nggak usah dibongkar lah mas kopernya… nggak bawa yang aneh-aneh kok.. beneran sueeeer !” mas doni melirik ku dengan tatapan penuh curiga…lalu aku mencoba buat mendekatinya sambil mengeluarkan jurus manjaku…” udah dooonk mas, ntar kalo dibongkar-bongkar lagi kopernya, icha bisa terlambat… pliiis…”

Mas doni : “heeem, dasar ni anak, pinter aja kalo ngerayu.. ya udah, mas percaya ya, tapi awas kalo bsk mas nemuin foto kamu pake baju yang aneh-aneh disana..!”

Me : ‘heheheee…siap bos” sambil aku cium pipi kanannya… hihihihi..mukanya langsung memerah..

Udah hamper jam 3 sore, mas doni bantuin aku buat masukin koper sama tasku ke bagasi. Semua udah ready, aku pamit sama mama & papa lewat telfon rumah. Karena waktu itu papa masih di kantor & mama lagi ada pertemuan di kantornya papa. Setelah aku cek seisi rumah, kran air dikamar mandi, kompor di dapur, dan pintu halaman belakang, aku bergegas ke depan untuk masuk ke mobil mas doni.

Tiba-tiba diruang tamu mas doni berdiri menatapku. Dia memelukku dengan sangat era.. seakan dia memohon untuk aku tak meninggalkannya… tapi dia tak bisa berucap apa-apa… dia hanya berbisik, “mas kangen adek…. Hati-hati disana ya, inget mas di rumah… setiap ada kesempatan, tolong telfon mas… dan inget pesan mas, jangan aneh-aneh ya sayang”

Aku hamper aja ngga tega melihat mas doni yang jatuh dalam pelukanku dengan nada penuh harapan aku tetap tinggal disisinya.. aku nggak berkata apa-apa.. aku coba perlahan melepaskan diri dari peluknya, aku sentuh wajahnya, dan aku menjinjit mencium keningnya… dia tersenyum, manis sekali….

Setelah itu kita berdua menuju ke sekolahku..

Bersambung...


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 6 )

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial