BUKU: 2 KUTUB

Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal gangguan bipolar, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah buku “2 KUTUB: Perjalanan Menantang Di Antara Dua Kutub”.

Info Buku >> KLIK DISINI

Pengorbanan Cinta #11

    

Cerbung
Curhatkita

Oleh Tarjum



Cerita sebelumnya...


Dalam perjalanan pulang, Jaka masih bertanya-tanya dalam hati, “Mengapa ya, Rina kok gak mau dianterin sampai ke gerbang sekolahnya? Apakah dia malu punya pacar kayak aku? Atau jangan-jangan dia nggak ingin teman-temannya tahu dia sudah punya pacar? Ah, kok aku malah berpikir jelek tentang Rina sih. Klo memang dia malu atau gak ingin temen-temennya tahu dia punya pacar, ngapain juga dia minta diantar ke sekolah?”

Jaka belum menemukan jawaban yang meyakinkan atas pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu pikirannya itu. Tapi, Jaka berusaha tak berpikir negatif tentang kejadian itu dan berusaha melupakannya. Jaka yakin suatu saat nanti akan menemukan jawabannya. “Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya,” gumam Jaka.


Belakangan Rina sering cerita soal Rudi yang menurutnya makin agresif mendekati dan menunjukan perhatian lebih padanya. Bahkan Rudi sudah terang-terangan menyatakan cintanya pada Rina.

“Padahal Ina udah bilang ke dia, Ina udah punya pacar.” Kata Rina, seolah ingin meyakinkan Jaka bahwa dia akan setia pada Jaka dan tak akan tergoda oleh bujuk rayu Rudi.

Cerita-cerita Rina tentang tingkah-polah Rudi di sekolah membuat Jaka khawatir. Kalau terus-menerus didekati dan dirayu bisa aja suatu saat Rina tergoda. Rudi punya keuntungan karena lebih banyak kesempatan bertemu Rina dibanding dirinya, begitu pikir Jaka.

Rudi bisa bertemu Rina hampir setiap hari, dari jam masuk sampai jam pulang sekolah. Sedangkan Jaka hanya bisa bertemu Rina seminggu sekali, itu pun hanya beberapa jam.

Namun Jaka selalu berusaha menepis kekhawatirannya. Jaka berpikir itu hanya kekhawatiran berlebihan karena besarnya rasa cintanya pada Rina. Seperti biasa, Jaka berusaha menyembunyikan kecemburuannya di depan Rina.

“Temen-temen cowok kamu di sekolah juga berhak mendekati kamu, selama masih dalam batas-batas kewajaran. Yang penting kan kamu nggak tergoda oleh salah satu dari mereka,” kata Jaka, berusaha menunjukan sikap dewasa, walau hatinya galau.

Semakin lama kekhawatiran Jaka semakin kuat. Namun dia berusaha meredam kecemburuaannya agar tak menjadi kecemburuan berlebihan yang bisa mengarah ke sikap posessif. Tapi, entah mengapa kali ini Jaka tak bisa meredam kekhawatirnya.

“Kenapa ya, kok perasaanku jadi seperti ini?” gumam Jaka. Rasa khawatir dan cemburu itu semakin kuat setiap kali Rina menyebut nama Rudi. “Ya Tuhan, kuatkan diriku, jangan sampai aku berburuk sangka kepada orang yang sangat aku cintai.”

Kekhawatiran Jaka bukan tanpa alasan. Soalnya Rina pernah cerita dan mengakui bahwa dirinya orang yang mudah jatuh cinta, tapi mudah juga melupakannya. Apalagi sekarang cowok yang mendekatinya bisa dibilang bukan cowok biasa-biasa.

Seperti cerita Rina, Rudi tergolong cowok tampan, tajir, agresif dan romantis. Usia Rudi juga jauh lebih muda dibanding Jaka. Dari beberapa hal jelas Rudi punya banyak kelebihan dibanding Jaka. Satu lagi kelebihan Rudi, dia punya waktu dan kesempatan yang lebih banyak untuk mendekati Rina.

Apakah kekhawatiran dan kecemburuan Jaka hanya perasaannya sendiri atau ada hal lain yang tidak dia ketehui? Entahlah, semua masih teka-teki dan misteri.

Sampai suatu malam…..

Saat itu malam Minggu. Jaka duduk di teras depan rumah Rina. Sementara Rina duduk di sampingnya, agak menjaga jarak.

“Je, mulai sekarang jangan tiap minggu apelnya ya,” ucap Rina sambil melirik ke arah Jaka.
Kata-kata itu diucapkan Rina dengan lirih, namun terasa mendengunng keras di telinga Jaka. Seperti biasa, Jaka berusaha mengendalikan diri, tidak mengungkapkan isi hatinya dengan kata-kata, mimik muka ataupun bahasa tubuh. Dia berusaha tidak berprasangka negatif pada sang kekasih.

Alasan Rina memang bisa difahami oleh Jaka, Rina ingin lebih konsentrasi belajar. Namun tetap saja permintaan Rina membuat Jaka bertanya-tanya, “Mengapa? Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi dengan Rina? Mengapa seolah dia ingin menghindar dan jaga jarak dariku?”

Belakangan sikap dan kata-kata Rina sering Menimbulkan tanda tanya. Jaka yang baru mengenal wanita dan belum berpengalaman dalam urusan cinta, belum bisa membaca suasana. Jaka belum bisa menangkap sinyal-sinyal yang disampaikan Rina. Jaka hanya bisa bertanya-tanya tanpa menamukan jawaban yang memuaskan.

Walau didera rindu, malam Minggu ini Jaka tidak bisa menemui Rina. Malam minggu depan Jaka baru bisa menemuinyaih. Jaka memenuhi permintaan Rina, hanya boleh apel dua minggu sekali. Untuk mengalihkan pikirannya dari bayangan wajah sang kekasih, malam ini jaka menghabiskan waktu dengan ngumpul dan ngobrol-ngobrol bareng teman-teman sekampung. Beberapa orang dari mereka memang masih jomblo, jadi nggak ada acara apel atau ketemuan.

Dua minggu telah berlalu.

Malam minggu ini Jaka berniat menemui sang kekasih untuk mengobati rasa rindu yang tertahan. Tak sabar ingin bertemu dengannya, melihat wajahnya, senyumnya dan mendengar suara tawanya. Selepas Isya Jaka sudah meluncur dengan sepeda motornya menuju rumah Rina.

Sesampainya di Rumah Rina, setelah memarkit motor, jaka berjalan ke arah pintu ruang tamu, lalu mengetuk pintu. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki menuju pintu ruang tamu itu. “Cepetan dong Ina keluar, aku udah kangen ingin ketemu kamu,” gumam Jaka, detak jantungnya terasa berdegup kencang.

Bersambung...


Jika menurut anda cerita ini cukup menarik dan memberi inspirasi silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.

Tarjum adalah pendiri dan editor Curhatkita, Forum Curhat, Grup Teman Curhat dan Solusi Bipolar Facebook. Penulis buku psikomemoar "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini dan ikuti Tarjum di Facebook dan Twitter.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 2 komentar ke “Pengorbanan Cinta #11
Honey on Minggu, 14 Agustus 2011 pukul 04.52.00 WIB mengatakan...

kayaknya bakalan sedih nih ceritanya....

Tarjum on Senin, 15 Agustus 2011 pukul 18.14.00 WIB mengatakan...

Menurut anda siapa kira-kira yang akan bersedih? Simak terus lanjutan ceritanya ya, posting tiap hari minggu.

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

Tiga Serangkai eBook Bipolar

3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.
eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial