Oleh TarjumPada artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang Bagaimana Meyakinkan Orang Terdekat tentang Kondisi Psikologis yang Anda Alami.
Jika ternyata orang-orang terdekat anda belum juga bisa memahami keadaan anda atau malah bersikap negatif, langkah apa yang sebaiknya anda lakukan?
Tak mudah meyakinkan orang lain, termasuk orang tua dan keluarga sendiri tentang gangguan jiwa yang kita alami, karena mereka tidak pernah merasakannya.
Ketika pertama kali saya cerita tentang gangguan jiwa saya kepada orang tua (Bapak), beliau tak percaya begitu saja. Bahkan sampai beberapa lama Bapak menganggap apa yang saya alami hanya gangguan pikiran biasa. Butuh waktu dan kesabaran untuk meyakinkan orang-orang terdekat tentang kondisi psikologis yang kita alami.
Memahami Orang tua yang Belum Bisa Memahami Kondisi Anda
Jika orang tua belum bisa memahami sepenuhnya keadaan anda dan malah berpikir negatif, jangan berkecil hati apalagi sampai berpikir negatif kepada orang tua atau keluarga.
Untuk memahami sesuatu yang tak terlihat dan tak bisa dirasakan bukan hal yang mudah. Apalagi pehamaman orang tua, keluarga dan masyarakat tentang gangguan jiwa masih sangat terbatas.
Coba cari alternatif lain, cari seseorang yang bisa jadi teman curhat. Orang yang bisa memahami kondisi mental anda. Bisa saudara, teman atau sahabat yang anda percaya. karena kita tak bisa memaksakan seseorang untuk bisa memahami diri kita. Lebih baik kalau anda kenal dengan seseorang yang sedang atau pernah mengalami gangguan jiwa yang sama dengan anda.
Sharing di Grup-grup Diskusi Online
Sekarang banyak grup-grup diskusi online khusus masalah gangguan jiwa seperti skizofrenia, gangguan bipolar atau jenis gangguan jiwa lain. Salah satunya adalah Grup Facebook Bipolar Indonesia dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI). Anda bisa gabung di grup ini untuk sharing pengalaman dan pengetahuan seputar masalah gangguan kejiwaan.
Anggota grup-grup diskusi online ini terdiri dari ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan), keluarga ODMK, psikolog, psikiater, aktivis keswa dan orang-orang yang peduli terhadap masalah-masalah gangguan kejiwaan.
Konsultasi dengan Psikiater
Selain dua alternatif media curhat di atas, anda juga harus konsultasi dengan psikiater anda. Jika anda belum pernah konsultasi dengan psikiater karena berbagai alasan, cobalah beranikan diri untuk konsultasi. Agar anda mamahami kondisi mental anda lebih jelas dan akurat.
Berpikir Positif Terhadap Orang-orang yang Berpikir Negatif
Lalu bagaimana sebaiknya menanggapi sikap orang tua, keluarga dan orang-orang terdekat yang belum bisa memahami anda atau malah berpikir negatif tentang kondisi mental anda?
Ketimbang berpikir, "Mengapa mereka tidak bisa mehami saya? Mengapa mereka menganggap saya hanya menjadikan penyakit sebagai alasan?
Cobalah berpikir, "Saya mengerti kalau mereka belum bisa memahami saya, saya menerima kalau mereka menganggap saya menjadikan penyakit sebagai alasan. Tapi saya tidak seperti yang mereka kira. Walaupun saya membutuhkan cinta dan perhatian mereka, saya akan memikul tanggung jawab pemulihan diri saya sendiri.”
”Saya akan menjadikan penyakit sebagai alasan untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat.
Walaupun saya membutuhkan uluran tangan mereka, saya tidak terlalu mengharap dukungan mereka. Saya akan berusaha mengatasi masalah saya dengan kemampuan yang saya miliki. Selain membantu diri-sendiri, saya juga akan berusaha membantu orang-orang yang mengalami masalah kejiwaan seperti yang saya alami.”
Tanggung Jawab Pemulihan Kondisi Jiwa Anda
Anda tak bisa terlalu mengharap dukungan dan bantuan orang lain, termasuk orang tua atau saudara sendiri. Berharap boleh tapi jangan jadi sebuah keharusan. Tanggung jawab pemulihan kondisi jiwa anda sepenuhnya ada di pundak anda sendiri.
Jadikan balok sandungan sebagai batu loncatan. Jangan biarkan gangguan jiwa membuat anda lemah, tapi harus membuat anda menjadi pribadi yang lebih tangguh.
Jangan terlalu berharap untuk menerima, tapi berusahalah untuk memberi. Semakin banyak memberi, anda akan semakin banyak menerima.
Teruslah berjuang dan jangan pernah menyerah.
Bagaimana cara anda menanggapi sikap negatif orang tua dan keluarga? Silakan berbagi di komentar.Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.
Artikel Terkait:
- TRILOGI EBOOK BIPOLAR GRATIS UNTUK ANDA!
- 4 Kunci Penyembuhan Bipolar (Bagian 1)
- Solusi Holistik Pemulihan Depresi & Bipolar
- Penjelasan Medis Manfaat NONI PLUS Untuk Kesehatan Mental
- Nutrisi Herbal untuk Kesehatan Fisik dan Mental
- Bipolar Care Indonesia, Peduli Penyandang Bipolar
- Menjalani Proses Pengobatan dan Pemulihan Gangguan Jiwa, Butuh Keyakinan dan Kesabaran
- Pakwi, Pelukis Wayang Peraih MURI
- Jika Engkau Sibuk Mengurus Kebaikan bagi Orang lain, Tuhan yang akan Mengurus Kepentinganmu
- Hana Madness dan Kreasi Bipolar
- "Lakshmi Si Tanpa Obat"
- Membebaskan Diri dari Belenggu Bipolar dengan Harapan, Keyakinan dan Tindakan
- Apa yang Anda Inginkan dari Pasangan Hidup Anda?
- Ibuku, Tak Pernah Membentak Apalagi Memukulku
- Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
- Sebuah Lukisan, Sebuah Kebahagiaan dan Sebuah Kepuasan Batin
- 3 Kunci Penting yang Tak Boleh Diabaikan ODMK Ketika Menjalani Terapi Pemulihan agar Hasilnya Optimal
- Rekaman Wawancara Tentang Bipolar Dengan Penyiar Radio Nederland Wereldomroep (RNW)
- Bagaimana Anda Mendefinisikan Gangguan Bipolar yang Anda Alami?
- Haruskah Menceritakan Semua Masalah Kejiwaan yang Anda Rasakan Kepada Psikiater?
- Puisi Bipolar
- Tidak Ingin Berkutat dengan Perasaan “Minder” dan “Tidak Mampu” ( Bagian 2, selesai)
- Tidak Ingin Berkutat dengan Perasaan “Minder” dan “Tidak Mampu” (Bagian 1)
- Gangguan Bipolar dan Skizofrenia Bisa 'Sembuh Total'!
- Bagaimana Menaklukan dan Mengendalikan Jiwa yang Liar?
- DETOX, Cara Cepat Buang Racun dari Tubuh
- Blog Curhatkita: Semua Informasi dan Layanan Gratis! Kecuali…
- Satu Langkah Sederhana Mengatasi Kesulitan Bergaul
- Perselingkuhan, Bagaimana Mencegah dan Mengakhirinya?
- "Lakshmi Si Tanpa Obat"
- Jika Kekasih atau Pasangan Anda Acuh Tak Acuh, Bagaimana Menyikapinya?
- Membebaskan Diri dari Belenggu Bipolar dengan Harapan, Keyakinan dan Tindakan
- Jika Mau Melamar Sang Kekasih, Apa yang Akan Anda Katakan Kepada Calon Mertua?
- Salahkah Aku di Lahirkan ke Dunia ini?
- 3 Kunci Penting yang Tak Boleh Diabaikan ODMK Ketika Menjalani Terapi Pemulihan agar Hasilnya Optimal
- Jangan Biarkan Kesulitan Hidup Membuat Anda Terfuruk, Sebaliknya Harus Membuat Anda Lebih Tangguh
- Jangan Mengatakan, “Aku Tidak Mampu! Aku Bodoh!” Jangan Pernah!
- Satu Kunci Penting yang Sering Dilupakan oleh Pasangan Suami Istri Saat Mengarungi Bahtera Rumah Tangga
- Bagaimana Membangkitkan Gairah dan Semangat dengan Musik?
- Jangan Biarkan Stigma Negatif Gangguan Jiwa Mendikte Kita
- Antara Atlet dan ODB
- Saling Berbagi untuk Mencari Solusi Terbaik Penanganan Gangguan Bipolar
- Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur
- Pelajaran Berharga dari Seorang President Director
- Bagaimana Meyakinkan Orang Terdekat tentang Kondisi Psikologis yang Anda Alami?
- Tanya-Jawab Tentang Bipolar di Inbox Facebook
- 3 Kata Sederhana yang Akan Membuat Anda Menjadi Pemenang
- Apakah Bisa Mengontrol Bipolar Tanpa Obat?
- Bagaimana Menyikapi Masalah dan Menemukan Makna Dibaliknya?
- Satu Langkah Sederhana Mengatasi Kesulitan Bergaul
- Jalan Hidup Gue
- Membebaskan Diri dari Belenggu Bipolar dengan Harapan, Keyakinan dan Tindakan
- Sebuah Lukisan, Sebuah Kebahagiaan dan Sebuah Kepuasan Batin
- Bagaimana Menjalani Hidup Seperti Air yang Mengalir?
- Pelajaran Unik Apa yang Bisa Kita Petik dari Seorang Mentor American Idol, Sean Combs?
- 3 Kunci Penting yang Tak Boleh Diabaikan ODMK Ketika Menjalani Terapi Pemulihan agar Hasilnya Optimal
- Jangan Biarkan Kesulitan Hidup Membuat Anda Terfuruk, Sebaliknya Harus Membuat Anda Lebih Tangguh
- Bagaimana Menaklukan dan Mengendalikan Jiwa yang Liar?
- Bagaimana Membangkitkan Gairah dan Semangat dengan Musik?
- Bagaimana Caranya Agar Ikhlas Menerima Ketetapan Tuhan?
- Jangan Takut untuk Mencintai, Seseorang sedang Menunggu Kedatangan Anda
- 5 Hal Yang Harus Dimiliki Agar Anda Selalu Antusias Setiap Saat
- 5 Alasan Mengapa Aku Selalu Santai dan Tersenyum
- Sepak Bola dan Pemulihan Kondisi Psikologis
- Bagaimana Meyakinkan Orang Terdekat tentang Kondisi Psikologis yang Anda Alami?
- Dari Hobi Menjadi Ahli
- Khawatir saat Suami Jauh dari Rumah
- Satu Menit yang Bisa Menyelamatkan Nyawa Seseorang
- Jika Orang Yang Anda Cintai Mengalami Gangguan Mental
- Mengalahkan Rasa Takut dengan Tindakan
- Bagaimana Mengatasi Rasa Takut Menjual?
- Mengatasi Rasa Malas atau Penundaan
- Inpirasi dari Piala Dunia 2010, Apa Rahasia Kemenangan Jerman atas Argentina?
Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.
Komentar :
Bila terkena ganguan jiwa sih Om, kalo menurut saya pribadi lebih baik tetap selalu percaya diri dan yakin bahwa diri kita seperti layaknya orang normal pada umumnya.
saya mau tanya sikap negatif dari keluarga ato tmn2 kantor umum nya knapa ya ? maksud saya sifat2 ato ciri2 orang bipolar tu apa aja sih yang menyebabkan keluarga ato tmn2 marah ?
Saya males ngomong bahkan bingung mau ngoming apa. Keadaan ini saya alami ketika saya depresi.
Waktu saya sekolah, di kelas saya hanya berdiam diri, ketika jam istirahat saya bersembunyi di perpustakaan. Ketika pulang sekolah saat saya dan teman-teman jalan bareng, hampir tak sepatah katapun terucap dari bibir saya. Kalaupun berkata-kata hanya sekedarnya dan kadang gak nyambung.
Ini yang sering membuat saya tersiksa. Dan saya berpikir jangan-jangan temen-temen saya di sekolah atau di lingkungan saya menganggap saya aneh. Dan memang benar karena saya lebih banyak berdiam diri dan gak suka bercanda, mereka mulai menjaga jarak dan menjauhi saya. Kondisi ini biasanya berlangsung sekitar 1-2 minggu. Setelah itu saya kembali ke fase manik. Saya lebih banyak bicara, aktif dahkan hiperaktif di ruang kelas. Waktu itu saya menganggap fase manik sebagai kondisi normal.
Saat kondisi depresi inilah mungkin salah satu hal yang menyebabkan keluarga atau orang-orang terdekat berpikir negatif kepada ODB. Karena mereka melihat ada kelainan atau hal-hal aneh dari sikap dan tindakan ODB.
Posting Komentar
Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)