Oleh Tarjum
Ini Bukan cerita yang saya baca atau dengar dari orang lain. Cerita ini saya tulis karena saya melihatnya sendiri! Di depan mata saya!
Saya memperhatikan tingkah sekawanan semut dengan dua ekor semut pemimpin, selama 25 menit. Cerita luar biasa ini terjadi dari jam 01:00 sampai jam 01:25, dini hari tadi.
Mungkin anda berpikir, “Kok mau-maunya memperhatikan tingkah sekawanan semut, kayak gak ada kerjaan aja. Dini hari lagi!”
Awalnya saya tak sengaja melihat tingkah mahluk-mahluk kecil itu. Karena penasaran lalu saya perhatikan. Setelah saya perhatikan, saya kagum.
Seperti apa sih ceritanya, sampai segitunya? Silakan simak ceritanya baik-baik, lalu renungkan.
Tadi malam, saya ketiduran di depan TV di ruang keluarga. Karena dingin dan diganggu nyamuk-nyamuk nakal, saya terbangun. TV yang masih menyala saya matikan. Suasana malam terasa sangat dingin dan hening. Istri dan puteri kedua saya (Rahma) tidur lelap di kamar tidur utama. Anak pertama saya (Vania) juga terlelap di kamarnya.
Masih di depan TV, saya bangkit dari tidur lalu duduk. Saya perhatikan plastik bekas bungkus camilan Vania dan Rahma, berserakan di lantai. Lalu saya punguti plastik dan sisa-sisa kue yang berceceran di lantai. Maksudnya akan saya buang ke tempat sampah dekat pintu dapur.
Disamping lamari TV, saya lihat ada sepotong sisa kue yang dikerubuti sekawanan semut. Ketika potongan kue itu saya ambil, semut-semut itu berhamburan menjauh. Beberapa detik kemudian, saya lihat sekilas kawanan semut yang jumlahnya sekitar 100 ekor itu, bergerak dalam satu barisan menuju ke satu arah.
Karena penasaran, saya perhatikan barisan kawanan semut lebih dekat. Saya ingin tahu menuju ke arah mana semut-semut itu? Ternyata mereka menuju ke sebuah lubang di sela-sela lantai keramik yang sedikit renggang. Sepertinya di situlah selama ini mereka bersarang.
Saya memperhatikan barisan rapi para semut itu lebih dekat lagi.
Ternyata diantara kawanan semut itu ada 2 ekor semut yang ukuran tubuhnya lebih besar, sekitar sepuluh kali ukuran tubuh semut biasa. Saya pikir dua semut besar itu adalah pemimpin para semut itu. Satu semut besar berjalan di depan seperti memimpin barisan, sedangkan semut besar yang satunya berjalan ditengah seperti mengawal barisan.
Mereka bergerak cepat dan tertib menuju sarangnya. Jarak antara tempat potongan kue ke lubang sarang sekitar 2 meter. Sebagian besar semut sudah masuk ke lubang, tinggal beberapa ekor semut yang masih terpencar-pencar dalam radius 1 meter dari sarang.
Saya melirik ke arah jam dinding, jarum jam menunjuk di angka 01:05, artinya dalam waktu 5 menit kawanan semut itu hampir semuanya sudah masuk ke sarangnya.
Saya pergi ke dapur untuk cuci tangan. Saya masih penasaran dengan tingkah para semut yang mengagumkan itu. Lalu saya kembali memperhatikan lantai di sekitar lubang sarang semut.
Saya perhatikan, 2 ekor semut besar yang tadi sudah masuk ke lubang bersama semut-semut lain, keluar dari lubang bergerak ke arah yang berbeda dalam radius 2 meter. Sepertinya 2 semut pemimpin ini mencari dan mengarahkan semut-semut yang masih berkeliaran di luar untuk segera masuk ke sarang.
Luar biasa tanggung jawab 2 ekor semut pemimpin ini!
Saya perhatikan lagi, satu semut pemimpin berjalan kembali ke arah tempat potongan kue yang tadi dikerubuti kawanan semut itu. Sang semut besar itu berjalan hampir dua meter dari lubang. Dia sepertinya ingin memastikan tak ada semut yang tertinggal atau tersesat di luar lubang.
Setelah memastikan tak ada semut yang tertinggal, dia berbalik kembali menuju ke lubang sambil terus mencari dan mengarahkan semut-semut yang ditemuinya.
Saya penasaran ingin melihat reaksi sang semut pemimpin ini.
Ketika dia berjalan mendekati lubang, jari telunjuk perlahan saya arahkan mendekati sang semut. Dia terus berjalan menuju lubang, seakan tak menghiraukan benda besar yang mendekatinya. Saya dekatkan lagi jari telunjuk saya sampai hanya berjarak sekitar 1 cm dari sang semut. Dia berhenti berjalan. Saya makin penasaran, saya dekatkan lagi jari telunjuk sampai hanya berjarak sekitar 1 mm dan saya posisikan seolah telunjuk saya akan menekan tubuh sang semut pemberani ini.
Apa yang terjadi? Apakah dia bergerak mundur atau lari menjauh?
Tidak! Sama sekali tidak!
Sang semut diam tak bergeming sedikitpun!
Dia Seolah menantang mahluk sangat besar yang ada dihadapannya. Dia seperti memberi isyarat, bahwa dia siap melawan untuk membela para semut yang dipimpinnya. Dia pun berani dan siap mengorbankan dirinya untuk menjaga keselamatan kawanan semut yang dipimpinnya.
Luar biasa! Saya semakin kagum dengan keberanian sang semut pemimpin ini! Dua jempol untuknya!
Saya mendapat inspirasi dan pelajaran sangat berharga dini hari tadi. Pelajaran dari sang semut pemimpin yang gagah berani dan bertanggung jawab.
Sepertinya, para pemimpin layak belajar kepada mahluk amat mungil ini tentang arti tanggung jawab dan keberanian seorang pemimpin untuk menjaga dan melindungi orang-orang yang di pimpinnya.
Jam dinding sudah menunjuk di angka 01:25. Saya perhatikan lagi, keadaan di sekitar lubang semut itu. Tak terlihat lagi semut yang berkeliaran di radius 1 meter dari lubang.
Dua semut pemimpin yang tadi masih mondar-mondir, sekarang sudah tak tampak lagi. Setelah menjalankan tugasnya dengan sangat baik, 2 ekor semut pemimpin itu juga masuk ke sarang bersama kawanan semut lainnya. Dalam waktu 25 menit semua semut sudah masuk ke sarangnya.
Inspirasi dan pelajaran apa yang anda petik dari cerita kawanan semut ini yang mengagumkan ini? Silakan berbagi di komentar.
Foto ilustrasi : Andrey Paflov
Pembaca setia blog Curhatkita, mohon maaf karena kesibukan kerja yang luar biasa, blog ini jarang diupdate. Mudah-mudahan di tahun baru 2013 ini, Curhatkita bisa menyajikan lebih banyak artikel-artikel berbobot dan bermakna secara berkala. Mohon dukungan dan do’anya dari para pembaca sekalian.
Saya memberi kesempatan kepada anda sekalian untuk menjadi penulis tamu (guest post). Jika anda punya tulisan yang sesuai dengan tema blog Curhatkita silakan kirim ke email: sivalintar@yahoo.com.
Artikel Terkait:
curhat inspirasi
- Inspirasi dari Gadis Mungil dengan Down Sindrom
- Hati-Hati dengan “Sang Pencuri Impian”
- 5 Tips Rahasia Awet Muda, Cantik dan Menawan
- Solusi Holistik Pemulihan Depresi & Bipolar
- Cinta yang Luar Biasa Seorang Ayah kepada Anak Angkatnya
- Pengamen Nyentrik di Markas Polres Subang
- Inilah Cinta yang Sederhana dan Apa Adanya
- Apa kata Krisna jika Melihat Kisah Cinta Rais dan Risna?
- Banyak “Tongki” Masuk ke Desa Kami
- Pakwi, Pelukis Wayang Peraih MURI
- Jika Engkau Sibuk Mengurus Kebaikan bagi Orang lain, Tuhan yang akan Mengurus Kepentinganmu
- Inpirasi dari film “Mongol”, True Story Genghis Khan
- Hana Madness dan Kreasi Bipolar
- Sahabat yang Unik dan Langka
- Guruku Teladanku
- Cemas, Takut dan Bimbang Terhadap Diri-Sendiri, Bagaimana Solusinya?
- Jika Mau Melamar Sang Kekasih, Apa yang Akan Anda Katakan Kepada Calon Mertua?
- Do'a dan Renungan
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Gabriel Muniz, Bocah Tanpa Kaki yang Punya Talenta Luar Biasa
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Salahkah Aku di Lahirkan ke Dunia ini?
- Rencana “Gowes Sepeda Jakarta-Magelang” dalam Rangka Hari Kesehatan Jiwa
- “Man Jadda Wajada!” Mantra 'Sakti' dari Pesantren
curhatku
- Menjalani Proses Pengobatan dan Pemulihan Gangguan Jiwa, Butuh Keyakinan dan Kesabaran
- Mengapa dan Bagaimana Dia Jadi Tongki?
- Banyak “Tongki” Masuk ke Desa Kami
- Sahabat yang Unik dan Langka
- Di Ujung Senja Menanti Sang Kekasih
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Kenangan Indah di Tangkuban Perahu dengan Teman, Kekasih dan Anak Istri
- Tuhan Kadang Mengabulkan Do'a Kita dengan Cara yang “Unik” dan Tak Pernah Terbayangkan
- Rekaman Wawancara Tentang Bipolar Dengan Penyiar Radio Nederland Wereldomroep (RNW)
- Ada Apa di Tahun Baru 2012?
- Indah dan Uniknya Persahabatan di Dunia Maya
- Testimoni
- Selamat Idul Fitri 1432 H
- Hanya Dalam 6 jam Kehilangan 2 Penopang Hidup Keluarga
- Antara Atlet dan ODB
- Jangan Takut untuk Mencintai, Seseorang sedang Menunggu Kedatangan Anda
- Sahabat, Tapi juga Musuh Dalam Selimut yang Lambat Aku Kenali
- Saling Berbagi untuk Mencari Solusi Terbaik Penanganan Gangguan Bipolar
- Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur
- Jangan Hanya Mencari Obat, Tapi Cari Dulu Sang Pemilik Obat!
- Pengorbanan Cinta
- Luapan Semangat dan Gairah yang Saya Alami, Bukan Manik!
- Komentar dan Saran dari Teman Facebooker dan Blogger
curhat kisah
- Hati-Hati dengan “Sang Pencuri Impian”
- Cinta yang Luar Biasa Seorang Ayah kepada Anak Angkatnya
- Pengamen Nyentrik di Markas Polres Subang
- Apa kata Krisna jika Melihat Kisah Cinta Rais dan Risna?
- Mengapa dan Bagaimana Dia Jadi Tongki?
- Ebook True Story “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”
- Inpirasi dari film “Mongol”, True Story Genghis Khan
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Gabriel Muniz, Bocah Tanpa Kaki yang Punya Talenta Luar Biasa
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Ujian Tuhan untuk Seorang Istri Luar Biasa yang Bijaksana dan Berjiwa Besar
- Kejujuran Iblis Kepada Nabi Muhammad SAW ( 2 )
- Kejujuran Iblis Kepada Nabi Muhammad SAW
- Seorang Karyawati Nekad Bunuh Diri
- Pelajaran Berharga dari Nenek “Berbibir Merah” di Lereng Merapi
- Bagaimana Mengatasi Kejenuhan Rutinitas Kerja dengan Cara Sederhana namun Unik dan Berkesan
- Pelajaran Berharga dari Seorang Janda Tua
- Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Pasukan Super Khusus Amerika Serikat, “Tim Enam” Navy SEAL?
- Bagaimana Bertahan Hidup Selama 3 Minggu di Lautan Lepas?
- Zhang Da, Bocah Tangguh yang Pantang Menyerah!
- Inilah Kaver buku “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”
- Perempuan Tua yang Hilang Ingatan itu Diusir Petugas Ronda
- Keajaiban Memberi
- Ketegaran Jiwa Seorang Sekizofrenia
Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.
Komentar :
Posting Komentar
Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)