Tiga Serangkai eBook Bipolar
3 eBook Bipolar ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya. Mengupas secara detail dan sistematis dari gejala awal, saat berada di puncak manik dan depresi, sampai langkah-langkah pemulihannya. Inilah ebooknya : "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”, “Berdamai dengan Bipolar” dan “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”.

Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku

    

Oleh Tarjum

Pada artikel kali ini aku ingin bercerita sedikit tentang seseorang.

Seseorang yang sangat berperan dalam proses pemulihan gangguan bipolarku. Siapakah dia? Dialah ayahku (lihat foto ilustrasi).

Kesabaran dan ketelatenannya mendampingi, mendukung dan membimbingku saat aku sedang terpuruk tiada bandingannya.


Teman Curhat yang Sabar, Penasihat yang tak Pernah Bosan

Beliau bisa dengan sabar mendengarkan curhatku berjam-jam lamanya bahkan sering sampai larut malam.

Ayah tak tampak bosan atau lelah memberi nasihat, dukungan dan dorongan semangat padaku. Aku masih ingat kata-katanya, "Bapak gak akan bosan-bosan nasihatin kamu. Mungkin saat ini kamu blom bisa nerima nasihat bapak, tapi suatu saat nanti kamu akan ngerti maksud dari nasihat bapak."


Pengamat Kehidupan

Ayahku hanya seorang petani biasa, sekolahnya hanya lulusan SD. Beliau lebih banyak belajar dari pengalaman dan sekolah di kehidupan nyata. Beliau suka memperhatikan dan mempelajari karakter orang-orang disekitarnya dan mengamati perjalanan hidup mereka, baik yang sukses maupun yang gagal.

Hasil dari pengalaman dan pengamatannya itulah yang ayah bagikan padaku. Ketika beliau memberi saran atau nasihat, biasanya beliau membuat perbandingan dengan sebuah peristiwa atau cerita yang terjadi di sekitar kami, agar aku lebih mudah mencerna maksud dari nasihatnya.

Begitu pula ketika ayah mencoba memahami derita psikisku. Setelah ayah mendengarkan curhatku dengan sabar, beliau akan mencoba menganalisa apa yang aku alami dan aku rasakan dengan pengalaman pribadinya atau dengan hasil pengamatannya terhadap karakter orang-orang yang dikenalnya.

Setelah itu ayah akan menggambarkan hasil analisa tentang derita psikisku dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna. Dan aku pun mengangguk setuju.

Ayah juga memberikan saran-saran apa yang sebaiknya aku lakukan dan yang tak boleh aku lakukan. Salah satu saran beliau yang selalu aku ingat adalah: bergaulah dan jangan menutup diri serta lebih banyak melakukan kegiatan yang menghibur dan menyenangkan.


Apa Untungnya Bergaul?

Beliau menggambarkan pentingnya bergaul dan bersosialisasi dengan sebuah cerita tentang si A dan si B yang mengalami mimpi buruk.

Pada suatu malam si A mengalami mimpi buruk yang menakutkan. Si A, orangnya kurang gaul dan tertutup. Si A tak pernah menceritakan tentang mimpi buruknya itu kepada siapa pun. Dia memikirkan sendiri impiannya tersebut, membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi dari mimpinya itu sampai dia ketakutan sendiri oleh pikiran negatif tentang mimpinya itu.

Si B, juga mengalami mimpi buruk. Karena si B ini orangnya gaul, dia menceritakan mimpi buruknya kepada kepada teman-temannya dalam suatu obrolan. Ternyata, teman-temannya menganggap mimpi buruk si B sebagai hal yang biasa. Salah seorang temannya berkomentar, "Ah, itu sih mimpi kesengsem aja. Aku sering mimpi buruk kayak gitu, tapi gak pernah terjadi hal-hal buruk padaku."

Mendengar komentar teman-temannya, si B pun merasa tenang dan menganggap mimpi buruknya hanya sebagai bunga tidur. Si B pun melupakan mimpinya itu dan memang tidak terjadi hal-hal buruk setelah itu.

Begitulah biasanya ayah menggambarkan suatu masalah dengan cerita dan perbandingan, sehingga aku lebih mudah mencerna maksud dari saran-saran dan nasihatnya.

Beliau tak ngerti apa itu psikologi, tak faham tentang ilmu kejiwaan. Tapi beliau bisa mehamami gangguan jiwa yang aku alami dari pengalaman, pemahaman dan pengamatannya terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam perjalanan hidupnya.

Dengan segala keterbatasannya ayah berusaha membantu dan membimbing putra tercintanya melewati masa-masa sulit dalam perjalanan hidupnya. Ketekunan, kegigihan dan kesabarannya tak tertandingi.


Ayah tak Memanjakanku

Meski demikian, ayah tak memanjakanku. Dengan kondisi psikis yang masih labil, aku tetap diharuskan menjalani aktivitas sehari-hariku seperti biasa. Dari mulai belajar di sekolah, mengaji di mesjid sampai membantu bekerjaannya di ladang dan sawah harus tetap aku jalani dengan disiplin. Ayah juga mengajari dan mengarahkanku untuk mandiri dan tak bergantung kepada orang lain.

Terima kasih ayah, engkau adalah sahabat, teman curhat, penasihat dan caregiverku. Tanpa dukungan, bimbingan dan dorongan semangatmu, entahlah apa yang akan terjadi denganku.

Tentu saja disamping peran seorang ayah ada peran seorang ibu yang penuh cinta kasih kepada puteranya.

Ibu memang lebih banyak diam, tidak banyak bicara dan aktif seperti ayah. Namun dibalik diamnya aku merasakan perhatian, cinta dan kasih sayang ibu yang menenteramkan jiwa.

Aku tak akan pernah bisa membalas cinta kasih dan budi baik ayah dan ibu yang luar biasa. Hanya Allah yang bisa membalas cinta dan kebaikan mereka berdua.

Terima kasih ayah dan ibu, terima kasih. Hanya itu yang bisa aku ucapkan. Karena Tak ada kata-kata yang bisa mewakili rasa terima kasihku kepada mereka berdua.

Anda punya pengalaman menarik dengan ayah, ibu atau orang terdekat anda? Silakan berbagi di komentar.


Bookmark and Promote!



Artikel Terkait:

Ingin mendapat artikel seperti ini langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.

Komentar :

ada 3 komentar ke “Ayahku adalah Sahabat, Teman Curhat dan Penasihatku
Muhammad Ilham on Selasa, 26 Februari 2013 09.37.00 WIB mengatakan...

mas bapaknya mirip sama mas tarjum lho. :P (yaiyalah) #plak

Tarjum on Rabu, 27 Februari 2013 10.03.00 WIB mengatakan...

Hahaha...klo gak mirip saya gak diakui anaknya dong :D

aki soleh on Selasa, 30 September 2014 10.10.00 WIB mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar

Sampaikan komentar terbaik anda di kolom komentar :)

eBook 1: "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"

Buku psikomoar ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan gangguan jiwa yang tidak saya fahami dan membuat saya bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya pulih, bahwa saya mengalami Gangguan Bipolar. [Selengkapnya]




eBook 2: "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Bagaimana mendampingi orang yang mengalami Gangguan Bipolar? eBook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar. [Selengkapnya]



eBook 3: “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”

eBook ini merupakan inti dari pengalaman dan pemahaman bipolar saya. Inti dari tulisan-tulisan saya di buku, ebook, blog, facebook, twitter dan media lainnya. eBook ini bukan teori-teori tentang gangguan bipolar! Bukan formula ajaib untuk mengatasi gangguan bipolar! eBook ini tentang tindakan, langkah-langkah penanganan bipolar. [Selengkapnya]


eBook Novel: “Pengorbanan Cinta”

Novel ini bukan sekedar kisah cinta yang romantis dengan segala macam konflik di dalamnya. Saya berani menyebut novel ini sebagai “Buku Pelajaran Cinta”. Beda dengan buku pelajaran pada umumnya, Buku Pelajaran Cinta ini tak membosankan, malah sangat mengasyikan dibaca. Setelah mulai membaca, jamin Anda tak ingin berhenti dan ingin terus membacanya sampai akhir cerita. [Selengkapnya]



eBook Panduan: “7 Langkah Mudah Menyusun & Memasarkan eBook”

Jika dikemas dengan desain cover yang apik dan diberi judul yang manarik, kumpulan posting blog atau catatan facebook anda bisa disusun menjadi sebuah ebook yang akan memikat pembaca di ranah maya. Selanjutnya ebook anda tinggal dipasarkan secara online.
[Selengkapnya]

 
 © Copyright 2016 Curhatkita Media  template by Blogspottutorial