Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 26 )

    

Oleh Tresya Agnashila

Diperjalanan dia bilang, kalo pagi ada pembantu yang biasa mengurus rumahnya…dan setelah pekerjaan selesai, pembantunya langsung pulang.

Kalo urusan makanan, dia biasanya jajan, jarang-jarang ada masakan di rumahnya, makanya dia cuma punya peralatan dapur yang sangat minim.

Kalo malem tiba-tiba lapar, dia biasanya menahan sampe besok pagi kalo malem males keluar..hehehe…

Dia menceritakan kesehariananya dirumah dengan sangat terbuka padak. Sebelum sampai rumah, dia mempir dulu ke toko roti.. dia turun dan membelikanku beberapa roti isi coklat dan keju.
“ini buat jaga-jaga kalo ntar malem kelaparan ya!“

Wkwkwkwk…dia aja kalo malem kelaparan bela-belain ditahan sampe pagi, kenapa sekarang malah beliin aku roti… nggak kebalik ni ???

Sampai juga kita didepan rumah.. dia sengaja memasukkan mobilnya hingga kedalam..biar aku nggak kejauhan jalan. (lebay ah si tirta !!)

Dia membawakan rotiku dan membantuku membuka pintu. Begitu masuk rumah, aku nyalakan lampu teras dan ruang tamu. lalu ruang tengah, aku biarkan lampu redup yang menerangi.

Tirta masuk kedalam rumahku dan mengecek semua jendela dan keamanan dirumahku.. setelah semua dirasanya aman, dia meletakkan rotiku dan kemudian pamit untuk pulang.

Tubuhku masih terasa lemas, dan didepan pintu tirta memegang erat pundakku.
“hati-hati ya dirumah..kalo ada apa-apa langsung telfon aku… HP juga jangan dimatikan ya..kalo lagi nggak tidur, kalo aku telfon atau sms tolong di bales ya! Abis ini langusng tidur aja, nggak usah mikir yang macem-macem ya.”

Aku benar-benar melihat tatapan kekhawatiran dimatanya, dia benar-benar memperhatikan dan memperdulikanku. Nggak tau aku harus berkata apa, tiba-tiba aku ingin memeluknya.
Aku memeluknya dengan sangat erat… dia termenung sejenak… baru setelah beberapa menit dia membalas pelukanku dan meletakkan kepalanya dipundakku.

“Makasiih ya ta…makasih udah baik & perhatian ma aku….”
Dia hanya mengaggukkan kepalanya sambil terus memelukku….
Ya….aku merasakan dia sangat mengkhawatirkanku….

Dia melepaskan pelukannya, kemudian dia memegang kedua pipiku…
“ aku pulang ya… ingat, nanti telfon aku”
Aku hanya bisa menganggukan kepalaku….
Kemudian dia keluar rumah…dan menyuruhku untuk menutup pintu.
Aku melambaikan tanganku dari balik jendela, yang menjadi sangat terang disinari lampu mobilnya.

Aku masuk ke kamarku….dan malam ini…aku merasa aku tak sendiri lagi…
Sepertinya aku memiliki tirta dalam hidupku…aku tak khawatir akan kesepian lagi…
Inilah malam pertama, dimana sebelum tidur, aku memikirkan Tirta.

Pagi datang, ada beberapa panggilan darinya. Kemudian aku bals menelfonnya… dia nampak masih khawatir dengan keadaanku.
“aku udah nggak papa ta… udah sehat kok…abis ini juga aku mau keluar”
“kemana?”
Ada beberapa urusan yang mesti aku selesein di kampus…
Aku berencana untuk melamar disebuah perusaan BUMN…dan aku harus melengkapi kelengkapan surat-suratnya.
Tirta menawarkan diri untuk membatuku…tapi aku jawab
“ngga usah..kamu pasti juga lagi sibuk sama kerjaanmu.”

Akhirnya Tirta memperbolehkanku untuk pergi dan mengurus semua ini sendiri. Dan dia juga bilang, sewaktu-waktu ada apa-apa dijalan atau ada suatu urusan yang sulit diselesaikan, aku harus menelfon dia. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Aku berangkat untuk mengurus kelengkapan-kelengkapan surat lamaranku. Nggak sampe setengah hari, semua sudah bisa kuurusi. Waktu makan siang aku bingung mau makan dimana. Akhirnya aku putuskan untuk pergi ke kantor tirta dan makan di kantinnya.
Tirta nampak senang saat melihat aku ada dikantornya..lalu kita makan bersama di kantin, tempat pertama kali aku melihat dia.

Hari-hari kami lalui…aku menjadi sangat dekat dengannyA. Kami sering makan malam bersama..siang hari aku juga sering memasak dan mengiriminya makan siang untuk kita makan bersama dikantornya…pagi hari dia juga sering membawakanku soto/bubur ayam… tak jarang ketika liburan, kami habiskan waktu bersama..aku dirumahnya atau dia dirumahku..kadang aku menyempatkan diri kerumahnya untuk membersihkan kamarnya atau sekedar merapikan rak bukunya… dia sangat percaya padaku, dia memberiku kunci serep rumahnya… dan aku bebas kapanpun datang kerumahnya.

Kami menikmati kedekatan kami… meskipun hubungan ini tanpa sebuah status yang jelas… tapi aku rasa kami sudah lebih dekat dari pada orang yang sedang pacaran.
Ya, kami sangat dekat. Aku berharap ini aka berlangsung lama. Aku nyaman berada disisi Tirta dan Tirtapun merasakan hal yang sama.

Beberapa bulan yang lalu aku menerima surat panggilan kerja dari perusahaan BUMN dimana tempat aku memasukkan lamaran dulu.
Setelah melewati beberapa test tertulis dan wawancara, aku mengikuti suatu pendidikan khusus… ya, untuk menjadi seorang karyawan disini, aku harus mengikuti pendidikan selama 4 bulan…. Semua ini tak lepas dari peran tirta…tirta yang terus menyemangati dan membantuku…hingga akhirnya aku bisa diterima diperusahaan ini.

Saat aku tinggal mengikuti pendidikan, kasian tirta…dia selalu sms “kangen” padaku…dia merasa sangat kesepian saat nggak ada aku…dan begitu aku pulang…dialah orang yang paling terlihat girang menyambutku.

“Wooooow….. kini aku sudah menjadi seorang karyawati..diperusahaan yang cukup bergengsi!”

Hari pertama masuk kerja, tirta juga lah yang mengantarkanku. Ya, dialah orang pertama yang melihatku memakai setelan jas dan sepatu fantofel serta tas jinjing dan notes kecil ditanganku.

Dengan seragam dinasnya, tirta menjemputku…. Ya..kami berdua terlihat sangat cocok…seorang pria yang gagah, tampan, berwibawa dengan seragamnya yang membuat makin berkharisma, bersama seorang wanita karier dengan setelan jas hitam yang membuatnya terlihat lebih anggun.

Satpam dikantorku mengira bahwa tirta adalah suami/tunanganku…kami terlihat sangat cocok, terlebih ketika akan masuk pintu gerbang perusahaan, tirta mengantarku dan mencium keningku.

Hampir setiap hari tirta selalu mengantar jemput aku… pagi hari kita sama-sama mencari sarapan..dan pulang kantor, kadang aku kerumah tirta atau tirta kerumahku dan malam hari kami mencari makan malam… tak jarang siang hari tirta juga menjemputku dikantor untuk makan siang bersama.

Sungguh indah hari-hariku bersama Tirta, hingga aku sempat lupa akan mas Doni.
Ya..bagaimana kabarnya kini… sudahkah dia bersama wanita lain seperti aku bersama pria lain? Mungkinkah dia akan memaafkanku ketika nanti dia bertemu aku ada dalam pelukan tirta?? Tapi bagaimana lagi… hidupku terlalu sepi, hingga tirta datang membawa sejuta senyuman.

Tahun pertama bekerja, semua berjalan dengan baik-baik saja… aku menemukan suasana baru…keseharian baru…dan dengan profesiku sebagai teller, aku banyak bertemu dengan orang-orang baru.

Ditengah-tengah tahun kedua, aku mendapatkan promosi jabatan dari atasanku… ya, tentu saja ini kabar baik untukku. Aku mengikuti pendidikan kembali… selama kurang lebih 2 bulan… dan beberapa bulan selanjutnya, aku mendapatkan surat keputusan dan aku diangkat menjadi sekretaris perusahaan.

Tapi….aku harus pindah dari kota yang telah melahirkanku… dengan jabatan baruku, aku dimutasi ke suatu kota yang sebenarnya tidak begitu jauh dari kotaku sekarang… mungkin hanya sekitar 2 - 3 jam perjalanan darat.

Mendengar kabar gembira ini, aku langsung menelfon tirta…aku ingin berbagi kebahagiaan dengannya….dia menyambut teriakanku dengan senyuman…dia mengucapkan selamat atas maju pesatnya karierku.

Waktunya pulang, tirta menelfon mengabarkan kalo sore ini tidak bisa menjemputku. Sore itu aku pulang sendiri.

Sampai rumah, aku mandi lalu mengabarkan kabar gembira ini pada papa,mama dan kakakku…mereka menyambutnya dengan sangat gembira.

Malam hari…aku sms tirta mengajaknya mencari makan malam… 5, 10, 15 dan 30 menit kemudian…dia ngga bales smsku… lalu aku coba telfon dia, dia juga nggak angkat.
Apa mungkin dia lembur ya? atau piket? tapi biasanya sesibuk apapun dia, dia pasti menyempatkan buat sms aku atau angkat telfonku… atau dia lagi dijalan? Atau mandi?? Atau ada tamu??
Aku memikirkan seribu alasan..sedang apa dia sekarang?
Lalu aku sms dia, aku katakana kalau nanti sudah nggak sibuk, tolong sms aku.

Melewatkan makan malamku, aku termenung dalam kamarku. Ini sudah sangat larut…. Hampir lebih dari jam 12 malam…tapi tirta belum juga menghubungiku.
Baru aku akan memejamkan mata, aku dengar suara mobil tirta… aku bergegas keluar rumah…
Ya…aku melihat wajah tirta…aku tersenyum lega…

Tapi kenapa dia? Kenapa wajahnya lemas sekali? Murung dan tampak seperti orang bingung…aku bukakan gerbang rumahku. Aku membukakan pintu mobilnya.
“Kamu kenapa? Dari mana ?”
Dia tak menjawabku dan langsung turun dari mobilnya…
“Ayoo masuk dulu” dengan nada lemas dia mengeluarkan suara.

Aku jalan dibelakangnya…sambil sedikit memegang kaosnya. Dia masuk dan langsung duduk bersandar di sofa. Aku kebelakang membuatkannya secangkir the panas. Dengan lampu redup di ruang keluargaku…aku duduk disebelahnya… aku menyuruhnya untuk meminum teh hangat ini.

Bersambung…

 

Apa yang terjadi dengan Tirta? Mengapa dia seperti sedang menghadapi masalah teramat berat membebani pikirannya?
Kisah Tresya dan Tirta berikutnya akan semakin seru dan mengharu biru, mengaduk-aduk emosi siapapun yang membacanya. Para pembaca seakan berdiri di hadapan kedua tokoh cerita ini dan meresakan gejolak emosinya…
Detik demi detik menanti dengan penuh kecemasan dan tanda tanya, apa gerangan yang akan terjadi?
Jangan terlewat, simak terus lanjutan ceritanya.



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Bukan Manusia, Jika Itu Sempurna ( 26 )

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial