Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 8 )

    

Oleh Tresya Agnashila

Pagi hari, pukul 05.00 tiba-tiba aku seperti mimpi mendengar suara klakson mobil mas Doni.

Setelah sekitar lebih dari 5 menit, aku terbangun dan ternyata, weeew, aku nggak mimpi.. mas Doni sudah berdiri di depan jendela kamarku sambil menggunakan pakaian olah raganya.

Dia berteriak, “Ayooo bangun dek… jogging yu biar sehat..cepetan sana mandi…”

Aku langsung bergegas bangun dari tempat tidurku dan bersiap-siap buat jogging sama mas Doni. Setelah menunggu kira-kira 25 menit, aku keluar dan kulihat mas Doni sedang lompat-lompat di bawah ring basket depan rumahku.

Kami berdua akhirnya berlari-lari kecil keliling komplek rumahku. Kebetulan di komplek rumahku, ada taman yang memang khusus untuk berolahraga. Kami pergi kesana. Setelah berlari-lari sekitar 40 menit, mas Doni bilang, nanti jam 9 mau ngajak aku main keluar.

Aku tanya “kemana mas?”

Tapi dia bilang, “surprise donk “

Hhhmmm… bikin penasaran aja ni orang…

Setelah jogging, mas doni mampir ke rumahku sebentar buat menyapa papa & mamaku.. sekalian pamit kalo nanti jam 09.00 mau ngajak aku main keluar..papa mama ku sudah sangat percaya sama dia, dan pasti mengijinkan aku pergi bersamanya. Setelah ams doni pulang, aku bantuin mama dulu masak di dapur, setelah sekitar pukul 08.00 an, aku bersih-bersih diri sekaligus siap-siap buat main sama mas doni.

Pukul 08.45 mas doni udah datang, dan tentunya aku juga udah ready…. Akhirnya tepat pukul 09.00 kita berangkat pergi bermain… di jalan mas doni masih belum mau ngaku mau ngajak aku kemana. Tapi kita sempet mampir ke salah satu minimarket untuk beli minuman serta cemilan dan roti-roti coklat.

“hhhhmmmm…banyak banget sih mas bekalnya.. emang mau main jauh ya ?

Mas doni Cuma nyengir aja…!

Kita berjalan menuju arahkota jogja…dengan nada sok tau aku bilang, “mau ke malioboro ya? Apa keraton mas?”

Mas doni masih aja setia dengan cengirannya!

Huuuuft, BT deh..mau kemana siih ni orang !!!!
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, akhirnya kita sampai di jalan yang naik dan berliku…persis seperti perjalanan ke puncak, tapi tanah disekitar terlihat sangat gersang…
Duh, mau kemana sih ni orang ???

Sumpah deh, jalannya kecil, berliku dan banyak kendaraan besar lainnya yang lewat…sampe kadang kita harus berhenti minggir dulu untuk mempersilahkan kendaraan lain lewat.

Aku hampir aja dibuat mabuk oleh jalanan yang berkelak-kelok itu…dan dipinggir jalan aku melihat tulisan dengan anak panah “Pantai Baron, krakal, kukup”. Hhhmmmm aku tau… ni orang pasti mau ngajak ke pantai ya… udah deh ketahuan… dan lagi-lagi mas doni masih dengan cengirannya.

Dengan nada sok tau ku aku bilang, “mau ke pantai kan mas… heeehm asyek asyek.. aku memang belum pernah ke Baron… hehe…”

Tiba-tiba di perjalanan, setir mas doni berbelok dari arah pantai baron. Langsung aku bertanya, “Lhooooh, kok belok sih mas ?? baronnya kan lurus sana?? Ini kok belok sih ???”

Mas doni masih diem aja… tiba-tiba kita memasuki jalan yang sepiii banget, jalannya pun belum beraspal, masih batu-batuan, campur dengan pasir hitam dan ada sedikit pasir putih… aku takut, duh, ntar kalo kesasar gimana? Ntar kalo mobil mogok gimana ? secara disini sepi banget….

Tapi mas doni tiba-tiba berkata, “ udah deh, adek percaya aja sama mas…”

Aku sedikit lega mendengar ucapannya… tiba-tiba mas doni menyuruhku untuk mengambilkan sapu tangan yang katanya dia simpan di tas nya,tas nya ada di jok belakang… lalu aku memalingkan tubuhku ke jok belakang untuk mencari-cari sapu tangan di dalam tas… tas kecil, tapi dalemnya banyak banget barang-barang kecil mas doni…dari parfum, dompet, kunci, kaca mata, dll…aku masih muter-muter di dalam tas itu sambil trus bertanya, “dimana sih mas sapu tangannya? Di tas dalem apa tas luar? warnanya apa?”

Dia Cuma menjawab, udah cari aja dulu mas juga lupa… aku masih terus konsentrasi dengan tas itu, berharap menemukan sapu tangan… dan tiba-tiba mas doni menghentikan mobilnya, aku juga ikut terhenti mencari sapu tangan… mas doni melepas sabuk pengamannya dan membalikkan tubuhkan dari jok belakang menuju ke depan.

My goooooooooooooooooooood, aku nggak bisa berkata apa-apaaaaaaaaa”

Aku ada di hamparan pasir putih, dengan air laut berwarna hijau, pohon kelapa disekitarku…dan langit biru yang menghampar luas di hadapanku….. dan yang lebih hebat lagi, Cuma ada aku dan mas doni disitu… bener-bener kayak pulau pribadi.. aku langsung turun dari mobil tanpa menghiraukan tas dan mas doni lagi…aku langsung lari dan teriak-teriak kegirangan.. mas doni menyusulku berlari sambil tersenyum melihat kegembiraanku.

Aku Tanya, “ini namanya pantai apa mas? Kok nggak ada orang disini ??? bener-bener indah dan sepi…”

Dan mas doni menjawab, “ini anak pantai, di ujung sana ada pantai namanya pantai sundak, dan ini adalah anak pantainya..banyak wisatawan disana, tapi disini jarang orang yang tau.

Dan penuh curiga aku bertanya sama mas doni “kok mas bisa tau tempat terpencil kayak gini?”

Dia bilang, kalo dia punya temen waktu dia sekolah dulu yang rumahnya disekitar sini,,,jadi dulu waktu liburan dia sering jalan-jalan sama temenya mencari anak-anak pantai.. dan ini adalah tempat favoritnya.
.
Sungguh, benar-benar indah pantai ini…. Suasananya masih sangat tenang, ombaknya pun tidak seberapa besar…. Hanya ada suara angin dan air laut..tanpa bisingnya suara kendaraan dan berisiknya suara oranag-orang lain… hanya ada aku dan mas doni disini….

Tanpa menunggu lagi, dibawah teriknya sinar matahari, kami nggak perduli akan kulit yang nantinya menhitam..kami berlari…bermain air dan trus bermain… kita mencari ikan-ikan kecil yang sangat banyak di pinggiran pantai..setelah tertangkap..kita lepaskan lagi ikan itu… banyak batu-batuan kecil yang berwarna warni… dan iseng-iseng mas doni membentuk huruf dengan inisial nama kami… hihihiiii…. lucu juga...

Puas bermain air dan berlari-lari…kami merasa capek, haus dan lapar… aku inget di mobil aku masih punya makanan kecil, aku berlari ke mobil dan aku ambil cemilan serta minuman tadi, lalu kita berdua duduk mencari tempat yang rindang, dan berebut cemilan serta minuman yang tinggal sedikit..hehehe…seru banget..mas doni lucu banget kalo lagi berebut makanan…

Hari semakin panas..kita juga semakin capek.. kita memutuskan untuk duduk bersandar di bawah pohon kelapa dipinggir pantai.. kayak di Film-film..aku duduk dipangkuan mas doni dan mas doni memelukku dari belakang sambil mendekap erat tanganku… kami terhanyut oleh angin laut dan merdunya suara ombak… aku memejamkan mata bersandar si pelukan mas doni… sungguh rasanya nikmat sekali…aku merasa nyaman, aman dan bahagia ada dipeluknya… mas doni juga merasakan hal yang sama, seakan dia ingin selalu melindungi dan membahagiakan aku.

Sekitar pukul 2 siang, mas doni mengajaku untuk mencari makan di daerah sekitar… ternyta banyak sekali pantai disana, aku menuju ke pantai lain yang banyak wisatawannya. Disana banyak penjual-penjual juga dan ada penampungan ikan..kami memilih ikan dan kemudian memasakkannya. Hhhmmm…. Yumi banget… ikan kakap merah bakar, kepiting saus tiram sama udang asam manis… mas doni terlihat lahap sekali memakaannya… sudah pasti, dia sangat kelaparan..hehehehe..

Kita berjalan-jalan di tempat itu sekitar 3 jam, sambil makan dan beristirahat… pukul 17.00, kita keluar dari tempat itu dan mas doni membawaku ke anak pantai yang tadi… dia mengajaku menikmati sunset… aku makin nggak sabar melihatnya.. setelah mobil kami parkir, kita berjalan kearah batu-batu karang… kita naik di atasnya dan duduk sambil berpelukan… langit sudah mulai redup, dan sebentar lagi kami akan menikmati sunset….

Menunggu kehadirannya…kami sama-sama diam tak mengeluarkan sepatah katapun… hanya nafasku dan nafasnya yang terdengar, hanya detak dadanya yang kurasakan… dan tibalah dia… SUNSET…. Aku langsung terbayang, saat ini, teman dan sahabatku pasti juga sedang menikmati sunset disana… mas doni meng erat kan pelukannya… dan aku juga meng eratkan genggaman tanagnku padanya…. Sungguh sore hari yang tak ingin kulewati… andai waktu bisa berhenti disini…

Dia mencium keningku..dan terus mencium rambutku dengan halus…

Matahari sudah benar-benar habis…ditelan oleh air laut yang menghitam… kami pun pulang… dengan perasaan gembira, dan senyuman yang tiada habisnya...

Sampai kami di kota jogja… mas doni mengajakku mencari makan malam… kita makan di salah satu warung tenda di pinggir jalan… sambil ditemani pengamen jalanan, dan kelap kelip lampu kendaraan di sepanjang jalan…

Selesai makan, mas doni mengajakku berbelanja di malioboro… ramai sekali disana… kami membeli kaos, pigura, topi, syal, boneka, makanan khas jogja… dan masih banyak lainnya…

Selesai berbelanja, kami benar-benar menuju perjalanan untuk pulang…. Aku benar-benar kelelahan… sehari bermain dan berjalan-jalan.. nggak sadar aku tertidur… dan setelah aku membuka mata, aku sudah terbaring nyaman di dalam kamarku… ya, kamarku dengan boneka pororoku…

Haaah? Mas doni manaaa??? Ya ampuuuun, bisa-bisanya sih aku tertidur tanpa mengucapkan terima kasih sama mas doni… trus kok aku bisa dikamar?? Masa sih dia gendong aku sampe dikamar? Secara papa lagi di luar kota, nggak mungkin kalo mama yang gendong aku… xixixixi… tapi nggak papa lah, makasihnya besok aja.

Aku kembali melanjutkan tidurku… dan pagi hari, ketika aku dibangunkan oleh teriknya sinar surya yang masuk menerobos jendela kamarku.. aku melihat HP ku di antara oleh-oleh yang aku beli dari malioboro. Begitu buka HP, aku langsung membaca tulisan di HP ku pada folder “tulis pesan”

“sayang, semoga sayang senang… maaf ya, karna mas sayang jadi nggak berangkat ke bali… semoga pantai, ikan, makan malam, dan malioboro bisa menggantikan perjalanan sayang di Bali. Hanya ini yang mas bisa lakukan…. Sweat dream honey…”

Aaaaaaaaaaaaaaaah, bahagianya aku pagi ini…..

Kenapa kamu manjain aku samape kayak gini sih mas…. Xixixixixixi

Keluar kamar aku langsung mencari mamaku, aku memeluknya dan dia tersenyum padaku…
“Aduuuh, perawan mama satu ini… yang lagi dimabuk cinta…. Mandi sana ah, bau tauk…” ledek mamaku.

Aku nggak langusng bergegas mandi, malah duduk di kursi makan sambil menikmati segarnya apel merah di pagi hari.. trus aku Tanya, “ mah semalem aku sampe rumah jam berapa? Trus kok aku bisa sampe kamar? Mas doni gendong aku ya? Trus mas doni bilang gimana mah?”

Mama tampak bingung menjawab pertanyaanku, “Aduh ni anak kalo tanya nggak ada titik koma nya!”
“iyaa, semalem doni yang gendong kamu.. kamu tu malu-maluin mamah aja deh..udah segede gitu juga, dibangunin sampe mama cubit-cubit juga masih aja molor… kasian tu doni gendong kamu berat banget.. dah gitu bobonya ga ada manis-manisnya lagi.. iiih malu-maluin mama deh”

Whaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat ?? oh my good, aku kayak dapet pukulan dari langit !!!

“beneran ah mah?? Masa sih aku sampe segitunya ?? ah maluu mah!!!!!”

Mamaku cuma nyengir aja geli ngeliatin tingkahku. “makanya, cepetan mandi sana… dandan yang rapi, wangi..trus ke rumah doni, anterin sarapan buat dia…sanaaa”

Hehehe, bagus juga ide mamah… iya deh..aku mandi, trus anter sarapan buat ayangku tercinta.

Jam 8 pagi aku sampe di rumah mas doni… ada mama nya dirumah.
“pagi tante…” aku cium tangannya dan disambut dengan ciuman di pipi kanan dan kiriku. “Mas doni mana tant?”

Tante menjawab : “tu masih tidur, semalem pulang malem, makanya tante ngga berani bangunin… biar aja lah…”

Hhhhmmm iya juga ya..udah deh aku ga usah ganggu dia, kasian pasti masih capek. “oh ya tant, ni ada sarapan dari mama. Tadi mama masakin buat tante sama mas doni”

Tante: “oh iyaa…makasih ya nak, duh repot-repot bawain sarapan segala”

Aku disuguhi segelas juice buah sama mamanya mas doni, dan aku dibiarkan nonton TV di ruang keluarganya… mamanya mas doni dari tadi di dalem kamar, nggak keluar-keluar… gimana sih si tante, aku kok dicuekin gini.. baru aja bergumam dalam hati, tiba-tiba tante keluar dari kamarnya. Dengan pakaian ijo-ijo yang sangat rapi dan cantik.

“lhoh,tante mau kemana?? Rapi banget tant?”

Tante : “iyaa, maaf ya cha tante tinggal dulu, tante ada pertemuan persit… udah icha dirumah aja nungguin mas doni bangun, nanti tolong siapin sarapan sekalian ya buat mas doni”

Me : “oh iya tant….”

Tante : “ tante titip rumah ya cantik…”

Me : “iya tante…hati-hati di jalan ya tant”

Waktu hampir menunjukkan pukul 09.30, aku jadi makin boring duduk sendirian nonton TV… mas doni juga nggak bangun-bangun lagi… ya ampun, ni orang tidur apa pingsan sih? Nggak laper juga tu perut blm sarapan??

Aku nekat aja, coba intipin dia dikamar. Dan kulihat dia masih tertidur dengan sangat pulas…lucunya lagi, dia mendengkur walaupun lirih.. hahaha…jiwa isengku langsung muncul. Aku keluarin HP ku dan aku rekam bobo nya mas doni… jadi sewaktu-waktu kalo dia ngejekin tidurku di mobil, aku bisa bales ejek dia kalo tidur mendengkur.. xixixixi…

Aku rekam dia dari jauh dan semakin mendekat… dari kanan, kiri, semua sisi aku rekam. Ketika merekam, dia sama sekali nggak terusik oleh kehadiranku… dia keliatan pulas banget, di meja belajarnya, aku lihat ada catatan kecil… aku coba bukat buka catatan itu… hhmmm, ini buku hariannya… aku buka lembar pertama, tulisannya bagus… kecil-kecil dan rapi, sama sekali nggak berantakan.. tapi namanya juga catatan cowok, beda dengan buku harian cewek yang super lebay, bahkan kadang mirip kayak novel, hehehe…

Disana hanya tertulis moment-moment dan jadwal pelajara pentingnya… dari latihan di akademinya, ketika dia dihukum, dan tiba-tiba aku lihat tulisan “pesiarku, bertemu dengan gadis yang lucu” aku lihat tanggal nya, dan itu tanggal tepat dimana dia bertemu dan berkenalan denganku… mukaku memerah karena malu. Kemudian kau makin penasaran, aku buka lagi lembar demi lembarnya. Masih dengan kegiatannya, dan tiba-tiba ada tulisan di pojok bukunya… ”God give blessing of my love for that girl” dan itu adalah 2 hari sebelum dia menyatakan cintanya padaku…

Kemudian lembar demi lembar aku telusuri, banyak ungkapan syukur yg dia tuliskan di bukunya.. dia bersyukur karna aku datang di kehidupannya.. dia bersyukur atas canda yang aku berikan padanya… dia bersyukur karna aku bisa membuat papa nya tertawa… dan terakhir, dia katakan, dia bersyukur karna aku memilih untuk tetap berada disisinya, dia berjanji, untuk terus menjagaku dalam peluknya…

Tuhan, sungguh mulia kekasih hatiku ini… sungguh bersyukur aku memilikinya…

Tiba-tiba ada tangan besar yang memelukku dengan erat dari belakang, aku kaget…tapi aku tau bahwa itu adalah tangan kekasihku…dan aku hafal betul, bagaimana cara dia memelukku…

Bersambung...


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 8 )

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial