BUKU: 2 KUTUB

Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal gangguan bipolar, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah buku “2 KUTUB: Perjalanan Menantang Di Antara Dua Kutub”.

Info Buku >> KLIK DISINI

Teryata Tikus pun Mengalami Skizofrenia

    

Oleh Tarjum

Bayangkan, bagaimana perilaku seekor tikus mungil yang mengalami skizofrenia?

Jalan buntu penyembuhan skizofrenia sedikit menemukan titik terang.

Peneliti AS mengatakan harapan baru ini muncul karena ternyata bukan hanya manusia yang mengalami kelainan jiwa ini. Tikus pun mengalaminya.

Tanda seekor tikus mengalami skizofrenia adalah selalu lari bila bertemu sesama tikus teman bermainnya.


Mutasi 2 Gen Kunci

University of Texas, AS, melakukan penelitian skizofrenia dengan menguji coba tikus. Dengan rancangan penelitian case control, dikumpulkan beberapa tikus. Selanjutnya, susunan gen kunci, NPAS1 dan NPAS pada tikus diubah, sehingga mengalami mutasi. Tikus yang mengalami defisiensi duplikat NPAS3 akan menderita skizofrenia.

Gen NPAS1 terekspresi pada sel saraf otak atau biasa disebut juga inhibitory interneurons. Gen-gen tersebut berfungsi untuk mengontrol proses transkripsi (menerjemahkan sinyal ke otak).

Mutasi ini tidak berbeda dengan apa yang dialami oleh sebuah keluarga di Kanada. Seluruh anggota keluarga tersebut menderita skizofrenia.

Baik mutasi pada keluarga Kanada maupun mutasi pada tikus percobaan, keduanya sama-sama melibatkan dua gen kunci itu.

Selain mutasi gen, kesamaan lain antara tikus skizofrenia dengan manusia skizofrenia adalah adanya protein abnormal dengan kadar rendah, disebut juga reelin. Reelin berperan penting pada perkembangan embriotik otak.

Penderita Skizofrenia di AS

Data National Institute of Mental Health di AS menunjukan lebih dari 2 juta warga Amerika menderita skizofrenia. Gejala penyakit ini tampak ketika penderita beranjak dewasa.

Gejala penyakit ini adalah muncul halusinasi, delusi, dan gangguan berpikir. Yang paling fatal adalah semua penderita skizofrenia berisiko tinggi melakukan bunuh diri.

Sumber : Harian Media Indonesia.


Artikel ini saya temukan ketika membuka-buka kliping artikel psikologi. Kliping-kliping seperti ini saya kumpulkan dan saya simpan dengan rapi dalam map-map khusus. Di saat senggang saya suka membuka-buka dan membacanya.

Dari artikel-artikel psikologi di surat kabar dan majalah seperti inilah, dulu saya memperlajari dan mencari tahu derita psikologis yang saya alami.

Sekarang artikel-artikel psikologi semacam ini bisa didapatkan dengan lebih mudah di media online. Tinggal ketikan kata kuncinya di “Mbah Google” atau mesin pencari lainnya, maka sederet artikel yang anda cari akan ditampilkan. Anda hanya perlu memilih dan memilahnya sesuai keinginan anda.

Jika anda menemukan artikel-artikel tentang skizofrenia, bipolar atau gangguan kejiwaan lainnya, silakan sharing di komentar, kirim ke email sivalintar@yahoo.com atau kirim langsung ke sini.


Jika menurut anda tulisan ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook dengan mengklik tombol share di bawah atau di atas posting ini. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini.

Artikel ini bisa dibaca dari ponsel anda. Masukan URL ini: http://mippin.com/curhatkita atau http://buzzcity.mobi/curhatkita di browser ponsel anda.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Teryata Tikus pun Mengalami Skizofrenia

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

Tiga Serangkai eBook Bipolar

3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.
eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial