BUKU: 2 KUTUB

Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal gangguan bipolar, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah buku “2 KUTUB: Perjalanan Menantang Di Antara Dua Kutub”.

Info Buku >> KLIK DISINI

Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur

    

Oleh Tarjum

Apa kaitannya tema tulisan ini dengan problem kejiwaan?

Dari pengalaman saya selama bergelut dengan bipolar, terapi spiritual berperan besar terhadap proses pemulihan kondisi psikologis.

Tentang hal ini saya sudah menjabarkannya dengan lebih rinci, salah satunya di posting Puasa dan Penyembuhan Problem Psikologis. Lebih detail lagi di buku psikomemoar saya.

Mungkin, anda merasa bahwa aktivitas spiritual yang anda jalani selama ini belum berpengaruh optimal terhadap pemulihan kondisi psikologis anda.

Mungkin, anda merasa bahwa do’a-do’a yang anda panjatkan dengan sepenuh hati dan segenap jiwa, kadang dengan cucuran air mata, belum juga mendapat jawaban dari-Nya. Mengapa?

Semoga apa yang saya tulis ini bisa memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anda. Paling tidak bisa menambah pemahaman spiritual anda. Silakan simak tulisannya

Tentu saja tak cukup hanya nyantri sehari semalam untuk belajar tentang ilmu-ilmu keislaman yang sangat luas dan komplek

Tapi paling tidak saya mendapatkan ilmu dan pemahaman baru yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Walau sedikit, semoga ilmu ini bermanfaat untuk anda.

Dengan niat bulat untuk mencari ilmu dan pencerahan spiritual, saya menerima ajakan seorang teman untuk nyantri sehari-semalam ke pesantrennya Ustad Yusup Mansyur di Tangerang, Banten.

Hari Sabtu (30/4/2011), sekitar jam 19.30, saya sampai di lokasi pondok pesantren Daarul Qur’an yang megah, seperti hotel berbintang.

Singkat cerita saya bersama teman-teman dari berbagai daerah (Cikarang, Jakarta, Sukabumi, Ciamis, Jambi, Sulawesi, dll) sekitar 50 orang, berkumpul di ruang pertemuan.

Salah satu penceramah adalah Ustad Faizin, direktur divisi bisnis Daarul Qur’an dan Ustad Rohim, Ketua Majelis Dhuha Nasional.

Ustad Faizin tak mau dipanggil ustad. Dia mengaku latar belakangnya memang seorang pengusaha. Dia pernah berjaya, namun lalu terpuruk dan dililit hutang ratusan juta rupiah. Dia mendapat pencerahan setelah menemui Ustad Yusup Mansyur.

Dia menjalankan metode bisnis yang sesuai dengan syariat Islam, sesuai petunjuk sang ustad. Atas izin Allah hanya dalam hitungan bulan dia bisa bangkit lagi dan bisa melunasi semua hutangnya.

Berikut inti kutipan ceramah dari para ustad Daarul Qur’an.

Apa Tugas Kita Sebagai Manusia?

Kalau Allah sudah ridho, tak ada yang sulit bagi allah. Allah sudah berfirman di dalam Al-Qur’an yang maknanya kurang lebih begini : orang-orang yang beriman tak perlu khawatir, karena dunia ini diperuntukan bagi mereka.

Kita harus faham dulu, untuk apa sebenarnya kita diciptakan? untuk apa kita hidup? Apa tugas kita sebagai manusia? Dan apa tujuan hidup kita?

Allah menciptakan jin dan manusia semata-semata UNTUK BERIBADAH KEPADANYA. UNTUK MENGABDI KEPADANYA. Itulah tugas kita sebagai hamba Allah.

Jadi, apa pun yang kita lakukan di dunia ini adalah ibadah dengan tujuan untuk mendapatkan ridho-Nya.

Saat anda bekerja di kantor, di ladang, di sawah, di jalanan atau di mana saja, niatkan untuk ibadah. Kalau segala hal yang kita lakukan niatnya untuk ibadah kepada-Nya, kita akan melakukannya sepenuh hati. Kalau niatnya Ibadah, orang tak perlu diawasi, tak akan ada kecurangan, kebohongan, penipuan, korupsi dsb.

Kita pun akan mendapat pahala dan kebaikan dari setiap hal yang kita lakukan. Karena tindakan apa pun yang kita lakukan adalah ibadah.

Kalau aktivitas sehari-harinya saja sudah dijalankan dengan niat ibadah untuk mendapatkan ridhonya, apalagi sholat dan ibadah lain yang merupakan kewajiban.

Mengapa Sholat Harus Tepat Waktu?

Perumpamaanya begini, kalo kita punya utang Bank bayarnya harus tepat waktu bukan? Kalo kita berdo’a, juga ingin cepat dikabulkan bukan? Lha, gimana do’a kita bisa dikabulkan segera dan tepat waktu kalau kita sendiri tak pernah tepat waktu memenuhi panggilannya.

Umpamanya, bos anda menyuruh anda hadir dalam meeting jam 12.00. Tapi anda menunda-nundanya hingga baru datang jam 14.00, gimana kira-kira tanggapan bos anda? Mungkin dia akan marah, karena anda tak tepat waktu mengikuti perintahnya. Demikian pula dengan kita yang suka menunda-nunda sholat.

Di sepertiga malam, Allah “turun dari langit” (bukan dalam arti harfiah ), untuk menemui hamba-hambanya yang beriman. Sepertiga malam adalah waktu terbaik untuk menemui-Nya secara langsung. Ibaratnya ini merupakan jalan tol yang bisa mengantar kita mencapai tujuan dengan lebih cepat. Kita tak akan terjebak macet seperti lewat jalan umum.

Banyak orang yang sholatnya rajin tapi korupsi juga rajin, maksiat juga rajin. Mengapa? Karena sholatnya belum bener. Mereka menjalankan sholat hanya sekedar ritualnya saja. Padahal sholat itu harus bisa mencegah orang dari perbuatan keji dan munkar.

“Saya sendiri dulu sudah tahu, keutamaan sholat tepat waktu,” kata Ustad Faizin, “ Juga keutamaan sholat tahajud dan shalat dhuha. Tapi saya tidak melaksanakannya, kalaupun melaksanakan asal-asalan. Karena itulah mungkin Allah menimpakan adzab untuk saya. Usaha saya bangkrut dan terlilit hutang ratusan juta rupiah.

Mengapa Harus Sedekah?

Mengapa orang begitu pelit untuk bersedekah, padahal Allah sudah menjajikan balasan sedekah itu 10 kali lipat, bahkan 700 kali lipat. Ini janji allah kepada hambanya. Dan Allah tak akan mengingkari janjinya. Allah tak mau berhutang kepada hambanya. Banyak orang yang tahu janji Allah ini! Masalahnya banyak orang yang tidak percaya, tidak yakin atau ragu dengan janji Allah ini.

Inilah relevansi dari firman Allah di dalam Al-Qur’an, orang-orang yang beriman tak perlu khawatir, karena dunia ini diperuntukan bagi mereka. Orang-orang yang beriman artinya orang-orang yang yakin tanpa keraguan sedikitpun kepada Allah, kepada firman Allah, kepada Janji-janji Allah.

Kalau kita sudah yakin tanpa keraguan kepada Allah, kita tak akan ragu untuk sedekah, untuk sholat tepat waktu, untuk bangun dan sholat tahajud di sepertiga malam, untuk sholat dhuha sebelum mencari rejeki, untuk membantu orang lain dan melakukan segala hal dengan niat ibadah hanya mengharap ridho Allah.

Jika sudah demikian tak ada lagi kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan. Kita juga, insya Allah akan terbebas dari segala macam penyakit jasmani maupun rohani karena kita sudah menjalani pola hidup yang sehat lahir dan batin sesuai ajaran islam.

Soal rizki, juga nggak usah khawatir. Allah yang maha kaya akan memenuhi janjinya, akan memberikan kelimpahan rizki kepada orang-orang yang diridhoinya.

Demikian, ilmu dan pemahaman yang bisa saya bagi. Mohon maaf jika ada kata-kata yang keliru, karena saya bukan ustad. Saya hanya menyampaikan apa yang dikatakan ustad. Semoga bermanfaat.

Jika anda punya pengalaman spiritual yang unik dan menarik, silakan berbagi di komentar.

Jika menurut anda posting ini cukup menarik dan memberi inspirasi silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.

Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.



Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Oleh-Oleh Nyantri di Pesantren Ustad Yusup Mansyur

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

Tiga Serangkai eBook Bipolar

3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.
eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial