Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Tanggung Jawab dan Keberanian yang Luar Biasa Dua Ekor Semut Pemimpin

    

Oleh Tarjum

Ini cerita menarik tentang sekawanan semut.

Ini Bukan cerita yang saya baca atau dengar dari orang lain. Cerita ini saya tulis karena saya melihatnya sendiri! Di depan mata saya!

Saya memperhatikan tingkah sekawanan semut dengan dua ekor semut pemimpin, selama 25 menit. Cerita luar biasa ini terjadi dari jam 01:00 sampai jam 01:25, dini hari tadi.

Mungkin anda berpikir, “Kok mau-maunya memperhatikan tingkah sekawanan semut, kayak gak ada kerjaan aja. Dini hari lagi!”

Awalnya saya tak sengaja melihat tingkah mahluk-mahluk kecil itu. Karena penasaran lalu saya perhatikan. Setelah saya perhatikan, saya kagum.

Seperti apa sih ceritanya, sampai segitunya? Silakan simak ceritanya baik-baik, lalu renungkan.

Tadi malam, saya ketiduran di depan TV di ruang keluarga. Karena dingin dan diganggu nyamuk-nyamuk nakal, saya terbangun. TV yang masih menyala saya matikan. Suasana malam terasa sangat dingin dan hening. Istri dan puteri kedua saya (Rahma) tidur lelap di kamar tidur utama. Anak pertama saya (Vania) juga terlelap di kamarnya.

Masih di depan TV, saya bangkit dari tidur lalu duduk. Saya perhatikan plastik bekas bungkus camilan Vania dan Rahma, berserakan di lantai. Lalu saya punguti plastik dan sisa-sisa kue yang berceceran di lantai. Maksudnya akan saya buang ke tempat sampah dekat pintu dapur.

Disamping lamari TV, saya lihat ada sepotong sisa kue yang dikerubuti sekawanan semut. Ketika potongan kue itu saya ambil, semut-semut itu berhamburan menjauh. Beberapa detik kemudian, saya lihat sekilas kawanan semut yang jumlahnya sekitar 100 ekor itu, bergerak dalam satu barisan menuju ke satu arah.

Karena penasaran, saya perhatikan barisan kawanan semut lebih dekat. Saya ingin tahu menuju ke arah mana semut-semut itu? Ternyata mereka menuju ke sebuah lubang di sela-sela lantai keramik yang sedikit renggang. Sepertinya di situlah selama ini mereka bersarang.

Saya memperhatikan barisan rapi para semut itu lebih dekat lagi.

Ternyata diantara kawanan semut itu ada 2 ekor semut yang ukuran tubuhnya lebih besar, sekitar sepuluh kali ukuran tubuh semut biasa. Saya pikir dua semut besar itu adalah pemimpin para semut itu. Satu semut besar berjalan di depan seperti memimpin barisan, sedangkan semut besar yang satunya berjalan ditengah seperti mengawal barisan.

Mereka bergerak cepat dan tertib menuju sarangnya. Jarak antara tempat potongan kue ke lubang sarang sekitar 2 meter. Sebagian besar semut sudah masuk ke lubang, tinggal beberapa ekor semut yang masih terpencar-pencar dalam radius 1 meter dari sarang.

Saya melirik ke arah jam dinding, jarum jam menunjuk di angka 01:05, artinya dalam waktu 5 menit kawanan semut itu hampir semuanya sudah masuk ke sarangnya.

Saya pergi ke dapur untuk cuci tangan. Saya masih penasaran dengan tingkah para semut yang mengagumkan itu. Lalu saya kembali memperhatikan lantai di sekitar lubang sarang semut.

Saya perhatikan, 2 ekor semut besar yang tadi sudah masuk ke lubang bersama semut-semut lain, keluar dari lubang bergerak ke arah yang berbeda dalam radius 2 meter. Sepertinya 2 semut pemimpin ini mencari dan mengarahkan semut-semut yang masih berkeliaran di luar untuk segera masuk ke sarang.


Luar biasa tanggung jawab 2 ekor semut pemimpin ini!


Saya perhatikan lagi, satu semut pemimpin berjalan kembali ke arah tempat potongan kue yang tadi dikerubuti kawanan semut itu. Sang semut besar itu berjalan hampir dua meter dari lubang. Dia sepertinya ingin memastikan tak ada semut yang tertinggal atau tersesat di luar lubang.

Setelah memastikan tak ada semut yang tertinggal, dia berbalik kembali menuju ke lubang sambil terus mencari dan mengarahkan semut-semut yang ditemuinya.

Saya penasaran ingin melihat reaksi sang semut pemimpin ini.

Ketika dia berjalan mendekati lubang, jari telunjuk perlahan saya arahkan mendekati sang semut. Dia terus berjalan menuju lubang, seakan tak menghiraukan benda besar yang mendekatinya. Saya dekatkan lagi jari telunjuk saya sampai hanya berjarak sekitar 1 cm dari sang semut. Dia berhenti berjalan. Saya makin penasaran, saya dekatkan lagi jari telunjuk sampai hanya berjarak sekitar 1 mm dan saya posisikan seolah telunjuk saya akan menekan tubuh sang semut pemberani ini.

Apa yang terjadi? Apakah dia bergerak mundur atau lari menjauh?

Tidak! Sama sekali tidak!


Sang semut diam tak bergeming sedikitpun! 



Dia Seolah menantang mahluk sangat besar yang ada dihadapannya. Dia seperti memberi isyarat, bahwa dia siap melawan untuk membela para semut yang dipimpinnya. Dia pun berani dan siap mengorbankan dirinya untuk menjaga keselamatan kawanan semut yang dipimpinnya.

Luar biasa! Saya semakin kagum dengan keberanian sang semut pemimpin ini! Dua jempol untuknya!

Saya mendapat inspirasi dan pelajaran sangat berharga dini hari tadi. Pelajaran dari sang semut pemimpin yang gagah berani dan bertanggung jawab.

Sepertinya, para pemimpin layak belajar kepada mahluk amat mungil ini tentang arti tanggung jawab dan keberanian seorang pemimpin untuk menjaga dan melindungi orang-orang yang di pimpinnya.

Jam dinding sudah menunjuk di angka 01:25. Saya perhatikan lagi, keadaan di sekitar lubang semut itu. Tak terlihat lagi semut yang berkeliaran di radius 1 meter dari lubang.

Dua semut pemimpin yang tadi masih mondar-mondir, sekarang sudah tak tampak lagi. Setelah menjalankan tugasnya dengan sangat baik, 2 ekor semut pemimpin itu juga masuk ke sarang bersama kawanan semut lainnya. Dalam waktu 25 menit semua semut sudah masuk ke sarangnya.

Inspirasi dan pelajaran apa yang anda petik dari cerita kawanan semut ini yang mengagumkan ini? Silakan berbagi di komentar.

Foto ilustrasi : Andrey Paflov


Pembaca setia blog Curhatkita, mohon maaf karena kesibukan kerja yang luar biasa, blog ini jarang diupdate. Mudah-mudahan di tahun baru 2013 ini, Curhatkita bisa menyajikan lebih banyak artikel-artikel berbobot dan bermakna secara berkala. Mohon dukungan dan do’anya dari para pembaca sekalian.

Saya memberi kesempatan kepada anda sekalian untuk menjadi penulis tamu (guest post). Jika anda punya tulisan yang sesuai dengan tema blog Curhatkita silakan kirim ke email: sivalintar@yahoo.com.




Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 1
aki soleh on Selasa, 30 September 2014 10.07.00 WIB mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial