Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Bipolar Care Indonesia, Peduli Penyandang Bipolar

    

Ultah pertama Bipolar Care Indonesia (dok.BCI)

Disaat banyak orang membentuk komunitas bisnis, organisasi profesi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM), 5 orang anak muda yang punya kepedulian tinggi terhadap masalah gangguan jiwa khususnya gangguan bipolar, membentuk sebuah komunitas sosial yang diberi nama “Bipolar Care Indonesia”.

Apa dan bagaimana Bipolar Care Indonesia dan apa saja kegiatan yang sudah mereka lakukan untuk membantu para penyandang gangguan jiwa? Silakan simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Sebelumnya saya akan menjelaskan sekilas tentang apa dan bagaimana gangguan bipolar itu?

Gangguan bipolar adalah salah satu gangguan jiwa, dimana penderitanya mengalami perubahan mood yang ekstrem antara manik (senang sekali) dan depresi (sedih sekali). Di satu waktu seorang penderita bipolar bisa merasa sangat gembira, lalu di lain waktu merasa sedih bahkan sampai ingin bunuh diri. Kedua hal yang sangat bertolak-belakang tersebut datang silih berganti, kadang ada periode normal diantaranya, dan pola, keparahan, serta frekuensinya bisa berbeda pada setiap penderita.

Perubahan mood ekstrem dan gejala-gejala yang dirasakan penderita bipolar tersebut mengganggu fungsi personal, sosial, dan pekerjaan penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat. WHO menyebutkan bahwa gangguan bipolar berada dalam urutan ke-6 penyakit utama yang dapat menyebabkan disabilitas di seluruh dunia. Padahal, jika ditangani dengan tepat, penderita bipolar bisa kembali berfungsi optimal dan mandiri.

Saya sendiri pernah mengalami gangguan bipolar saat masih remaja (dari kelas 2 SMP sampai kelas 3 SMA). Sekarang Alhamdulillah sudah pulih. Saya sudah menulis pengalaman bipolar saya di buku psikomemoar “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah” yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, salah satu “saudara tua” Kompasiana. Saya juga menulis 2 ebook tentang gangguan bipolar dan menulis artikel tentang bipolar di blog pribadi dan di Kompasiana.

Setelah aktif menulis di blog, media sosial, menulis buku dan ebook tentang gangguan bipolar, beberapa kali saya mendapat undangan untuk mengikuti kopi darat, workshop, seminar dan acara-acara terkait gangguan bipolar, baik dari grup-grup diskusi bipolar, komunitas maupun dari organisasi psikiatri seperti PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia).

Namun, karena acara-acara tersebut lebih sering diadakan di Jakarta dan kota-kota besar, saya yang dari daerah (Subang) jarang bisa hadir, walau ada kerinduan untuk bertemu dengan teman-teman bipolar yang suka berbagi pengalaman di dunia maya.

Beberapa seminar bipolar sempat saya hadiri. Ada kebahagiaan tersendiri ketika bertemu teman online yang selama ini hanya saling menyapa lewat layar monitor. Rasanya seperti bertemu kembali dengan seorang teman lama. Saya juga pernah menjadi narasumber seminar bipolar yang diadakan oleh mahasiswa psikologi UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta.


Saya menjadi pembicara di Seminar Bipolar UIN Sunan Kalijaga.

Apa dan Bagaimana Bipolar Care Indonesia?

Bipolar Care Indonesia (BCI) yang dibentuk tanggal 27 Mei 2013, adalah komunitas sosial yang bergerak di bidang kesehatan jiwa, khususnya untuk gangguan bipolar. Cakupan kegiatan BCI yaitu edukasi, dukungan, dan aktivitas. BCI melakukan kampanye mengenai isu kesehatan jiwa di berbagai media dan acara serta memberikan dukungan untuk ODMK (orang dengan masalah kejiwaan) beserta caregiver-nya (pendamping penderita bipolar). BCI juga melakukan aktivitas-aktivitas untuk mengajak penyandang bipolar agar lebih produktif.

Pak Wi, sedang melukis di pameran Kreasi Bipolar (dok.BCI)

Di komunitas ini anggotanya bisa saling berbagi cerita, inspirasi, motivasi, dan bertanya terkait gangguan bipolar. Seperti yang dituturkan Vindy di grup facebook BCI. BCI berharap bisa membantu para penyandang bipolar, caregiver dan keluarganya.
Untuk informasi seputar gangguan bipolar, psikologi, atau topik-topik lainnya bisa follow twitter BCI di @BipolarCareInd. Bisa juga menghubungi BCI melalui email di bipolarcare.indonesia@gmail.com. Untuk artikel mengenai gangguan bipolar dan kegiatan-kegiatan BCI, bisa cek di http://www.bipolarcareindonesia.com.

BCI punya motto: RAISE mental health awareness, CARE for each other, TOGETHER for better life.

Melalui BCI, Vindy dan rekan-rekannya, mengadakan aktivitas yang kadang sunyi dari publisitas dan luput dari perhatian publik. Mereka merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan nyata yang bertujuan untuk membantu para penyandang gangguan bipolar.

Jenis kegiatan yang sudah mereka adakan diantaranya: Kumbar (kumpul bareng), Psikoedukasi, Art for Cure (terapi seni), Mental Health Check-Up, Konseling Kelompok, Seminar Awam Bipolar, Kreasi Bipolar (pameran karya seni bipolar) dan Talkshow di radio dan televisi.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut mereka dan para nara sumber (aktivis dan praktisi kesehatan jiwa) berbagi ilmu, pengalaman dan pemahaman dengan para penyandang gangguan bipolar, caregiver, keluarga dan masyarakat umum.

Meski mereka masing-masing juga masih bergelut dengan gangguan bipolar yang fluktuasi moodnya kadang tak mudah dikendalikan, mereka tetap antusias untuk berbagi pengalaman, penngetahuan, pemahaman dengan orang-orang yang mengalami gangguan bipolar.

Waktu saya Tanya Vindy, “Apa kendala utama untuk mengadakan acara-acara tersebut?”
“Biasanya memang dana, kalau kebetulan dapet sponsor Alhamdulillah,” jawab Vindy, “Sama kalau dulu panitianya cuma dikit. Sekarang bisa diusahakan untuk gabung jadi panitia biar gak keteteran.”

Menurut Vindy, sumber dana untuk acara-acara tersebut didapat dari Sponsor, donatur dan kas BCI. Dana dari seponsor sekitar 80%, sisanya dari donator dan kas BCI.

Menghapus Stigma Negatif Gangguan Jiwa


Satu hal yang harus diketahui adalah penyandang gangguan jiwa tak ingin diperlakukan istimewa, dimanjakan atau dikasihani oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya, mereka ingin diperlakukan sama dengan yang lain. Mereka ingin dicintai, disayangi dan dihargai seperti orang lain yang dianggap normal. Dalam setiap pertemuan, sosialisasi, edukasi dan seminar selalu ditekankan agar meraka menjadi pribadi yang mandiri, bisa hidup dengan kemampuannya sendiri dan tak bergantung kepada orang lain termasuk kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Salah satu masalah (dari sekian banyak masalah) yang masih mengganjal dalam usaha-usaha untuk membantu penyandang gangguan jiwa adalah stigma negatif. Ketika meraka sudah mulai pulih, dan kembali ke tengah-tengah masyarakat, mereka berharap bisa diterima dan diperlakukan tanpa stigma, sama seperti orang lain. Stigma anegatif Inilah yang berusaha dihapus oleh para penyandang gangguan jiwa, aktivis kesehatan jiwa, praktisi kesehatan jiwa dan orang-orang yang peduli kepada penyandang gangguan jiwa.

Salah satu cara menghapus stigma negatif itu melalui sosialisasi, publikasi dan edukasi dengan memberikan penjelasan yang benar dan proporsional tentang segala jenis gangguan jiwa kepada masyarakat.


Foto bareng panitia dan nara sumber selesai acara Kreasi Bipolar 2013 (dok.BCI)

Tahun lalu saya sempat hadir di acara “Kreasi Bipolar” yaitu seminar untuk masyarakat awam mengenai gangguan bipolar dan pertunjukan serta pameran seni karya penderita bipolar. Acara Kreasi Bipolar tersebut diadakan tanggal 2 Juni 2013, di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Di sanalah saya pertama kali bertemu langsung dengan Vindy dan teman-teman dari Bipolar Care Indonesia.

Untuk apa acara Kreasi Bipolar ini diadakan?
Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengenal gangguan jiwa yang kerap terjadi di masyarakat namun tidak terdeteksi. Selain itu untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa penderita gangguan bipolar juga dapat berkarya dan bekerja dengan menjadi panitia di acara ini. Diharapkan acara ini dapat memberikan informasi baru kepada masyarakat dan menjadi ajang untuk gigi bagi penderita bipolar.

Acara ini sebagai ajang sharing, saling mendukung dan saling menguatkan diantara penyandang bipolar dan keluarganya. Merangsang para penyandang bipolar untuk mau menggali bakat dan kemampuan yang dimiliki dan menyalurkannya dalam aktivitas kreatif.

Semoga acara Kreasi Bipolar dan kegiatan-kegiatan lain yang bisa membantu para penyandang gangguan bipolar yang dimotori Bipolar Care Indonesia, bisa lebih sering diadakan, bukan hanya di Jakarta tapi di daerah-daerah lain di seluruh penjuru negeri.

Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 6 komentar ke “ Bipolar Care Indonesia, Peduli Penyandang Bipolar
Cia ling on Senin, 01 Desember 2014 14.32.00 WIB mengatakan...

keren gan article nya..kenjungi juga blog saya ya gan http://chaniaj.blogspot.com/

Nada Widya on Selasa, 15 Desember 2015 22.22.00 WIB mengatakan...

Untuk mengetahui bipolar itu sebaiknya manakah yang lebih dulu ke psikologi atau ke.dokter penyakit jiwa? Terimakasih:)

Widya Wadri on Senin, 14 Maret 2016 03.25.00 WIB mengatakan...

Saya ingin masuk komunitas ini, saya ingin berubah ��

Riri Nalapraya mengatakan...

Assalamualaikum dan Salam sejahterra sy berteeimakasih kepada Bipolar Care IIndonesia..

sekelumit yg baru saya tahu,
Saya ODB..saya ingin sekali bergabung..
bagaimana carannya..
Terimakasih
Salam,
Riri Nalapraya

abdul ghofir on Sabtu, 16 April 2016 01.55.00 WIB mengatakan...

keren artikel menambah wawasan yang bermanfaat untuk pengetahuan http://ceritapersonal.blogspot.co.id/

abigail on Senin, 25 April 2016 00.35.00 WIB mengatakan...

Nadya widya :sebaiknya ke psikiater dulu.. alias dokter ahli kejiwaan.

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial