Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Pengorbanan Cinta #5

    

Cerbung
Curhatkita

Oleh Tarjum


Cerita sebelumnya...

Jaka berdiri di depan pintu ruang tamu yang terbuka. Menanti sang kekasih di apel pertamanya. Degup jantungnya berdebar makin keras. Selang beberapa saat, Jaka mendengar langkah kaki menuju ruang tamu.


Tak lama kemudian, Rina datang menghampiri dan tersenyum ceria. Tampak manis, mengenakan celana training panjang dan T-sirt ketat. Sepertinya Rina juga sudah mempersiapkan diri menyambut kedatangan Jaka.

“Sini duduk, Je!” kata Rina. “Makasih ya, udah mau datang ke rumah Ina.”

“I, iya, sama-sama Rin,” kata Jaka, masih tampak gugup.

Untuk beberapa saat Jaka dan Rina hanya saling pandang. Jaka berusaha menenangkan diri sambil mengingat kembali apa saja yang akan dikatakannya pada Rina.

Rina yang lebih berpengalaman berhadapan dengan pria, tampak lebih tenang dan rilex. Rina juga maklum dengan sikap Jaka yang tampak gugup dan kaku. Ia tahu, ini apel pertama Jaka. Eka, temannya sering cerita, bahwa Jaka, orangnya pendiam dan pemalu. Jaka juga belum pernah dekat apalagi pacaran dengan perempuan lain.

“Jaka sendirian aja ke sini?” tanya Rina membuka pembicaraan.

“Sendiri, Rin. Emang kenapa?”

“Biasanya kan cowok lain kalau ngapel dianter temen-temennya,” jawab Rina. “Je, berani juga ya, apel pertama datang sendiri.”

“Harus berani dong! Lagian niatku kan baik, kenapa harus takut,” kata Jaka, penuh keyakinan. “Jujur aja, sebenarnya aku khawatir juga, jangan-jangan ortu kamu galak, begitu aku datang, eh, marah-marah lalu ngusir aku…”

“Ah, Jaka bisa aja. Emang papah Ina preman apa, pake galak segala!” kata Rina, seperti biasa dengan cemberut manjanya.

“Oooh gitu, papah Ina baik ya?”

“Gak tahu ah. Ya baik lah, anaknya juga baik kan?”

“Iya, Iya percaya, anaknya baik-baik. Apalagi yang ini nih, yang lagi duduk manis di depanku, baiiiiiik..banget!”

“Iiiihhh…gombal ah! Jaka bisa ngerayu juga ya ternyata,” kata Rina, tersipu mendapat pujian dari Jaka.

Jaka mulai tampak rileks. Tidak terlalu tegang dan kaku lagi seperti saat baru datang. Mungkin karena Rina juga orangnya cukup cerewet dan pandai memancing Jaka untuk berbicara. Obrolan sepasang kekasih ini mengalir begitu saja, diiringi senyum dan tawa.

Singkat cerita, karena waktu sudah cukup malam, Jaka pamit pulang. Jaka pulang dengan perasaan plong! Seperti melepaskan beban teramat berat yang dia pikul sebelumnya. Apel pertamanya cukup sukses. Semuanya berjalan lancar sesuai rencana.

Malam semakin larut, namun mata Jaka belum juga bisa terpejam.

Sambil telentang di atas tempat tidur, Jaka membayangkan kembali saat-saat menegangkan sekaligus menyenangkan saat apel pertamanya. Wajah Rina kembali terbayang. Dia ingat apa yang ditulis seorang motivator dalam sebuah buku yang dibacanya, bahwa bayangan kadang lebih menakutkan ketimbang kenyataan yang sebenarnya.

Bayangan menakutkan kencan pertama yang sempat membuatnya sangat gugup dan tegang ternyata tidak sepenuhnya benar. Banyak hal yang dia takutkan ternyata tidak terjadi. Semuanya mengalir begitu saja.

Jaka sudah berhasil mengalahkan rasa takut yang selama ini membelenggu pikirannya. Saat-saat paling kritis, menegangkan sekaligus sangat berarti, sudah dilaluinya dengan baik.

Jaka mengakui, Rina yang aktif dan agresif sudah membantu mengatasi rasa takutnya untuk mendekati perempuan.

Setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol dengan Rina, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Jaka. Wajah manis Rina sering melintas dan menggoda dalam imajinasinya. Saat-saat menyendiri, rasa rindu suka mengusik pikirannya. Semua tingkah Rina seakan terekam sangat jelas dalam memori pikirannya. Gerak bibirnya saat tersenyum atau cemberut, tatapan dan kerling mata bulatnya, juga nada bicara dan suara tawanya, sering terbayang.

Keesokan harinya, sehabis lari pagi, Jaka mampir ke rumah Eka, sang guru cintanya. Jaka mau cerita sekalian konsulatasi soal kencan pertamanya semalam.

“Gimana semalem, acara apelnya lancar Je?” tanya Eka.

“Alhamdulillah, Ka, sukses walaupun awalnya gugup dan tegang,” kata Jaka.

“Nah, gitu dong harus berani! Kan udah aku ajarin cara-caranya. Klo ngerasa gugup, ya wajar aja, namanya juga apel pertama.”

“Terus, langkah selanjutnya gimana Ka?” Tanya Jaka.

“Malam Minggu depan kamu mau apel lagi kan? Nanti jangan cuma ngobrol di rumah, ajak dia jalan-jalan, biar tambah lengket.”

“Emang permen karet lengket. Oke deh, aku akan ikutin saran dan petuah sang guru cintaku.” Kata Jaka dengan senyum mengembang.

Langkah pertama dan penting sudah Jaka lalui dengan sukses. Apa yang akan Jaka lakukan berikutnya? Sepertinya Jaka tak ingin tergesa-gesa. Dia ingin segala sesuatunya mengalir alami. Seperti pepatah yang sangat dia sukai. Pepatah yang menggambarkan karakternya, “Air tenang menghanyutkan”.

Itulah Jaka, tenang, kalem, tak banyak bicara dan sedikit misterius. Satu hal yang menjadi keunggulan karakternya, Jaka ulet dan tak mudah menyerah. Namun kadang terlalu hati-hati atau ragu-ragu dalam bertindak.

Namun, karakter Jaka yang tenang dan pendiam itulah justru mampu menghanyutkan perasaan Rina. Dia semakin penasaran dengan sikap Jaka yang sedikit tertutup dan misterius.

Sikap Jaka yang kadang gugup dan kaku, justru terlihat menarik di mata Rina, karena terkesan alami dan apa adanya.



Bersambung...


Jika menurut anda cerita ini cukup menarik dan memberi inspirasi silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.

Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial